Permintaan Hitoshi

Disclaimer :

Komik emang punya Om Masashi Kishimoto, tapi nih cerita punya Kago !

Pairing :

SasuSaku

Rated :

WARNING ! This is a RATED M STORY ! GET AWAY BEFORE YOU GAIN YOUR SINS !

~the story begins~

"AHHH~ngghhh…~ cc-cukkup-phh Sass…ngghh~" desah Haruno Sakura, ralat! Uchiha Sakura. Sudah ronde ke-4 pasangan suami istri ini melakukan 'kegiatan' mereka, tapi sang suami a.k.a Uchiha Sasuke masih tetap mebuat Mr.P –nya layak pegas di Mrs.V Sakura.

"Mmmmm..~lebihh dalamm Sasuu, nghhhh~"

"ahhh..~sempit sekali punyamu Sakura..ghhh~" ucap Sasuke sambil menyembunyikan desahannya di leher Sakura.

"Sassuukkeeee…~ahhhh" telah sekian kalinya Sakura klimaks.

"Sakkurraaaaa…." yep, dan telah sekian kali pula Sasuke menyemprotkan spermanya ke dalam Sakura.

"Hahh..hahh..hahh..kau masih kuat Sakura?" Tanya Sasuke sambil menggigit kecil leher Sakura.

"Ngghh~ kau gila! Ini udah ronde ke-4! Kau mau sampai ronde ke berapa, hah?" Tanya Sakura.

"Sampai aku puas!" seringai Sasuke.

Mungkin Sasuke akan langsung menyerang Sakura lagi, kalau saja…

Tok Tok Tok…

"Ugghh, siapa sih yang ketok-ketok di luar?" ucap Sasuke pada diri sendiri.

"Udah pasti Hitoshi, baka! Memang siapa lagi yang tinggal disini selain kita bertiga? Dia pasti terbangun gara-gara 'kegiatan' kita!" jawab Sakura dengan nada sedikit kesal.

"Hn."

"Ayah..Ibuu.." teriak Hitoshi dari luar pintu.

"Sebaiknya kau cepat-cepat berpakaian Sakura sebelum Hitoshi melihat dan otaknya jadi mesum sepertiku.." seringai Sasuke sambil mencium singkat bibir Sakura.

"Hah! Ternyata mengaku juga kalau kau itu MESUM!"

"Tapi kau suka kan? Ayolah..kau tidak usah mengelak Sakura. Bahkan kau terlihat lebih ganas saat di atas ranjang.." seringai Sasuke.

"SASUKE!"

Setelah berpakaian lengkap, Sakura langsung membuka pintu kamarnya. Dilihatnya anak laki-laki semata wayangnya sudah tertidur dengan posisi duduk di depan pintu.

"Ya ampun Hitoshi! Hey.. bangun nak! Tuh kan Sasuke, gara-gara kau terus menggodaku Hitoshi jadi kelamaan nunggu di luar!" kata Sakura.

"Hn. Biarkan dia tidur di kamar kita. Sini, biar ku gendong." Jawab Sasuke.

Sasuke menggendong Hitoshi ke dalam kamar. Sakura mengikuti mereka dari belakang. Dari belakang, dilihatnya betapa miripnya Hitoshi dengan suaminya. Dari segi rambut, sifat, bahkan gayanya. Sakura jadi tersenyum sendiri.

Sasuke meletakkan Hitoshi di tengah-tengah mereka. Saat Sasuke hendak tidur, Sakura berkata, "Kau tahu Sasuke? Melihat Hitoshi sama seperti melihat dirimu versi mininya. Bahkan mungkin dia total seperti mu dari segala bidang, sama sekali tidak mirip denganku" ucap Sakura sambil tersenyum.

"Hn. Tentu saja! Aku saja membuatnya sudah susah payah!" kata Sasuke.

"Jangan mesum di depan Hitoshi, baka!" kata Sakura sambil menjitak kepala Sasuke.

