" Pantat !"

" Jidat !"

" Pantat !"

" Jidat !"

" Pantat ayam !"

" Jidat lebar !"

" Pantat ayam !"

" Jidat lebar !"

Beginilah keadaan salah satu ruang kelas Universitas Konohagakure yang dihuni oleh Sasuke dan Sakura. Setiap pagi bahkan setiap haripun saat mereka berdua kuliah selalu saja terdengar ejekan-ejekan berbunyi 'Pantat ayam dan Jidat lebar'. Ya, sekarang Sasuke dan Sakura juga teman-temannya yang lain baru saja masuk kuliah di Universitas Konohagakure. Rata-rata anak yang berkuliah disini adalah dari keluarga terpandang alias kaya. Meskipun ada beberapa anak ekonomi lemah yang masuk kuliah ini karena mendapat beasiswa dari sekolah SMU nya dulu.

" Err.. kau kemana, kan buku tulisku ?" kata Sakura sambil berkacak pinggang didepan Sasuke.

" Watashi ni wa wakaranai. Watashi no bijinesu no doremo." jawab Sasuke dengan ekspresi tidak bersalah. Padahal ia sudah menjahili Sakura dengan menyembunyikan buku yang Sakura cari.

" Huh, dasar pantat ayam nyebelin !" kata Sakura sambil mengacak rambut pantat ayam milik Sasuke. Sasuke langsung mendengus kesal karena rambut pantat ayam kebanggaannya diacak oleh Sakura.

" Apa yang kau lakukan sih, jidat !" kata Sasuke sambil merapikan kembali rambut pantat ayam kesayangannya.

" Hah, pagi-pagi sudah ribut. Kalian ini seperti anak kecil saja.." kata Kiba yang langsung mendapat deathglare dari SasuSaku.

" Ne te mele pas !" jawab Sakura disertai deathglare yang mengerikan. Kiba langsung terdiam.

Dicerita ini Sakura adalah orang Perancis. Dia baru tinggal di Jepang saat kelas 3 SMU. Sakura pindah ke Jepang karena mengikuti orangtuanya yang membuka cabang perusahaannya disini. Dari SMU sampai kuliah, Sakura selalu satu kelas dengan Sasuke.

" Apa ini milikmu, Sakura ? Tadi ini ada dibawah kursiku." kata Gaara yang sambil menyodorkan buku tulis polkadot milik Sakura.

" Oui, merci. Emm arigato." kata Sakura sambil tersenyum manis pada Gaara. Gaara juga membalas senyum Sakura.

Sasuke yang melihat Sakura tersenyum pada Gaara langsung memasang wajah tidak senang. Sebenarnya Sasuke menyukai Sakura, tapi dia tidak mengatakannya karena ego Uchiha-nya sangat tinggi.

" Kon'nichiwa. Moshiwake arimasen watashi ga okurete iru." kata dosen mereka, Orochimaru.

" Kon' nichiwa senpai." jawab seluruh mahasiswa dan mahasiswi itu.

" Kumpulkan tugas kalian yang kemarin ku suruh !" perintah Orochimaru. Semuanya pun langsung maju untuk mengumpulkan tugas mereka.

" Gawat ! Padahal kemarin kan sudah ku kerjakan, kenapa sekarang tidak ada." batin Sasuke. " Ada yang menyobek pekerjaanku, setengah sobekannya masih ada. Siapa yang berani-beraninya melakukan ini ? Hanya ada satu orang yang berani melakukan ini, Jidat awas kau ya !" batin Sasuke yang sudah sangat marah.

" Tinggal Uchiha saja ya yang belum mengumpulkannya. Mana tugasmu Uchiha !" kata Orochimaru dengan menatap Sasuke.

" Sebenarnya aku sudah mengerjakannya senpai. Tapi ada yang telah merobeknya. Haruno telah merobek pekerjaanku." kata Sasuke dengan menunjuk Sakura.

" Ne l'invente pas !" jawab Sakura. " Enak saja, kenapa kau menuduhku Uchiha ! Kalau tidak mengerjakan ya sudah, terus terang saja." balas Sakura sambil menggebrak mejanya.

" Kalian berdua jangan ribut ! Uchiha kau aku hukum. Hari ini kau harus berada diluar kelas sampai jam pelajaranku selesai !" kata Orochimaru.

" Tapi senpai dia.." bantah Sasuke yang kemudian dipotong Orochimaru.

" UCHIHA ! JANGAN MEMBANTAH ! SEKARANG JUGA KELUARLAH !"

" Daijobu." jawab Sasuke akhirnya dan kemudian berjalan meninggalkan kelas.

" Setir !" kata Sakura pelan saat Sasuke lewat di samping kursinya. Tempat duduk Sasuke memang berada dibelakang Sakura, jadi dia harus melewati tempat Sakura.

" Anata gata wa chui shite kudasai !" gumam Sasuke pelan pada Sakura. Kemudian Sasuke pun keluar dari kelas itu.

" Aku akan menjelaskan materi baru. Jadi dengarkan aku baik-baik !" perintah Orochimaru.

" Daijobu senpai." jawab mereka. Setelah itu Orochimaru mulai menjelaskan materi baru itu.

" Huh, tunggu saja pembalasanku Haruno !" runtuk Sasuke berulang-ulang dalam hati.

Satu jam kemudian pelajaran Orochimaru sudah selesai dan semua mahasiswa mahasiswi itu keluar dari kelas untuk istirahat.

" Uchiha Sasuke, masuklah !" perintah Orochimaru pada Sasuke yang masih berada diluar kelas.

Sasuke kemudian masuk dengan langkah kaki yang malas.

" Lain kali jangan kau ulangi lagi perbuatanmu." kata Orochimaru sambil membereskan buku-bukunya dan kemudian berlalu keluar kelas.

Saat itu di lain pihak…

" Kau tadi habis mengerjai si Uchiha itu lagi ya ? Sampai-sampai dia dikeluarkan dari kelas kan ?" tanya Tenten, teman Sakura.

Sakura hanya mengangguk sambil meminum jus alpukatnya lagi.

" Asal kau tau ya Sakura, tadi saat si Uchiha Sasuke itu dihukum keluar kelas, semua anak perempuan di kelasku itu berteriak-teriak tidak jelas gitu deh… Dan ada juga yang berkata, " Uchiha Sasuke sedang dihukum Orochimaru senpai gara-gara tidak mengerjakan tugas." " Daripada sendirian diluar kelas, aku mau kok menemaninya." Ya begitulah, daritadi fansgirl Sasuke dikelasku selalu membahas soal Sasuke, Sasuke, dan Sasuke terus. Aku saja sampai bosan mendengarnya." jelas Ino panjang lebar.

" Memangnya apa yang bagus dengan si Uchiha itu ? Rambut pantat ayam kesayangannya ?" ledek Sakura. Yang langsung disusul tawa Tenten dan Ino, kecuali Hinata.

" Sakura-chan ti..dak boleh mem..perolok.. o..rang se..seperti itu…" kata Hinata.

" Ya ampun Hinata…Jangan katakan kalau kau mulai terpikat Uchiha nyebelin itu ya.." kata Sakura sambil menatap Hinata.

" Ti..tid..dak, aku ti..dak menyukai..Sasuke.." kata Hinata yang kemudian dipotong Ino.

" Karena yang aku sukai hanya Uzumaki Naruto." potong Ino yang langsung membuat wajah Hinata memerah.

Hinata, Ino, dan Tenten adalah teman baik Sakura semenjak ia bersekolah SMU di Jepang.

" Hei, coba kau lihat siapa itu Sakura." Tunjuk Tenten