Title: Super Junior Story Sibum Ver.

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 1 / 7 End.

Main Cast: Choi Siwon & Kim Kibum.

Other Cast: Member Super Junior.

Rated: M

Genre: Romance, Family, NC, Lemon.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg, Lemon Don't Like Don't Read.

Summary: hanya karena saling memandang dari dekat tumbuhlah benih-benih cinta diantara Siwon dan Kibum. Sibum, BL, Yaoi, NC, Lemon, M-preg.

Note: ini ff udah pernah aku posting d blog jadi jangan heran kalau kalian bernah ngerasa baca ini ff oke… yg ga suka yaoi, Nc, atau M-perg jgn baca. Don't like, Don't Read…!


Kibum Pov

Hari ini aku memutuskan untuk bermain ke drom suju. Tempat yang beberapa bulan ini tak lagi ku tempati karena jadwalku yang padat. Ya… Beberapa bulan yang lalu aku memutuskan untuk lebih fokus mengasah bakatku sebagai actor, karena itulah aku mengambil cuti dari super junior. Banyak orang yang menyayangkan ke putusanku ini. Tapi mau bagaimana lagi. Aku benar-benar berharap bisa menjadi actor professional suatu saat nanti. Aku Cuma bias berharap semua orang bisa mengerti dengan ke putusanku ini.

"Annyeong….." sapaku saat mulai masuk kedalam drom suju. Aku sedikit heran saat mulai memasuki drom ini. Tumben sekali drom yang biasanya ramai jadi sepi seperti sekarang.

"Hyung….." panggilku saat tak melihat satu orang pun di drom ini. Benar-benar kosong dan sepi. Tak biasanya.

"Kemana mereka semua. Apa jangan-jangan mereka sedang ada jadwal sehingga tidak ada di drom" gumamku dalam hati. Bisa saja sih itu terjadi. Memang tadinya aku belum memberitahu para member yang lain kalau hari ini aku akan menemui mereka.

"Apa aku tunggu saja ya sampai mereka pulang" Ku lirik jam di pergelangan tanganku tepat menunjukan angka 2. Pasti mereka sedang ada job semua makanya drom jadi kosong.

"Sudah terlanjur main jadi tidak ada salahnya bila aku menunggu mereka pulang" Aku pun memutuskan menunggu saja. Pasti mereka akan cepat kembali. Jadi apa salahnya kalau menunggu bukan?

Selama menunggu para member lain yang pulang aku mengelilingi drom ini, kujelajahi ruangan demi ruangan yang ada. Sampai akhirnya aku sampai di depan sebuah kamar yang dulunya adalah kamarku. Ku gerakan tanganku menyentuh knop pintu lalu memutarnya.

Ku langkahkan kakiku masuk ke dalam ruangan itu. Aku kaget karena melihat ada seseorang yang sedang terlelap tidur di kamar ini. Aku pikir tadi tak ada orang di drom ini. Ku langkahkan kakiku mendekati orang itu. Ku pandangi wajah namja yang sedang terlelap ini.

Tampan…

Deg….

Apa yang barusan ku katakan? Ya… Tak bisa ku pungkiri kalau namja ini memang benar-benar tampan. Tidak hanya itu, badannya pun sangat bagus. Tubuh six packnya itu yang membuat anak-anak suju yang lain iri di buatnya, termasuk aku yang sangat iri dengan ke perfact-kannya itu.

"Eum…" Siwon mengeliat dalam tidurnya yang membuatku tersenyum melihat tampangnya itu. Ya namja yang dari tadi sedangku pandangi ini adalah Siwon, Choi Siwon hyung-ku di suju.

"Hoam…" Erang Siwon sambil merengangkan otot.

"Kibum…." Sepertinya Siwon hyung kaget melihatku ada di sini. Ia segera merubah posisi baringnya menjadi duduk dan memandangiku tanpa berkedip sedikit pun.

"Mian hyung kalau aku menganggu tidurmu" sesalku karena sudah membangunkan hyung-ku ini. Ia pasti sangat lelah dengan semua kegiatan di grup.

Ani…. Gwencana Kibum. Aku hanya kaget saja melihatmu ada di sini. Apa yang sedang kau lakukan di sini Kibum?" Tanya Siwon hyung sambil menatapku bingung.

