Day In Love

+Pembuat: Chiya form Akako Nichiya+

+Pair: masih rahasia+

+Rated: T+

+Genre Romance & Drama+

.

.

Chapter 2: Gold Story

Ah~ membosankan sekali, setiap hari kerjaanku Cuma belajar dengan guru privat di rumah, makan, tidur, dan tidak di perbolehkan keluar rumah, kecuali dengan keluarga. Yah seperti yang kalian tahu, aku anak dari bangsawan kaya di Inggris, tapi ibuku berasal dari jepang.

"Tuan, anda dipanggil nyonya" panggil pelayan pribadiku. Namanya ialah Mitsuru, umurnya hampir sama denganku, tapi ia lebih muda.

"iya, iya, tunggu dulu…" sahutku malas dan bangun dari tempat tidurku. "dan sudahku bilang, jangan panggil aku tuan! Panggil aku dengan nama biasa!" perintahku dan menunjuk jari telunjukku ke mukanya.

"eng… iya tu- maksud saya, Gold!" ujarnya dengan nada yang agak tidak terbiasa.

"nah! Itu baru bagus! Aku pergi dulu!" ujarku sambil pergi meninggalkannya.

Saat aku diruang tamu, yangku lihat Cuma ayah dan ibu. Tidak biasanya mereka berkumpul seperti ini, entah kenapa perasaanku tidak enak…

"ah, Gold! Kemarilah sayang" ujar ibuku sambil mempersilahkan aku duduk di sampingnya.

"terima kasih" jawabku dengan sopan.

"yaah… seperti yang kau lihat, kami ingin mengatakan hal yang penting" kata Ayahku dengan nada serius.

"hal penting?"

Ayahku dan Ibuku bertatapan sebentar, lalu mereka menatapku lagi. "umurmu sudah 15 tahun Gold, jadi… kami ingin kau bertunangan dengan anak teman ayah yang bernama Yellow" ujar ayahku dengan nada tegas.

Aku langsung menatap mereka dengan tatapan tidak percaya dan bingung. "t-tapi ayah, aku…"

"kau tidak boleh menentang apa yangku perintahkan, Gold!" kata ayahku dengan nada agak marah kepadaku. Aku hanya menunduk "baiklah ayah, aku setuju…"

Ayahku membuang napas lega, tapi aku tidak… "baiklah! Hari minggu ini kita acarakan pesta pertunanganmu!"

Aku langsung membuka mataku dan berdiri, "a-apa ayah? Minggu ini?" ujarku tidak percaya.

Ayahku menanguk dulu "iya, memangnya kenapa?" ayah menatapku tajam.

"t-tidak apa-apa,saya Cuma mengantuk. selamat tidur…" aku langsung berjalan menuju kamarku, Mitsuru menatapku cemas dan suara mereka sayup-sayup ditelingaku. "kami melakukan hal yang terbaik untukmu, Gold…"

"Gold, anda tidak apa-apa kan?" Tanya Mitsuru dengan nada cemas, ia membawakanku segelas cokelat panas kesukaanku, tapi aku lagi tidak selera makan.

"tidak apa-apa Mitsuru, aku baik-baik saja…" aku tersenyum terpaksa kepadanya, ia hanya menunduk dan keluar dari kamarku.

"selamat tidur, Gold" dan ia menutup pintu kamarku.

"… selamat tidur… Mitsuru" itu terakhir kalinya aku berbicara dan melihatnya. Aku berpikiran untuk kabur dari rumah, aku memakai topi dan jaket, aku membawa uang secukupnya untuk pergi ke jepang. Sebenarnya aku ingin bertemu dengan cinta pertamaku di jepang dulu…

Flashback

"Gold, ini lah jepang yang kau kagumi! Indah kan?" Tanya ibuku dengan ceria memmperlihatkan Negara dimana ia dilahirkan.

"iya, ibu!" sahutku tak kalah ceria dengan ibuku, umurku baru 6 tahu saat ini.

"ah! Itu teman ibu dulu! Gold, kau main disini saja ya, janganterlalu jauh!" perintah ibuku dan pergi. Saat aku berjalan-jalan, aku melihat perempuan sebayaku diganggu seperti geng laki-laki. Ia memakai baju lengan panjang dan memakai celana panjang longgar, juga memakai sepatu boots. Seperti laki-laki saja…

"hei kau manis sekali! Mau ikut kami main?" pinta ketua geng itu dan memojokkannya kedinding.

