Author Note: new story! Oh yeah! –plak!-
cerita baruku ini terbagi dalam dua dunia, dunia nyata dan dunia game. Tentu saja focusnya akan lebih tertuju pada dunia gamenya.
Enjoy my new story guys!

Your Other Life (YOL)
Prologue

Setiap kali pagi menjelang, cicitan burung yang merdu selalu terdengar dari luar jendela kamarku. Aku bangun sambil merenggangkan tubuhku yang tidur dalam posisi kaku. Mataku masih terasa berat tapi aku harus tetap terjaga agar tidak tertidur lagi. Kuseret tubuhku perlahan untuk turun dari kasur, menuju kursi roda yang terletak tidak jauh dari kasurku. Aku menaiki kursi roda itu dengan hati-hati agar aku tidak terjatuh...

Aku menuju kamar mandi yang berada di kamarku sambil mendorong kursi rodaku. Aku melakukan ritual pagi dulu, yaitu membasuh muka agar rasa kantuk itu pergi dan menggosok gigiku terlebih dahulu. Setelah itu aku keluar dari kamarku untuk membangunkan adik lelakiku yang harus setiap hari kubangunkan agar tidak terlambat pergi ke sekolah...

Aku berhenti di sebuah pintu kamar dengan papan nama yang tertempel di pintu itu. Papan itu tertulis 'Helmi', adik lelakiku. Kuraih gagang pintu kamarnya dan kubuka, aku masuk ke dalam kamarnya setelah mendorong pintu kamarnya agar terbuka lebar sehingga kursi rodaku dapat masuk.

Kulihat pemuda berambut blond yang terlihat acak-acak masih belum terbangun...

"Hey, bro..." Kataku memanggil adikku dengan kata 'bro', singkatan dari brother. "...Wake up." Kataku sambil mengguncang-guncang tubuhnya dengan pelan.

Hampir setiap hari dia tidur sambil mengenakan kacamata yang terhubung dengan sebuah komputer. Aku kurang begitu tahu apa fungsi dari kacamata itu.

"Hn?" Sahutnya sambil membuka kacamata itu. "What time?" Tanyanya sambil menatapku dengan mata mengantuk, dia juga terlihat lemas.

"Jam tujuh..." Jawabku dengan senyum. "...ayo! Segera mandi atau kau akan terlambat!" Perintahku sambil menepuk-nepuk lengannya.

"Hn..." Katanya sambil bangun dengan lambat akibat masih lemas karena mengantuk.

Kulihat dia berjalan ke arah kamar mandi dengan mata setengah tertutup. Untungnya tidak menabrak pintu kamar mandi...

Aku berjalan keluar dari kamarnya dan melihat dad yang hendak pergi. Sedangkan mom terlihat sedang memasak. Aku mendekati dad untuk mengantar kepergiannya...

"Hati-hati di jalan, dad..." Kataku dengan senyum.

"Ya..." Kata dad sambil mengusap kepalaku dengan pelan.

Dad memiliki rambut blond dengan mata biru laut yang sangat indah. Dia sangat baik padaku dan selalu menyayangi kami semua.

Aku lalu berjalan melewati dapur dan melihat mom sedang memasak sarapanku dan Helmi. Wangi makanan yang baru saja dimasak olehnya terasa sangat enak dan membuat perutku bernyanyi karena lapar.

Mom memiliki rambut silver yang panjang dan indah, matanya juga berwarna silver. Mom juga sangat menyayangi kami semua, tidak pernah sekalipun mom absen memasakan makanan untuk kami, bahkan beliau tetap memasak untuk kami meski dia sakit. Karena baginya, apa yang kami makan sangat berhubungan dengan kesehatan kami, makanya kami jarang makan di luar.

Aku menuju kamarku karena hendak mandi, sebelum masuk, aku melihat Helmi, yang kamar kami selalu bersebelahan, keluar dari kamarnya setelah selesai bersiap-siap untuk sekolah.