"Awalnya aku ingin main ke sini tapi saat masuk ke drom tak ada orang jadi aku putuskan menunggu yang lain pulang. Karena bosan menunggu aku melihat-lihat drom yang beberapa bulan ini sudah ku tinggalkan. Tapi saat masuk ke kamar ini aku melihat hyung yang sedang asik tidur. Sekali lagi maaf ya hyung karena aku sudah menganggu tidurmu" sesalku pada hyung-ku itu.

"Tak apa Kibum. Lagian aku sudah lama tidur. Jadi bukan salahmu kalau aku terbangun" katanya Siwon hyung sambil tersenyum padaku.

"Ne… By the way yang lain ke mana hyung?" Tanyaku.

"Mereka ada jadwal hari ini jadi mungkin pulangnya larut malam nanti" kata Siwon hyung sambil beranjak dari tempat tidur lalu berjalan ke sebuah meja yang ada di ruangan ini dan duduk tepat di bangku yang ada di depan meja tadi.

"Wah…. Sayang sekali. Padahal aku sangat ingin bertemu member suju yang lainnya. Oh ya, apa hyung tidak ada jadwal?" Tanyaku yang sedikit heran kenapa Siwon hyung tak pergi bersama yang lainnya.

"Ani… Hari ini jadwalku kosong" jawabnya santai.

"Berarti hyung bisa menemaniku ngobrol kalau begitu. Aku belum ingin pulang karena hari ini aku juga tak ada jadwal dan aku juga tak tau mau melakukan apa" kataku.

"Tentu saja. Bukankah kita sudah lama tak bertemu. Pasti banyak yang hal yang bisa kita bicarakan" kata Siwon hyung yang beranjak dari tempatnya akan menghampiriku namun saat ia berjalan kearahku kakinya tersandung dan itu membuat ia jatuh menimpa tubuhku yang saat itu sedang berdiri di samping tempat tidur.

Deg….

Kenapa tiba-tiba jantungku berdetak lebih kencang saat melihat wajahnya yang hanya beberapa centi saja dari wajahku. Aish… Rasanya panas, pasti saat ini mukaku sudah sangat merah seperti kepiting rebus saking malunya. Yack... Kibum apa yang kau pikirkan kenapa kau jadi merasa sangat malu saat ini.

OMO…

Apa lagi sekarang?

Benarkah ini?

Apa aku hanya mimpi?

Apa benar yang sedangku rasakan saat ini?

Apa benar saat ini Siwon hyung sedang menciumku?

Ya… Aku merasakan kalau semua ini nyata. Siwon hyung saat ini sedang menciumku. Ah…. Bukan mencium lebih tepatnya melumat bibirku. Entah setan dari mana yang menbuatku tak marah dengan apa yang saat ini tengah ia lakukan padaku. Bahkan aku mulai memejamkan mataku dan menikmati ciuman bahkan lumatan-lumatannya di bibirku.

Siwon Pov

Saat ini tubuhku sedang menindih tubuh Kibum yang memang lebih kecil dari tubuhku. Bahkan wajah kami hanya berjarak beberapa centi saja.

Deg…. Deg… Deg…

Kenapa jantungku berdetak cepat sekali saat ku tatap bibir merahnya itu. Jujur saja bibirnya itu sunguh sangat menggoda. Ingin rasanya ku lahap bibir itu.

Tanpa sadar bibirku sudah menempel pada bibir Kibum. Bahkan aku mulai melumat pelan bibirnya itu. Ku lihat wajah Kibum yang terkejut melihat apa yang sedang ku lakukan ini namun aku tetap melumat bibirnya itu. Manis…. Ya itu yang kurasakan dari ciuman kami ini. Dan sepertinya Kibum tidak marah dengan apa yang ku lakukan bahkan ia mulai menutup matanya dan membalas permainan ku.

Selang beberapa menit aku melepaskan ciuman kami untuk mengisi udara di paru-paru kami.

"Hyung….." ucapnya pelan namun belum selesai ia berbicara aku sudah melumat bibirnya lagi. Bahkan kali ini lebih ganas dan lebih liar dari ciuman sebelumnaya. Ia pun membalasnya membuatku bersorak gembira didalam hati.

