Tittle : A Short Journey

Part : 6/6 end

Author : AM-NYM

Pairing : YeWook

Genre : Family, Romance, Angst

Desclaimer : Hanya Kim Jongwoon a.k.a Yesung yang milik kami dan juga ide ceritanya.

Summary : Akhirnya Wookie bisa menerima keadaan, dan Yesung pun menyatakan perasaannya, tapi... LAST CHAPTER UPDATE! YeWook couple. Sho-ai/BL/Yaoi. Incest? RnR please...

Part 6 (ending)

(Author POV)

Butuh waktu lama untuk Ryeowook menerima keadaan Yesung. Sudah tiga hari ia tidak mau keluar kamar. Leeteuk dan Kangin pun sudah berusaha untuk membujuknya untuk keluar, namun nihil. Namun entah kenapa, hari ini ia keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi.

"Kau mau kemana Wookie-ah?" tanya Leeteuk yang tengah bersiap-siap pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Yesung.

"Ke rumah sakit." jawabnya pendek.

"Tunggu lah sebentar. Umma juga akan pergi ke sana." ajak Leeteuk.

"Tidak Umma. Aku harus ke sana sekarang juga. Aku ingin minta maaf." jawab Ryeowook lalu menghilang di balik pintu.

Kibum meletakkan sebuah bunga di vas bunga yang tersedia di rumah sakit. Setiap hari ia rutin mengganti bunga-bunga tersebut. Ia menatap Yesung yang tengah asyik mendengarkan I-pod-nya.

"Hyung, Wookie sudah tiga hari ini tidak mau keluar kamar. Umma dan appa sangat mengkhawatirkan keadaannya." ujar Kibum. "Mungkin kau sudah tidak mengingatnya lagi hyung." tambahnya lirih.

"Aniyo." jawab Yesung cepat. "Aku mengingatnya meskipun hanya sedikit. Dia orang yang sangat kusayangi." tambahnya.

Kibum membelalakkan matanya. Tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Ada rasa senang saat ia mendengar pengakuan itu, namun ada rasa sedih jika mengingat keadaan Yesung saat ini.

"Kenapa kau tidak mengatakannya hyung?" tanya Kibum.

"Aku... Aku tidak mau membuatnya sedih dengan keadaanku yang seperti ini, Bum-ah..." jawab Yesung.

Lagi. Air mata Kibum pun jatuh mendengar kata-kata dari hyungnya ini. Yesung mengusap air mata Kibum dengan lembut.

"Jangan menangis lagi Bum-ah..." ujarnya lirih

Kibum pun menghapus airmatanya dan memaksakan sebuah senyuman untuk Yesung.

Ceklek

Pintu kamar pun terbuka. Kibum dan Yesung menoleh kearah pintu. Mereka bisa melihat Ryeowook yang sedang mengatur nafasnya.

"Wookie?" ujar Kibum tak percaya.

Ryeowook sama sekali tidak menggubris kata-kata Kibum. Ia langsung mendekati Yesung dan memeluk erat tubuh orang yang selama ini disayanginya.

"Mianhae hyung... Cheongmal mianhae..." ujar Ryeowook lirih. Air matanya kini kembali jatuh. Ia mengusap air matanya lalu menatap Yesung yang bingung melihatnya. "Mian karena aku tidak pernah melihatmu beberapa hari ini hyung... Aku... Aku..."

"Gwenchana wookie-ah... gwenchana" ujar Yesung memotong kata-kata Ryeowook. Ia tak sanggup untuk mendengar apa yang akan dikatakan oleh adiknya itu.

Sejak saat itu, Ryeowook sama sekali tak pernah absen melihat Yesung. Ia selalu mengajak Yesung untuk mengobrol walaupun sesungguhnya ia lah yang bercerita panjang lebar tentang masa lalu kakaknya itu. Ia sama sekali tak menyerah meskipun Yesung tak mengingatnya sebelum ia kembali memperkenalkan dirinya pada kakaknya sekaligus orang yang sangat disayanginya.

"Hyung, kau ingat? Dulu kau sering sekali mengajak Ddangkkoma mengobrol, padahal dia hanyalah seekor kura-kura peliharaanmu" ujar Ryeowook seraya membuka jendela kamar rawat Yesung lebih lebar lagi. "Aku heran kenapa kau memilih kura-kura sebagai peliharaanmu. Kenapa bukan kucing atau anjing saja?" lanjutnya.

Yesung hanya mendengarkan semua kata-kata Ryeowook sambil sesekali tersenyum dan tertawa karena cerita adiknya itu hingga ada hal yang penting yang diingatnya.

"Ada satu hal yang kuingat jelas sekarang Wookie." ujarnya parau.

Ryeowook langsung menatap Yesung kaget. "Apa itu hyung?" tanyanya penasaran namun entah kenapa ada rasa takut yang besar dalam dirinya.

