Antonim

888

Hetalia © Hidekaz Himaruya
Antonim © BlackFederic Bonnefoy

888

Ditengah keramaian ini…
Banyak mahluk bergembira menapakkan kakinya ringan
Sementara daku menunggu
Hati kelabu dan angin sepoi menemaniku

.

Kupeluk beruang yang menemaniku daritadi
Kugerakkan bola mataku
Mengarah kekiri dan kekanan
Adakah orang yang peduli padaku?
Adakah manusia yang menganggapku?
Adakah yang menyadari ada aku disini?

.

Mungkin kalian mengira aku bahagia?
Oh?
Tidak mungkin manusia AWASOME sepertiku bahagia
Aku selalu saja dihina
Aku memang tidak memiliki negara lagi
Tapi,
Adakah yang mau menemaniku lagi?

.

Angin sepoi serasa mengelitiki telingaku
Mengajak berdansa dan membawa tubuhku pergi
Ya!
Pergi, pergi kelangit atas dan terbang bersamanya
Adakah orang yang mengindahkanku?
Mahluk AWASOME seperti aku ini…
kesepian…

.

Mataku menatap nanar mereka semua
Kenapa tidak ada yang mau melihatku?
Apakah aku begitu bodoh?
Apakah aku begitu menyebalkan?
Siapapun! Tolong beritahu aku!
Kumajirou!
Tahukah kau aku kesepian?

.

Mungkin disana…
Sayap sang bidadari tengah menari
Tapi disini aku…
Basah
Oleh air mataku sendiri

.

Semua melihatku…
Mengatakan aku bahagia?
Aku tidak bahagia!
Ah!
Kenapa semua ini terasa begitu menyebalkan?

.

Satu, dua, tiga beer habis kutengak
Aku dibakar lagi…
Aku dibakar lagi oleh api cemburuku
Aku disini!
Menunggumu!

.

Inikah hidup?
Begitu menyebalkan?
Terasa begitu kelam!
Tanpa ada seorang pun disampingku
Aku bukan siapa-siapa!
Tapi,
Adakah yang mau menemuiku?

.

Putih… Putih begitu menyilaukan
Oh?
Itukah bidadari?
Mau apa dia?
Hapus air mataku?

.

Oh, oh! Begitu menyilaukan!
Itukah malaikat?
Apa yang ia inginkan?
Hembuskan angin?
Untukku?

.

Aku
Tidak lagi dibakar api cemburu
Dia
Telah datang
Menghilangkan api membara dalam hatiku

.

Kau tak pernah sendirian
Ada yang melihatmu
Matt! Lihatlah kearah kananmu
Bukankah dia tampan?

.

Dia?
Siapa dia?
Rambut silvernya
Mata merah ruby-nya?
Tampan! Ya, dia tampan

.

Kau tidak pernah memikirkan sekelilingmu!
Coba kau lihat kearah kananmu!
Gil! Coba kau perhatikan dia!
Bukankah dia begitu manis?

.

Dia?
Siapa dia?
Rambut pirangnya?
Mata saphire-nya?
Manis! Ya, dia manis

.

Dunia ini bukan sinonim
Tapi, antonim!
Ingat itu, Gil! Matt!

.

Kuakui dunia ini antonim
Ya!
AWASOME, ini tidak pernah sinonim
Kuberi terimakasih padamu
Siapapun itu!
Yang mengajarkanku…
apa itu antonim!

.

Ini antonim?
Ya, kuakui itu!
Gil dan aku tidak pernah sama
Kami berbeda!
Terimakasih!
Siapapun itu…
Yang telah mengajarkan kami
Apa itu antonim

.

Karena antonim
Kami bisa bersama
Menjalani kasih, dipertemukan, disatukan
Dalam kasih!

-The End-

A/N: Nggak nyangka bakalan dapet ide nulis puisi kayak begini, tolong jangan rajam saya. Peace! Jadi, ada yang mau tinggalkan review?

Listening to: My Heart Will Go On, lagu ini yang membuat saya terinspirasi membuat puisi macam ini.

Akhir kata, ada yang keberatan meninggalkan review?