Author : Masih sisa satu chapter sebelum bener-bener tamat! Bener-bener klimaks nih HidanXAoinya. Author gak bisa ngomong banyak, pokoknya enjoy this chapter, and sorry for my bad typos.

Warning : T rated.

Pairing : AkatsukiXOC

Dislcaimer : Masashi Kishimoto yang punya bukan author yah!


Akatsuki Masuk Sekolah

Chapter 36

(Hidan belajar bikin kue)

"Akh…Gua pasrah ah…Udah berkali-kali gagal terus!" Hidan udah frustasi, kue buatannya gagal lagi untuk yang kesekian kali.

"Kenapa itu si Hidan?" tanya Itachi sambil ngintip.

"Biasa, kue buatannya gagal lagi!" balas Sasori sambil ketawa ngeliat Hidan pundung dipojokan sambil ngorek-ngorek kue buatannya yang ancur babak belur.

"Gagal lagi, Dan?" tanya Kakuzu yang sepertinya udah tau jawabannya begitu melihat keadaan dapur yang tak selamat.

"Minta ajarin Sora aja!" celetuk Kisame yang baru keluar dari kamar mandi.

"Iya juga ya! Gua coba kerumahnya Sora sekarang deh!" Hidan langsung bangkit dari keterpurukan dan dengan semangat 45 ngacir sambil bawa-bawa bahan kue yang tersisa, saking semangatnya dia lupa ngelepas celemek yang masih dia pakai.


"Aoi!" tampak seorang cewek berambut caramel coklat dengan headset yang setia bertengger dilehernya sedang memencet-mencet bel pintu.

"Pencet lagi Saki!" kata cewek berambut lavender yang setia dengan jepitan orangenya.

"Ini lagi dipencet" kata Saki sambil memutar matanya.

"Gak ada orang kali ya?" kata Yurina sambil melongok kedalam.

"Hai, Yurina! Maaf lagi repot tadi!" sapa Aoi yang akhirnya keluar juga, dengan buru-buru gadis itu membukakan pintu untuk teman-temannya.

"Hampir aja kita pulang lagi!" kata Haruru sambil memilin-milin rambutnya yang dikuncir.

~o0o~

.

"Pada mau latihan ya?" tanya Sora begitu melihat pasukan cewek udah pada dateng.

"Iya!" jawab Haruru semangat banget kayaknya. Soalnya ini ide dari dia, mereka mau ngisi acara buat acara perpisahan anak kelas tiga nanti.

"Kalu gitu gue ngungsi dulu deh!" Sora langsung ngacir ke kamar atas, dia ngerasa canggung berada sendirian diantara para cewek.

.

"Lo bawa kasetnya kan, Saki?" tanya Aoi meyakinkan, yah kali-kali aja si Saki lupa.

"Tenang, gue bawa kok, nih!" kata Saki sambil menyerahkan CD-kaset bersampul gambar kucing.

~o0o~

.

30 menit kemudian…

"SORAAAAAAA!" Hidan udah markir di depan rumah Sora sambil bawa-bawa terigu, telor, susu, mentega plus mukanya belepotan adonan gagal yang sebelumnya dia buat beserta celemek warna biru muda dengan motif bunga Sakura milik Konan yang dia lepas.

"Berisik banget sih!" teriakan Hidan sukses bikin Aoi cs yang lagi latihan dance berhenti seketika.

"Coba liat gih siapa di luar" Saki nyolek Aoi, nyuruh sang pemilik rumah keluar.

.

"Itu kan Hidan, ngapain dia kemari?" tanya Aoi seribu tanda tanya.

"Buset deh, ancur banget sih itu anak! Kemari masa kaya gitu!" samber Saki langsung ngakak liat Hidan persis kayak emak-emak.

.

"SORAAAAAAA!" Hidan teriak sekali lagi dan sukses bikin seisi rumah Aoi-Sora goyang-goyang.

"Hidan, lo teriak sekali lagi gue sambit pake sandal nih!" ancem Aoi galak sambil bawa-bawa sandal.