"Aku ingat bahwa aku pernah menyukaimu." Yesung tersenyum.

Ryeowook terpaku di tempat, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Air matanya, yang selama ini berusaha dibendungnya, pada akhirnya meleleh tak terkontrol. Ia memalingkan wajahnya, berusaha membuat Yesung tidak melihat air mata itu. Ryeowook menghapus air mata itu dengan cepat, mengatur nafasnya.

"Hyung... Aku-aku ke toilet dulu," katanya sambil lalu. Ia benar-benar tidak bisa menahan dorongan hatinya untuk menangis.

Yesung menatap punggungnya, matanya sudah setengah terpejam.

"Aku sungguh mencintaimu, Wookie..." bisiknya dalam satu helaan nafas panjang, hingga akhirnya ia benar-benar terpejam.

Ryeowook menatap bayangan dirinya di cermin, merutuk betapa ia mudah menangis. Beberapa kali ia menghapus air matanya yang masih terus mengalir.

"Aku juga, hyung," bisiknya dengan suara parau. "Aku juga menyukaimu..."

Ryeowook kembali membasahi wajahnya, menatap tetesan air bercampur asa yang mengalir dari wajahnya. "Aku pun harus mengatakannya padamu..." bisiknya tegas. "Sekarang atau tidak selamanya, Wook!"

Ryeowook berbalik, dan membuka pintu kamar mandi. Ia melangkah keluar dan menatap ranjang Yesung, dimana Yesung tertidur dengan damai.

"Hyung, kau tidur?" tanya Ryeowook. "Pasti lelah sekali, ya?"

Namun, seketika itu pula, Ryeowook mendengar suara dengungan nyaring dari monitor bergaris lurus panjang di sisi kiri ranjang Yesung. Matanya membulat, wajahnya mendadak pucat dan tubuhnya terpaku.

"H.. HYUNG!" jeritnya. Ryeowook menghambur mendekap tubuh Yesung yang sudah lemas. "ANDWAE! ANDWAE!"

Ia menggoyangkan tubuh Yesung dan tetap memanggil namanya. "Yesung hyung! Yesung hyung! Kumohon bangunlah!"

Air mata yang sudah berhenti kembali berjatuhan dari matanya yang mungil. Wajahnya memerah. Hatinya penuh sesal. "Hyung...! Kumohon... Bangunlah! Kau belum mendengarku.! Kau belum mendengarkan aku mengatakan aku menyukaimu juga! HYUUNG!"

"Andwae..." isaknya pedih. "Andwae yo, hyung..."

Pintu terbuka dengan keras. Kibum menerobos masuk. Begitu ia melihat Ryeowook yang menangis dan garis hijau terkutuk di monitor itu. Kibum terperangah, lututnya terasa begitu lemah, namun ia kembali menguatkan dirinya dan berbalik.
"SIWON SAMCHOON! DOKTER!" jeritnya.

Tubuh Yesung sudah dipindahkan, meninggalkan Ryeowook yang masih menatap kosong ke arah ranjang. Kibum berdiri di depan jendela, masih merangkai perasaannya. Ia menatap saudaranya yang terlihat sangat hancur.
"Umma dan Appa sedang mengurus pemaka.."

"Bum ah..." isak Ryeowook. Kibum memutar tubuhnya.

"Ne?" sahutnya.

"Yesung hyung bilang.." suaranya tercekik oleh pedih. "Dia..."

"Menyukaimu? Aku tahu itu," bisik Kibum melanjutkan. Ryeowook mendongak, menatap dongsaengnya itu dengan mata berair.

"Ottokhae aro?" tanya Ryeowook. Kibum menghela nafas.

"Kau terlalu bodoh, Wookie," desisnya. "Kau terlalu bodoh sehingga tidak menyadari perasaan Yesung hyung padamu."

Ryeowook terdiam, membiarkan air mata kembali berlinang dari matanya. "Aku... Aku..."

"Kau tidak perlu menyalahkan dirimu, Wook," bisik Kibum. Ia kembali menatap ke luar, ke taman RS dibawah mereka. "Hal itu tidak berguna sekarang... Sudah terlambat.."

"Yesung hyung..." rintih Ryeowook pelan. Sesal menghantuinya sekarang. "Kenapa aku begitu bodoh? Kenapa aku harus seperti kambing tolol?"

Kibum menarik nafas. "Dan tahukah kau, Wookie..." ia berhenti. Ryeowook mengangkat wajahnya.

"Mwo?"

Kibum berbalik dan menatap Ryeowook. "Betapa Yesung hyung ingin kau jahili semasa ia hidup?" tanya Kibum lirih. Ryeowook mendekap mulutnya, ia terisak begitu kencang.

"Betapa ia ingin bersama dirimu...?" bisik Kibum sambil lalu. Ryeowook tertegun.

