Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Oh, My Geez © Mikky-sama

Genre :

Romance, general

Rated :

T

Warning :

AU, maybe OOC

A/N (kalau dipikir-pikir, Authors Note ini jadi kaya ajang curcol author) :

Mikky buat fiction ini karena keterpaksaan TTATT karena gak sengaja nge-format kartu memori punya adik Mikky. Isinya cuma ada satu, sih. Cuma video bikinan adik Mikky sama abang Mikky. Mikky udah sempet lihat video-nya. Adik Mikky bawain lagu yang ditulisnya sendiri sambil meluk-meluk boneka kelincinya, abang Mikky main gitar ngiringi adik. Lagunya manis, sih. Agak jazz-balad. Meski liriknya agak kekanak-kanakan *dibakar*. Maunya—sebelum ter-format—dikirim ke kakak kelas adik Mikky via e-mail—kelihatannya dia nge-fans sama kakak kelasnya. Tapi kalau sudah begini? Sampai sekarang adik Mikky masih ngambek.

Okelah, let's check it out!

O_O Oh, My Geez O_O

Kau sempurna di mataku
Bersinar diantara gadis-gadis
Cantik yang mengelilingimu

Oh, my geez
Oh, my boy

Ingin kuteriakkan rangkaian kata
Agar kau menoleh ke arahku
Dan tersenyum

Oh, my geez
Oh, my boy

Gimana ini?
Aku malu
Oh, oh, oh, no, no, no...
Aku malu, aku malu
Apa yang harus kulakukan?
Oh, no, oh, no

Apakah kuharus teriakan kata cinta?
No, no, no
Ingin kutulis surat cinta dan memberikannya
Oh, oh, oh
Dan kau membalas suratku
Oh, oh, oh, my geez

Kau pangeranku
Hell yeah
Kau milikku
Hell yeah, hell yeah...

O_O Oh, My Geez O_O

Tokyo Senior High School adalah sekolah favorit di Jepang. Tempat para palajar mencari prestasi. Tempat para pelajar jenius bersarang. Mereka di sini untuk mencari segudang prestasi yang bisa dikeruknya. Tapi ada tujuan lain untuk para siswi di sekolah ini.

Uchiha Sasuke.

Tak ada hari tanpa kerumunan siswi yang mengelilinginya. Jika kerumunan itu tak ada, mungkin dunia kiamat. Tapi, bagaimana kalau itu benar-benar terjadi?

Uchiha Sasuke, seorang jenius dari kelas dua. Tidak menyukai keributan. Sifatnya yang dingin membuatnya agak angkuh. Dia adalah siswa terpopuler di sekolahnya. Blog yang dikelolanya saja jadi blog yang wajib dikunjungi setiap siswa-siswi bahkan guru. Entah apa yang mereka cari di blog anak bungsu Uchiha ini. Blog-nya berisi hal-hal yang dialaminya. Semacam curhatan? Mungkin.

Di lain tempat, ada seorang siswi yang melihat seorang Uchiha itu dari jauh. Hyuuga Hinata, itulah namanya. Gadis kutu buku yang cupu. Rambut indigo-nya selalu diurainya dengan poni yang menutupi sebagian matanya—mungkin poni itu memang agak panjang dan harus dipotong. Dia selalu memakai kacamata dengan frame putih miliknya. Buku tak pernah lepas dari tangannya.

Gadis itu melihat Sasuke dari balik tembok kelasnya. Saat itu Sasuke ada di koridor depan kelasnya dan sedang dikerumuni gadis-gadis. Gadis itu memandanginya kagum, wajahnya sedikit merona. Dia tersenyum ke arah pemuda itu. Sesaat pemuda itu menyadari ada yang mengawasinya dari jauh. Dia menoleh dan mendapati Hinata tersenyum ke arahnya. Hinata yang ketahuan tersenyum ke arah Sasuke langsung bersembunyi di dalam kelasnya.

