Title : Between Memories and Romance

Cast : Heechul, Eunhyuk, Jungsoo

OFC : Eoreum

Genre : Romance

Warning : Typo, Alur gaje, Chapter segudang

Disclaimer : The cast aren't mine.. I'm just fans, their parents and theirselves own them.. ^^

"Aahh.. adonan ku..!" Eoreum buru-buru mengambil tempat adonan yang terjatuh. Adonannya tumpah setengah. Dan menyebar kemana-mana termasuk baju Eoreum dan Heechul. Waktu itu Ahjumma sudah ke ruang makan untuk meletakkan makan siang.

"Aishh.. Jinjja.. Bajuku.. Padahal ini baju kesayanganku.. Kau ini.. Kalau buat yang beginian hati-hati dong!" Heechul yang dari awal tidak menyukai Eoreum bukannya meminta maaf, ia malah menyalahkan Eoreum. Tapi, Eoreum diam saja. Ia sibuk menyalin adonan yang tersisa dan buru-buru memanggangnya. Kalau terlalu lama diluar, Browniesnya bisa gagal. Dengan susah payah Eoreum menahan tangis dan membersihkan adonan yang tumpah. Ia tidak tahan kalau melihat sesuatu yang dibuatnya dengan susah payah terbuang begitu saja.

"Aisshh.." Heechul yang tidak mendapat respon dari Eoreum lalu pergi sambil menggerutu.

Eoreum masih belum selesai membersihkan dapur saat Ahjumma datang bersama Eunhyuk yang membantunya menata meja makan. Mereka berdua terkejut melihat pemandangan di depan mereka, dan langsung membantu Eoreum.

"Waeyo? Kenapa berantakan begini?" Tanya Ahjumma.

"Aniyo.. Aku cuma kurang berhati-hati Ahjumma.." jawab Eoreum masih sambil menunduk menahan tangis, tapi sepertinya ia tidak berhasil menahan setetes air matanya. Eoreum cepat-cepat menghapusnya, agar tidak ketahuan menangis. Sayangnya, Eunhyuk melihatnya.

"Kau menangis Eoreum ssi? Gwaenchanayo?" Tanya Eunhyuk mengagetkan Eoreum.

"A..Ani.. Aku tidak menangis..Aku tidak apa-apa.." Dia mengelak dan mengembangkan senyumnya. Tapi senyum itu terlihat terpaksa. Namun, tiba-tiba perasaannya sedikit tenang.. Yang seperti ini memang sifat seorang yeoja.. Mungkin, ini karena merasa diperhatikan. ^^

"Mm.. Arasseo.." Eunhyuk tidak bertanya lagi, sepertinya Eoreum memang tidak ingin membahasnya.

Setelah 15 menit mereka berhasil membereskan semuanya.

"Gomawoyo, Ahjumma, Eunhyuk ssi.." setelah berkata seperti itu, Eoreum merasa janggal dengan sebutan "ssi". Dia jarang sekali menggunakan sebutan itu.

"Ne.." kata mereka bersamaan, "Itu bukan apa-apa.." tambah Eunhyuk.

Eunhyuk baru akan pergi mengikuti Ahjumma yang membawa Brownies Eoreum ke ruang makan, saat Eoreum memanggilnya.

"Eunhyuk ssi.."

"Ye? Ada apa?"

"Sebenarnya umurmu berapa?"

"Ah, 25.. Waeyo?" jawab Eunhyuk sedikit bingung.

"Aniyo.. Hanya merasa janggal dengan sebutan 'ssi', kalau 'Eunhyuk oppa' boleh kan?" Tanya Eoreum lagi.

"Ne.. Tentu saja boleh" Jawab Eunhyuk sambil tersenyum.

Sepertinya, mereka sudah mulai tidak "Awkward" lagi. Dan hanya butuh sedikit waktu untuk beradaptasi. Tapi, sepertinya berbeda dalam hal Eoreum dan Heechul. Sekarang saja mereka saling tidak menyukai, bagaimana bisa beradaptasi..

Keesokan harinya, setelah hari yang penuh konflik kemarin...

"Paagii!" sapa Eoreum saat ke ruang makan untuk sarapan.

