DISCLAIMER: Ojamajo Doremi (c) Toei Animation, 1999-2004. Tidak ada keuntungan komersial sepeserpun yang saya dapatkan dari fic ini.

Catatan Author: Yak! Inilah dia fic terbaru dari OLS (Ojamajo's Life Series), dan kali ini, saya akan menceritakan tentang Aiko.

Summary: Fic ketiga dari 'Ojamajo's Life Series'. Apa sajakah yang terjadi dalam kehidupan Aiko selama ini? Mulai dari pengalaman masa kecilnya, pertemuannya dengan para ojamajo lainnya, sampai semua yang terjadi setelah kedua orangtuanya akur kembali? Semua akan tercantum disini.


Aiko's Life

.

Chapter 1 – My Precious Harmonica


Di sebuah jalan di kota Osaka...

"..."

Seorang gadis kecil menghentikan langkahnya saat ia sedang berjalan-jalan bersama kedua orangtuanya. Pandangan matanya tertuju kepada seorang anak laki-laki yang sedang berjalan melewatinya sambil meniup sebuah harmonika yang dipegangnya.

'Eh, suara alat musik itu bagus sekali...' pikirnya, 'Tapi... harganya pasti mahal. Kalau aku minta okaachan dan otouchan untuk membelinya, aku takut kalau uang mereka tidak cukup...'

Sang ayah dari gadis itu memperhatikan gerak-gerik anaknya yang kelihatannya tertarik untuk memiliki sebuah harmonika. Ia bertanya kepada anaknya itu, "Aiko, kau mau harmonika?"

"Ah, tidak. Aku hanya ingin melihatnya," jawabnya.

"Otouchan tahu kalau kau berbohong. Ayo, kita ke toko yang menjualnya. Otouchan bisa membelikannya untukmu."

Keluarga kecil itu lalu berjalan menuju sebuah toko yang menjual berbagai macam harmonika. Akhirnya gadis kecil berambut biru itupun tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau sebenarnya ia memang ingin sekali dibelikan sebuah harmonika.

Kedua mata biru gadis itu memandangi semua jenis harmonika yang ada disana, sampai pada akhirnya, pandangannya terhenti kepada sebuah harmonika kecil berwarna perak, "Aku mau yang ini. Modelnya lucu sekali."

Tapi kemudian, ayah dan ibu dari gadis itu malah bertengkar. Mereka berebut ingin membayar harmonika itu.

'Duh, kenapa sih?' pikir Aiko, 'Akhir-akhir ini, kenapa otouchan dan okaachan sering bertengkar seperti ini? Apa mereka tidak bosan ribut seperti ini? Ini kan tempat umum. Kalau begitu...'

"Ah, lebih baik beli harmonikanya tidak usah jadi saja!" keluhnya, yang akhirnya membuat kedua orangtuanya berhenti bertengkar, "Habis... otouchan dan okaachan malah bertengkar."

"Aiko..."

Pada akhirnya, kedua orangtua Aiko memutuskan untuk membayar harmonika itu bersama-sama.

'Syukurlah...' pikir Aiko, 'Aku tidak tahu lagi bagaimana jadinya kalau mereka terus bertengkar seperti tadi...'

Memang sudah beberapa bulan ini kedua orangtua Aiko sering bertengkar. Mereka bertengkar karena ayah Aiko tidak setuju istrinya bekerja sebagai perawat di sebuah panti jompo, dengan alasan karena pekerjaannya itu sang istri lebih memperhatikan para penghuni panti jompo dibandingkan keluarganya sendiri. Bahkan, istrinya itu sempat keguguran ketika mengandung calon adik dari Aiko.

Sudah berulangkali pria itu membujuk istrinya agar berhenti dari pekerjaannya tersebut, namun sang istri tetap menolaknya. Bagaimanapun, wanita itu tetap mencintai pekerjaannya itu. Keputusannya untuk bekerja di panti jompo juga bukan tanpa alasan. Ia melakukannya sebagai tanda penyesalan atas apa yang dilakukannya dulu kepada mendiang ibunya sendiri, yang juga nenek dari Aiko.

Sebelum Aiko lahir, hubungan antara kedua orangtuanya memang tidak disetujui oleh kedua orangtua dari ibu Aiko, karena itulah mereka nekat untuk menikah tanpa restu dari nenek dan kakek Aiko. Setelah mereka menikah, ibu Aiko memang tidak pernah mengunjungi kedua orangtuanya, sampai pada akhirnya nenek Aiko meninggal dunia, dan kakek Aiko menyalahkan ibu Aiko atas kematian istrinya tersebut. Hal inilah yang membuat ibu Aiko memutuskan untuk bekerja di panti jompo.

Aiko belum pernah tahu apa yang menjadi pokok persoalan dari pertengkaran kedua orangtuanya, tapi tetap saja ia merasa sedih melihatnya. Bagaimanapun, seorang anak tidak akan mungkin merasa nyaman melihat kedua orangtuanya bertengkar.

'Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk antara otouchan dengan okaachan...' harap Aiko setiap kali ia melihat kedua orangtuanya bertengkar...

Dan pada akhirnya, ada sesuatu yang terjadi yang membuatnya tidak akan pernah melihat pertengkaran kedua orangtuanya lagi dalam jangka waktu yang cukup lama...

.

To Be Continued

.


Catatan Author: Ya, inilah chapter pertama dari fic ini. ^^

Bagi yang belum tahu, cerita di fic ini juga ada di Ojamajo Doremi season 1 episode 23. Disini, saya juga menambahkan sedikit dengan apa yang saya tonton disepanjang serinya (yang pasti yang ada hubungannya dengan episode yang saya sebutkan :D).

Chapter selanjutnya akan terasa sedih dan mengharukan. Yang pasti masih menceritakan tentang Aiko. Terus ikuti ya?