Title: Broken

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 1 / ?

Main Cast:

Kim Kibum

Choi Siwon

Kim Heechul

Tan Hangeng

Rated: T.

Genre: Angst, M-Preg.

Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Don't Like Don't Read.

Summary: No Summary, Happy Reading.!

*** Broken ***

Kibum Pov…

Kenapa? Kenapa semua jadi seperti sekarang. Kenapa? Kenapa kalian tega melakukan ini semua padaku. Apa salahku pada kalian semua. Kenapa kalian tega membuat perasaanku hancur berkeping-keping seperti ini. Aku sungguh mencintai Siwon hyung dari lubuk hatiku yang paling dalam. Dan aku tahu Siwon hyung pun mencintaiku layaknya aku yang sangat mencintainya.

Tapi semua ini hancur sudah saat tiga minggu yang lalu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Siwon hyung menghiatatiku dengan namja lain. Namja yang sangat aku kenal bahkan aku hormati, Kim Heechul hyung tiriku. Tega sekali kalian berdua menyakitiku yang dengan tulus mencintai kalian. Kurang apa lagi rasa cintaku ini pada kalian berdua. Teganya kalian membalas semua rasa cintaku itu dengan goresan luka yang sangat dalam dan membekas didalam dadaku ini.

Flashback…

Author Pov…

Kibum memandangi layar handphonenya sambil mengerutkan dahinya bingung. Ada sebuah nomor tak di kenalnya yang mengirimkan sebuah pesan agar dia segera datang ke sebuah hotel terkenal di seoul karena di sana dia akan mendapatkan sebuah kejutan manis yang tak akan pernah dia duga sebelumnya. Ingin rasanya Kibum mengabaikan pesan itu tapi sayangnya rasa penasaran akan kejutan itu begitu besar hingga akhirnya di kini telah berdiri di lobi hotel yang tadi tertera di dalam pesan yang di kirimkan oleh seseorang yang bahkan Kibum tak tahu itu siapa dan kini Kibum tampak akan segera beranjak menuju kamar nomor 293, kamar yang lagi-lagi di tunjuk oleh seseorang yang Kibum tak ketahui siapa.

Kibum melangkahkan kakinya dengan hati yang berdebar-debar kencang. Entah kenapa ia merasakan sebuah firasat yang sangat buruk akan segera menerpa kehidupanya sesegera mungkin. Tapi dengan cepat Kibum mengenyahkan semua pikiran-pikiran negatifnya tadi. Kibum berusaha berpikir sepositif apa pun itu. ia terus mencoba meyakinkan dirinya sediri kalau semua perasaan kahawatir dan rasa takutnya tadi hanyalah sebuah perasaan sesaat saja dan tak akan menjadi kenyataan yang berarti besar dalam hidupnya kelak.

Huft… Kibum menghembuskan nafas berat, kini dia tepat berdiri di depan pintu kamar yang bertuliskan nomor 293. Dengan perlahan Kibum menekan bel kamar beberapa kali tapi pintu kamar tak kunjung terbuka. Kibum memicingkan matanya heran. Sekali lagi dia mencoba menyamakan nomor kamar yang terdapat di pesan misterius dengan nomor yang tertera di pintu yang ada di depannya.

"Nomornya sama, tapi kenapa sejak tadi aku menekan bel pintunya nggak dibuka-buka ya" pikir Kibum heran. Kibum pun mencoba menekan bel sekali lagi tapi lagi dan lagi tak ada respon sama sekali. Kibum yang heran mencoba meraih gagang pintu. Tapi baru saja tersentuh pintu di depan Kibum sudah terbuka. Ternyata pintu tadi tak di kunci atau pun tertutup sama sekali.

"Terbuka? Kok ada sih orang yang seceroboh ini nggak menutup pintu kamar hotelnya" kata Kibum heran dan itu semakin membuat Kibum penasaran. Dengan rasa penasaran yang begitu tinggi Kibum pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar hotel tadi. Sebenarnya dia tak enak melakukan hal yang bisa di katakan tak sopan itu. tapi mau bagaimana lagi, rasa penasarannya sudah terlalu besar.

