Spying You

Rated: T

Genre: Friendship, Romance

Cast: -Hyogo Kanbayashi

- Jin Sanada

- Shinji Shimamoto

"Aku tidak akan memilihkan jalan untukmu, tapi aku akan membuatmu pergi ke jalan yang kau tuju"

"Tidakkah kau senang kalau sudah menyelamatkan seseorang?" tanya Sanada sama seperti dulu. Kali ini, Kanbayashi mengangguk lagi. Kafe Philipina itu ramai dengan bahasa Tagalog. Di sebuah meja di ujung yang jauh dari pintu masuk, Sanada dan Kanbayashi duduk bersantai. Di dekat pintu masuk, Shimamoto merapatkan jaketnya dan menutup wajahnya dengan topi. Di hadapannya kosong. Ia memang selalu ke sini hampir setiap minggu, hanya untuk memata-matai Sanada. Tiap minggu Sanada memang pergi ke sini bersama komandan pangkalan. Pelayan-pelayan di kafe itu berbicara dengan bahasa Tagalog. Tapi Shimamoto sudah lumayan menguasai bahasa Tagalog. Setidaknya ia bersyukur ayahnya sering pergi ke seluruh belahan dunia.

"Kau yakin ingin tinggal di rumah dinas saja?" tanya Sanada. Kanbayashi mengangguk mantap. Dasar anak polos. Nanti kalau kau dikerjai Sanada aku gak mau tahu, gumam Shimamoto dalam hati. Sanada mengaduk kopinya sambil menatap Kanbayashi. Cih, jangan-jangan dia terhipnotis oleh Kanbayashi? Dasar senior banyak maunya, pikir Shimamoto. "Kan, kau bisa tinggal bersama pacarmu itu, nanti dia sedih, lho" kata Sanada masih dengan poker face nya. Dasar jomblo ngenes, gak tau apa kalau juniornya lagi galau gitu? Gerutu Shimamoto dalam hati. Kanbayashi berpikir sebentar, lalu berbicara. Tapi Shimamoto tidak bisa mendengarnya, karena pendengarannya tidak sampai dan tempat itu terlalu ribut. Tapi khusus untuk suara Sanada, ia bisa mendengarnya dengan sangat jelas. Tiba-tiba Kanbayashi berdiri, meletakkan uang di meja, dan pergi. Sanada mengambil uang itu dan membayar pesanannya juga. Lalu, Sanada berjalan ke arah pintu. Tapi, tepat di depan pintu Sanada berhenti. Shimamoto langsung berimprovisasi menjadi orang lain. Ia mengutak-atik teleponnya sambil menunduk dan makan dengan lahap. Tiba-tiba Sanada duduk di hadapannya. Shimamoto sangat terkejut, tapi ia tetap menunduk. "Sepertinya kau kena anemia, makanmu sangat lahap" kata Sanada sambil tersenyum. Tangan Sanada meraba-raba bawah meja dan berusaha mencari sesuatu. Dan akhirnya ia mendapatkan yang ia cari, telepon yang sedari tadi membuat Shimamoto menunduk. Tapi Shimamoto tetap menunduk. "Hey, Shinji. Kalau kena anemia keluar saja dari Tokkyu" goda Sanada dengan senyum jahilnya. Shimamoto terkesiap, "apa maksudmu, Jin-senpai? Dasar senpai gak tahu diuntung!" jerit Shimamoto blak-blakan. Akhirnya penyamarannya terbongkar. "Mematai-matai senpai sendiri setiap minggu itu bukan hal yang baik" kata Sanada sambil memainkan telepon Shimamoto. "hm, pesan dari Igarashi tadi malam ya?" tanya Sanada. Shimamoto merebut teleponnya. Wajahnya memerah karena malu. Ia malu karena Sanada tahu kalau ia mematai-matai Sanada tiap minggu. "Eh? Bukan maksudku, Shinji" kata Sanada saat melihat wajah Shimamoto yang memerah. "Harusnya kau malu! Kau pasti mengerjai Kanbayashi, kan? Siapa lagi korbanmu, Jin? Jawab aku!" jerit Shimamoto. Sanada menatap Shimamoto bingung. Sanada menunduk. "Kau ragu?" tanya Sanada. Shimamoto menggeleng ragu. "Kau ragu, Shinji. Hanya kau yang selalu jadi korbanku" kata Sanada sambil mengangkat kepalanya dan tersenyum. Entah kenapa, Shimamoto merasa tenang. Ia membalas senyum Sanada, dengan senyum terbaiknya.