"aku tidak manis! Menjauhlah dariku!" ia mendorong ketua itu dan berjalan melewati mereka. Aneh sekali, masa perempuan tidak mau dibilang manis…

"heh! Kau tidak boleh membantahku!" katanya dan menarik tangan perempuan tadi. Muka perempuan itu langsung cemas dan pucat. Tanpa sadar aku mendekati mereka dan meninju orang itu.

"hei! Berhenti mengganggunya, dasar orang tidak tahu diri!" teriakku kepada mereka dan melindungi gadis kecil itu dibelakangku.

"huh! Memangnya kau bisa apa! Dasar cebol! Hajar dia!"

CLING!

BUAKH, PRANG, DUKH, MOOO (?), BRUKH!

"heh, makanya jangan remehkan anak kecil!" ujarku sambil berdiri ditumpukan mayat (?) orang-orang tadi.

"um… makasih, ya" ujar perempuan itu malu-malu.

Aku berbalik untuk melihatnya. Gila, perempuan itu manis banget! Aku langsung blushing "haha! Tidak masalah untuk gadis manis sepertimu!" ujarku dengan tawa gaje.

BUAKH!

Aku langsung di pukul perempuan itu. "grr… aku tidak MANIS, bego! Lagipula aku bukan-"

"ah, Disini kau rupanya! Sudahku bilang jangan jauh-jauh kalau bermain!" ibuku memotong pembicaraan peremuan itu, ia langsung menarik tanganku.

"t-tapi bu! Aku masih bicara dengannya!" aku menunjuk perempuan itu yang tadi terbengong-bengong.

"tidak apa-apa, aku juga mau pergi. Terima kasih karena kau sudah menolongku, daah…" ujarnya sambil melambaikan tangan kepadaku dan… tersenyum manis bagaikan bidadari yang turun dari surga *waah… gold gombal* *ditimpukin batu karena banyak protes*. Wajahku langsung merah padam karenanya, ia terlihat mulai menjauh karena aku ditarik ibuku.

End Flashback

Aku terbangun dari mimpi masa laluku, saat ini aku di pesawat yang bukan punya ayahku, nanti gawat kalau ketahuan aku ini anak Ethan. di jepang sudah pagi rupanya. Aku mencari hotel untuk aku menginap,tapi tiba-tiba…

"ah itu dia! Itu Gold Ethan!" kata seseorang yang mungkin pesuruh ayahku untuk mencariku. Aku terkejut dan langsung lari secepatnya. "jangan biarkan ia lolos!".

Aku mencari tempat persembunyian, kenapa ayah bisa tahu kalu aku ada di jepang? Saat aku sembunyi, aku mendengar komandam pesuruh ayah berbicara…

"katanya kalau ia tidak mau ikut kita, kita memaksanya dengan cara kekerasan! Apapun yang terjadi kita harus memaksanya pulang!" dan merekapun terus mencariku. Cara kekerasan? Apa maksudnya ini! Aku keluar dari persembunyianku, tapi aku gagal, aku ditemukan mereka dan terkepung.

"saya mohon tuan, ikut lah dengan kami!"

"heh, kalau aku tidak mau bagaimana? Dengan cara kekerasan? Baiklah kalau itu yang kalian mau!" aku melepaskan jaket dan topiku *buu, sok keren lho!* *di lempar ke kolam hiu*.

"cih, sial! Ayo hajar dia! Tapi jangan sampai ia mati!" ujar komando itu, aku hanya tertawa meremehkan. Semuanya menghajarku, tapi aku melawan mereka dengan mudah, gini-gini aku hebat karate mulai umur 5 tahun. Tapi sekarang mereka menngeluarkan pisau, tapi itu tidak membuatku takut, ku tendang pisau-pisau itu, tapi sering ada yang kena ke badanku. Saat kuhajar mereka semua, aku lari dari sana dengan secepat mugkin.

"cepat, kejar dia!"