"Ne, Pagi Eoreum.." sahut Ahjusshi, Ahjumma, dan juga Eunhyuk. Kalau Heechul? Tentu saja buang muka.

"Huh, dasar.." gumam Eoreum saat melewati Heechul untuk ke tempat duduknya.

Untung saja Eoreum duduk disamping Ahjumma dan di depan Eunhyuk. Kalau sempat dia duduk berdekatan dengan Heechul, pasti selera makannya hilang.

"Wah.. pancake..Hmm.. rasa strawberry kesukaanku.." Kata Eoreum sambil tersenyum-senyum sendiri. "Siapa yang buat?"

"Heechul hyung yang buat.." jawab Eunhyuk. Heechul kaget mendengarnya, karena dia tidak merasa membuatnya. Ia bersiap untuk membantah, tapi..

"Benarkah? Ternyata kau bisa masak juga ya?" kata Eoreum spontan sambil tersenyum kecil, membuat Heechul tiba-tiba terdiam. Sepertinya mood Eoreum pagi ini sedang bagus. Tingkah Heechul setelah itu, membuat Eunhyuk tersenyum geli. Sebenarnya dia yang membuat Pancake itu, dia hanya ingin mendamaikan Eoreum dan Heechul.

Hari ini, Eoreum berniat mencari pekerjaan. Jadi, dia ingin meminjam mobil Ahjusshi.

"Ahjusshi.. Boleh tidak aku pinjam mobilnya?"

"Tidak baik yeoja mengendarai mobil sendirian, biar Heechul yang mengantarmu" larang Ahjusshi.

Eoreum sih, tidak keberatan. Asalkan dia bisa dapat pekerjaan.

"Biar Eunhyuk saja Ahjusshi.. Dia kan sedang tidak bekerja.." ternyata Heechul masih belum mau berbaikan dengan Eoreum. Lalu, Ahjusshi menyuruh Eunhyuk. Seperti yang telah diperkirakan, Eunhyuk mau-mau saja.

"Ne, Ahjusshi.. Aku juga sedang malas di rumah.." Lalu Eunhyuk mengambil kunci mobilnya. "Eoreum ah, Kajja.."

"Ne.." Eoreum lalu mengikuti Eunhyuk menuju mobilnya.

Sementara itu, ternyata Heechul melihat mereka dari beranda kamarnya. Sebenarnya, Heechul ingin berbaikan dengan Eoreum, tapi sepertinya niatnya itu terhalang oleh gengsi nya yang tinggi.

"Jadi kau mau kemana dulu, Eoreum?"

"Hmm.. Perusahaan ini sedang cari sekretaris, jadi kita ke alamat ini saja dulu.." Eoreum menunjuk sebuah iklan di Koran yang baru dibelinya. Eunhyuk membaca alamat itu.

"Ahh, kalau begitu kita sudah kelewatan.." Kata Eunhyuk sambil memutar balik mobilnya. Eoreum sendiri baru menyadarinya, soalnya dari tadi dia asyik membaca iklan di Koran.

"Mianhaeyo,oppa.." Eoreum mengeluarkan Aegyo nya.

"Dasar kau ini.. gWaenchanayo.." Eunhyuk mengacak-ngacak rambut Eoreum, membuatnya terdiam, "Ah, Mianhae.." Eunhyuk langsung menyingkirkan tangannya karena melihat reaksi Eoreum.

"N..Ne.." Eoreum kembali menyibukkan diri dengan korannya, untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah. Koran-korannya berserakan karena dia tidak bisa konsentrasi.

"Ah.." Eoreum merapikan korannya lagi dengan terburu-buru.. Kreek! "Mwo? Kok bisa robek siih.." Eoreum panik.

Duk! "Aduuh.." Kepala Eoreum terantuk Dashboard saat mengambil Koran yang jatuh ke bawah. Eoreum mengelus-ngelus kepalanya. Eunhyuk yang melihatnya malah cekikikan.

"Neo.. Waeyo?" Tanya Eunhyuk yang masih cekikikan sendiri.

"Oppa.. Kok malah ketawa sih.. Bukannya nolongin.." Kata Eoreum cemberut.

