Part 1-2


Selamat membaca! Part 1-2! Maaf pendek sekali tapi dijamin ngakak! xD *pede*


Pada saat murid-murid ribut di kelas, Naoya masuk ke kelas dan mengumumkan sebuah pengumuman.

"Untuk hari ini karena kalian ribut di kelas, saya akan memberikan ulangan mendadak" kata Naoya dengan membawa beberapa kertas ulangan

Lantas saja, semua murid dikelas menjadi sangat kaget akan perkataan guru tersebut yang terkenal tak kenal ampun.

"HEEEEEE?"

"Saya tidak mendengar kalian" kata Naoya sambil menutup telinganya

"Ini adalah nilai yang akan Saya masukan ke daftar nilai rapor, jadi diselesaikan"

Minato hanya tiduran dimeja sambil bergumam letih

"Bagus, sekarang ada ulangan mendadak di pagi pertama" gumam Minato kesal

Pada saat itu, ada suara jatuh di lapangan sekolah yang membuat pandangan Minato beralih diluar jendela.

"….Perasaan ada sesuatu dilu-?" Minato membuka jendela kelasnya dan kaget setengah mati

"UWAHHH! " Minato langsung beranjak dari tempat duduknya

"Sensei, ada seseorang jatuh dari atap gedung sekolah!" Teriak Minato dengan muka pucat dan kawatir

"Itu pasti MC, diamkan saja" jawabnya dengan tenang sambil melanjutkan menulis di papan tulis

"Di…diamkan saja? Jawaban manusia apa itu?" Jawab Minato sambil melihat ke luar jendela lagi

Minato lalu bergumam, "…(MC? Nama apa itu tapi?)"

Tapi yang didapat Minato, MC sudah tak ada di tempat lagi. Lantas saja Minato bingung dan tetap menatap dimana MC berada.

"Heh? Dia menghilang?"

Tiba-tiba saja pintu kelas terdorong, ada seseorang yang berdarah-darah

"Selamat pagi…" sapa MC dengan berlumuran darah

"Gyaaaaaaa!" Teriak Minato dengan kagetnya

"Sensei, Saya tidak bisa mati lagi…"

"Ya, itu suatu yang sangat disesalkan" Jawab Naoya dengan tenang "Cepat duduk di tempat dudukmu dan ambil tes kamu"

"Baik kita lanjutkan" Lanjut Naoya sambil duduk

"(Apakah dia akan baik-baik saja kalau dibegitukan setiap hari? Dan apa maksud dia *Lagi*?)" Pikir Minato dengan muka kawatir

"Baik dimulai ulangannya, jika ada yang menyontek, berdoalah kalau saya tidak melihat kalian melakukan itu" Ancam Naoya

20 menit kemudian…

"(Kelasnya terasa sepi tidak ada yang berbisik-bisik. Apakah semua murid disini mengerjakan dengan sungguh-sungguh? Itu sangat mengagetkan)" Minato bingung sambil mengerjakan ulangan dengan serius

"(Tetapi atmosfir ruang kelas ini terasa berat, ini lebih aneh dari pertama saya masuk ke kelas ini)" Lanjut Minato dengan nafas terengah-engah

Dan ada seseorang jatuh dari kursinya, dan itu adalah Akihiko

"Saya bisa melihat pintu gerbang ke surga Tartarus"

"Akihiko-san, apa yang terjadi dengan kamu! Dan apa yang terjadi dengan lainnya!" Kaget Minato

"Saya bisa melihat kebun bunga" Yosuke tepar dengan keadaan setengah jiwa

"Saya bisa melihat gunung kacamata" Souji langsung tergeletak di lantai

"Sebenarnya saya juga akan pingsan, apa yang terjadi sebenarnya?" Jawab Minato yang mukanya mau pingsan

Pria berambut biru itu lalu mencari-cari sumber kesalahan.

"Sebenarnya kau yang salah!" Tunjuk Minato ke MC

"Kenapa saya masih bisa bernafas?" pikir MC sambil mengipas-kipaskan bau arang

"Da…Daripada itu, saya harus membuka jendela kelas" Jawab Minato sambil membuka jendela

tetapi tidak bisa kebuka, Minato lalu mencari tau penyebab apa yang membuat jendela tidak bisa terbuka.

"Sejak kapan ada selotip di jendela ini?" Minato lalu melihat keadaan kelas, lalu matanya melihat kearah Akihiko yang memang sudah sekarat

"Uwahh! Akihiko-san tidak bisa bernafas! Bertahanlah semua!"

Setelah kejadian itu, Akihiko dapat terselamatkan beserta yang lainnya.

"Nah MC, dengarkan baik-baik, kalau kamu ingin bunuh diri lakukan sendiri, jangan libatkan yang lainnya, kamu membuat saya mau mati" kata Naoya kepada MC yang masih ingin melakukan bunuh diri.

"Baik Sensei"

"(Nasehat seperti itu tidak cukup)" kepala Minato masih terasa pusing

"Sekarang, kumpulkan kertas ulangannya!"

"Tapi kami belum selesai sensei!" Teriak murid-murid

"Kejam!" Teriak Raidou

"Ada suatu kesalahan di kelas ini" Tanggap Minato dengan kawatir

1 minggu kemudian…

"Pagi semua, Saya akan membacakan daftar kehadiran" Jawab Naoya sambil membawa daftar keharidan

DUG!

Suara itu seperti biasa, MC yang berusaha bunuh diri dengan cara apapun tetapi tidak bisa.

"Ah itu pasti MC, dia sangat keras kepala, melakukan itu setiap hari…" Entah kenapa Minato langsung facepalm, "Apa yang saya pikirkan saat ini?" kata Minato pelan dengan Syok

"(Tenanglah Minato, jangan sampai tertular oleh kelas 3-X!)"


To Be Continue

Kritik dan Saran sangat diperlukan ;D