Nafasnya ditahannya beberapa saat setelah Sasuke melihat ke arahnya. Jantungnya terasa berdegup dengan cepat. Dia memegangi dada bagian kirinya. Dia tersenyum sesaat. Ada perasaan indah yang singgah di situ.

O_O Oh, My Geez O_O

Dua hari berlalu...

Hari itu sangat terik. Musim gugur membuat udara di sekitar menjadi gersang. Seorang gadis bernama Hinata sedang membersihkan bola basket di lapangan olahraga indoor. Setelah selesai dengan tugasnya, dia berlari ke arah bangku yang tersedia di situ. Diambilnya handuk putihnya dan mengelap keringat yang hendak menetes. Dia mengambil tempat air minum berwarna biru, dia membuka tutupnya dan meminumnya.

"Hah..." Dia menghela nafasnya. Dia duduk di bangku itu. Menyelonjorkan kakinya dan bersandar pada tembok. Dia melirik tablet PC yang sengaja dibawanya. Diambilnya benda itu. Dia memeriksa e-mail-nya, mungkin saja ada pesan masuk. Tetapi tak ada pesan apa-apa.

"Dia tak mungkin membalasnya," gumam gadis itu seraya mendesah.

Dia membuka browser-nya dan mengisi alamat URL dengan rangkaian huruf yang membentuk situs web. Dan tak lama kemudian sebuah blog tampil di layarnya. Dia terkejut melihat postingan blog itu dua jam yang lalu.

"Berarti sebelum jam pelajaran dimulai," gumam gadis bernama Hinata itu. Yang membuatnya terkejut bukan karena waktu publish-nya. Tetapi judul postingan di blog itu.

Seorang Gadis Cantik Mengirim Video

Dia mengklik judul tersebut dan layarnya ganti menampilkan sebuah video berdurasi dua menit lebih dengan cover seorang gadis berambut indigo. Rambutnya dicepol satu, membuat wajahnya terlihat segar dengan rambut pendek yang mencuat kemana-mana. Poni yang agak panjang itu sudah dipotong agak pendek sehingga menampakkan sinar di matanya. Tidak ada kacamata yang menutupi mata putih gadis itu. Semburat merah di pipinya menjadi ciri khas gadis itu. Gadis itu memakai kaos putih longgar yang sedang tren saat itu dengan celana pendek berwarna biru tua. Dia memegang sebuah gitar biru. Dia duduk di kursi yang cukup tinggi. Gitar itu disangganya dengan paha kirinya.

Diputarnya video berdurasi dua menitan itu.

Gadis dalam video itu mulai memetik senar gitarnya. Dia mulai menyanyikan sebuah lagu yang manis. Permainan gitarnya membuat lagunya bertambah manis dengan nuansa jazz yang cocok dengan suara manisnya. Sesekali gadis itu mengerlingkan matanya, memiringkan kepalanya sehingga terlihat manis. Bahasa musiknya membuat bahasa tubuhnya mengiringi musik itu. Senyum yang menawan tak lepas dari wajah manisnya. Ekspresinya dengan memainkan alisnya membuat wajah manisnya tambah imut.

Video itu berhenti sesaat, memperlihatkan background tembok berwarna cream dengan kursi tinggi berwarna hitam. Tiba-tiba seorang gadis melompat ke dalam background. Dia membawa kertas yang cukup besar bertuliskan sesuatu. Dia mengambil kertas yang diperlihatkannya dan memperlihatkan kertas lain yang ada di belakangnya.

I

LOVE

U

"Apa kau mengenaliku?" tanya gadis di dalam video itu. Gadis itu melepaskan ikatan pada rambutnya dan membuat rambutnya jatuh sempurna. Dia memakai kacamata putihnya dan tersenyum. "Apa kau sudah dapat mengenaliku?" tanya gadis itu sekali lagi.

Tiba-tiba seorang pemuda berambut coklat panjang dengan warna mata yang senada masuk ke dalam video. Dia bicara pada seseorang yang menyaksikan video itu. "Sasuke mana yang membuat adikku begini, huh?" katanya seraya menatap penonton horor.

