Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Oh, My Geez © Mikky-sama

Genre :

Romance, general

Rated :

T

Warning :

AU, maybe OOC

A/N :

Akhirnya bertemu reader di fiction ini. Oke, ternyata fiction yang aku terpaksa buat gara-gara adik Siahaan (baca : sialan) jadi gini -_- banyak temen yang nyuruh terusin fiction yang ini. Jadilah begini. Mungkin ini akan jadi fiction pelampiasan Mikky yang gak bisa nyelesaiin naskah drama musikal yang disuruh my beloved mommy. Beliau gak kira-kira -_- gak tau apa kalau tugas anaknya ini banyak? Malah disuruh bikin naskah drama musikal. Dan parahnya dalam BAHASA INGGRIS! Kamus Indonesia – English jadi teman sehari-hari -_- dari pada kebanyakan curcol. Mending jawab review dulu.

Balesan review :

(No name) : Unik, lnjutkan *niru pak

Hm, unik? Okelah.

Late Hime : I think I'm in Love with Mikky. his Fic so Great :)

Ini pernyataan cinta? *jduak*

Ica Youichi-chan : Ayo buat sequelnya! Nanti saya ga mau nge review lagi lho! Haha vn_n

Ini udah dibuat sekuelnya :3 review lagi yaw :33

Ai-chan Kim : Aku masih bingung dengan endingnya...kok tahu2 Sasu ada di cafe... *bingung sendiri*

Kan murid Tokyo SHS gerudukan (berbondong-bondong) ke cafenya. Jadi, tiba-tiba Hinata liat Sasuke udah di cafe XD

N : seneng banget baca fict ini apalagi ada senpai dan chocolatos, pasti kafe hina bakal ancur gara2 choco ngamuk (mabuk) hehehe becanda senpai...

Eh? gak nyambung

Y. C : Gak nyangka Hina bs centil juga. Jd kepengen dengar duet SasuHina dech.. Pasti asyik tuch lagunya.^^ Bikin sequelnya ya pas mereka udah jadian.. Arigato

Iya, ini sekuelnya :3

Sica : Bikin skeulnya yaahh...yaaahh... Ceritanya bagus aku suka... Aku tunggu yaahh skuelnya.. Arigatou...^_^

Oke, Sica ((:

Sissy : hayooo... mampus lo, mampus. muampus... mampus lo, Ka! bisa-bisa Nana ngambek sebulan lho! btw, cowok yg disukai itu yang katanya pinter, tinggi, putih. tapi agak cupu plus polos. bener gak? oya, gara-gara elu punya pengalaman jadi piiiiip, khayalan romance-mu tinggi juga :D

Iya, yang nick facebooknya namanya 'iwak peyek' *gelundungan* emboh weh emboh.

Shyoul lavaen : Kata2 yg ada pling atas tdi lagunya adikny senpai ya?soalny g"prnah dengar*jelas ja g"prnah dngar,dngerin msik ja g"pernah* sasu slalu ja g"prnah lupa ya pnggilan syangny ma neji.. ksihan neji jdi bulan2an fans bru ya itu..klhatanny neji bkal jdi artis da2kan ya..hehe. mau bkin sekuelny?d"tunggu lo...^_^

Ini sekuelnya :D review lagi ya ;D

Uzumaki Nami-chan : Uhmm,ano...aduuh saya cman mau bilang gomenasai senpai... gomen, gomennn bngett.. saya kira senpai cewe, aduuhh gommennasaii ia senpai... maap ia? jgn di masukin ke hati ia? Ahhhh...,pkok nya smua perkataan saya jgn d dnger oke ? Oia,fic nya kren ! *kbur*

Oh._. oke.

sorry telat adik elu : oh, ini toh? jelek bang :p perasaan gua masih jengkel sama elu. gak bisa bilang bagus

Dasar adik siwalan (baca : sialan).

Recommend song : Just Dance – Lady Gaga, Enchanted – Taylor Swift

O_O Oh, My Geez O_O

Hinata dan Sasuke berjalan beriringan. Tangan Sasuke senantiasa menggenggam tangan mungil Hinata. Suhu hangat menjalar dari tangan Sasuke ke seluruh tubuh Hinata. Sudah dapat dipastikan wajahnya merah.

Mereka masuk ke dalam kafe yang penuh dengan keributan. Teriakan para siswi yang memanggil nama Neji. Hinata sembunyi di belakang tubuh kekar Sasuke seakan ada hal yang mengerikan di depannya.

"Hinata!" pekik seseorang saat melihat Hinata. Pemuda yang bernama Neji itu menghampiri Sasuke dan Hinata. Ditatapnya tajam sosok Sasuke di hadapannya.