"Hehehehe, Sora ada gak?" tanya Hidan nyengir pasang muka gak dosa, padahal abis bikin keributan sesaat tadi.

"Sora ada di dalem, mau ngapain?" tanya Aoi sekarang malah curiga.

"Oh, gua mau minta di ajarin bikin kue sama dia!" jawab Hidan jujur sambil mamerin bahan-bahan yang dia bawa.

"Ya udah ayo masuk!" balas Aoi yang kemudian membukakan pintu untuk Hidan.

.

"Sora onii, ada Hidan tuh!" kata Aoi memanggil Sora yang ada di kamarnya.

"Hah? Mau ngapain dia?" tanya Sora yang langsung bangun dari tempat tidur, baru aja pengen molor.

"Gak tau, katanya sih minta diajarin bikin kue!" jawab Aoi cuek dan langsung turun kebawah.

~o0o~

.

"Ada apa, Dan?" tanya Sora dengan malas sambil turun dari tangga.

"Sora, ajarin gua bikin kue dong!" pinta Hidan langsung sparkling-sparkling.

"Heh, usaha sendiri dong!" jawab Sora sambil melipat tangannya.

"Please Sora, lu cukup ajarin gua sekali aja deh!" Hidan berusaha membujuk Sora berharap cowok ini bakalan luluh.

"Iya deh, ayo kedapur!" kata Sora yang akhirnya lunak melihat kesungguhan Hidan.


"Lanjutin latihannya lagi yuk!" kata Haruru sambil menghabiskan segelas minuman teh dinginnya.

"Yuk!" kata Nazuka yang bangkit dari duduknya.

"Oke, one, two, three!" Saki juga ikutan bersemangat dan memutar ulang lagu yang dia bawa tadi.

.

"Ini nih yang namanya Loyang, bukan ini!" kata Sora gemes melihat betapa idiotnya Hidan, masa wajan disamain sama Loyang kue!.

"Yah, gua mana tau! Kagak pernah bikin sebelumnya!" jawab Hidan yang emang seumur-umur gak pernah yang namanya bikin kue.

"Sigh…Lo liatin cara gue bikin kue, nanti lo ikutin oke!" kata Sora yang memulai aksinya membuat kue, sampe akrobat segala dia bikinnya.

"Sip, beres deh!" balas Hidan sambil melototin cara Sora bikin kue pake teropong.


1 jam kemudian…

"Capek juga yah ternyata latihan dance…" kata Yurina yang baru pertama kalinya ikutan dance, biasanya dia lebih sering gambar.

"Tapi seru kan!" kata Haruru sambil mengerling nakal.

"Jangan lupa lagunya tuh, dihapal!" kata Aoi mengingatkan.

"Ngomong-ngomong abang lo sama Hidan didapur ngapain?" tanya Saki penasaran sambil melongok ke belakang tapi gak keliatan.

"Ngajarin Hidan bikin kue kali!" jawab Aoi sekenanya sambil menyeruput lemon tea miliknya.

"Orang macam Hidan bikin kue?" Haruru geleng-geleng kepala gak percaya.

"Yah kalo gitu buat apa dong dia capek-capek kemari sambil bawa bahan-bahan kue plus celemek yang masih bertengger?" Saki langsung tertawa geli mengingat tampang Hidan tadi yang belepotan adonan kue.

~o0o~

.

"Kue buatan gue udah jadi!" celetuk Sora bangga sambil pamerin kue hasil buatannya bikin Hidan ngiler yang lagi kelaperan, lupa sarapan sih langsung lari-lari ke rumah Sora.

"Gua boleh coba gak?" tanya Hidan langsung netes itu iler.

"Boleh, silahkan coba dan rasakan! Nanti lo bikin harus sama rasanya kayak punya gue ini!" kata Sora yang lalu memotong-motong kuenya.

"Ini buat lo! Gue mau kasih sisanya ke yang lain!" kata Sora yang langsung keluar sambil bawa nampan penuh kue.

.

