Hajimemashite, Minna…

Watashiwa ~ Ruki ~ desu


Warning : Typo(s), Ichigo's POV

Disclaimer : Tite Kubo

Pairing : IchiRuki

Rate : Teen


IKATANKU DENGANMU

== Ruki ==

OneShot


Aku mengerti apa itu ikatan sejak bertemu denganmu. Ikatan yang berbeda dan tak pernah kurasakan selama bersama keluargaku. Baik itu Ibu, Ayah, Karin atau pun Yuzu.

Perasaan yang membuat hati dan otakku tak dapat berjalan seirama. Membuat hidupku jauh lebih berwarna dari sebelumnya. Mengerti arti dari kehilangan dan memiliki.

Perasaan hangat yang tanpa kusadari telah mengisi hatiku dan perlahan berubah menjadi rasa yang begitu kuat. Rasa yang ingin selalu terus bersamamu, melindungimu bahkan mengkhawatirkanmu di setiap saat. Baik itu detik, menit, jam, hari bahkan tahun.


Rukia Kuchiki

Aku merasa berhutang budi padamu, bahkan berhutang nyawa. Awal aku berjumpa denganmu sama sekali tak ada perasaan bahwa kau akan menjadi salah satu bagian dari hidupku yang terpenting.

Hingga saat itu, kau terus bersamaku. Keadaanlah yang memaksamu untuk melakukanya. Demi aku dan keluargaku, kau mempertaruhkan nyawa untuk menolong kami.

Bahkan saat itu aku sama sekali tak mengenalmu, namun tanpa sadar kau telah meredakan hujan di hatiku. Dimulai saat itu hingga sekarang, kau mulai berarti untukku, Rukia.

Mau tak mau aku harus menuruti semua perintahmu, menggantikanmu sebagai Dewa Kematian dan membasmi para Hollow. Awalnya aku tak menginginkan ini, tapi berkat kau, aku bisa melindungi orang-orang yang kusayangi termasuk keluargaku dan… kau sendiri.

*(u_u)*

Saat menyelamatkanmu dari hukuman mati saat itu, aku baru sadar bahwa aku sangat tidak ingin kehilangan dirimu. Ini bukan karena perasaan balas budi saja, Rukia. Ini lebih dari itu, karena kau sangat berarti melebihi apa pun. Aku menyebutmu, sahabat yang paling berarti.

Aku marah pada diriku sendiri saat aku tidak bisa melindungimu. Aku berusaha untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnnya karena aku ingin selalu membuatmu tetap aman di sampingku.

*(u_u)*

Tapi Grimmjow telah menyadarkanku saat itu, bahwa aku mulai bertarung demi sebuah kemenangan, bukan lagi karena ingin melindungimu. Aku kalah… dan kau... terluka.

*(u_u)*

Aku juga mengingat saat dimana aku kehilangan memori tentang dirimu. Namun itu hanya berlaku sebentar, karena ikatanku denganmu begitu kuat. Namun saat kutahu kau tidak mengenalku lagi, aku merasa kecewa, sedih dan merasa tak berguna.

Saat itu aku kembali ke Soul Society untuk melihat keadaanmu, tapi apa? Kau melupakanku dan aku mulai putus asa saat itu. Beruntung Kon berhasil menyadarkanku.

Perkatannya benar, tak peduli meskipun kau melupakanku, karena kita terhubung dan aku masih mengingat dirimu. Kubuat kau mengingatku kembali, Rukia! Aku berjanji!

Dan akhirnya keadaan membuatku harus bertarung denganmu. Aku hanya bisa meneriaki namamu dan menghindari semua seranganmu. Aku tidak akan pernah bisa melukaimu, Rukia! Biarkan aku yang terluka dan merasa sakit, aku bertekat untuk menyelamatkanmu dan membuatmu ingat kembali padaku.

Aku menemukan satu cara. Kubagi sedikit kekuatan Shinigamiku kepadamu. Dengan perasaan takut, kutusukkan pedangku tepat di jantungmu. Aku hanya bisa memanggil namamu lirih saat itu, Rukia. Aku takut menyakitimu dan yang paling kutakutkan adalah… kehilanganmu.