Kibum terus melangkahkan kakinya ke dalam kamar hotel yang tak di kunci tadi tanpa menyadari ada sepasang mata yang menatapnya dari kejauhan. Sesosok orang tadi tersenyum senang saat melihat Kibum yang semakin hilang ke dalam kamar. Entah apa yang sudah di rencanakan sosok tadi, tak ada yang akan tahu untuk saat ini.

"Heechul… Siwon… dan Kibum… kita mulai permainannya. It's show time" kata sosok tadi sambil tertawa pelan lalu segera pergi meninggalkan tempatnya tadi. Sosok itu semakin menjauh saat sosok Kibum terus masuk ke dalam kamar hotel tadi.

Kibum mengernyitkan dahinya saat melihat pemandangan di depannya. Kamar hotel itu terlalu berantakan. Pakaian berserakan dimana-mana dan itu membuat Kibum tambah bingung. Kibum pun masuk semakin dalam hingga kini ia bisa melihat dua sosok yang sangat dia cintai tengah tertidur lelap diatas ranjang di depannya.

"Nggak… ini nggak mungkin…" Kibum mengelengkan kepalanya kuat mengingakri apa yang terpampang jelas di depan matanya saat ini. "Nggak… ini pasti salah… ini pasti ada yang salah… itu bukan wonnie dan chullie hyung 'kan" kata Kibum berusaha meyakinkan dirinya sendiri dengan susah payah. Dia berusaha menyangkal dirinya kalau dua sosok namja yang di cintainya yang sedang berpelukan mesra tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka kecuali sehelai selimut yang menutupi tubuh naked mereka berdua itu adalah Choi Siwon kekasihnya yang sudah selama lima tahun ini berpacaran dengan dirinya secara sembunyi-sembunyi dan juga Kim Heechul hyung tirinya yang sangat dia sayangi bahkan sangat dia hormati.

"Bohongkan… semua ini bohong…" isakkan Kibum pecah. Kakinya melemas hingga kini ia terduduk sambil menatap miris pada kedua namja yang tampak masih terlelap dengan damai di alam mimpi mereka. Tanpa sengaja Kibum menjatuhkan vas bunga saat punggungnya menyender dengan kuat di meja kecil yang ada di belakang tubuhnya. Siwon dan Heechul yang masih tertidur pun segera bangun saat mengengar bunyi vas yang terjatuh.

"Si… Siwon…" ucap Heechul kelu saat mendapati wajahnya dengan wajah Siwon begitu dekat.

"Chullie hyung" ucap Siwon serta dengan Heechul.

Siwon dan Heechul terdiam shock saat melihat diri mereka yang tertidur dalam posisi saling berpelukan dan dalam keadaan naked serta sangat kacau. Rasa shock keduanya segera lenyap sesaat ketika mendengar isakan tagis seseorang. Keduanya pun segera melihat dari mana asal isakan itu berasal. Siwon dan Heechul membelalakan mata mereka saat menemukan sosok Kibum yang terduduk di depan ranjang mereka sambil menangis pilu. Keduanya pun segera sadar dengan kondisi yang terjadi diantara mereka bertiga.

"Kibum… ini… ini… ini semua…" ucap Heechul panik. Dia tahu pasti adik tercintanya itu tengah tersakiti sekarang ini.

"Kibum… aku… aku bisa jelaskan semua ini…" ucap Siwon tak kalah panik. Jujur, dia memang tak tahu apa yang sudah terjadi antara dia dan Heechul semalam hingga sekarang dia berakhir diranjang yang sama dengan Heechul dan dalam keadaan kacau seperti saat ini. Apa lagi kalau di tambah dengan tertangkap basah oleh Kibum namja yang sangat dia cintai dan namja yang telah mengisi hatinya sejak beberapa tahun belakangan ini.