Ryeowook menunduk rendah. Ia menangis keras. Meraung.

"Mianhae, hyung! Mianhae..." isaknya kuat. "Mianhae... Ini semua salahku..."

"Mianhae..."

Ketika angin berdesir menerbangkan tirai yang menyelubungi jendela, Ryeowook seakan mendengar sebuah bisikan lembut.

"Gotchongmal... Ini hanya petualangan singkat, Wook. Kita kan segera bertemu..."

Ryeowook tersenyum. "Ne, hyung... Kita akan segera bertemu cepat atau lambat..."

*** THE END ***

Selesai juga akhirnya... Gimana? Gimana? Apa kurang sedih? #dilempar

Akhirnya bisa bikin sad ending juga... Meskipun gak yakin bakal ada yang nangis gara-gara ff gaje ini

Dan lagi... chapter ini lagi-lagi pendek~~~~

Mohon maafkan kapasitas otak author yang hanya bisa melanjutkan ff ini sampai disini (_ _)

Balasan Review :

Akira Mayumi : Sebenernya tak suka sad ending

Berhubung ni yg maen YeWook kedemenan saia. So,it's oke lah

Andai ada keajabian Yeppa sembuh hehe #digeplak

Update soon ya thor!

Jawab : sayangnya keajaiban itu tidak datang hingga akhir hiks hiks hiks

Halcalilove12 : Aaaah sedih banget ceritanya, gw sampe nangis ngebayanginnya :'(

Chapter selanjutnya chapter terakhir ya? Langsung update ya!

Halca-chan sedih banget pas baca ini, baru tau ada penyakit yg namanya Alzheimer, hiks

Jawab : sip! Ini udah update ^^

Lolly Childish : KYAAAAA...ga trasa uda part 5, bntr lg ending...yah..walo ga rela yeppa hrz mati ToT

okey back to review

1. eonni jahaaaatt...ff'a ttp pndek, pdhl ff mu kunanti2*plak

2. gantian kangin yg ga keliatan

wkwk

3. it si wookie jd galak yaa...emosi jiwa

4. huwaa...kibum mkin hari mkin ketus

5. yesung melas amat q siih...sgitu'a mikirin wookie, kpn ya dy blg saranghae ke wookie, mungkin lox uda mw mti kali ya

6. mochi it dket amat ma yesung?

bnyak omong

Jawab : 1. Mianhae~~~ otakku Cuma bisa bekerja samapai sana (_ _)

2. wkwkwkwk... semua ada waktunya #gaknyambung

3. yap! Gak terima hyung nya sakit keras

4. dia begitu buat nyembunyiin perasaannya ^^

5. tepat! Dia mengungkapkannya di saat-saat terakhir. Hehehe

6. yap! Selain ada hubungan keluarga, mereka juga satu grup ekskul. Sama-sama mendalami seni musik ^^

Meskipun yang kali ini tetap pendek... mohon reviewny lagi ya ^^

Lady Hee Hee : akhrnya wookie tau jg kebenarannya...

wookie oppa trimaLah knyataan nak kw hrus mereLakan yesung oppa pdaku #pLaak

pd akhrnya yesung oppa pst tewas *coret* meninggaL kan?huwaaa *nangis dpeLukan kibum oppa* *dLmpar snowers ke mars*

LANJUUUT

Jawab : iya... soalnya penyakit itu belum ada obatnya :'(

Tzera : iaa..

tapi dia gg terlalu parah. :)

asli thor saya gg tega liat yesung di gituin..

cepetin ajjh matinya #ppllakk

Jawab : siap! Sekarang dia udah tewas #dilempar Yesung

Nikwon : akhr'y sma kluarga sdh tw ttg pnykit Yeppa,tp apkh nti YeWook bs mgugkpkn isi ht masing2... LLAANNJJUUTTKKAANN semangat

Jawab : hanya yesung aja, Wookie nya gak sempat

Meskipun fic ini pendek dan telah THE END, saya tetap mengharapkan REVIEW nya

Curcol para cast :

Yesung : Eh Author sinting! Katanya lu sayang ama gw... tapi ujung-ujungnya tewas. Gw pecat jadi majikan juga lu!

Amnym : Yee... Maaf hyung... ini demi ide yang muncul nih... lagian gw Cuma nyuruh lo acting begitu doang...

Wookie : Yesung hyung diam! Ini lagi sedih-sedihnya... Author, kalo mau minjem Yesung hyung buat beginian. Di kasih selalu deh *nonton rekaman* #plak

Amnym : Jinjja? Gomawo Wookie hyung~~~ saranghae... #pelukWookie

Yesung : Huwaa~~~ Kkoma~~~ mereka jahat~~~ *nangis dipelukan Kkoma* (?)

Inner Kkoma : Kok gw punya majikan seaneh ini sih? #plak

Oke... sekian curhatannya para Cast utama ^^

Danke ^^