Aku memelukmu saat itu, kudekap kau semampuku untuk melindungimu dari ledakan di saat itu. Saat aku melepaskan pelukan itu perlahan, kutatap matamu dalam. Dan kau menyebutkan namaku. Kau berkata, "Ichigo…"

Aku tersenyum dan lega. Kau mengingatku kembali. Syukurlah, Rukia. Aku sangat senang. Dan kau tahu? Aku memandangmu saat itu, sejak dulu seperti itu. Dan tatapan ini hanya untukmu, Rukia. Apa kau menyadarinya? Sepertinya… tidak.

*(u_u)*

Dan saat itu tiba, saat dimana Inoue menghilang dan dituduh sebagai penghianat oleh Soul Society. Kau… kau meninggalkanku! Aku ingin menolong teman masa kecilku itu. Karena aku tahu, dia gadis baik yang lemah dan polos. Tapi apa? Kau meninggalkanku dan itu membuatku kecewa, Rukia.


Orihime Inoue

Aku heran dengan tingkah lakumu. Kau berbeda dengan yang lainnya. Kau jauh lebih mengkhawatirkanku dari yang lain. Saat aku terluka, kau menangis untukku. Saat aku marah dan kecewa, kau hanya terdiam dan memandangku sendu.

Apa yang kau rasakan padaku, Inoue? Apa kau menyukaiku? Aku bukanlah pria bodoh yang tidak mengetahui apa pun mengenai wanita. Tapi aku tidak bisa berpaling dari Rukia kepadamu. Karena aku belum merasa bahwa kau berarti untukku.

*(u_u)*

Saat aku mendengar kau diculik oleh para Espada. Aku marah! Kenapa kau tidak berterus terang kepadaku dan teman-teman? Mereka bilang kau dibawa tanpa adanya pemaksaan dan mereka menganggap bahwa kau seorang pengkhianat.

Aku tahu siapa dirimu, kau pasti diancam kan? Karena sebelum kepergianmu, tepat di malam itu, aku merasakan reatsu hangat memenuhi seluruh tubuhku.

Kaulah yang memulihkanku. Tapi kenapa kau melakukannya? Apa ini semua karena aku lemah sehingga tidak bisa melindungi semuanya? Aku marah pada diriku sendiri. Aku harus menyelamatkanmu, Inoue.

*(u_u)*

Di mulai sejak saat itu, aku mulai mengerti apa yang kau rasakan, Inoue. Kau mengkhawatirkanku lebih dari siapa pun, dan sekali lagi kau menangis untukku saat aku bertarung dengan Grimmjow di Las Noches. Sebesar itukah perasaanmu padaku, Inoue? Kau berbeda dari yang lain, itulah yang kutahu. Dan kurasa… aku mulai luluh.

*(u_u)*

Apa kau mengingat saat aku berubah menjadi Hollow untuk bertarung melawan Ulquiorra? Aku bisa menjadi seperti itu karena dirimu Inoue. Aku sangat ingin menyelamatkanmu. Aku tidak ingin air mata jatuh lagi dari kedua matamu. Aku ingin menang dan merebutmu dari Espada 4 itu.

*(u_u)*

Ingatkah kau saat aku bertarung melawan Kokuto? Untuk menyelamatkan adikku yang dia culik? Kaulah orang pertama yang meneriaki namaku saat aku terdampar di Soul Society sebelum bisa mengalahkannya.

Kau berlari dan berusaha menyembuhkan adikku, Yuzu. Kulihat kau sangat mengkhawatirkannya, kau berusaha untuk menyembuhkannya, tapi kau gagal… dan aku marah.

Maaf, aku tidak bisa mengontrol emosiku. Kau menemaniku membawa Yuzu ke dunia nyata. Kau menatap sendu ke arahku yang saat itu sedang kecewa. Sekali lagi kau memasang wajah seperti itu dihadapanku, aku merasa sedikit tenang karena masih ada orang yang peduli padaku.

Aku mengerti, kau tahu betul bagaimana mengerikannya saat aku berubah menjadi Hollow dan tak bisa mengendalikan diriku sendiri. Aku tahu kau takut padaku jika aku kembali ke dalam neraka untuk menyelamatkan Rukia, Ishida dan Renji.

Aku tidak menyangka, kau memelukku dari belakang saat itu. Dan berkata bahwa kau mempercayaiku. Aku merasakan kehangatan dari sikapmu. Kehangatan yang tak kurasakan bersama dengan Rukia.

Bahkan sosokmu mulai seperti ibu dipantulan kedua mataku. Kehangatanmu, sikapmu, bahkan sosokmu. Mungkinkah aku… jatuh cinta?

