Saya persembahkan fic saya jeng jeng jeng….

DON'T LIKE?

DON'T READ OK!

SAKURA'S LOVE STORY

(Normal)

Ia menyesap minumannya pelan dan memandang keluar jendela café. Hujan tak henti-hentinya turun membasahi bumi tempatnya berpijak. Ia membuka laptopnya dan mulai menulis sesuatu disana, cerita cinta yang akan dijadikan runtutan paragraf dan berakhir pada epilog yang menyedihkan.

Dia bukanlah seorang penulis dan dia tidak pernah sekalipun menulis sebuah novel atau sejenisnya. Sejujurnya dia adalah pembisnis yang cukup sukses dibidangnya, tidak bisa dikatakan 'cukup' sukses pada kenyataannya ia memang 'sangat' sukses dalam meneruskan perusahaan kecil milik mendiang ayahnya hingga menjadi menjadi raksasa dalam pemasaran dunia, tapi di tengah kesibukannya entah kenapa dia ingin sekali meluangkan sedikit waktunya untuk menulis, ia ingin berbagi pengalaman menyedihkannya kepada dunia melalui tulisan itu. Berbagi perasaan pahit setelah kehilangan cinta untuk yang keduakalinya. Mendefinisikan cinta sebagai sesuatu yang indah namun berakhir pada penyesalan yang tak berujung. Dimana seseorang telah menyadarkannya arti cinta tetapi malah orang itu membawa kehampaan tersendiri bagi dirinya dan yang menjadi tokoh utama dalam kisah itu adalah ia sendiri Haruno Sakura.

Haruno Sakura seorang siswa SMA berusia 15 tahun. Ia cukup pintar dan cerdas, tidak, dia bukannya 'cukup' pintar tapi dia 'memang' pintar atau bisa dikatakan jenius karena diusianya yang ke lima belas tahun ia sudah menginjak kelas tiga SMA. Sakura seorang gadis yang cantik, ramah dan mudah bergaul. Banyak lelaki yang jatuh cinta padanya, tapi baginya hanya ada satu orang di hatinya dan orang itu adalah Uciha Sasuke, kekasihnya.

(Sakura)

Saat ini aku sedang merayakan pesta pelepasan siswa-siswi Konoha High School, acaranya berlangsung meriah dan diwarnai dengan decak tawa para siswa –siswi yang akan berpisah. Mereka dengan bahagianya tertawa bercanda bersama seolah inilah hari terakhir bagi mereka berkumpul seperti sekarang sebelum mereka melangkah meraih hari depannya masing –masing. Pada saat malam sesudah berlangsungnya acara pelepasan siswa-siswi Konoha High School, Sasuke langsung menarikku dan berbisik, "kita akan bersenang-senang kan?" aku berpikir sejenak dan membalas, "tentu saja, sayang." Sebuah kesalahan besar mengatakan hal itu karena kukira perkataan 'bersenang-senang' mengarah pada makan malam romantis di sebuah restoran kelas tinggi bernuansa erotik dengan alunan musik klasik yang menyejuk hati, yah kukira seperti itu. Ternyata Sasuke mengartikan hal lain.

Sasuke membawanku ke sebuah kawasan perumahan elit yang penghuninya hanya orang –orang berduit, aku sempat bingung kukira ia akan membawaku ke restoran favorit, tapi kenapa kami malah nyasar di perumahan mewah seperti ini. Sasuke berhenti di depan rumah besar layaknya istana megah, gerbang rumah itu menjulang tinggi ke angkasa, didalam gerbang itu berdiri rumah mewah yang di depannya terdapat taman bunga yang indah, berbagai macam bunga ada disana, entah berapa banyak aku tak bisa menghitungnya. Ini benar -benar seperti istana negeri dongeng, pikirku.