Aku masuk ke kamar dan menuju kamar mandi. Aku mengambil handukku yang berada di kamar mandi dan segera mandi. Selesai mandi, aku melihat ke arah calender yang berada di atas meja di samping kasurku. Besok merupakan hari yang sangat spesial, karena besok adalah hari ulang tahunku. Keluargaku pasti akan merayakannya dan saat ini mereka sedang bersiap-siap menyiapkan pesta ulang tahunku dan tentu saja dengan sebuah kejutan. Aku suka tersenyum sendiri mengingat setiap kali ulang tahunku tiba, pasti selalu di sambut dengan meriah. Besok adalah ulang tahunku yang ke delapanbelas...

Oh ya, aku belum mengenalkan diriku pada kalian semua! Namaku adalah Venira, aku memiliki rambut silver panjang dengan mata silver, sama seperti mom. Aku memiliki dua saudara lelaki, Helmi yang paling muda dan Hugo, kakakku yang paling tua. Helmi bro dan Hugo ni-san, kata ni-san berarti kakak dalam bahasa jepang, memiliki rambut blond dengan mata biru, sama seperti dad. Hanya aku yang mirip dengan mom.

Saat ini ni-san tidak berada di rumah, karena dia tinggal di apartment yang berada di dekat tempatnya bekerja. Jarak antara tempat kerja ni-san dan rumah ini sangat jauh, sehingga ni-san selalu kelelahan ketika sampai di rumah karena lelah akan perjalanan jauh di jalan. Sehingga ni-san hanya akan pulang beberapa bulan sekali ketika dia mengambil liburan...

Jika kalian bertanya mengapa aku duduk di kursi roda, maka aku akan menjawab bahwa aku lumpuh sejak aku di lahirkan. Aku juga tidak sekolah di sekolah umum seperti Helmi bro, karena aku cacat, aku ikut home schooling saja. Terkadang-kadang, kami berempat, maksudku tiga temanku yang sama-sama home schooling seperti diriku, berkumpul di salah satu rumah agar suasana belajar menyenangkan...

Aku berjalan menuju ruang makan dan melihat mom menunggu di ruang makan, hendak menemaniku sarapan pagi.

"Pagi Venira, tidurmu nyenyak?" Tanya mom dengan senyuman hangat sehangat matahari di pagi hari ini.

"Yeah." Kataku sambil mengangguk.

Aku mendorong kursi rodaku hingga berada dekat dengan meja makan, dimana sarapanku berada. Hari ini semangkuk sup krim hangat dengan roti bakar berlapis margarin menjadi sarapanku. Uap makanan masih terlihat membumbung keluar dari sarapanku dan aku memakannya selagi sarapanku hangat.

Selesai sarapan, aku bersiap-siap untuk pergi ke rumah salah satu teman home schooling yang berada tidak terlalu jauh dari rumah ini. Aku selalu berangkat sendirian, tidak ingin mom mengantarku karena aku ingin mandiri, tidak ingin merepotkan orang lain akibat kecacatanku. Aku tidak boleh manja hanya karena cacat, jika manja, kapan aku dewasa?

Aku menuju pintu keluar rumah setelah selesai menyiapkan alat-alat maupun buku-buku yang kuperlukan.

"Mom, aku berangkat dulu ya." Kataku sambil menatap mom yang mengantarku keluar rumah.

"Iya, hati-hati sayang..." Kata mom dengan senyum.

Home schooling, aku sudah home schooling sejak kecil. Dulu ketika aku mencoba sekolah di sekolah normal, aku sering dibullying, di ejek karena aku lumpuh. Ketika dad dan mom tahu bahwa aku dibullying, mereka segera memintaku untuk berhenti di sekolah normal dan ikut home schooling saja. Tentu saja aku langsung setuju karena aku juga tidak tahan dibullying...

Rumah salah satu teman home schooling-ku berada tidak jauh dan butuh limabelas menit untuk menuju kerumahnya. Teman-temanku sesama home schooling sangatlah baik denganku dan hebatnya, mereka sangat pintar sepertiku dan kami saling membantu kelemahan masing-masing dan itu sungguh menyenangkan.