Tenagaku mulai habis, aku berjalan dengan napas terputus-putus, bagaimana aku bisa lari kalau banyak luka di seluruh tubuhku? Saat itu aku mendengar suara mereka yang masih mengejarku, tidak ada pilihaan lain, aku memanjat pohon yang paling dekat denganku. "mungkin ia lari kesana!" aku mendengar suara mereka, sedikit demi sedikit suara mereka menghilang.

"hah… hah… syukur… lah…" mataku mulai kabur, kepalaku terasa berat, dan aku pingsan di pohon itu…

'bertahanlah!'

Aku seperti mendengar suara seseorang, suara itu sepertinya aku kenal… mungkinkah…

Aku membuka mataku sedikit demi sedikit, aku bangun dan memegang kepalaku yang masih agak sakit. Aku melihat di sekelilingku, tempat ini seperti apeterment, bukankah aku tadi ada di pohon?

"uukh… dimana aku?" aku melihat meja yang ada di sampingku, diatasnya ada sup, surat, dan uang. Uang? Oh iya, uang ada di jaketku! Tapi jaketku hilang entah kemana. Aku membaca isi surat itu, yang kubaca adalah…

'hei, kalau kau sudah bangun makan sup itu dan pulanglah kalau kau merasa baikan! Ohya kalau kau tak punya uang, di sampingmu ada uang yang cukup untuk beli tiket kereta!

Dari yang membawamu kesini

Silver'

KRUYUUK~

Perutku berbunyi kelaparan, yaah akhirnya kumakan juga sup itu. Saat ku makan sup itu, rasa supnya lebih enak daripada koki dirumahku! Tidak sampai 2 menit, sup itu habis. Aku melihat sekeliling sekali lagi, dan aku mendapatkan bingkai foto didekat jendela, aku berjalan mendekatinya dan mengambil foto itu. Kulihat foto ada 1 orang laki-laki berambut cokelat muda dan matanya berwarna hijau, dan 1 nya lagi tidak jelas apakah laki-laki atau perempuan berambut merah panjang bermata abu-abu, tapi orang itu mirip dengan cinta pertamaku dulu, yang mana namanya Silver ya?

Entah kenapa aku merasakan diluar sana ada Silver *walaupun ngga tahu siapa orangnya* aku berlari mendekati pintu dan ternyata dugaanku benar! ia membuka pintu dan reflex aku memeluknya.

"Selamat datang, Silver!" sapaku dengan semangat. Mukanya langsung bingung, ia langsung berteriak dan mendorongku.

"U-UAAA! A-apa yang kau lakukan!"

"memberi ucapan selamat datang" ujarku polos, aku harus mengubah sifat asliku! Supaya aku tidak ketahuan kalau aku Gold Ethan!

"K-kau kan kusuruh pulang setelah makan! Aku juga sudah meberimu uang untuk naik kereta kan!" gawat! Gimana nih, masa aku bilang aku kabur dari rumah dan setelah itu dikejar-kejar karena kabur? Itu pasti memb atnya berpikir kalau aku menyusahkanya!

"eeh… sebenarnya aku… tidak tahu jalan pulang… hehehe!" akhirnya aku berbohong dengan alasan yang sangat tidak masuk akal. Aku melihat mukanya bingung, manis sekali! Hah? Apa yang ku bicarakan?

"jadi… uh… bolehkah aku… menginap disini?" akhirnya aku keceplosan bicara,sekarang mukanya berubah menjadi muka tidak percaya. Apakah hidupku akan berubah kalau aku bersamanya?

To Be Continued

AAAAHHH! Gaje! Gaje!

Pembaca: kamunya yang gaje! *lempar-lempar sandal nippon*

Berisik! *balik lempar sandal nippon*
bagaimana menurut anda-anda yang membaca fanfic saya? Saya ngga punya ide lagi nih untuk bikin chap selanjutnya! Tapi saya usahakan supaya membuatnya lebih rame lagi! Ohya, nama Gold jadi Gold Ethan… lho? Itukan juga namanya! Soalnya aku bingung nama Gold jadi apa, Heart Gold? Ngga cocok!

Sudahlah! Untuk yang mau komen atau beri ide atau saran atau apalah itu! Review please? *Cow eyes*

Pembaca: *muntah-muntah*