Day In Love

+Pembuat: Akako form AkakoNichiya+

+Pair: PreciousMetalShipping, dan nanti akan keliatan juga alias MANY PAIRING+

+Rated: T aja, jaga-jaga kalau Gold pervert *ditampar buntut Aipom*+

+Genre: Romance & Drama+

.

.

+Chapter ini Normal Pov!+

.

.

"Hoam…"

Jendela kamar Silver terbuka, membiarkan angin lembut mengenai kulit Silver yang mulus, Silver hanya menggerang kecil dan menutup tubuhnya dengan selimut warna hijau polos. Ia membuka matanya sedikit demi sedikit dan menatap jam weker yang tepat dihadapannya.

05.30 P.M

Masih cukup untuk tidur pikir Silver, ia kembali menutup matanya dan menarik selimutnya sampai bahu.

Gyuuuuutt~

Huh? Kok rasanya ada yang memeluk pinggangku? Pikir Silver, Jangan-jangan…

"GYAAAAA!"

.

.

Chapter 6: My Life is His Life

Dengan benjol gede dikepala, Gold memakan sarapannya dengan air mata buaya khasnya. Silver yang mulai terbiasa dengan hal ini Cuma meminum tehnya dengan santai, ia membiarkan telinganya mendengar keluhan Gold seperti 'Silver jahat' atau 'kan curang kau tidur di kasur sedangkan aku di futon' daritadi. Selesai meminum tehnya, Silver mengambil tas nya dan berjalan meninggalkan Gold.

"Aku pergi dulu, jaga rumah jangan sampai berantakan atau kau tidak dapat makan malam" ujar Silver to the point atau lebih tepatnya tanpa basa basi dan menutup pintu apertemennya. Gold hanya mendengus kesal, akhir-akhir ini Silver jadi lebih cuek dan cool daripada dulu pikirnya. Dengan lesu ia menonton TV berharap bisa menghapus rasa bosannya.

Acara 1: Berita

Ganti

Acara 2: Drama Jepang

Ganti

Acara 3: Anime

Ganti

Acara 4: Sinetron Indonesia (?)

GANTI!

Tak ada yang menarik! Kesal, ia melemparkan remote TV sembarangan dan entah sengaja atau tidak ia melemparnya tepat kearah foto Green. "AARGH! Bosaaaan!" Dengan gentleman nya ia sesekali mengatakan 'Damn' atau 'Fuck' atau 'Crap' atau semacam itu. Ia pun berdiri dari duduknya dan memasang jaket milik Silver biarpun agak sempit untuk tubuhnya. Kenapa tidak memakai jaketnya sendiri? Silahkan baca chapter 2… *Ditendang*

Gold pun mengunci pintu apertemen Silver dan meninggalkan apertemen itu. Dengan santai ia bejalan sambil melihat-lihat pemandangan atau orang yang sibuk mengerjakan aktivitas mereka disekitarnya. Sambil bersiul kecil ia menikmati kebebasannya yang dari kecil tak pernah ia rasakan, Holy shit… Ingat lagi pikirnya. Di saat melamun hal yang paling dibenci tiba-tiba ia berhenti di tengah jalan karena melihat brosur di tanah, karena suatu hal Gold tertarik akan brosur itu dan memungutnya.

'Pokemon High School akan memberikan beasiswa jika nilai tes nya 100 semua dan bisa menyelesaikan lebih dari 50 soal dalam satu mata pelajaran! Ditambah seragam gratis!'

"Huh? Seragam ini kok rasanya ngga asing ya dan juga nama sekolah ini pernah disebut seseorang? Jangan-jangan…" Setelah berpikir sebentar Gold langsung nyengir lebar dan tanpa ba bi bu ia langsung menuju ke sekolah tersebut.

Sesampai di Pokemon High School, Gold kembali berjalan dengan santai menuju ke ruang kepala -siswi disana hanya mangap melihat Gold yang super cakep, keren, dan semacam itu lah… Bahkan guru yang perempuan bisa blushing juga liat tuh anak. Sampai-sampai ada yang teriak-teriak gaje, nosebleed atau pingsan kalau disenyumin atau didekati Gold. Dan pada akhirnya ia sampai juga biarpun SANGAT lama mencari ruang kepala sekolah karena nyasar atau di kejar-kejar para cewek, Hey! Memangnya mereka tidak ada pelajaran apa?