"Arrrggghhhh….." Erangnya saat ciuman ku berpindah ke lehernya yang putih dan itu membuatku semakin nafsu untuk mengerjai tubuhnya. Aku terus menciumi lehernya dan meninggalkan beberapa kissmark disana. Tidak hanya itu tanganku pun mulai nakal menyusup dalam bajunya. Ku elus nipplenya pelan, erangannya pun semakin menjadi karena rangsangan-rangsangan dariku.

Ku hentikan permainanku sesaat. Ku tatap wajahnya yang sendu dan pasrah itu, Naemu Yeppo… Gumanku dalam hati. Ku lanjutakan permainanku tapi sebelumnya ku tanggalkan semua pakain yang ia gunakan dan ku lempar pakaiannya ke sembarang tempat. Ia hanya pasrah tanpa perlawanan saat aku membuka semua pakaiannya. Sepertinya dia benar-benar sudah sangat terangsang akibat permainanku tadi. Ku tatap tubuh polosnya itu, sangat indah.

Ku lumat lagi bibirnya kumainkan lidahku di rongga mulutnya. Tanganku pun tak mau kalah mengerjai tubuhnya, kuraba nipplenya dengan tangan kiriku sedangkan tangan kananku memainkan juniornya yang sudah sangat tegang. Ku elus dan pijat pelan juniornya itu hingga membuatnya kembali mengerang namun erangannya tertahan karena aku terus melumat bibirnya.

ku pindahkan ciumanku kelehernya lalu ke nipplenya kiri dan kanan bergantian. Kibum terus saja mengerang nikmat atas permainanku pada tubuhnya itu.

"Hyung…. Ak…u… su…dah… ti..dak… ta…han…" ucapnya terbata karena rangsanganku pada juniornya yang semakin menjadi-jadi.

"Ak..u.. ham..pir..ke..lu..ar.." Erangnya lagi.

"Keluarkan saja" kataku di telinganya. Ku percepat kocokanku pada juniornya. Tak lama kemudian terdengar erangan panjang Kibum saat ia klimaks. Dan kurasakan tanganku basah oleh cairan cintanya. Tanpa rasa jijik kujilati cairan pada juniornya dan tanganku. Ku tatap wajah Kibum yang sudah sangat lelah itu. Ia tetap tampak cantik.

Ku rasakan gairahku sudah sangat besar. Segera ku tanggalkan seluruh pakaian yang melekat pada tubuhku.

"Bummie…. Boleh aku memasukimu?" tanyaku yang hanya di tanggapi dengan anggukan darinya.

Setelah melihat tanggapan dari Kibum aku langsung melumat bibirnya kembali. Ciumanku pun turun ke lehernya yang mulai memerah karena ada beberapa kissmark di sana.

"Akh… sa…kit… hyung" erangnya saat aku mulai memasukan juniorku yang memang lebih besar dari miliknya ini ke dalam openingnya tanpa pemanasan terlebih dahulu karena aku memang sudah bebar-benar terangsang.

"Sabar Honey sakitnya hanya sesaat setelah ini kau pasti akan merasakaan kenikmatan yang sangat" bisikku pada telinga kanannya. Kibum hanya mengangguk.

"Akkhhh…." Erang Kibum lagi saat juniorku masuk sempurna pada openingnya. Kulihat ada air mata menetes dari matanya ku hapus air mata itu dengan tanganku. Dan aku meluai mengerakan juniorku dalam openingnya. Tanganku pun mulai mengerjai juniornya lagi. Perlahan ku lihat raut kesakitan dari wajahnya berubah menjadi raut kenikmatan.

Cukup lama aku mengerjai tubuhnya ia pun terus mengeluarkan desahan-desahan yang membuat nafsuku semakin besar.

"Hyung…. Aku… mau… keluar… lagi…" katanya terbata-bata akibat rangsangan yang ia rasakan.

"Together honey…." Kataku yang mulai merasakan akan klimaks. Ku percepat gerakanku.

"Akkhhh….." erangku dan Kibum berbarengan saat mencapai klimaks. Cairan cinta Kibum tumpah mengotori badan kami berdua. Sedangkan cairan cintaku, ku tumpahkan dalam tubuh Kibum namun karena terlalu banyak cairan itu keluar dari opening Kibum beserta bercak-bercak merah yang ku ketahui itu adalah darah Kibum. Mungkin aku terlalu bersemangat hingga tanpa sadar permainanku telah melukai Kibum.