"Nggak… kalian nggak perlu jelasin apa-apa lagi. aku nggak butuh penjelasan dusta kalian itu. aku sudah melihat semuanya. kalian berdua tega sama aku, salah aku apa sampai-sampai kalian tega melakukan ini semua padaku" isak Kibum yang segera beranja berdiri lalu berlari keluar dari kamar hotel tadi meninggalkan Heechul dan Siwon.

"Kibum tunggu…" teriak Siwon yang langsung beranjak dari atas ranjang, memungut pakaiannya dan mengenakannya dengan cepat lalu segera mengejar kepergian Kibum dan meninggalkan Heechul yang ternyata juga mulai terisak di tengah tangisannya. Dia tak tahu harus bagaimana, di bingung harus merasa senang atau sedih.

Dia senang karena ternyata semalam dia bisa melewatkan malam indah dengan Siwon namja yang diam-diam dia cintai walau pun dia tak mengingat semua kejadian semalam tapi dia yakin kalau mereka berdua melakukan semuanya bukan hanya sekedar tidur seranjang saja bila mengingat kini bagian bawah tubuhnya terasa sakit seperti habis terasuki oleh sebuah benda asing.

Tapi di satu sisi dia merasa sedih karena sudah membuat adik tercintanya menangis. Heechul selama ini tahu tentang hubungan diam-diam antara Kibum dan Siwon karena Kibum sering menceritakan semua yang terjadi pada dirinya ke Heechul. Heechul memang iri pada Kibum yang dengan mudah bisa mendapatkan cinta tulus Siwon tapi dia tak berniat sedikit pun merebut Siwon dari Kibum. Karena kabahagiaan Kibum adalah segalanya bagi Heechul. Bahkan demi kebahagian dongsaengnya itu Heechul rela membatalkan perjodohan antara dirinya dan Siwon yang sudah di susun secara matang oleh kedua keluarganya. Tapi sekarang dia malah menyakiti dongsaeng tercintanya itu.

End Flashback…

Kibum Pov…

Aku benci Siwon hyung… aku benci chullie hyung… aku benci appa dan umma… aku benci kalian semua. Kenapa? Kenapa tak ada yang mau mebelaku sedikit pun kini. Kenapa semua berpihak pada chullie hyung. Kenapa umma dan appa terus saja membela-bela chullie hyung. Aku tahu aku ini Cuma anak haram hasil hubungan gelap appa dengan sekertarisnya tapi walau pun begitu aku ini tetap anak kalian. Tak adakah sedikit cinta untukku? Tak adakah rasa iba kalian melihat air mataku yang terus menetes tiap malam hingga kini tak ada lagi setetes pun air mata yang bisa ku keluarkan dari mataku yang sudah sembab ini.

Siwon hyung… kenapa? Kenapa hyung tega melakukan itu semua. Teganya hyung menghancurkan hati dan kepercayaanku pada hyung. Kemana perginya semua janji-janji manis hyung dulu. Bukankah hyung berkata tak akan pernah melukai hatiku sedikit pun, tapi sekarang apa yang terjadi hyung? Hyung membunuh semua rasa cintaku. Aku tak tahu lagi bagaimana rasa cinta itu karena semua rasa cintaku sudah musnah oleh penghianatan hyung dengan chullie hyung.

Aku masih bisa mengingat dengan jelas setiap rasa sakit yang kalian torehkan padaku. Masih terputar dengan jelas kejadian-jadian saat di hotel waktu itu dan juga kejadian-kejadian menyakitkan setelahnya. Aku masih bisa melihat tawa gembira kedua orang tuaku dan kedua orang tuamu hyung saat mereka mendengar pengakuan dari Heechul hyung kalau dirinya tengah mengandung anak hyung seminggu yang lalu. Hancur.! Hatiku hancur saat mendengar semua itu. dengan teganya kalian menari-nari dan tertawa gembira di atas penderitaanku waktu itu. aku masih bisa mnginta dengan jelas senyum bahagia kalian semua saat mengetahui kehamilan itu.