"Nii-san, pergi!" teriak gadis itu seraya mendorong pemuda tadi untuk keluar dari jangkauan video itu.

Sesaat kemudian video itu berbunyi 'tut' seperti bunyi telpon yang terputus. Dan terdapat tulisan di video itu.

Please stand by

Gadis manis tadi muncul lagi dengan poni rambut yang diikatnya ke atas membuat poninya mencuat-cuat. Poni yang diikat itu menambah manis wajah pemiliknya. Sinar matanya terlihat jelas di mata putihnya. Rambutnya digerai seperti tadi dan dia masih memakai kacamata.

"Eh, em, Sasuke-kun koto ga suki desu," kata gadis itu menyatakan cintanya. Dia tersenyum kepada penonton dan wajahnya memerah. Dia menyanyikan lirik lagunya tadi secara acapella—tanpa diiringi musik. Dia menggerak-gerakkan tangannya leluasa. "Suki desu, Sasuke-kun!" teriakan itu mengakhiri video berdurasi dua menit lebih itu.

Hinata yang melongo melihat video itu menyentuh layarnya dengan telunjuk dan menggesernya ke atas. Dia melihat tulisan di bawah video itu.

Video yang manis. Aku suka mata bersinarnya. Dan laki-laki yang tampak seperti sadako itu membuatku tertawa.

Sayang aku tidak berbakat dalam membuat lagu, aku memakai lagu orang lain. Semoga kau lihat video-ku.

Ada sebuah video lagi di bawahnya. Seorang pemuda berambut raven memainkan tangannya di atas tuts piano yang berjejer itu. Dia memainkan intro sebuah lagu yang terkenal. Kemudian dia mulai bernyanyi menyanyikan lagu itu.

"Oh, her eyes, her eyes, make the stars look like they're not shining. Her hair, her hair, falls perfectly without her trying. She's so beautiful, tara tara tarara... When I see your face, there's not a thing that I would change. Cause you're amazing, just the way you are. And when you smile, the whole world stop and stares for a while. Because girl you're amazing, just the way you are."

Lagu video itu berhenti sampai situ. Lalu ada rangkaian huruf yang membentuk kata dan rangkaian kata yang membentuk kalimat.

Lagu yang kunyanyikan benar apa adanya. Aku menghilangkan beberapa lirik karena itu tidak sesuai kenyataanku. Aku tidak pernah mengatakan—tepatnya 'belum pernah'—mengatakan "She's beautiful" kepadanya langsung. Jadi kuhilangkan kalimat "And I tell her everyday". Aku ingin lagu ini menjadi 'utuh' dalam hidupku. Bagaimana menurutmu pengirim video?

Hinata menggeser lagi layarnya. Sudah ada 248 komentar di situ.

Waw, keren juga, ya? 248 komentar dalam sekejap. Apa selalu begitu jika menjadi orang yang terkenal?

Hinata membelalakkan matanya. Dia membaca komentar-komentar itu.

Bukankah itu Hinata anak kelas satu?

Aku pernah melihatnya di kafe! Apa dia bekerja di sana?

Wah, gadis itu manis! Kakaknya keren!

Apa yang akan dilakukan Sasuke?

Iya, dia anak pemilik kafe. Namanya Hyuuga Hinata anak kelas satu. Dia juga berkerja paruh waktu sebagai penyanyi solo.

Wah, kalau dia penyanyi solo yang biasanya, dia hebat, ya! Berpenampilan cupu di sekolah seperti gadis pemalu, ternyata dia seorang penyanyi di kafe orangtuanya.

Sepertinya kafe yang ramai itu akan bertambah ramai nantinya.

Bukannya kafe itu milik Hyuuga Neji? Setahuku, ayahnya memberikan job kepada anak-anaknya. Dia menyerahkan kepada Neji dan Hinata.