"Daripada cemberut begitu.. Lebih baik turun, kita sudah sampai nih.."

Eoreum menurut dan pergi ke dalam sebuah kantor, "Jamkanman.. Aku segera kembali.."

Sambil menunggu Eoreum, Eunhyuk memainkan I-Phonenya. Tapi belum lama, dia sudah bosan. Jadi, Ia pergi ke sebuah toko didekat sana. Ia keluar dengan 2 botol minuman. Pada saat bersamaan Eoreum keluar.

"Bagaimana?" Tanya Eunhyuk, yang dijawab dengan gelengan.

"Mereka baru saja merekrut orang untuk jadi sekretaris mereka.. Aku telat selangkah.." Eoreum lemas.

"Ya.. Kau pikir pekerjaan di Seoul ini Cuma satu? Kajja, kita cari lagi.. Sepertinya disekitar sini ada banyak.." kata Eunhyuk sambil memberi Eoreum sebotol susu strawberry yang dibelinya tadi.

"Hmm? Oppa, kau tahu aku suka strawberry?"

"Tentu saja.. Kan kau sendiri yang mengatakannya tadi waktu sarapan.."

"Oppa ingat ya.. Aku saja sudah lupa.." Eoreum lalu mengikuti Eunhyuk yang sudah jalan duluan. Mereka masih ingin mencari disini, jadi tidak pakai mobil.

"Oppa.. Aku sudah lelah.. Tidak ada yang mau menerimaku.. Kita pulang saja.." Eoreum sudah menyerah setelah mencari selama 3 jam tanpa hasil. "Besok aku cari sendiri saja.. Aku terlalu merepotkanmu"

"Aniyo.. Besok kita cari lagi sama-sama.. Geurae, Kajja.."

Eoreum mengikuti Eunhyuk kembali ke mobil.

"Oppa, mau aku gantikan, bawa mobilnya?"

"Aniyo.. Aku saja.."

Saat sudah setengah perjalanan… Kruyuuk.. Oops, perut siapa tuh yang bunyi?

"Eoreum, Eoreum, kau lapar ya.. kenapa tidak bilang.. Di dekat sini ada bakery, mau kubelikan?"

"Hhehehe.. Mianhaeyo, oppa.. Aku benar-benar merepotkanmu.."

Eunhyuk memarkir mobilnya didepan sebuah Bakery..

"Tunggu sebentar ya.." Eunhyuk lalu turun dan pergi membeli beberapa buah roti. Saat itu tiba-tiba ia teringat sesuatu, dan setelah membayar dia buru-buru kembali ke mobil. Sepertinya dia mengingat sesuatu yang penting, dan harus diberitahukan pada Eoreum. Tapi di mobil..

"Jeongmal Jinjjayo.. Baru ditinggal sebentar saja kau sudah tertidur Eoreum.." Eunhyuk bicara sendiri, dan mengeluarkan HP nya. "Ini hukuman karena membiarkanku membeli roti, padahal pada akhirnya tidak ada yang memakan.." kata Eunhyuk lalu memotret Eoreum yang sedang tidur itu.

"Selesai.." Katanya puas setelah berhasil memotret Eoreum. "Sekarang, saatnya pulang.."

"Ya.. Eoreum ah.. Kita sudah sampai.. Cepat bangun.." Eunhyuk berusaha membangunkan Eoreum.

"Letakkan saja di.. meja.."

"Aishh.. Kau ini sedang mimpi apa sih.. Sampai mengigau segala.."Eunhyuk akhirnya menyerah."Hmph.. Apa boleh buat.." Ia akhirnya memutuskan untuk mengangkat Eoreum ke dalam rumah.

"Omo.. Itu Eoreum kenapa?" Tanya Ahjumma saat Eunhyuk masuk ke rumah sambil mengangkat Eoreum.

"Dia tertidur karena kelelahan Ahjumma.. Bisa tolong bukakan pintu kamar Eoreum Ahjumma?"

"Ah.. Ne.." kata Ahjumma, dan segera membuka pintu kamar Eoreum. Eunhyuk membawa Eoreum ke tampat tidurnya.