Ia pun membuka pintu ruangan itu dan mendekat kea rah kepala sekolah dengan senyuman polos bin imut yangs sengaja dibuat karena tau kalau kepala sekolahnya wanita, Lucky day!

"Sensei, saya mau tes masuk ya?"

=SkipSkipSkipSkipSkipSkip=

Silver menghela nafas sambil memijit bahunya yang kaku, saat ini ia sedang mengerjakan tugas sebagai wakil ketua OSIS. Sebenarnya sekarang ia betul-betul lelah karena menggantikan tugas ketua OSIS, soalnya Green sedang keluar sekolah dari pagi karena ada urusan dengan sekolah lain tapi apa boleh buat… kalau bukan dia yang menggantikan pekerjaan ini lalu siapa?

Tiba-tiba ada sesuatu yang dingin menempel dipipinya, "Hyaaaa!" Silver langsung mendorong orang yang tiba-tiba disampingnya. Karena mendengar suara 'aduh' ia pun membuka matanya sedikit demi sedikit dan menatap orang yang ada didepannya.

"Hm… Maaf kalau mengagetkan" Orang yang didepan Silver hanya tersenyum kecil tetapi itu berhasil membuat wajah Silver merah padam.

"G-Green… Senpai? Ah- Selamat sore…" Sapa Silver telat, seperti biasa, ia gugup sendiri kalau sudah berhadapan dengan ketua OSIS itu tapi entah Green tidak tau atau tidak peduli kalau Silver selalu seperti itu kalau sudah berhadapan dengannya. Ia menyodorkan minuman dingin itu kepada Silver.

"Mau?"

"Eh? Te-terima kasih…" Silver menerima tawaran Green dengan malu-malu, Green hanya berdiri di samoing Silver sambil meminum minumanya.

Dan keheninganpun terjadi, yang terdengar hanyalah suara detik jam yang terus berbunyi keras, tapi mungkin tidak sekeras detak jantung Silver yang daritadi mengganggu konsentrasinya sehingga ia sering menghapus catatannya karena banyak yang salah, Green yang melihat kelakuan Silver agak kasihan juga.

"Ini sudah jam 5 lewat, sebaiknya kau pulang" Green memasang kacamatanya kembali dan mengambil tugas-tugas Silver. Silver bingung harus berkata apa, jujur ia lelah sekali dan ingin cepat-cepat pulang tapi kan tidak sopan kalau meninggalkannya dan diserahkan semuanya kepada Green begitu saja.

"Tidak… Ini semua tanggung jawab saya jadi-" Kata-kata Silver dipotong Green dengan memegang tangannya.

"Semua pekerjaan ini kan sebenarnya tugasku, tapi karena aku pergi untuk sementara jadi kau menggantikannya sementara saja sampai aku datang kembaikan?" Muka Green dekat sekali dengan muka SIlver saat mengatakan itu, mana Green sedang menggenggam tangannya. Dan seperti yang diduga, wajah Silver sekarang SANGAT merah padam, tangannya aja gemetaran…

"eh… uh… I-itu.. Baiklah…" jawab Silver dengan gugup, ia bahkan baru sadar kalau ia yang mengatakan itu, reflex…

Green hanya tersenyum kecil dan melepaskan tangan Silver, "Baiklah, silahkan pulang, hati-hati dijalan" kata Green sambil meletakkan tugas-tugasnya dimeja dan duduk dikursi khusus ketua OSIS. Silver hanya membungkukkan badannya dan langsung keluar ruangan OSIS dengan cepat. Green awalnya menatap kepergian Silver dengan wajah datar seperti biasa, tapi kemudian ia tertawa kecil. Menurutnya Silver itu aneh atau lucu?

Silver berlari kearah apertemennya, dengan terengah-engah ia membuka pintu dan langsung masuk tanpa salam sekalipun, mukanya masih merah padam dan nafasnya masih tidak teratur, ia bersandar di pintu sambil memegang mukanya yang mulai panas.

"a-apa itu t-t-tadi…?" Ujarnya salting sendiri, baru mau melepas sepatu teringat sesuatu yang mungkin sangat penting, lupa membeli bahan-bahan makanan untuk makan malam… Ah paling juga Gold sudah makan pikirnya.