Ah, tidak penting itu kafe siapa. Karena ini bukan membahas kafenya, melainkan gadis itu.

"Matilah aku," gumamnya seraya mengernyitkan dahinya—ekspresi takut.

Dia menggeser cepat layarnya. Dia mematikan tablet-nya. Dia takut dengan siswi-siswi yang datang untuk menjambak rambutnya.

"Bagaimana ini?" tanyanya pada diri sendiri. Dia berniat untuk mencepol rambutnya. Dan dia melakukannya apa yang diperintahkan otaknya. Dia mencepol rambutnya. Dia menaruh handuk kecilnya itu di lehernya sehingga menyelimuti belakang lehernya. Diambilnya botol minumannya. Dia mendekapnya tablet PC dan botolnya. Dia berjalan setengah berlari dengan wajah menunduk. Beberapa pasang mata mengamati gerak-gerik gadis ini. Tak terkecuali sepasang onyx.

Saat sampai di kelas, Hinata langsung mendapat sorotan dari teman sekelasnya dan mereka mengelilingi Hinata. Rata-rata mereka meminta sesuatu dari Hinata.

"Hinata, kenalkan aku dengan kakakmu."

"Aku minta alamat e-mail-nya."

"Tolong kenalkan kami, Hinata."

Hinata yang didorong-dorong oleh teman sekelasnya hanya tersenyum asam. Dia sweatdropped. Kenapa yang jadi trending topic itu adalah kakaknya yang merupakan mahasiswa Tokyo University?

O_O Oh, My Geez O_O

Di sebuah kafe yang menjadi tempat nongkrong mahasiswa Tokyo University dan Tokyo Senior High School ini ramai pengunjung. Bukan karena tempatnya dekat dengan gedung sekolah. Karena kafe ini elit dan kebanyakan dari murid dan mahasiswa Tokyo School yang berdompet tebal yang sering ke sini.

Sepulang sekolah, Hinata langsung ke kafe itu. Mencari seseorang dan menanyai seseorang. Dia ingin tidak tampil di kafe untuk hari ini.

"Kiba-kun, a-apa kau melihat kakakku?" tanya Hinata kepada seseorang yang mempunyai tanda merah di pipinya.

"Oh, aku tidak melihat kakakmu, Hinata," jawab pemuda bernama Kiba. "Mungkin dia masih punya kelas," sambungnya.

Karena dia tidak menemukan kakaknya, akhirnya dia tampil juga. Dia naik ke panggung yang lumayan besar di tengah kafe. Dia membawa gitarnya. Dia belum sempat mengganti seragam sekolahnya. Rambutnya masih dicepol dengan kacamata putih yang senantiasa bertengger menghalangi sinar matanya.

Dia duduk di bangku yang ada di tengah panggung. Dicolokkannya kabel yang terhubung dengan sound system ke gitar akustiknya. Dia mengarahkan mic-nya ke arahnya. Setelah semuanya siap, dia membuka lagu itu dengan rangkaian beberapa chord.

Lagu "Kiss Me" menggema ke seluruh kafe dengan suara nyaring dari gitar akustik Hinata. Dilihatnya beberapa anak dari sekolahnya datang dan kebanyakan murid perempuan. Hati Hinata mulai gundah tapi dia berusaha menutupi kegundahannya itu karena banyak teman Neji yang ada di situ dan temannya juga. Tanpa sengaja matanya menangkap sosok pemuda yang membuatnya terkejut—Uchiha Sasuke.

Sasuke tersenyum sesaat kepada Hinata yang sontak membuat wajahnya memerah. Dia masih menyanyikan lagunya. Entah kenapa setelah melihat Sasuke, Hinata menikmati permainan gitarnya dan nyanyiannya. Apa mungkin dia menyanyikan lagu "Kiss Me" dari hatinya untuk seseorang?