Di seluruh keluargaku, bisa di katakan hampir seluruhnya jenius. Dad punya perusahaan yang sangat sukses, meski begitu, kami lebih suka tinggal di rumah yang sederhana. Mom adalah seorang desainer baju yang cukup terkenal, karena beliau sudah tidak terlalu aktif karena sibuk mengurus kami. Sedangkan ni-san, dia lulus kuliah dengan nilai yang nyaris sempurna! Sedangkan Helmi bro, dia sering mendapatkan prestasi yang gemilang di sekolah, dia cukup menonjol di bidang komputer. Sedangkan aku? Well, tidak memiliki bakat yang menonjol seperti seluruh keluargaku karena keterbatasan fisikku ini, paling-paling bakatku di bidang seni, dan kurasa itu turunan dari mom...

"Venira! Kau datang awal sekali!" Kata seorang gadis berambut hitam ke cokelatan dengan warna mata cokelat tua. "Ayo masuk!" Kata sambil mendorongku masuk ke rumahnya. Ya, dia adalah temanku sesama home schooling.

"Terima kasih, Nophie..." Kataku sambil tersenyum.

Nophie mendorong kursi rodaku menuju kamarnya yang rapi. Dinding kamarnya tertempel beberapa poster anime dan game kesukaannya. Warna cat kamarnya yang biru muda dengan sebuah jendela yang cukup besar di samping single bed miliknya membuat suasana kamarnya terkesan hangat.

"Hey Ven..." Panggil Nophie sambil menyingkat namaku. "...besok adalah hari ulang tahunmu, bukan?" Tanyanya dan aku mengangguk pelan dengan senyum. "Here ya, kado ulang tahun untukmu. Kukasih lebih awal karena takut kelupaan membawanya ketika pergi ke pesta ulang tahunmu." Jelasnya dengan tawa pelan. "Jadi daripada kelupaan, lebih baik kuserahkan selagi ingat."

"Thanks!" Kataku dengan senyum sambil menerima hadiahnya.

Kami berdua mendiskusikan pelajaran yang akan kami pelajari sambil menunggu kedua teman kami dan guru home schooling kami datang...

"Morning Noph, Ven..." Sapa seorang gadis yang baru saja memasuki kamar ini bersama seorang gadis yang lain. Yang menyapa kami itu memiliki rambut blond sepanjang bahu dengan mata hijau emerald, dia adalah Sisca.

"Morning Sis, Rin!" Sapaku dan Nophie bersamaan pada Sisca dan Rin, gadis berambut hitam dengan mata biru muda bagaikan air.

Keduanya lalu duduk di dekat kami. Rin terlihat berdiam diri di sampingku sambil tersenyum, dia adalah gadis yang pemalu, tapi baik hati. Sedangkan Sisca dan Nophie adalah type yang ceria dan bersemangat. Kalau aku? Well, kurasa aku termasuk pemalu, meski begitu aku selalu mencoba terlihat riang.

Guru kami tiba beberapa menit setelah Sisca dan Rin tiba dan kami semua memulai pelajaran dengan riang...

Ke esokkan harinya - the next day

Hari ini rumahku terlihat sangat ramai, karena hari ini adalah hari ulang tahunku. Seluruh orang yang datang sebagian besar adalah teman sekolah Helmi bro dan juga tetangga kami. Temanku hanya ada tiga orang saja, Nophie, Sisca dan Rin saja.

Helmi bro mengundang hampir seluruh teman sekelasnya agar suasana ulang tahunku terlihat meriah dan sangat menyenangkan. Sayangnya, meski meriah dan menyenangkan, kebahagiaan ini terasa tidak lengkap tanpa kehadiran salah satu keluargaku, yaitu Hugo ni-san. Dia tidak bisa hadir dan turut merayakan ulang tahunku karena dia sibuk dan tidak bisa pulang...