"Ada yang mau kue?" tanya Sora dengan senyum mengembang sambil bawa-bawa nampan penuh kue. Begitu mendengar nama makanan manis tersebut Aoi dan yang lainnya langsung serentak berebutan ngambil kue yang dibawa Sora.

"Gila, kue buatan elo emang top banget!" kata Saki acungin dua jempol ke Sora.

"Siapa dulu dong! Abang gue gitu!" samber Aoi malah dia yang bangga.

"Eh, Sora…Ngomong-ngomong Hidan beneran belajar bikin kue ya?" tanya Nazuka yang ikut-ikutan gak percaya kayak Yurina.

"He'eh…".

"Wih, emang dia mau bikin kue buat siapa?" tanya Saki takjub. (Tumben ini anak satu lagi gak budek).

"Hmmm…Kasih tau gak ya?" lagi-lagi Sora memperagakan gaya centil sambil kedip-kedip, mirip kaya mata barongsai. Saki sama yang langsung muntah ditempat.

"Sora-onii! Jangan begitu ah, jijik gue!" kata Aoi ngelempar bantal kemuka kakak kembarnya itu.

"Sora…Masa gua ditinggal!" Hidan misuh-misuh nongol dari balik dapur.

"Kan tadi udah gue ajarin! Janjinya cuma sekali kan, tadi?". Hidan hanya mencibir kesal dan balik lagi kedapur, Sora langsung pamer senyum kemenangan.

"Awas kalau sampe gak enak! Bakalan gue tolak!" kata Sora yang kayaknya sih keceplosan, tapi berkat omongannya itu Aoi sama yang lainnya jadi curiga.

'Bakalan ditolak? Jangan-jangan Hidan…Nembak Sora?' batin semua anak cewek disitu udah ngejerit nista dan sekarang mereka diem saling pandang dan menatap Sora dengan tak percaya.

"Apaan sih? Kok pada liatin gue?" tanya Sora mulai merasa gak enak diliatin. 'Apa karena gue ganteng ya?' oke batin Sora mulai narsis menyamai Itachi (author : author rasa dia kelamaan deket-deket akatsuki jadi sableng gini deh...).

"Gue permisi dulu ya, gak enak diliatin gini, nanti lo semua pada jatuh cinta lagi sama gue!" kata Sora narsis sejadi-jadinya yang langsung dilemparin bantal part 2.

.

"Aoi, kakak lo beneran jadian ya sama Hidan?" tanya Nazuka yang baru berani buka suara.

"Gue kira Hidan itu suka sama elo!" celetuk Yurina bikin muka Aoi blushing sambil mikir 'Pengennya gitu tapi kayaknya gak mungkin'.

"Daripada ngomongin Hidan dan kakak lo, mendingan kita lanjutin latihan lagi!" kata Haruru yang males denger gossip melulu.


1 jam berikutnya…

"TADAAAAA, AKHIRNYA KUE BUATAN GUA JADI!" Hidan teriak lebay dengan bangga sambil pamerin itu kue di depan muka Sora.

"Dari bentuknya sih keliatan enak…" kata Sora melihat kue itu ajaib banget bisa berbentuk, 'Tapi apa bisa dimakan ya?' batin Sora meragukan rasa sang kue (kue : jangan ragukan aku Sora-chan! *Sweatdrop*).

"Eh, eh liat yuk!" kata Haruru sambil lari kearah dapur.

"Ssstt, jangan berisik!" balas Nazuka menarik Haruru bersembunyi di balik tembok, yang lainnya juga ikut ngintip.

.

"Ayo dicobain!" kata Hidan bersemangat, nyuruh Sora mencoba kue nista buatannya.

"Glekh…I-iya, gue cobain…" kata Sora nelen ludah duluan dan langsung motong itu kue.

"Nyammm…Munch…Munch…" Sora mencicipi kue tersebut dengan wajah mengkerut.

"Gimana rasanya?" tanya Hidan udah panas dingin persis orang meriang.

"Lumayan sih, tapi gak seenak buatan gue!" dengus Sora sambil meletakkan piring yang tadi dia gunakan.