Aku pun merebahkan tubuhku disamping tubuh Kibum tanpa mengeluarkan juniorku dari opening Kibum. Ku peluk hangat tubuhnya. Ku kecup pelan kening, mata, hidung lalu bibir Kibum.

"Mianhae Bummie aku sudah merampas kesucianmu dan gomawo Bummie atas segalanya" bisikku pelan di telinganya.

"Ne hyung….. Tapi bisakah kau keluarkan 'itu'mu dari tubuhku?" katanya dengan wajah yang merona merah.

"Ani…. Biarkan saja tetap seperti ini. 'itu'ku masih ingin merasakan tubuhmu Bummie" kataku yang tak mau meninggalkan kenikmatan lubangnya itu.

"Ne hyung… Hyung, kenapa kau lakukan ini padaku?" tanyanya padaku.

"Entahlah….. Mungkin aku mendadak jatuh cinta padamu karena menatap wajahmu ini dari dekat" kataku sambil membelai wajahnya yang semakin merona merah itu.

"Kau sendiri kenapa tak melawan semua yang ku lakuakan padamu?" Tanya ku balik.

"Aku juga tak tau hyung. Aku terhipnotis wajahmu itu. Dan mungkin aku juga mendadak jatuh cinta padamu hyung" aku hanya tersenyum mendengar alasannya.

"Bummie, saranghaeyo"

"nado hyung"

"Jadi kita sekarang resmi pacaran?" tanyaku yang membuat wajahnya merona merah. Aish… lucunya wajah namjachinguku ini.

"Ne hyung"

"Jangan panggil aku hyung lagi. Panggil aku Wonnie atau Honey kan sekarang aku namjachingumu"

"Ne Wonnie my Honey" wajah Kibum semakin memerah karena kata-kataku. Lucunya dia…. ku acak-acak rambutnya.

"Yack chagi kau apa-apaan mengacak-acak rambutku" marahnya sambil memajukan bibirnya yang langsung ku kecup.

"Wonnie…." Teriaknya lagi sambil memukul pelan dada bidangku. Aku hanya tertawa kecil dengan reaksinya itu.

"Dasar pervert" katanya dengan wajah cemberutnya yang sangat lucu itu.

"Pervert-pervert juga kamu sukakan?" godaku dan lihat, wajahnya semakin memerah. Aigo… Lucunya kekasihku ini.

"Hufh…. Love come after sex" kataku dan Kibum berbarengan yang membuat kami tertawa bersama.

"Honey kau tau, kau itu sangat sempit" godaku yang semakin membuat wajahnya memerah.

"Jelas saja, karena kau orang pertama yang merasakannya dan aku juga baru pertama kali ini melakukannya" katanya jujur.

"Mwo…. Benarkah?" aku benar-benar kaget mendengar pengakuannya ini. ia menganggukan kepalanya pelan.

"Mianhae Honey karena aku sudah merengut keprawananmu(?)" sesalku.

"Aniyo…. Gwencana Wonnie. Aku senang memberikannya padamu tapi kau harus janji jangan pernah meninggalkanku" katanya sambil menatapku tajam.

"Ne honey…. Aku janji" kataku sambil menunjukan dua jariku.

"Honey…. Saranghae" kata ku lagi lalu mengecup bibir merahnya.

"Nado saranghae" balasnya dengan wajah yang memerah seperti buah tomat itu. Tiba-tiba terbesit ide nakal dari otakku ini.

Aku mulai mengerakkan pinggangku maju mundur yang membuat juniorku keluar masuk opening Kibum lagi dan itu membuat juniorku bangun kembali.

"Yack Wonnie apa yang kau lakukan" teriak Kibum karena kaget akan tingkahku.

"Aku menginginkanya lagi Honey"

"Tapi aku capek nae Wonnie"

"Aniyo… aku mau lagi. Janji sekali ini lagi" paksaku yang terus memaju mundurkan pinggangku.

"Tap….. mmmppphhh" ku potong kata-kata Kibum dengan lumatanku pada bibirnya. Aku terus melancarkan serangan ku hingga ia luluh dan mau memenuhi kemauanku.

Setelah lelah ku kerjai, Kibum akhirnya tertidur dalam dekapanku.