"See ya, guys!" Kata Helmi bro sambil mengantar kepergian teman-teman sekolahnya yang hendak pulang. Lalu dia juga mengantar kepulangan tetangga bersama dad dan mom. Setelah itu dia menutup pintu dan mendekatiku. "Sis..." Kata Helmi bro yang memanggilku dengan kata 'sis', maksudnya bukan Sisca, temanku, tapi maksudnya sister, saudara perempuan. "...ini, ada kado ulang tahun yang di kirim lewat pos..." Katanya sambil memberikan kado yang diletakannya di meja makan. "...dari ni-san." Jelasnya.

Kuterima kado itu. Di atas kado itu, terdapat sepucuk surat yang di tujukan padaku. Kubuka surat itu dan kubaca...

To Venira.

Maafkan ni-san yang tidak bisa menghadiri acara ulang tahunmu yang hanya di adakan setahun sekali itu. Sebagai gantinya, ni-san memberikanmu sebuah sarana dimana kau dapat menemui ni-san kapanpun kau mau secara nyata. Di dalam kado ini berisi sebuah alat dan data character di sebuah game yang dapat kau pakai jika kau memainkan game Your Other Life (YOL). Kau pasti mengenal nama game itu karena aku bekerja di perusahaan yang membuat game itu. Jika kau bingung bagaimana cara kerja alat yang berada di dalam kadomu itu, kau bisa meminta Helmi memasangkan alat itu karena dia juga memainkan game YOL. Dia dan ni-san hampir setiap hari bertemu dalam game itu, kuharap dengan memainkan game itu rasa rindumu untuk bertemu ni-san dapat terobati karena sudah beberapa bulan ni-san tidak bisa pulang.

Nama character-mu adalah Sora. Id-mu adalah Venira dan password untuk menggunakan character itu adalah Radiant Sky.

Semoga kau menyukai character yang kupilih untukmu, karena character itu hanya ada dua di dalam game itu.

From: Hugo.

Selesai membaca surat itu, kubuka kado yang terbungkus dengan rapi itu dan melihat isi kado itu. Terdapat sebuah flash disk, alat untuk mentransfer data dari satu komputer ke komputer lain, dan sebuah kacamata yang tersambung dengan kabel, mirip yang Helmi bro gunakan setiap hari.

"Hn..." Kata Helmi bro sambil menatap isi kadoku. "Kau di berikan alat untuk bermain game YOL oleh ni-san?" Tanyanya heran dan sebelum aku sempat menjawab, dia terlihat sangat senang. "Alright! Seru juga nih jika sis ikut main! Ayo di coba sekarang." Ajaknya dengan girang sambil mendorong kursi rodaku ke arah kamarku. "Game itu dimainkan saat kau tertidur, sis. Kebanyakan pemain game ini juga lebih aktif di malam hari, dan cukup sepi di siang hari karena mereka sibuk dengan kegiatan sehari-hari. Game yang di buat perusahaan ni-san ini berkembang pesat karena game ini di mainkan saat kau tidur, sehingga game ini cepat laku di kalangan menengah keatas yang super sibuk." Jelasnya dengan semangat.

Aku hanya menganguk-anguk mengerti. Sebenarnya aku tidak menyangka, kacamata yang selama ini dia gunakan setiap hari ketika dia tidur ternyata fungsinya untuk bermain game. Hum, kurasa ini akan sangat menyenangkan sekaligus menegangkan...

Chapter 1 : Sora

Di kamarku, Helmi bro menyambungkan kabel kacamata dari ni-san ke komputer yang berada di kamarku. Dia menancapkan flash disk dari ni-san dan mengutak-atik komputerku. Sepertinya dia lagi meng-instal game YOL dari flash disk itu dan meng-setting game itu. Sepertinya butuh koneksi internet untuk memainkan game-nya...

"Now, sekarang coba sis berbaring di kasur..." Katanya ketika selesai meng-setting game-nya di komputerku.

"Okay..." Kataku sambil mendorong kursi rodaku ke arah kasurku dan menaiki kasur dengan hati-hati agar tidak terjatuh akibat tergesernya kursi roda.