"Tapi aku sangat berterima kasih padamu Sakura. Kau sudah mau melahirkan Hitoshi dengan selamat. Hari itu merupakan hari yang paling membahagiakan bagiku. Setidaknya tidak ada salah satu dari kalian yang meninggalkanku." ucap Sasuke .

"Cup!" Sasuke mencium bibir Sakura pelan sampai akhirnya keluarga Uchiha itu tidur terlelap.

Keesokan harinya…

"Ibu.. Hitoshi nanti main ke rumah paman Naruto ya… Hitoshi mau ketemu sama Shin." kata Hitoshi.

"Iya.. tapi habiskan dulu sarapanmu." Jawab Sakura dengan senyumannya.

"Aku berangkat dulu ya Sakura, Hitoshi" kata Sasuke sambil mencium kening Hitoshi singkat.

Sakura mengikuti Sasuke sampai ke depan pintu.

"Sakura, aku pergi dulu. Jaga diri kalian baik-baik ya" ucap Sasuke sambil mencium bibir Sakura. Tapi ternyata ciuman itu semakin dalam dan dalam.

"Nnghh~ sas-ssukee..jangan mulai lagi.."

Sasuke tidak menghiraukan perkataan Sakura. Justru semakin diperdalam dengan tangan Sasuke yang satu memegang leher Sakura dan tangan yang satunya lagi mendekap pinggang Sakura.

"Mmm…~Sasukee.. kau harus bekerja baka!" Sakurapun dengan paksa mengakhiri ciuman Sasuke.

"Ya sudah Sakura. Nanti malam aku tagih lagi yaa!" teriak Sasuke.

Keesokan harinya…

"Ayahh..! Ibu..! Hitoshi pulang !" teriak Hitoshi

"Jangan berteriak Hitoshi.." kata Sakura.

"Ayah mana,Ibu?" Tanya Hitoshi.

"Ada di ruang tengah"

Sesampainya di ruang tengah..

"Ayah…! Tadi pas Hitoshi ke rumah Shin, ternyata bibi Hinata lagi mengandung adiknya Shin lohh.." cerita Hitoshi dengan penuh semangat.

"Hn, terus kenapa?" Tanya Sasuke.

"Hitoshi juga pengen punya, yah…" kata Hitoshi.

Sasuke yang mendengarnya pun menyeringai.

"Hitoshi mau adik yang seperti apa?" Tanya Sasuke tanpa menghilangkan seringainya.

"Gimana kalau adik perempuan yah? Yang seperti ibu!" jawab Hitoshi.

"Boleh, asalkan kau berjanji nanti malam saat kau tidur gunakan penutup telinga buat musim dingin dan jangan pernah mengetok pintu kamar ayah dan ibu sampai besok. Gimana?" Tanya Sasuke.

"Oke ayah!" jawab Hitoshi dengan wajah polosnya.

Malam harinya…

Saat Sasuke memasuki kamarnya ternyata Sakura sedang mandi. Sasuke menyeringai dan masuk kedalam kamar mandi.

Saat itu Sakura sedang mandi dengan menghadap dinding tanpa tahu kalau Sasuke sudah memasuki kamar mandi. Saat melihat tubuh telanjang Sakura, sesuatu yang ada di dalam celananya terasa sesak. Sasuke langsung membuka bajunya tanpa diketahui Sakura sampai ia benar-benar telanjang.

Saat Sakura hendak berbalik kea rah Sasuke berdiri, Sasuke langsung menaruh kedua tangannya di kiri kanan kepala Sakura.

"SASUKE! Kapan kau ke sini?"teriak Sakura.

"Sejak tadi. Kita lakukan disini saja Sakura. Kita kan belum pernah mencobanya."seringai Sasuke.

"Ja-hmmpp, nghh~ sassukeehhh" desah Sakura ditambah saat jari-jari Sasuke sudah memasuke Mrs.V –nya. Sakura mengalungkan tangannya di leher Sasuke untuk memperdalam ciumannya. Tangan Sasuke yang satunya lagi juga memeluk pinggang Sakura hingga terasa dada Sakura menekan dada Sasuke.