"Aku pulang" Kata Silver telat, ….. Aneh? Tidak ada tanda-tanda kehadiran Gold, biasanya sebelum ia mengatakan 'aku pulang' pasti Gold langsung memeluknya dan mengatakan 'selamat datang!' seperti itu, tapi kok sekarang tidak?

Tiba-tiba terdengar suara teriakan Gold yang keras mungkin? Tentu saja Silver kaget, jangan-jangan ia dirampok atau apa lagi, dengan tergesa-gesa ia berlari kearah suara Gold tersebut. Asal suara tersebut dari dapur! Dengan cepat Silver langsung ke dapur, dan yang ia lihat adalah….

…. Gold motong sayur?

"apa yang kau lakukan baka?" Tanya Silver dengan marah, Gold bingung melihat Silver yang seperti dikejar-kejar anjing gitu, liat saja tampangnya! Baju lusuh, rambut berantakan, nafas terengah-engah, badan berkeringat. Tunggu? Itu tidak seperti dikejar anjing, tapi…

"SILVER? Kau tak apa-apa? Siapa yang melakukan… SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN 'ITU' KEPADAMU SEBELUM AKU?" Teriak Gold dengan stress yang kambuh dan yang benar saja, kepalanya benjol dua karena yang satu di pukul Silver pakai panci dan yang satunya lagi dipukul author pakai laptop karena makai caps lock terus.

"Mikir apa kamu bego? Aku begini karena kamu Gold no BAKA! Dasar mesum bego!" balas Silver dengan kata-kata mutiaranya yang tak bisa diukir dengan kata-kata. Gold hanya meringis kesakitan dengan dua benjol dari Silver dan author.

"Eeh… kalau gitu maaf deh…" Ujar Gold dengan mulutnya yang dimajukan dan air mata yang terus keluar. Silver hanya mendengus kesal dan sekarang matanya tertuju dengan sayuran yang hamper semuanya dipotong tapi tidak rapi.

"Terus itu apa?" Silver menunjuk sayuran tersebut dengan wajah datarnya, muka Gold langsung merah dan memalingkan wajahnya dari Silver. "Itu… Karena kau datang telat jadi aku berusaha memasakn makan malam" ujar Gold dengan memainkan jarinya sendiri karena malu mungkin? Silver hanya bengong liat Gold begitu, Whadda heck? Kok tiba-tiba ia jadi imut sih? Pikir Silver dengan wajah agak merah melihat kejadian itu.

"A-apa maksudmu..? Ah sudahlah… Eh? Kenapa tanganmu berdarah, Bodoh! Cepat ini harus diobati tau!" Silver langsung menarik Gold dan mengobati tangannya. Gold yang tadi bengong langsung saja tersenyum lebar seperti biasa. "Tentu~"

Selesai memperban tangan Gold, Silver beranjak ke dapur dan memakai celemeknya. "Sudah, biar aku saja yang memasak, tanganmu kan masih luka… Ngomong-ngomong darimana kau dapat bahan-bahan makanan ini?" Tanya Silver yang sebenarnya daritadi ingin ia tanyakan, ia kan belum beli apa-apa sejak kemarin.

"Oooh… Kalau itu aku dapat dari ibu-ibu di apertemen ini~ Aku kan bilang lapar gitu, padahal mereka awalnya mau memberikan makanan yang siap saji tapi aku bilang ingin masak sendiri saja, jadi… yaah begitulah" Ujar Gold panjang lebar dengan bego seperti biasa, tentu saja Silver kaget, masa minta sama ibu-ibu tetangga? Nanti kalau mereka tau kalau Gold tinggal bersama dia pasti akan digosip habis-habisan!

"Dasar bodoh! Buat apa kau minta sama mereka hah?" Sekali lagi Silver memukul kepala Gold dengan kotak P3K dan itu membuat kepala yang baru di perban karena benjol malah makin parah aja benjolnya.

"Eeh~ tapi aku kan lapar~" Gold memegang kepalanya yang sudah triple benjol itu, dan ia pun mewek-mewek seperti biasa. Silver hanya memijit kepalanya yang sakit, dari wajahnya terlihat seperti berkata kenapa aku bisa bernasib seperti ini. "Sudahlah, aku mau masak dulu" Ujar Silver menyerah, ia sudah capek buat marah-marah terus kepada Gold.