Saat aku berhasil keluar dari neraka, kaulah Inoue, orang pertama yang kutatap. Kau tersenyum padaku dan aku pun tersenyum padamu. Aku yakin, kau pasti mengkhawatirkanku, benar kan?

*(u_u)*

Saat aku berhasil mengalahkan Aizen, kaulah Inoue, orang pertama yang berteriak memanggilku. Aku senang kau selamat. Dan semua selamat termasuk Rukia.

Aku senang dan aku berjalan menuju kalian. Tapi… pandanganku kabur dan aku pingsan di tempat. Aku bisa mendengar teriakanmu Inoue dan juga kau… Rukia. Kalian semua mengkhawatirkanku ternyata.

*(u_u)*

Saat aku sadar, mereka berkata bahwa kekuatanku akan menghilang, dan aku akan menjadi manusia normal kembali. Aku sangat sedih, hatiku terasa perih ketika aku menyadarinya. Menyadari bahwa duniaku dan dunia Rukia berbeda.

Sayup-sayup aku mulai melihat sosokmu memudar, Rukia. Dan perlahan aku hanya bisa mendengar suaramu. Hatiku sakit, saat aku sama sekali tak merasakan kehadiranmu.

Aku hanya bisa memandangi langit dengan mata berkaca-kaca. Aku tidak boleh menangis. Aku harus menerima ini semua, karena suatu saat nanti perpisahan ini memang harus terjadi. Selamat tinggal, Rukia…

*(u_u)*


Ikatanku Denganmu

Mereka berdua memang berbeda. Tapi mereka memiliki tempat yang khusus tepat di hatiku. Aku tidak tahu, aku masih bingung dengan perasaan ini. Manakah yang lebih dominan di dalam hatiku? Saat aku bertanya, jawaban itu tak kudapatkan.

Waktu berjalan begitu cepat. Inoue semakin dekat denganku, tapi… aku merasa kehilangan. Aku kehilangan dirimu, Rukia. Saat kau menghilang, aku tahu, bahwa rasaku padamu jauh lebih kuat bila dibandingkan dengan perasaanku terhadap Inoue.

Aku menyadarinya saat kau menghilang, Rukia. Bukankah selalu begitu, kita akan merasa kehilangan jika seseorang itu sudah tidak ada lagi di samping kita. Dan aku merasakan itu Rukia. Aku merindukanmu. Tapi apakah hal ini akan sama jika Inoue lah yang menghilang? Aku tidak tahu.

Aku tidak mau menyakiti siapa pun, lebih baik begini. Aku tetap berteman denganmu dan juga berteman dengan Inoue. Kalian semua sangat berarti untukku. Dan aku tidak bisa memilih salah satu dari kalian. Aku tidak ingin seorang pun terluka oleh semua ini.

Akhirnya kami mencapai tahun akhir di SMA Karakura. Kau tahu Rukia, aku sekarang menjadi pemain sepak bola. Dan Inoue… dia menjadi primadona di sekolah ini. Kuakui dia semakin cantik dengan rambut barunya itu, tapi… diam-diam aku berharap kau menjadi lebih cantik dari Inoue saat ini.

*(u_u)*

Dan hari itu pun tiba. Aku tak menduga, kejadian itu terulang kembali. Kau… memberikan kekuatan Shinigami padaku lagi, Rukia. Aku terkejut, senang, bahagia dan bingung. Semua perasaan bercampur aduk menjadi satu.

Kau tampak manis dengan rambut barumu itu, Rukia. Kau juga sudah menjadi wakil kapten sekarang. Selamat ya? Saat itu aku memandangmu dengan tatapan yang sama, tatapan yang tak kuperlihatkan kepada seorang pun selain padamu. Apa sekarang kau menyadarinya? Aku merasakan sebuah ikatan, ikatan itu adalah…

T`A`M`A`T`


Inilah perasaan yang kutangkap selama aku mengikuti cerita Bleach. Sedikit tambahan di adegan Bleach Movie 3 dan 4.

Pernyataan Sahabat yang paling berarti itu kata Tite Kubo langsung lo… itulah jawaban perasaan Ichigo dan Rukia katanya. Hehehe…

Ya… cuma angan-angan saja karena tidak ada genre romance dalam Bleach. Semoga reader suka ya? Aku minta pendapatnya, Mohon review!


Arigatō en Sayōnara "^_^"


R P

E L

V E

I A

E S

W E