"Oh, kiss me beneath the milky twilight. Lead me out on the moonlit floor. Lift your open hand. Strike up the band and make the fireflies dance. Silver moon's sparkling. So kiss me..."
Hinata mengakhiri lagunya dengan melodi dari gitarnya.

"Hinata! Main sekali lagi!" teriak seorang pemuda yang memiliki tanda segitiga merah di pipinya—Kiba.

"Sekali lagi?" tanya Hinata seraya mengangkat jari telunjuknya.

"Nyanyikan lagu untuk Shikamaru dan Ino. Mereka baru jadian!" jelas pemuda itu seraya menunjuk pasangan mahasiswa yang bergandengan tangan.

"Baiklah. Ayo, kemarilah. Kita bernyanyi bersama," kata Hinata seraya mengisyaratkan untuk orang-orang itu untuk naik ke panggung bersamanya.

Kiba menarik tangan temannya. Tapi teman laki-lakinya tidak mau seraya menggelengkan kepalanya dan menyuarakan sesuatu yang mirip dengan kata 'merepotkan'. Dan sekarang, Kiba ada di atas panggung. Kiba membisikkan sesuatu pada Hinata. Hinata mengangguk mengerti.

Kebetulan di panggung ada peralatan DJ. Kiba berjalan menuju tempatnya itu. Dia menyambungkan iPodnya dengan peralatannya. Lagu yang cukup terkenal melantun keras dengan beat yang lumayan cepat. Hinata yang sudah meletakkan gitarnya pun melepaskan ikatan pada rambutnya dengan gaya centil dan melepaskan kacamatanya. Dia membawa mic tanpa kabel. Dia berjalan ke arah penonton—lebih tepatnya ke arah teman Kiba. Terlihat gadis berambut pirang sudah menggerak-gerakkan kepalanya mengikuti irama.

"Hinata, Kiba, Gaga, oh oh, ooh." Tangan Hinata menunjuk dirinya kemudian Kiba.

"I've had a little bit too much, oh oh ooh. All of the people start to rush. Start to rush babe." Hinata menarik tangan gadis rambut pirang yang diketahui namanya adalah Ino. Mengajaknya menari di atas panggung. Ino pun langsung menuruti ajakan Hinata. Kemudian Hinata mencari penonton lainnya dan mengajaknya menari di panggung.

"A dizzy twister dance. Can't find my drink or man. Where are my keys, I lost my phone, oh oh ooh." Hinata memberanikan diri mengajak teman sekolahnya untuk naik ke atas panggung. Dalam sekejap panggung yang lumayan besar itu berubah menjadi dance floor.

"What's go-ing on on the floor? I love this record baby but I can't see straight anymore." Hinata dengan keberanian yang tersisa mengambil tangan Sasuke dan mengajaknya menari di panggung.

"Keep it cool what's the name of this club? I can't remember but it's alright, alright." Hinata menarik tangan Sasuke, menggiringnya ke panggung. Hinata mengajaknya menari.

"Just dance, gonna be okay. Tadaa toodoo. Just dance, spin that record babe. Tadaa toodoo. Just dance, gonna be okay. Uh, uh, uh, dance, dance, dance, just, just, just, just dance." Hinata menggerakkan badannya sesuai irama. Sasuke tersenyum melihat Hinata menari. Rambutnya yang tergerai melambai-lambai sempurna. Hinata tersenyum lebar ke arah Sasuke seraya menggerakkan badannya. Mau tidak mau Sasuke menggerakkan badannya juga.

"Wish I could shut my playboy mouth, oh oh ooh. How'd I turn my shirt inside out?"

"Inside out, babe." Sasuke yang mengambil mic menganggur ikut bernyanyi dengan Hinata. Hinata kaget meihat Sasuke yang ikut bernyanyi. Dia tersenyum kepada Hinata. Hinata membalas senyumnya.

"Control your poison babe. Roses with thorns the say. And we're all getting hosed tonight, oh oh ooh." Sasuke melanjutkan lagunya.

"What's go-ing on on the floor?" Hinata mulai menyelingi nyanyian Sasuke.

