Saya hadir di fandom ini untuk pertama kali. Ini juga fict kedua saya. Ha Ha Ha..

Saya lagi jajal peruntungan di dunia perfanfic-an. Jadi mohon bimbingan para senpai sekalian. Ha Ha Ha..

Mulai ja sekarang ya…

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuxFemNaru, ItaxFemDei

Genre : Terserah readers mo memasukkan dalam kategori yang mana

Warning : Typo, OOC, GaJe, gak mutu, bahasa gak baku, dst…

Don't Like Don't Read

'Mind"

"Talk"

Happy Family

Chapter 1

Kau Mau Apa ?

Suatu pagi yang cerah di kediaman keluarga Uchiha, tampaklah seorang pemuda berambut raven bermodelkan pantat ayam khas nya, sedang mencoba bangkit dari posisi tidurnya karena mencium aroma yang sudah taka sing lagi di indera penciumannya. Dilihatnya tempat di sisinya yang kosong, menandakan bahwa seseorang yang harusnya berada di situ sudah bangun. Pemuda yang diketahiu bernama Uchiha Sasuke tersebut akhirnya melangkahkan kaiknya menuju kamar mandi.

…..

Selang beberapa menit kemudian, pemuda berambut pantat ayam tersebut menuruni anak tangga menuju suatu tempat untuk mengisi perutnya yang kosong, dapur.

"Ohayyo, Sasuke." Sapa seorang pemuda berambut hitam panjang yang memiliki dua garis keriput di pipinya, yang bernama Uchiha Itachi, kakak dari Sasuke.

"Hn." Hanya itu balasan dari sang adik yang memang irit BBM, eh, irit ngomong itu.

"Sepertinya hari ini kau semangat sekali, Sasuke." Sasuke tidak menanggapi ucapan Aniki nya itu dan langsung melesat ke dapur karena cacing di perutnya udah pada ngeluarin spanduk bertuliskan 'TURUNKAN HARGA SOTO'. Lho?

Itachi mengikuti adik kesayangannya itu menuju dapur karena seseorang yang paling ia cintai juga berada di sana.

Tampaklah dua orang wanita berambut pirang panjang bermata safir yang tengah melepas celemek tanda pertempuran berakhir. Duo pirang itu tersenyum ke arah dua orang yang muncul melalui jendela, eh, pintu dapur yang menjadi satu dengan ruang makan. Wanita pirang berambut panjan yang tubuhnya tampak lebih besar disbanding si pirang satunya, datang menghampiri pemuda berambut hitam panjang bak model iklan shampoo yang notabene adalah suaminya. Sebut saja dia, Deidara.

Sedangkan si pirang yang satunya, yang rambutnya diikat dua seperti sailormoon, tampak masih sibuk menata piring dan hidangan sarapan mereka.

"Bantu aku, Dei-nee…" rengek si pirang berkulit tan yang kita ketahui bernama Naruto.

"Aku sudah membantumu sejak pagi tadi, Naru-chan. Sekarang aku mau membantu suamiku.." Deidara berkata dengan nada yang sedikit mengejek dan itu membuat naruto kesal. 'Setiap pagi, selalu saja. Tidak mau membantu menata makanan. Dasar Dei-nee jelek' umpat Naruto dalam hati, tapi masih tetap mengerjakan tugasnya sementara ketiga orang yang sudah menjadi satu keluarga dengannya sejak sebulan yang lalu sudah duduk manis di tempatnya masing-masing.

Ya, Sasuke dan Naruto sudah menikah sebulan yang lalu, sedangkan Itachi dan Deidara, yang merupakan kakak kandung Naruto, sudah menikah 2 tahun yang lalu namun belum dikaruniai anak. Sejak sebulan lalu pula lah, mereka berempat tinggal bersama. Selain karena mereka bersaudara, Itachi dan sasuke juga sering ditugaskan ke luar kota oleh pemimpin di tempat mereka bekerja, yakni Fugaku Uchiha, ayah mereka. Jadi saat mereka tidak di rumah, mereka tidak perlu khawatir isteri mereka sendirian.

"Ita-nii… Tolong katakan pada Dei-nee untuk membantu… Hmmpphh…" kata-kata Naruto terputus dan mendadak ia menutup mulutnya dengan tangannya yang bebas. Tiba-tiba saja ia merasa mual. Hal itu langsung mendapatkan respon dari sang suami dan sepasang suami isteri yang lain.

"Naruto! Kau kenapa?" Sasuke panic dan menghampiri Naruto. Naruto pun langsung menuju toilet diikuti dengan Sasuke.

"Hoekk.. Hoekk…" Entah apa yang keluar dari mulutnya, Naruro tetap mengumandangkan syair tersebut, membuat anggota rumah yang lain menjadi cemas. Sang suami, Sasuke, terus memijit pelan tengkuk isteri tercintanya tersebut. Rasa khawatirnya sedikit menghilang saat Naruto membasuh wajahnya yang menandakan konser barusan telah berakhir.

"Kau kenapa, Dobe?" Tanya Sasuke.

"Tidak tahu, Teme. Sepertinya aku masuk angin. Bisakah kau tidak masuk kerja hari ini?" Naruto menjawab dan bertanya.