"Hmmm…" Hidan mencoba kue buatannya sendiri, "Tapi rasanya gak buruk juga kan…?".

"Iya sih…" .

"Meski kue ini gak seenak punya lu…Tapi gua buatnya penuh perjuangan dan gua buat pake kasih sayang! Masa lu tolak sih?" kata-kata Hidan ini bikin anak cewek yang lagi ngintip jawdrop, shock, wtf, omg, dll.

"Beneran tuh! Tadi gue gak salah denger!" kata Saki sambil bisik-bisik yang lagi ngintip, dia pikir tadinya dia salah denger, maklum ini bocah satu kebiasaan budek *author digampar*.

"Ya udah, deh karena gue liat elo itu serius jadi…Lo lulus dan gue terima!" jawab Sora sambil bunyiin kerincingan gak tau deh dapet dari mana, tinggal Hidan yang jingkrak-jingkrak gaje.

"SANKYU SORA!" Hidan OOC-nya keluar, sekarang dia malah meluk-meluk Sora.

"SORA ONII…HIDAN…KALIANN…" Aoi saat ini tampak persis kayak Gorilla yang siap ngamuk.

"Sa-sabar Aoi!" Yurina sama Nazuka berusaha menahan Aoi, tapi cewek itu tenaganya bener-bener udah kumpul dan gak bisa dibendung lagi.

"GUE GAK AKAN IJININ ABANG GUE JADI MENYIMPANG! MINGGAT SANA!" Aoi dengan tega ngelempar Hidan keluar dari rumah dan mengamankan kakaknya.

BLUGH!

"Aduh, sialan! Pala gua cenat-cenut…Kenapa si Aoi ngamuk gitu sih?" Hidan bingung sambil ngelus-ngelus kepalanya yang benjol sampe diliatin orang-orang.

"Hihihihi…Lagi bertengkar sama pacarnya ya!" ledek beberapa orang yang lewat sambil ngetawain Hidan.

"BERISIK KALIAN!" Hidan ngamuk dan langsung ngelemparin telor kearah orang-orang sampe akhirnya dia perlu diamankan sama satpam setempat.

.

"Aoi-chan, lepasin dong!" Sora digotong Aoi ck ck ck.

"Pokoknya gue gak setuju kalau Sora-onii pacaran sama Hidan!...Sob..!" jawab Aoi yang sepertinya cewek itu sukses salah paham.

"Hah? Aoi-chan, elo salah paham! Gue-" belum sempat Sora menjelaskan Sora udah dilempar ke dalam kamar dan pintunya dikunci.

"Gak usah ngomong apa-apa lagi! Pokoknya gue udah tau semuanya!" samber Aoi galak dan langsung ninggalin kakaknya yang kebingungan.

~o0o~

.

"Aoi…" Yurina prihatin melihat temannya dan berusaha menghiburnya.

"Gue gak apa-apa kok! Tapi kalian pulang dulu aja ya…Gue mau sendiri…" kata Aoi dengan suara lemah dan memberikan senyum sebagai permintaan maaf.

"Oke, deh! Tapi besok kamu tetep ikut kan?" tanya Haruru berusaha menyemangati Aoi.

"Iya, dong!" kata Aoi sambil mengangguk.

"Sip, balik dulu ya! Bai-bai!".

TBC…


Author : Horeee, jadi juga! Maaf kalau kurang lucu atau garing, gomen. Dan dichapter ini Aoi sukses salah paham, YES!.

Sora : Author gendeng, kayaknya lo demen banget bikin Aoi salah paham.

Author : Tampang kayak lo sama Hidan itu patut dipersalahkan tauk!

Hidan : Cerita ini abis, beneran gua bacok ini anak *udah ngasah sabit*.

Author : Jangan begitu dong! Tapi sebelumnya author mau makasih buat yang udah baca dan ngikutin fic abal-abal punya author ini, makasih juga buat saran dan kritik yang udah masuk, bener-bener membantu! Dan author minta maaf kalau author masih punya banyak kesalahan dan request dari teman-teman yang belum bisa author kabulkan. Akhir kata, HAPPY READ MINNA!.