"I love this record baby but I can't see straight anymore." Sasuke menyanyikan lirik ini dengan suara beratnya.

"Keep it cool what's the name of this club? I can't remember but it's alright, alright." Suara manis Hinata terlihat masih manis meski menyanyikan lagu pop-dance.

"Just dance, gonna be okay. Tadaa toodoo. Just dance, spin that record babe. Tadaa toodoo. Just dance, gonna be okay. Uh, uh, uh, dance, dance, dance, just, just, just, just dance." Mereka menyanyikan bersama bagian ini. Suara berat Sasuke berpadu dengan suara lembut nan manis milik Hinata.

Mereka membiarkan dentuman musik Kiba mengalun. Sasuke memandang Hinata terus menerus. "Bisa kita bicara?" tanya Sasuke di telinga. Dia sengaja mendekat pada Hinata agar Hinata mendengarnya.

"Oh? Tapi ini?" sebelum Hinata mengatakan hal lainnya, Sasuke menarik tangan Hinata.

Sasuke menarik Hinata keluar kafe. Mereka berpapasan dengan Neji. Tapi Neji berusaha mengingat siapa yang bersama Hinata. Dia hendak mengejar Sasuke dan Hinata saat pikiran 'ah, itu pasti Sasuke itu' muncul. Tapi dia terlambat. Teman-teman Hinata berhamburan ke arah Neji dan menarik-narik ke panggung yang masih berfungsi sebagai dance floor.

"Neji-sama! Ayo kita menari bersama!"

"Kyaaaaa... Neji-sama! Kau lebih keren daripada di video!"

"Neji-sama!"

"Hei, Hinata! Kembali!" teriak Neji yang tengah ditarik-tarik fans barunya.

Sasuke menarik Hinata ke sebuah gang di mana tak ada siapa-siapa. Punggung Hinata menyentuh tembok di gang itu. Dan Sasuke melihat dirinya dari atas ke bawah dan ke atas lagi.

Sasuke mengamati penampilan Hinata yang berantakan akibat menari-nari di kafe tadi. Dia merapikan rambut Hinata yang agak berantakan. Sontak saja wajah Hinata memerah.

Sasuke melihat ikat rambut yang melingkari pergelangan Hinata. Dia mengambilnya dari tangan Hinata. Poni Hinata yang menutupi alisnya itu diikat dengan ikat rambut Hinata. Dan kacamata yang sedari tadi dipegang Hinata juga diambilnya dan dipasangkannya di wajah Hinata.

Sasuke menyeringai puas. "Katakan lagi," kata Sasuke.

"Eh?"

"Sasuke-kun koto ga suki desu," kata Sasuke seraya mengunci satu sisi tubuh Hinata dengan tangannya.

"Oh, Sa-su-ke-kun koto ga su-suki desu," ucap Hinata dengan tergagap-gagap.

Sasuke tersenyum mendengarnya. "Suki desu," kata Sasuke.

"Oh, video-nya masih cacat. Terimakasih pujiannya," kata Hinata seraya tertawa canggung.

"Bukan video-nya. Aku bukan hanya menyukai video-nya tapi juga orangnya," kata Sasuke.

Mata Hinata terbelalak. Dia tidak percaya. Bagaimana bisa seorang Sasuke yang perfect at all menyukai Hinata yang cacat at all? Itu yang dipikirkannya.

Sasuke mendekatkan wajahnya. Dia menci—kalian sudah tahu apa yang mereka lakukan.

Dan, bagaimana nasib Neji di kafe ya?

Forget it.

[[ TAMAT ]]

Mikky : jadi kebayang buat sekuel deh.

Chocolatos : siapa yang belum bikin naskah drama? Mikky! *nanyi pake nada 'jika kau senang hati tepuk tangan'*

Mikky : lalalalalalalaaa... aku tak dengar *nutup telinga

Chocolatos : terserah kau sajaaaaaa...

Mikky : review-nya..