"Sis hanya perlu melihat layar kacamata ini. Setelah ada instruksi untuk memejamkan mata, maka sis akan memainkan game-nya dalam keadaan sleeping mode, alias tertidur." Jelasnya sambil menyerahkan kacamata yang sudah tersambung dengan komputerku.

"Tetapi bagaimana caranya aku memainkan game itu dalam keadaan tertidur?" Tanyaku bingung ketika menerima kacamata itu.

"Well, kau tidak akan sepenuhnya tertidur sis, tubuhmu saja karena kau tetap terjaga dalam tidur. Sehingga kau mengontrol gerakan character-mu dengan gelombang otak dan kacamata ini akan menangkap gelombang otakmu dan juga mengirim gambaran dunia game itu dalam mimpimu." Jelasnya dengan senyum. "Okay, login dulu, nanti aku akan segera menyusulmu. ID-mu adalah Venira, dengan password Radiant Sky." Katanya mengingatkanku.

"Okay..." Kataku sambil memakai kacamata itu dan berbaring.

Perasaanku tegang dan deg-degan, untuk pertama kalinya aku bermain game online. Selama ini aku main game komputer yang biasa-biasa saja dan aku dengar-dengar ini adalah game RPG (role-play game). Kudengar game RPG sejenis game battle atau bertarung, kurasa game ini termasuk sulit bagiku yang tidak pernah memainkan game jenis battle.

Aku melihat layar kacamata itu tertulis: masukan ID dan password anda. Aku langsung kebingungan ketika melihat tulisan itu, bagaimana caranya aku mengisi ID dan passwordku tanpa keyboard komputer? Lalu tulisan layar berganti: tolong sebutkan ID dan password anda dalam hati. Lalu aku menyebut ID-ku dan passwordku dalam hati dan tulisan di layar itu berganti: Thank you. Silahkan menutup mata anda untuk memainkan game ini dengan sleep mode dan selamat menikmati game-nya. Maka aku menutup mataku dan mulai tertidur…

~ Sleep Mode ~

Aku berdiri di sebuah tempat kosong dengan banyak garis-garis yang menyatu membentuk kotak-kotak persegi meter di sekelilingku.

Lalu muncul seorang pemuda berambut brunette di depanku, dia memiliki rambut brunette dengan spike yang terlihat tidak beraturan. Dia menutup matanya, seakan-akan sedang tertidur pulas sambil berdiri. Napasnya terlihat teratur dan tenang...

Haruskah aku mendekati pemuda itu dan membangunkannya? Apa yang harus kulakukan saat ini?

"Welcome to Your Other Life..."

Tiba-tiba terdengar suara yang bergema di seluruh ruangan yang kosong ini.

"...pemuda yang berada di depan anda saat ini adalah character anda yang akan anda gunakan ketika memainkan game ini. Silahkan pejamkan mata anda untuk menyatukan sistem gerak anda dengan character anda."

Setelah mendengar perintah itu, maka aku segera memejamkan mataku. Terasa perasaan aneh ketika aku memejamkan mata, aku merasa ada yang terasa berbeda pada diriku, rasanya seperti menjadi orang lain...

"Penyatuan sistem gerak selesai, silahkan buka mata anda."

Mendengar perintah suara itu, maka aku membuka mataku secara perlahan...

Benda yang pertama kali kutangkap adalah lantai ketika mataku terbuka. Lantainya berlantai semen yang...dingin? Aku bisa merasakan dingin? Dalam game ini? Hebat sekali! Lalu aku menatap sekelilingku, kusadari bahwa aku berada di sebuah ruangan setelah menatap sekelilingku dengan wajah penasaran dan juga excited. Kulihat ada seseorang di ruangan ini dan dia sedang terduduk di salah satu kursi yang ada di ruangan ini.

Ternyata aku tidak sendiri di ruangan ini. Lelaki itu memiliki rambut blond dan wajahnya tertutupi sebuah... layar? Kurasa itu sejenis layar yang biasanya terdapat di komputer, aku yakin sekali. Aku penasaran, kemana lelaki brunette tadi? Bukankah dia itu character-ku? Apakah saat ini aku memakainya? Aku menengok ke kiri dan kenan sekali lagi untuk memastikan bahwa hanya ada lelaki blond itu saja yang berada di sini...