"Kenapa bengong? Ayo masuk!" perintah Sasuke seraya menuntun sepeda motornya masuk. Setelah melihat isi rumah Sasuke aku benar-benar takjub disuguhi pemandangan seperti ini. Baru satu kali ini aku melihat rumah Sasuke setelah 3 bulan kami menjalin hubungan. Aku baru sadar ternyata Sasuke sekaya ini. Kupikir Sasuke dan aku setara, atau lebih tepatnya aku yang lebih kaya dibanding dia karena setiap aku minta dibelikan sesuatu dia selalu berkata 'cari yang lain saja, ini terlalu mahal' atau 'aku tidak bawa uang banyak' dan masih banyak alasan lagi yang dilontarkan Sasuke untuk mencegahku menghabiskan uangnya. Dan saat itu juga aku tersadar akan satu hal penting tentang Sasuke yaitu 'pelit'.

"Hei, tak usah bengong lagi, bukankah rumahmu juga besar? Lihatlah matamu hampir keluar," ujar Sasuke menekankan kata besar pada kalimatnya.

"Enak saja mataku keluar, kau kira aku tidak bisa membeli rumah ini?" aku menyombongkan diri.

"Hhh, ayolah kita kekamarku," ajaknya. Pada saat itu orang tua Sasuke tidak berada di rumah karena sedang ada proyek di beberapa negara di Eropa.

Dan sejak saat 'itu' dia telah menghancurkan hidupku, mengambil keperawananku secara paksa dan menanamkan benih yang tidak pernah aku inginkan. Saat aku meminta pertanggungjawaban darinya, dia malah mengusirku dan menyuruhku menggugurkan kandunganku. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan, ingin rasanya aku mengakhiri hidupku yang menyedihkan ini tapi aku masih punya otak untuk tidak melakukan hal itu, aku tak bisa membayangkan betapa sedihnya ibuku jika aku melakukannya, aku juga masih punya hati untuk tidak membunuh janin yang tak berdosa ini. Pada saat aku benar –benar terjatuh ibuku menyemangatiku dan memberi harapan baru. Dia sungguh wanita yang mulia.

Setelah anakku lahir aku merawatnya dengan penuh kasih sayang dan aku memulai kuliahku di jurusan bisnis management. Pada saat itu aku menjadi seorang wanita yang tegar dan bertekad tidak akan menikah ataupun jatuh cinta lagi. Itu adalah tekadku, ya tekad yang akan kupegang selamanya. Tapi setelah belasan tahun aku memegang teguh tekad itu ada perasaan gelisah dalam benakku seseorang telah merubah tekadku, ia telah menggoyahkan hatiku dan mengenalkanku pada cinta yang selama ini kuanggap semu dan tidak ada artinya, sejak pertemuan pertama kami aku sudah merasakan perasaan nyaman jika berada didekatnya entah apa aku ingin terus seperti itu, dia adalah pewaris tunggal sebuah perusahaan terkenal, Namikaze Naruto. Dan kisah cintaku akan segera dimulai…

TE BE CE

Fic gaje? Oh tidak perlu dijelaskan saya sudah tahu… wkwkwk XD, Rien agak ragu buat nerusin ni fic, biar gimanapun Rien masih baru banget and this is my first fic in fandom Naruto. So untuk para senpai –senpai sesama author dan para readers terkasih, saya mohon bimbingannya dengan mengisi review. Saran, kritik yang membangun monggo pinarak, saya terima dengan dada yang sangat lapang,

No flame untuk pairing… karena saya Narusaku lopers.

O iya ini fic asli buatan saya, bukan fic temen, bukan fic sodara, bukan fic tetangga, bukan fic *plak*. Hmm, untuk sekedar pemberitahuan ini hanya sekedar prolog, jadi agak pendek deh… menurut para senpai, Rien lanjutin apa gak nie fic? Kalo disuruh lanjut Rien akan lanjut, kalo disuruh ga dilanjutin Rien akan delete. Jadi gimana? Keep or delete?