"Aahh.. ternyata lumayan berat juga.. Oiya, tolong bangunkan dia ya, Ahjumma.. Dia belum makan dari tadi.."

"Ne.. Kau juga makan sana.."

"Hmm.. Ini nanti berikan pada Eoreum ya, Ahjumma.. Sebenarnya, roti ini untuknya.. Tapi dia sudah keburu tidur.." Eunhyuk memberikan bungkusan roti itu pada Ahjumma. Lalu, dia pergi ke ruang makan.

Dan dimulailah perjuangan Ahjumma untuk membangunkan Eoreum, karena sekali tertidur dia susah dibangunkan. Kecuali, kalau dia yang bangun sendiri.

"Akhirnya, Si Putri Tidur bangun juga.." Kata Eunhyuk saat Eoreum ke ruang makan. Semuanya sudah berkumpul disana, dan Eoreum yang paling terakhir datang.

"Habisnya… Aku lapar.."

"Ya jelas laparlah..Ini kan sudah waktunya makan malam.. Dan kau belum makan dari tadi siang.. Ahjumma sudah berkali-kali membangunkanmu, tapi kau tetap tidur.." Tambah Eunhyuk lagi.

"Huh, Oppa.. Kau ini menyalahkanku terus.." Eoreum menggembungkan pipinya, pertanda kesal. Sementara itu, Eunhyuk tertawa senang melihat kekesalannya. Ahjusshi dan Ahjumma juga senyum-senyum sendiri melihat Eoreum.

Sementara itu, ada seseorang yang merasa terganggu dengan pemandangan itu.

"Aissh.. Sepertinya aku dianggap tidak ada disini.." Bisik Heechul dalam hati.

"Heechul ah! Kalau melamun, bisa kesurupan lho.. Hhihi.." celetuk Eoreum saat melewati Heechul yang daritadi memang diam saja.

"Mwo? Siapa yang melamun, lagipula siapa yang mengizinkanmu menggunakan banmal! Aku ini lebih tua darimu tau!"

"Memang.. Tapi sikapmu tidak sesuai umurmu.. Merong.." Balas Eoreum sambil menjulurkan lidahnya. Ia pergi ke tempat duduknya sambil tertawa kecil.

"Aishhh.." Heechul semakin kesal. Sepertinya dia tidak menyadari kalau Eoreum hanya berusaha mengajaknya bicara. Sebenarnya dalam hati dia sedikit senang juga, ternyata dia masih dianggap "ada" disana.

Selesai makan malam

Eoreum dan Heechul membereskan meja makan dan membawa piring-piring ke dapur. Hari ini giliran mereka mencuci piring. Selama itu mereka hening saja. Mereka melakukan tugas masing-masing, Eoreum mencuci, dan Heechul yang mengelap piringnya. Heechul tiba-tiba teringat pesan Eunhyuk tadi, sebenarnya dia malas menyampaikannya pada Eoreum. Tapi, apah boleh buat.

"Ya.. Eunhyuk bilang Bakerynya butuh penjaga kasir.. Dia bilang nanti jangan tidur dulu, tunggu sampai dia pulang dari belanja"

"Mwo? Jinjja? Yey, Akhirnya.." Karena terlalu senang, Eoreum tidak menyadari kalau… Prang!

"Kyaa..! Piringnya!" Teriak Eoreum panik, dan cepat-cepat membereskan pecahan piring.

"Mwo ya? I yeoja.." Heechul lalu membantu Eoreum. "Ahh!" Jari Heechul tersayat pecahan piring.

"Omo.. Eotteokhae..? Jamkanman.." Eoreum makin panik dan mencari plester di kotak P3K dapur. Setelah itu langsung kembali ke tempat Heechul lagi.

"Mianhaeyo, oppa... Ini salahku.." Katanya sambil memasangkan plester ke jari Heechul.

"Oppa?" Pikir Heechul kaget.

..TBC..

Maaf kalau cerita sama bahasa nya kurang menarik.. Ini fanfict pertama soalnya..

Chapter selanjutnya 3 hari lagi ya.. tgl 3 okt 2011..

Ditunggu ya.. Gomawoyo..^^