Gold yang merasa menang langsung saja meluk Silver dari belakang, "Ikut~" Silver tidak membalas memukul atau memarahinya, ia Cuma menghela nafas dan melanjutkan memotong sayuran.

=SkipSkipSkipSkipSkipSkip=

"Aaah~ kenyang~ Masakan Silver gak ada tandingannya eyy!" Gold memegang perutnya yang sudah mulai buncit itu sambil ketawa-ketiwi sendiri, Silver seperti biasa memasang wajah datar dan mencuci piring bekas makanan tadi, sedangkan Gold hanya santai-santai nonton V*c**oid di TV dan kadang niru gerakan M*ku yang membuat Silver makin Sweatdrop.

"Matikan TV nya Gold, sudah saatnya tidur" Silver melepaskan celemeknya dan ikat rambutnya yang dibalas 'eeeh?' oleh Gold, dengan berat hati meninggalkan 1 episode anime itu Gold mematikannya TV tersebut. Silver menatap Gold dan tersenyum sedikit, benar-benar seperti anak anjing pikirnya.

Belum Silver masuk kamar Gold menarik tangan Silver dan mencium keningnya, "Good night, Silver" Kata Gold dengan senyuman lembutnya, Silver hanya terdiam dengan wajah merah, tapi pada akhirnya ia membalas perkataan Gold.

"… Good Night…"

.

.

"Hoam…"

Silver menggeliat di atas kasurnya, dengan malas ia membuka matanya perlahan untuk melihat angka di jam wekernya.

05.30 P.M

Masih terlalu pagi untuk bangun pikirnya, ia pun kembali menutup badannya dengan selimut kesayangannya itu dan kembali menutup matanya.

Gyuuuuut~

Kok rasanya nostalgia ya? Jangan-jangan….

"GYAAAAAAAA!"

Seperti kemarin dan kemarin dan kemarinnya, Gold memakan sarapannya dengan benjol 2 kali lipat lebih besar daripada dulu, ia masih saja mewek-mewek kalau Silver itu jahat, kejam, tak berperasaan, dan tidak berperikemanusiaan. Dan seperti kemarin dan kemarin dan kemarinnya Silver tetap Stay cool and drink his tea, ia pun menatap jam tangannya.

07.00 P.M

Oh ya, hari ini aku piket gumam Silver, ia pun berhenti meminum tehnya dan mengambil tasnya. "Aku pergi dulu, jaga rumah jangan sampai berantakan atau kau tidak dapat makan malam" pesan Silver yang tidak pernah berganti untuk setiap harinya dan tentu saja itu membuat Gold bosan dengan kata-katanya. Setelah merasa Silver sudah jauh dari apertemen, ia mengambil 'sesuatu' kayak Sy*hr*ni artis Indonesia dari dalam tasnya.

"Fufufufufu~ Kau akan kaget Silver~"

=SkipSkipSkipSkipSkip=

"Silver~"

Merasa dipanggil, Silver membalikkan tubuhnya dan langsung dipeluk orang yang memanggilnya tadi. "Blue? Selamat pagi" Sapa Silver dengan senyuman manisnya yang bisa membuat para laki-laki tepar semua.

"Pagi juga~ eh eh! Gimana kabar Gold dirumah?" Goda Blue yang tentu saja membuat Silver tidak suka kalau ditanya seperti itu.

"D-dia baik-baik saja kok, tetap ceria seperti biasa" Jawab Silver yang berusaha Stay cool seperti biasa, tapi itu malah membuat Blue makin ingin menggodanya.

"Ee~h? Ternyata Silver perhatian juga dengannya ya~?"

Silver tidak bisa berkata apa-apa lagi, susah kalau bicara dengan Blue kalau topiknya seperti ini, dasar fujoshi tingkat akut pikir Silver. "Blue, ini sudah jam 07.30… bukannya kau dikelas 3?" kata Silver berusaha mengubah topic pembicaraan kali ini, ia memang paling tidak suka kalau Blue sudah membicarakan 'Green' atau 'Gold'.

