Randz mencoba untuk bikin… drabble?


Diamlah

Rated: T

Disclaimer: Naruto©Masashi Kishimoto

Pair: NaruKushi

Warning: Gaje, abal-abal, Incest dan sayangnya… No lemon.. ==a

Please enjoy yourself~


"Darimana saja kau, Naruto Uzumaki!" Naruto mengerang setelah memasuki rumah dan langsung di terpa oleh omelan ibunya. Dirinya lelah dan ingin tidur karena baru saja membereskan beberapa anak berandalan yang ada di sekitar masyarakat.

"Habis-" baru saja Naruto akan menjelaskan sudah terpotong oleh omoelan Kushina.

"Ini jam berapa! Baru aja SMA udah kelayapan kayak gini, gimana kamu udah gede nak!" Kushina semakin menjadi-jadi dan membuat Naruto mengerang karena tubuhnya tak sanggup lagi menahan stress yang di rasakan.

"Di sekitar komplek banyak berandala Kaa-" belum lagi Naruto mengemukakan alasannya lagi-lagi terpotong oleh Kushina.

"Oh, jadi sekarang udah jadi pembersih komplek gitu? Kamu itu masih kecil, baru juga beranjak dewasa. Kaa-san memang tidak meragukanmu dalam menjaga diri karena kamu itu sabuk hitam dalam karate. tapi kamu harusnya malam-malam gini itu tidur! Bukan keluyuran sambil ngebersihin sampah masyarakat! Kau mau jadi tukang sampah!" Kushina mengamuk lagi setelah mengetahui alasan mengapa anak semata wayangnya yang sangat di cintainya dari hasil perkawinan dengan mantan suaminya itu keluyuran malam-malam. Walaupun dia sudah sabuk hitam di karate, tetapi naluri keibuan dan kekhawatiran Kushina tetap lebih besar dari fakta itu. Bayangkan, seorang diri melawan gerombolan berandal.. siapa yang tidak ngeri? Belum lagi jika mereka membawa senjata tajam yang bisa melukai Naruto. Aaargghh!

"Kaa-san.." Naruto mulai berbicara lagi, tetapi tetap di potong oleh Kushina.

"Apa? Kamu masih mau melawan Kaa-san? Bukannya Kaa-sa-" Naruto yang sudah lelah dan letih dan tentu saja ingin tidur melakukan hal yang tidak sewajarnya di lakukan. Entah karena memperhatikan bibir Kushina yang sedang berbicara lalu di respon oleh otaknya yang setengah tidak sadar di tambah oleh hormone anak muda yang sedang ganas-ganasnya. Naruto mencium Kaa-sannya tepat di bibir.

"Chu~"

Ciuman itu singkat dan terkesan polos tetapi sukses membuat tak sepatah katapun keluar dari mulut Kushina yang sedang terdiam karena syok dengan mata terbelalak lebar.

"Kalau mau marahin besok lagi aja. Sekarang Naru udah cape dan mungkin besok saat Kaa-san sedang marah-marah lagi bisa Naru diemin pake mulut Naru~ Oyasumi Kaa-san~" Naruto beranjak dari depan pintu kamarnya menaiki tangga tempat dimana kamarnya berada.

1..

2..

3..

"NARUTO!" Teriakan Kushina yang sudah tersadar atas apa yang telah di lakukan anaknya membuat Naruto turun lagi ke bawah dengan muka kesal dan kusut.

"Diamlah! Atau ku tutup lagi mulutmu dengan mulutku!"

Dan sepertinya ini berhasil membuat Kushina diam dengan semburat merah di pipinya.


Gaje? Tentu saja.. semua kritik, saran, pujian serta amukan Randz terima di sini. Feel free to review~

II

II

V