"Gomawo Honey…. Saranghae" gumanku pelan lalu pengecup keningnya. Aku pun tertidur sambil mendekap erat namjachinguku itu.

Kibum Pov

"Ehem…" erangku saat merasakan sakit si sekujur tubukku terutama bagian bawah tubuhku. Bagaimana tidak Siwon terus saja menyerang tubuhku tanpa ampun. Katanya ia hanya akan melakukannya sekali lagi, tapi ia melakukannya sampai 5 kali. Jelas saja aku merasa sangat lelah. Tapi biarpun begitu aku cukup menikmati ke gilaan kami tadi.

Ku pandangi namja yang saat ini sedang memeluk erat tubuhku, very handsome…..

" Saranghae" bisikku pelan lalu mengecup kilat bibirnya. Aku melepaskan pelan pelukannya pada tubuhku lalu beranjak dari tempat tidur namun baru satu kakiku yang menginjak lantai aku merasa Siwon menarikku kembali ke dalam pelukannya.

"Wonnie lepaskan aku"

"Aniyo… Memangnya kau mau ke mana?" tanyanya yang semakin mengeratkan pelukannya pada tubuhku.

"Kamar mandi, aku ingin mandi dan membersihkan diriku dari perbuatanmu ini" kataku yang melepaskan kembali dekapanya. Aku lalu mengumpulkan pakaianku yang berserakan dilantai.

"Bummie mandi bersama ya"

"Ani…. Tidak mau" kataku yang langsung berlari kedalam kamar mandi lalu menguncinya.

"Yack Bummie kenapa tak mau mandi bersama?" teriak Siwon dari sebrang pintu.

"Kau pikir aku tak tau apa yang kau rencanakan. Aku mau mandi sendiri, aku tak mau di kerjai lagi olehmu kali ini. Kau cepat mandi juga, gunakan kamar mandi yang lain" teriakku dari dalam kamar mandi.

"Yack…. Honey kau tega sekali padaku. Gagal deh rencanaku" ku dengar sayup-sayup suara kekecewaan Siwon dari dalam kamar mandi.

Saat aku keluar dari kamar mandi ku lihat Siwon sudah rapi. Sepertinya dia mandi lebih cepat dariku. Dia juga sudah merapikan tempat tidur yang kami gunakan tadi.

"Bummie…" manjanya padaku sambil memeluk pinggang rampingku.

"Wonnie sepertinya aku sudah harus kembali" kataku.

"Mwo kenapa cepat sekali?" Siwon melepaskan pelukannya dariku lalu menatapku lekat.

"Besok aku ada jadwal syutting jadi aku harus balik dan mempelajari skenarionya malam ini. Lagian aku sudah dari siang di sini. Sedangkan sekarang sudah jam 7 malam" aku memberi pengertian pada kekasihku ini.

"Baiklah… Kau boleh pergi. Tapi ingat jangan selingkuh ya di lokasi syutting"

"Ne… Kamu juga jangan selingkuh. Apa lagi lirik-lirik yeoja atau namja lain. Dan jangan coba-coba selingkuh dengan Heechul hyung arraso" ancamku. Ya.. Aku tau kalau Siwon sangat menyukai bahkan mencintai Heechul hyung tapi Heechul hyung lebih memilih Hankyung hyung dari pada Siwon. Dan aku tak mau kalau ia lebih mencintai Heechul hyung dari pada aku.

"Ne… Nae Bummie arraso. Udah dong wajahnya jangan di tekuk gitu nanti cantiknya hilang lho" godanya padaku.

Sebenarnya aku tak suka di katakana cantik, tapi entah kenapa kalau Wonnie yang mengatakannya aku begitu senang. Ya kalau di pikir-pikir aku memang mirip yeoja saat ini. Karena rambutku yang sangat panjang ini. Aku sengaja memanjangkannya untuk menunjang peranku di film yang saat ini tengah ku mainkan.

"Bummie ayo tersenyum…." Bujuknya lagi, tapi aku tetap memasang tampang dinginku.

"Bummie dengarkan kataku baik-baik. Memang dulu aku mencintai heechul hyung tapi saat ini hanya kau di hatiku. Bahkan bukan saat ini saja sampai kapanpun yang ada di hatiku hanya kau seorang"

"Janji?"