Lalu sekarang ini, lagi dan lagi aku kalian sakiti. Dengan teganya kalian memaksaku untuk terus berdiri disini di samping altar pernikahan kalian yang jelas-jelas akan sangat menghancurkan hatiku. Aku ingin lari, lari sejauh mungkin dari semua kenyataan pahit ini. aku tak mau menjadi salah satu saksi dari pernihakan yang bahkan tak pernah ku inginkan terjadi. Seharusnya aku yang berdiri disana di samping Siwon hyung. Bukan chullie hyung, seharusnya aku yang disana bukan dia.

"Apakah anda Choi Siwon bersedia menerima Kim Heechul sebegai istrimu dalam suka mau pun duka, sehat atau pun sakit, susah atau pun senang, sampai maut memisahkan kalian?" ku pejamkan mataku saat seorang pendeta memulai ritual pernikahan kalian. Sakit rasanya hati ini. wonnie… aku mohon tolak… tolak demi cinta kita.

"Ne… aku bersedia" ucapmu tegas. Hancur sudah… hancur semua kepercayaang padamu tak ada lagi yang tersisa dari ragaku ini. Tuhan… sakit sekali rasanya dadaku kini. Kenapa engkau memberiku cobaan yang terlalu sulit untuk ku jalani seperti ini.

"Apakah anda Kim Heechul bersedia menerima Choi Siwon sebegai suamimu dalam suka mau pun duka, sehat atau pun sakit, susah atau pun senang, sampai maut memisahkan kalian?" Tanya pendeta itu lagi pada Heechul hyung. Aku sudah tak ada harapan lagi. aku ingin mati saja secepatnya saat sebuah kata persetujuan keluar dari mulut hyungku yang paling ku cintai dan ku hormati itu.

"Ne.. saya bersedia' ucap Heechul hyung. Dan setelahnya aku bisa melihat senyum bahagia terkembang di wajah kedua orang tuaku. Kalian senang eoh? Senang bukan, namja yang kalian idam-idamkan itu akhirnya menjadi menantu dan suami dari anak kesayangan kalian itu. apa kalian mengerti perasaanku saat ini? pastinya tidak. Karena kebahagiaan Heechul hyung lebih penting dari segalanya bukan. Bahkan mungkin lebih penting dari nyawaku sekarang ini. kalau aku mati sekarang apa kalian akan menagisi kepergianku? Pastinya tidak, kalian pasti akan bersorak gembira dan merayakannya dengan sebuah pesta besar bukan.

Tak ada lagi gunanya aku terus berlama-lama di tempat yang membuat hatiku sakit ini. ku langkahkan kakiku menjauhi semua yang menyakiti hatiku. Tempat tujuanku kini Cuma satu, makam umma. Di tengah hujan yang entah sejak kapan turun dari atas langit sana yang tengah bersedih seolah-olah langit itu mengerti rasa sakitku hingga ikut bersamaku menyelami rasa sakit ini.

Aku menangis… ku tumpahkan semua rasa sakitku di depan makan umma. Ku ceritakan semua rasa sakit ini pada umma berharap umma mau mengajakku pergi bersamanya. Tak ku hiraukan rasa dingin yang merasuki tubuhku. Aku terus berteiak seolah-olah dengan melakukan itu semua rasa sakitku bisa segera hilang. Tapi yang ada semua percuma saja, percuma. Tak ada lagi yang memperhatikan aku. Aku merasa di buang dengan halus dan tak akan ada yang memungutku lagi.

"Umma… bawa aku bersama umma saja. Rasanya hidupku terlalu sakit umma. Hatiku hancur umma. Siwon hyung tega sekali menghianatiku dengan Heechul hyung. Mereka tega padaku umma" isakku sambil memeluki nisan umma.

"Padahal… padahal tak hanya Heechul hyung yang tengah mengandung anak Siwon hyung. Aku… aku juga tengah mengandung anak Siwon hyung. Bahkan… usia kehamilanku jauh lebih lama ketimbang Heechul hyung. Tapi aku tak berani mengatakan pada siapa pun tentang kehamilan ku ini umma. Aku takut… kalau aku mengatakan pada mereka semua, mereka akan memaksaku membunuh bayiku ini" isakku semakin kencang walau segera tersamarkan oleh hujan yang begitu deras menguyur bumi. Ku remas perutku dengan kasar. Sakit rasanya. Bayi ini tak akan memiliki appa kelak.