"Itu tidak mungkin, Dobe. Hari ini ada rapat penting. Aku tak mungkin meningglkan rapat i…." belum selesai Sasuke menjawab, Itachi memotong kalimatnya,

"Tak apa Sasuke, aku bisa menggantikanmu menghadiri rapat itu. Hari ini sebaiknya kau temani Naruto ke dokter."

Akhirnya Sasuke menurut dan mengantar Naruto yang wajahnya sedikit pucat menuju kamar. Sedangkan dua sejoli senior berangkat ke tempat kerja. Deidara bekerja sebagai guru TK yang letaknya tak jauh dari kantor Uchiha Corp., tempat Itachi dan Sasuke bekerja.

"Selamat ya, Tuan. Anda akan menjadi seorang Ayah." Ujar seorang dokter wanita berambut merah muda kepada sosok berambut raven di depannya. Tampak ekspresi terkejut sekaligus bahagia di wajah si calon ayah tersebut yang tidak lain adalah Sasuke. Sasuke pun mengalihkan pandangannya kea rah sang isteri yang terduduk dengan wajah merona saat sang suami mulai menatap dengan tatapan 'Benarkah?' padanya. Sang isteri, yaitu Naruto, hanya bisa mengangguk pelan untuk meyakinkan suaminya.

"Tolong perhatikan pola makan dan jangan terlalu lelah, . Usia kandungan Anda baru tiga minggu, masih sangat rentan." Dokter merah muda itu memberikan nasihat kepada Naruto.

"Tenang saja, Dokter! Aku akan menjaga anak ini sampai dia lahir dan tumbbuh jadi anak yang sehat!" ujar Naruto bersemangat.

Setelah mengucapkan terima kasih dan berpamitan pada Dokter Sakura, Sasuke dan Naruto kembali pulang ke rumah mereka. Saat sedang berada di mobil, tiba-tiba Naruto menyuruh Sasuke menghentikan laju mobilnya. Sasuke yang kebingungan langsung bertanya.

"Ada apa, Dobe?"

"Aku mau itu, Teme…." Pinta Naruto seraya menunujuk mesin penjual minuman kaleng yang berada di tepi jalan tak jauh dari tempat mereka memarkirkan mobil.

"Kau tidak boleh makan ramen dulu, Dobe." Sasuke yang hanya memperhatikan kedai ramen yang berada tak jauh dari mesin penjual minuman tersebut hanya bisa menolak apapun yang akan diminta oleh Naruto.

"Bukan ramen. Aku tidak mau makan ramen." Jawaban Naruto membuat Sasuke tersentak dan mulai menatap tajam ke arah Naruto di sebelahnya. 'Sejak kapan Naruto menolak ramen?' batin Sasuke yang masih tak percaya pada pengakuan Naruto.

"Lalu kau maunya apa, Dobe?" kali ini Sasuke sudah bisa mengendalikan wajah stoicnya dan mulai meneliti hal apa yang mungkin diminta oleh sang isteri.

"Belikan aku jus tomat. Di mesin itu," ujar Naruto sambil nunjuk-nunjuk mesin otomatis itu. 'APA?' Batin Sasuke cengo mendengar apa yang diminta oleh Naruto. 'Sejak kapan Naruto suka tomat?' Sebuah seringai pun kini tampak di bibir menggoda milik Uchiha bungsu tersebut.

"Sepertinya 'dia' benar-benar anakku, Dobe." Ujar Sasauke seraya keluar dari mobilnya untuk mengabulkan permintaan sang isteri, eh, sang calon anaknya.

Naruto hanya bisa mengerucutkan bibirnya hingga bisa dikuncir Karena ia pun merasa aneh pada dirinya sendiri. 'Kenapa aku malah ingin minum jus tomat? Seharusnya 'kan aku meminta ramen. Tapi kalau terbayang ramen, rasanya aku jadi mual.'

Tak berapa lama kemudian, sasuke sudah kembali dengan dua kotak jus tomat. Diberikannya yang satu kepada Naruto dan menikmati jatah jus tomatnya sambil duduk di bangku sopir. Melihat Naruto yang menikmati jus tomatnya dengan khidmat, Sasuke hanya bisa tersenyum geli sambil memperhatikan ke arah perut Naruto. Entah apa yang ia bayangkan saat ini. Sasuke pun mengelus perut Naruto pelan dengan sebelah tangannya.

"Apa yang kau lakukan, SasuTeme?" bentak Naruto yang merasa terganggu atas perlakuan Sasuke.

"Sssshhh… Aku hanya ingin mencoba merasakan keberadaannya," balas sasuke yang membuat Naruto luluh dan membiarkan sasuke melakukan itu padanya. Ia tahu, sasuke sangat bahagia saat ini. Tentu saja, suami mana yang tak bahagia kalau tahu ia akan memiliki seorang penerus?

Setelah selesai dengan urusan jus tomat, mereka melanjutkan perjalanan pulang untuk menyampaikan kabar gembira ini pada anggota keluarga yang lain.

Bersambung…

Sorry minna…. Chap awal pendek kayak saya…

Kayaknya ara memang kena kutukan dari temen Ara yang gak ara contekin waktu UTS kemaren deh…

Hiks…T_T…

Tapi gk papa, yang penting Ara Cuma mo menghibur readers dengan cerita gak menarik, gak mutu, n gak jelas milik Ara ini.

Readers, mohon reviewnya …..