"Ne…" kata Siwon sambil pemperlihatkan dua jarinya ^^V

"Ia aku percaya" kataku sambil menyungingkan sebuah senyum dengan tulus.

"Nah… gini dong senyum kan manis jadinya" goda Siwon

"Wonnie udah ah.. Jangan goda aku terus" aku merasa saat ini wajahku sudah sangat merah karena godanya dari tadi.

"hahahaha lihat wajahmu memerah" godanya lagi

"Wonnie " teriakku lalu memanyunkan bibir tapi Siwon langsung melumat bibirku.

Ciuman kami berlangsung cukup lama sampai akhirnya aku kehabisan nafas lalu bendorong tubuh Siwon menjauh agar ciuman panasnya itu berhenti.

"Udah cukup aku mau pulang. Kalau lama-lama disini bisa-bisa dimakan sama kuda liar" kataku yang langsung berlari ke luar drom suju tapi sebelumnya aku sempat mengecup sekilas bibir Siwon.

"Yack Bummie apa maksudmu dengan kuda liar?" kudengar Siwon berteriak dari dalam drom namun aku tak menghiraukannya aku terus melangkah menjauhi drom suju sambil tersenyum-senyum mengingat semua kegilaan yang telah ku perbuat dengan Siwon tadi siang. Dan itu semua berhasil membuat wajahku kembali memerah.

Author Pov

Tak lama setelah ke pergian Kibum dari drom anak-anak suju yang lain kembali ke drom.

"Kami pulang" teriak sungmin girang sambil berglayut manja pada lengan kyuhyun kekasihnya itu.

"Wookie kami lapar. Bisakah kau membuatkan makan malam untuk kita semua?" Tanya Leeteuk pada dongsaengnya itu.

"Ne… Hyung aku akan memasak untuk kita semua" Wookie langsung melangkah ke dalam dapur dan menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan ia masak.

"Biarku bantu Wookie" Hankyung menyusul Wookie yang tengah sibuk di dapur.

"Ne hyung. Gomawo sudah mau membantuku"

Tak lama masakan yang mereka buat pun jadi.

"Makanan siap….." teriak Wookie dari ruang makan yang berada di antara dapur dan ruang tamu itu.

"Asik…. Makan-makan" kata Shindong girang.

"Yack Shindong kaun ini makan saja taunya"

"Tak apalah penting aku bahagia" kata Shindong pada Heechul.

"Siwon dari tadi ku lihat kau senyum-senyum sendiri. Apa yang membuatmu bahagia?" Tanya Donghae yang heran dengan tingkah dongsaeng-nya ini.

"Ani…. Hyung ini mau tau saja. Itu rahasia….." Siwon yang salah tingkah karena ke pergok Donghae segera menutupi rasa malunya dengan sesegera mungkin melahap makanan yang ada di depannya sambil tertunduk malu.

"Aish kau ini main rahasia- rahasiaan saja pada kami" kata Donghae sedikit sebal.

"Biarin….." kata Siwon cuek. Tak mungkinkan bila ia bercerita tentang kegilaannya dengan Kibum tadi siang.

"Hyung makan ku sudah selesai. Aku pergi tidur ya" Siwon yang tak mau terus di tatapi hyung-hyungnya itu segera pergi dari meja makan dengan masih dibarengi dengan tatapan aneh dari hyung-hyungnya itu.

"Aish…. Kenapa mereka menatapiku seperti itu. Tak pernah melihat orang yang sedang jatuh cinta apa" Siwon merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang menjadi saksi bisu perbuatanya pada Kibum tadi siang. Siwon terus saja tersenyum-senyum mengingat perbuatannya itu.

"Nae Bummie sedang apa ya? Bummie bogoshippo. Ku telpon sajalah dia" dengan cepat Siwon menyambar handphonnya yang tergeletak di atas meja. Lalu sengan sigap ia menekan beberapa nomor. Dengan hati berdebar-debar ia tempelkan handphone itu di telinganya. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya terdengar suara orang yang sejak tadi siang sangat ia cintai. Orang yang berhasil membuat ia lupa akan sakit hati atas penolakan heechul padanya.


^_^ TBC OKE… ^_^

Ayo semuanya RnR.a mana #nagih#

RnR.a jangan lupa ya.