"Cukup berbasah-basah rianya. Kasihan bayimu itu, dia bisa kedinginan" kata sebuah suara mengagetkanku. Aku mulai merasa tubuhku tak lagi terguyuri air hujan. Ku dongakan kepalaku keatas. Ternyata ada seseorang yang dengan senang hati memayungiku. Ku pandangi sosok namja yang berdiri di depanku kini. Dia tersenyum ramah padaku. Wajahnya tampan dan bisa menenangkan perasaanku.

"Kamu siapa?" tanyaku pada sosok namja yang terus memayungiku tanpa menghiraukan dirinya yang tak terkena payung yang di peganggnya. Aku bisa melihat wajah tersenyumnya itu yang di terpa tetesan air hujan.

"Aku? Aku malaikat yang akan membahagiakanmu Kibum" ujar namja tadi sambil tersenyum ramah padaku. "Kemarilah, ikut bersamaku" kata namja tadi sambil mengulurkan tangan kirinya padaku. Dengan ragu akhirnya aku meraih tangan namja tadi dan berdiri dari posisi dudukku.

"Sudah jangan menagis lagi, aku tak akan membiarkan kamu tersakiti lagi. kita balas semua orang yang menyakitimu itu dengan rasa sakit yang berkali-kali lipat dengan rasa sakit yang kini kamu rasakan" ujar namja tadi sambil menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Entah mengapa aku jadi merasa damai di dalam pelukannya ini.

"Hangat…" ujarku pelan.

"Benarkah?" tanyanya, ku anggukan kepalaku pelan. "Aku tak percaya, tubuhmu saja sudah basah kuyup dan mengigil begini" seru namja tadi begitu ramah padaku. Rasanya kepingan hatiku sedikit demi sedikit menyatu kembali saat berada di dalam pelukan hangatnya ini.

"Jangan lepaskan aku, peluk aku lebih erat" pintaku. Namja tadi terkekeh pelan lalu semakin mengeratkan pelukanya pada tubuhku. Hangat… benar-benar hangat pelukanya ini.

"Aku tak akan menyakitimu Kibum, aku akan membahagiakanmu kalau kamu mau memberikan semua jiwa dan ragamu ini padaku dan aku juga akan terus memelukmu seperti ini serta memberikan kehangatan ini terus menerus padamu" kata namja tadi padaku.

"Ambillah… ambil semua yang tersisa dari tubuh dan jiwa tak berhargaku ini" ucapku pelan lalu memejamkan mataku didalam pelukan hangat namja yang tak ku ketahui siapa ini.

"Ku ambil semua yang bersisa padamu Kibum" ucap namja tadi ambil memegang kedua pipiku hingga payung yang tadi di gengamnya melayang terbawa angin. Namja tadi mengecup bibirku dengan perlahan. Ku pejamkan mataku untuk meresapi ciuman panasnya di tengah hujan ini. rasanya begitu nikmat jauh lebih nikmat dari pada berciuman dengan Siwon hyung. Mungkin ini factor dari rasa sakitku. Aku menyerahkan seluruh jiwa dan ragaku pada namja ini selama dia terus memberikan aku rasa nikmat ini terus menerus. Aku menyukai rasa hangat yang di berikannya padaku.

Selamat tinggal semua kehidupan lamaku… selamat tingga penderitaanku… selamat tinggal Siwon hyung… dan selamat datang kehidupan Kibum yang baru. Beri aku cinta dan cinta lebih dari sebelumnya. Lebih banyak dari rasa sakit yang sejak lama ku rasakan. Lebih banyak… aku butuh cinta itu lebih banyak lagi…

^_^ TBC ^_^

Ottokae? Ottokae? Sudah sedih belum ff.a?

Kalau belum berarti aku gagal buat ff angst TT_TT.