'Mungkin aku sudah memakai character itu?' Pikirku heran sambil menatap bentuk tanganku yang terlihat berbeda.

Layar yang menutupi wajah lelaki blond itu akhirnya menghilang dan aku dapat melihat wajahnya yang tampan dengan mata biru sapphire yang indah. Umurnya terlihat seperti ni-san dan dia berdiri dan mendekati diriku yang masih bingung ini...

"Welcome to Your Other Life, Venira..." Kata lelaki blond itu dengan senyum hangat.

"Huh? Bagaimana kau tahu namaku?" Tanyaku yang terheran-heran.

"Karena aku-lah yang memberikan character-mu yang bernama Sora." Jawabnya.

"Ni...ni-san!" Kataku terkejut mengetahui bahwa lelaki blond yang berdiri di depanku saat ini adalah character ni-san dalam dunia game ini.

"Bagaimana rasanya dapat berdiri?" Tanyanya dengan senyum.

Ketika dia bertanya, aku baru menyadari bahwa saat ini aku berdiri, bukan berada di kursi roda. Kugerakan kakiku ke atas dan kebawah, ke kiri dan ke kanan juga. Sulit di percaya! Aku dapat menggerakan kakiku yang biasanya mati rasa! Aku dapat merasakan kakiku!

"This is awesome!" Teriakku dengan gembira melihat diriku dapat berjalan, berlari, melompat, bahkan berjongkok! Astaga! Ini sungguh luar biasa! "Kakiku bergerak ni-san!" Teriakku dengan girang sambil melompat-lompat.

"Glad to see you were happy, Sora." Kata ni-san memanggilku dengan nama character-ku.

"Oh ya, ni-san, dimana aku dapat melihat wajah character-ku?" Tanyaku yang telah kembali normal setelah girang melompat-lompat.

"Bukankah kau sudah melihat wajah character-mu sebelum kau kemari?" Tanya ni-san dengan nada heran, namun expresinya terlihat datar. "Kau bisa melihat wajah character-mu di layar status-mu"

Aku jadi mengingat pemuda brunette yang tadi kulihat sebelum aku kemari saat ni-san mengatakannya. "Layar... status?" Kataku bingung. "Bagaimana caranya aku dapat melihat layar status-ku?" tanyaku.

"Katakan 'menu'..." Sebuah layar muncul di depan wajah ni-san dan menghalangiku untuk melihat wajahnya. "...dan sentuh tulisan 'status' yang terdapat di layar menu. Maka kau akan melihat wajah character-mu di sana dan juga status-mu, seperti strength-kekuatan fisikmu-, defend-ketahanan dirimu terhadap serangan fisik-, magic-kekuatan sihirmu-, magic defend-ketahananmu terhadap serangan sihir-, agility-kecepatanmu bergerak dan juga kecepatan seranganmu-, dan dexterity-ketepatanmu menyerang target dan juga ketepatanmu menembakkan magic. Saat ini seluruh str, def, mag, mdef, agy, dan dex character-mu sama-sama berada di point 20, umumnya player—pemain – lain memiliki status point yang berbeda-beda dan tidak dapat sama rata sepertimu." Jelasnya.

"Oh..." Kataku tercengang. Mendengar penjelasannya yang panjang, penjelasan itu membingungkanku.

"Pelan-pelan saja..." Katanya sambil menyentuh kepalaku dengan pelan. "...kau akan mengerti semua hal tadi jika kau mulai bermain."

Aku mengangguk pelan. "Tadi... Namaku di game ini Sora?" Tanyaku.

"Yeah, di sini kau adalah Sora." Jawabnya sambil mengangguk. "...mari kita keluar. Helmi, dengan nama Roxas di dunia game ini, sedang menunggu kita di luar." Ajaknya sambil berjalan menuju pintu keluar.

Aku-pun mengikutinya dari belakang...

To Be Continued...

Author Note: any flame? Request mumpung storynya masih awal2? :3