"Oh iya! Sudah ya Silver, jam istirahat nanti kita lanjutkan~" Blue langsung hilang kayak ninja, datang tak dijemput pulang tak diantar, ckckck…

Beberapa saat diwaktu Blue hilang, guru di kelas Silver tiba-tiba datang "Baiklah semuanya, silahkan duduk di tempat masing-masing" Semua murid yang tadi kesana-kemari kayak Ayu Ti**T*ng artis Indonesia langsung saja ke bangku mereka masing-masing karena tumben banget guru mereka ini datang cepat.

"Perhatian semuanya, hari ini kita kedatangan murid baru" Baru 1 kalimat itu dilontarkan sang guru para murid-murid disana langsung ribut sendiri, bahkan banyak yang berebutan bertanya.

"laki-laki atau perempuan, sensei?"

"Laki-laki" jawab guru itu singkat dan pasti sajalah para cewek heboh langsung.

"Keren ngga, sensei?" Tanya salah satu siswi di sana dengan semangat.

"Mmm… Itu… Kalian akan tau nanti…" Jawab gurunya itu yang tiba-tiba gugup sendiri, tanpa ba bi bu guru itu memanggil murid baru tersebut.

"Silahkan masuk"

"Terima kasih, sensei"

Eh? Suara itu… pikir Silver, keringatnya langsung keluar dengan deras saat melihat laki-laki berabut hitam kecoklatan didepan kelasnya. Mata Silver sekarang benar-benar terbuka dan mulutnya juga terbuka lebar.

"Salam kenal semuanya, namaku Gold"

To Be Continued

HALO SEMUANYA! Akato-chan balik lagi dari hiatus yang sangaaaaat lamaaa~ Maaf ya kalau updatenya lama banget, maklum saya sudah kelas 3 SMP jadi mau UN TT_TT

Dan perlu diketahui… SAYA BUAT PENPIK INI CUMA 1 HARI LHO! HAHAHAHAHA! *diceburin ke laut atlantik* dan juga saya buat penpik ini padahal 1 minggu lagi UN -3-

Baiklah! Atas saran IllushaCerbeastsaya akan membalas review anda sekalian dengan berbahagia~ *?*

Balasan review dari Chapter 5

sasutennaru:Hehehehe…. Ruby nya disini masih rada-rada bego ya? *ditendang Ruby*

Waah~ ternyata anda pervert juga ya~ setuju dengan usul saya rated M~ *kan elo yang minta saran?*

Thanks for your review!

GummieRobot1698: Gak usah numpang, tinggal juga boleh kok~ *ganyambung*

Hehehe… Makacihh~ Tapi ceritanya yang keren ya? Bukan authornya? *ngarep*

Maaf kalau saya Cuma bisa membuat kurang dari 3000 words… soalnya gak ada ide lageee~ TT_TT

Nih sudah update! Thanks for your review!

IllushaCerbeast: Ooh~ ganti penname ya? Pantas gak kenal~ hahahaha~

Soal fanfic Love War saya pernah mengreview kan? Tapi karena saya gak boleh buka laptop sekarang jadi lupa mengreview untuk kedua kalinya, tapi karena saya dibolehin sekarang mungkin kalau sempat saya review!

Makasihh~ kok banyak yang bilang fanfic saya seru ya? Emang nya seru? *baca balik*

Maaf ya kalo banyak MissTypo, soalnya saya ini betulan MALAS baca 2 kali nieh fanfic, beneran lho! Saya beneran males banget baca balik, jadi maklumi saja kalo banyak misstypo -3-

Nih sudah balas review-review anda sekalian! Makasih atas sarannya!

Thanks for your review!

AquaRing: Ye! Ye! Ye! *nebar bunga dan duit tabungan author* NOOOO! Duitkuuuu! *PLAK!*

Hehehehe~ Ayo beri semangat lagi doong~ *dilempar ke got*

Dan saya minta maaf ya, saya ngga bisa masukin TensaiShipping soalnya saya sudah ingin membuat pairing Ruby dengan yang lain disini~ *tebak siapa? Bukan Silver lho~* Sekali lagi saya minta maaf ya!

Yeee! Ada yang bilang keren lagi fanfic saya~

Thanks for your review!

The End (?)

Dimohon jangan mempercayai kata diatas

Untuk yang terakhir, para hadirin sekalian yang berada disini (?) kalian boleh request kok! Asalkan request nya sesuai dengan jalan pikir saya ya~?

R

E

V

I

E

W

Please~?