Selesai dengan bibir, Sasuke lanjut dengan leher Sakura.

"Ahhh.. sassukeehh~ ayo masukkan sajjahh…nghh" desah Sakura.

"Sabar, Sakura. Permainan ini masih lama." Ucap Sasuke.

Di bawah pancuran shower, sudah terdengar jelas desahan Sakura yang keras saat Sasuke mengeksploitasi leher dan dadanya. Sasuke menggendong Sakura dan membawanya ke bathup. Saat di bathup, Sakura langsung melebarkan kakinya agar Sasuke segera memasuki dirinya.

"Nikmati saja Sakura, jangan terlalu terburu-buru" kata Sasuke.

"Ngghh…"desah Sakura.

Sasuke segera mengambil sabun cair tepat di belakang Sakura. Sasuke mengoleskannya di dada Sakura dan langsung memijatnya.

"Uhhh..sassukeehh, nikmatt ss-sekaliihh.."desah Sakura sambil menutup mata.

Sementara tangannya bekerja, kepala Sasuke sudah berada di depan lorong Sakura. Tanpa menunggu waktu lagi, Sasuke langsung memasukkan lidahnya ke lorong Sakura.

"AHH~ sasukeee! Terruuss~ nghh…" ucap Sakura sambil terus menahan kepala Sasuke di depan lorongnya.

Sasuke terus menjilat lorong Sakura layaknya kucing menjilati susu.

"SASUKEE..!" teriak Sakura, menandakan bahwa Sakura telah klimaks. Sasuke meneguk semua yang keluar dan menjilatinya sampai habis. Sasuke kembali ke bibir Sakura dan melakukan french-kiss. Lidah mereka bertarung sambil saliva merekapun keluar.

Sambil mencium Sakura, kedua tangan Sasuke yang awalnya di dada Sakura bergerak perlahan ke kedua tangan Sakura, mengangkatnya, dan menyatukannya di belakang kepala Sakura. Sasukepun melepaskan ciumannya kepada Sakura.

"Kau harus bersiap-siap dengan ini Sakura," seringai Sasuke.

Tak berapa lama, Mr.P Sasuke langsung memasuki lorong Sakura dengan cepat. Sakura kaget dan hanya bisa mendesah. Sasuke menggerakkan miliknya seperti pegas, gerakan Sasuke sangat brutal sampai Sakura tak mampu menandinginya.

"AHHH!~ SASUKEE! Nggh…terruusss~ l-lebihh dalam Sass~" desah Sakura.

Sasukepun menggerakkan miliknya lebih dalam sampai tidak ada lagi yang tersisa. Otot-otot vagina Sakura terasa memeras Mr.P Sasuke .

"ahhh..sakuraaa..enakk sekaliii" ucap Sasuke sambil terus menggenjot miliknya dengan brutal.

"Terusss Sassukeehh~ sedikit lagii… AHHHH!" desahan terakhir Sakura menandakan bahwa ia telah klimaks.

"SAKUURAAA!" desah Sasuke saat menyemburkan spermanya yang banyak ke dalam lorong Sakura.

"Hah.. sepertinya dengan ini aku bisa mengabulkan permintaan Hitoshi" kata Sasuke.

"Permintaan apa?" Tanya Sakura dengan penasaran yang masih berada di bawah Sasuke.

"Dia ingin adik perempuan yang mirip sepertimu. Kira-kira apakah ini berhasil?" Tanya Sasuke sambil memijit kembali dada Sakura.

"Ahh..~ aku gatau Sasukeehh.. Bukankah kau yang bilang kalau kau yang membuat?" Tanya Sakura dengan seringainya.

Sasuke yang melihat seringai Sakura ikut menyeringai.

"Ayo kita lanjutkan di atas ranjang! Kali ini kita akan melakukannya sampai besok pagi!" kata Sasuke dengan semangat sambil menggendong Sakura keluar dari bathup.

Sakura melotot dan berkata, "APA!"

~the story ends~