Yessy : Hello minna~ saya kembali lagi di fandom ini! \\^o^/

Miku : Siapa juga yang membutuhkan kamu...

Yessy : Miku-chi jahat... T^T.. anyway, aku lihat fanfic synchronicity series yang berbahasa indonesia tidak ada karena itu aku membuat ini! Baiklah daripada banyak ngomong, enjoy!


Synchronicity : Meguru Sekai no Requiem

Prolog

Disclaimer : Vocaloid (c) Crypton Future Media

Rated : T (For safe)

Genre : Fantasy, Adventure, Family and Friendship (maybe)

Warning : Alur kecepetan, tidak sesuai EYD, newbie fans, ceritanya gak masuk akal, dan masih banyak kesalahan lainnya.

Don't Like Don't Read

Pada jaman dahulu kala, di suatu kerajaan yang jauh hiduplah seekor naga. Naga ini sangatlah buas. Dia senang menghancurkan rumah-rumah penduduk dan memangsa orang-orang. Para petinggi kerajaan akhirnya turun tangan. Mereka membuat perundingan dengan naga. Naga itu berjanji tidak akan membuat kekacauan asalkan mereka memberikannya seorang gadis yang dapat bernyanyi dan menghiburnya. Tentu saja para petinggi negara setuju.

Setiap beberapa tahun, seorang gadis dipilih untuk menanyi dan menari dihadapan sang Naga untuk menghiburnya. Mereka yang terpilih sering disebut "Dragon Diva" atau disingkat "diva". Sayangnya, jika diva tidak bisa memuaskan naga, dia akan dibunuh oleh naga. Lalu diva itu akan diganti oleh diva yang baru. Begitulah pola tersebut akan terus terulang tanpa henti.

Bertahun-tahun telah berlalu. Diva yang sekarang sedang bernyanyi untuk naga. Dia memiliki rambut berwarna pink tua ikal yang dikuncir dua dan mata berwarna cokelat. Namanya adalah Teto. Dia sudah kelelahan akibat terlalu banyak bernyanyi. Naga, yang sudah merasa tidak puas dengan nyanyiannya Teto, menghantam gadis yang malang itu. Bercak-bercak darah yang berwarna merah menodai dinding gua tempat naga itu tinggal. Dia mulai meraung. Bahkan dia tidak merasa kasihan dengan tubuh gadis yang terbujur kaku dihadapannya. "Berikan Diva yang baru!" tuntutnya.

Seorang gadis berambut teal panjang sedang berlutut di pavilionnya. Hanya dia saja yang dapat mendengar suara naga itu. "Baiklah tuanku," jawab gadis yang berkuncir dua dan bernama Miku ini. Dia bangkit berdiri setelah mendengar tuntutan sang Naga. Di tangannya terdapat tongkat yang sangat panjang. Dia berbicara dengan seseorang melalui bola kristal yang ia punya, "Kita membutuhkan diva baru."

"Sudah aku duga," kata seorang wanita berambut pink muda panjang dalam bola kristal, "Tenang saja, aku telah mengirimkan pengawalku untuk menjemputnya. Ingatlah Miku, walaupun kamu seorang peramal tapi jangan lupa tugasmu sebagai penjaga naga!"

"Baik, Luka-sama." Wajah dalam bola kristal itu pun menghilang. Miku menyentuh topeng yang menutupi kedua matanya sambil menatap langit. "Kembar, ya?"

~o~o~o~o~o~o~o~

Sementara itu disuatu desa, seorang ibu sedang menidurkan kedua bayinya. Dia sangat bahagia karena mendapat bayi kembar, satu laki dan satu lagi perempuan. Kedua bayi yang memiliki rambut kuning dan bermata biru ini sangatlah mirip dengan ibunya. Sang ibu mengambil dua buah kalung dari laci mejanya. Satu kalung yang memiliki liontin berbentuk kunci nada G dia berikan kepada bayi perempuannya. Sementara kalung yang memiliki liontin berbentuk kunci nada F dia berikan kepada bayi laki-lakinya. Kedua bayi itu tersenyum setelah mendapat kalung dari ibu mereka.

"Maafkan ibu nak, ayah kalian telah tiada. Tapi ibu berjanji kalian akan selalu bersama," kata sang ibu sambil mengelus lembut wajah bayi perempuannya, Rin.

Tok.. Tok.. Tok...

Terdengar pintu tumah mereka diketuk oleh seseorang. Sang ibu langsung beranjak dari tempat tidurnya dan membukakan pintunya. Dia terkejut melihat ada 2 orang pengawal istana sedang berada di hadapannya. Sebelum sang ibu sempat bertanya, salah satu pengawal berkata, "Kami disini untuk menjemput diva baru. Perintah dari Luka-sama."

Sang ibu tersentak. "Kalian akan membawa Rin? Tapi dia masih bayi! Jangan! Jangan kau ambil bayiku!" Salah satu pengawal menahan sang ibu sementara pengawal yang lain memasuki rumah dan mencari Rin. Seolah bisa memahami apa yang akan terjadi, kedua bayi kembar itu mulai menangis. Rin menggenggam tangan kakaknya, Len seolah-olah dia tidak mau terpisahkan darinya.

Pengawal tadi menemukan Rin. Dia langsung menggendongnya dan memisahkannya dari kembarannya. Setelah menyelesaikan tugas mereka, kedua pengawal itu kembali ke istana, membiarkan sang ibu yang memohon-mohon sambil menangis meminta bayinya kembali. Len masih tetap menangis. Akhirnya ibunya telah tenang. Dia menggendong Len dan berusaha menenangkan bayinya. "Ssstt... Len tenanglah. Suatu saat kamu pasti akan bersatu lagi dengan adik kembarmu. Ibu berjanji."

To be continued


Yessy : Bagaimana? Bagaimana? Bagus tidak? Ini cuman prolog makanya pendek...

Miku : Hore! Aku muncul pertama disini!

Luka : Aku cuman muncul di bola cristal doang... curang! Katanya aku bakal banyak muncul disini!

Rin : Aku cuman bayi doang... -_-''

Len : Aku juga...

Yessy : Tenang saja, besok aku update chapter selanjutnya, dan disini lebih banyak peran buat yang lain kok!

Rin : Bukannya besok kamu terima rapot?

Yessy : TIDDAAAKKK! Jangan ingatkan aku tentang itu! orz... Nilaiku... nilaiku...

Len : Sepertinya aku yang harus mengakhiri ini... Kritik dan saran silakan ketik di kotak review yang telah disediakan...