"Apa?" tanya Sasuke yang melontarkan tatapan tajamnya kepada Neji. Semakin Neji melotot ke arah Sasuke, Sasuke membalas tatapan Neji dengan tatapan yang lebih tajam.

"Jadi, kau yang bernama Sasuke?" tanya Neji dengan nada merendahkan. Dia mengamati Sasuke dari atas ke bawah dan bawah ke atas seakan Sasuke adalah manekin dengan seragam sekolah SMA.

"Iya, apa masalahmu?" tanya Sasuke dengan berani. Dia tak peduli meskipun jika di hadapannya adalah seorang mafia.

"Che, dasar anak ayam. Berani menantang. Kembalikan Hinata," kata Neji seraya melirik Hinata yang bersembunyi di balik tubuh Sasuke.

"Apa urusanmu dengan Hinata, Sadako?"

"Anak ayam ini benar-benar menyebalkan. Aku kakaknya. Apa aku perlu alasan untuk mengambil Hinata darimu? Dan seharusnya aku yang bertanya, siapa dirimu, eh?" kata Neji panjang lebar. Suasana kafe yang tadinya ramai sekarang menjadi lebih tenang dengan adanya ketiga orang itu di dalam.

Suasana kafe berubah menjadi tegang. Hinata yang bersembunyi hanya bisa menggigit bibir bawahnya. Tangan Hinata mencengkram lebih kuat tangan Sasuke. Bibir Sasuke terbuka perlahan melontarkan beberapa kata yang membuat suasana kafe seperti pemakaman di bulan Maret.

"Aku... pacarnya. Cukup?" kata Sasuke dengan arogan. Dia menarik tangannya yang menggenggam tangan Hinata sehingga Hinata keluar dari persembunyiannya.

"Ah, ha-halo, N-nii-san," sapa Hinata pada Neji. Tampaknya Hinata takut jikalau tiba-tiba Neji meledak ditempat karena mendengar adiknya berpacaran. Mungkin Neji cemburu kepada adiknya yang sudah mendapat pacar sedangkan dia masih menjomblo. Itu hanya salah satu alasan dari berjuta alasan.

"Kau... kau berpacaran dengan ITIK ini?" tanya Neji kepada Hinata seraya menunjuk Sasuke dengan jari telunjuknya.

"Butuh bukti, Sadako?" tanya Sasuke. Tanpa menunggu jawaban dari Neji, Sasuke menarik Hinata lebih dekat dengannya. Tangannya yang bebas mengambil belakang kepala Hinata dan menariknya. Bibir bertemu bibir. Can I make it anymore obvious? Sasuke mencium singkat bibir Hinata. Hinata yang mendapat perlakuan tiba-tiba terlihat kaget.

Sontak jeritan di dalam kafe menggelegar ke mana-mana. Para gadis patah hati melihat pangeran sekolah mereka mencium gadis lain. Tapi mereka harus berterimakasih kepada Hinata karena mendatangkan pangeran lainnya—Neji.

Mata Neji membulat saat melihat adegen ciuman yang baru saja berlangsung di hadapannya. "Cukup?" tanya Sasuke.

"Itik ini benar-benar...," sebelum Neji melayangkan tangannya ke pipi mulus Sasuke, datang seseorang menegahi mereka.

"Wooooo, ada apa ini?" tanya seorang pemuda yang tiba-tiba menghalangi tangan Neji mendarat di wajah tampan Sasuke.

"Naruto, bisakah kau pergi dari situ?" tanya Neji seraya melemparkan death glare ke arah pemuda berambut kuning.

"Sudah, pukul saja Naruto sekalian," kata Kiba.

"Kiba! Kau ini tidak melerai malah bikin tambah ribut," kata Naruto yang keki kepada Kiba.

"Kan tidak pernah ada tawuran di kafe ini. Mungkin ini akan lebih seru," kata Kiba membela dirinya sendiri. "Adaw," pekik Kiba saat dia mendapat pukulan dari pemuda bernama Shikamaru. "Apa yang kau lakukan, Bodoh?" protes Kiba kepada Shikamaru.

"Sudahlah, kau membuat suasana semakin runyam. Bukankah sekarang waktunya Hinata untuk melanjutkan konser kecilnya?" kata Shikamaru dengan tenangnya.

"Oh, iya. Sekarang waktuku dengan Hinata, ya?" pikir Naruto seraya menggaruk belakang kepalanya. Dia membalikkan badannya untuk melihat Hinata. "Ayo, Hinata," kata Naruto yang disambut anggukan kepala Hinata. "Aku pinjam pacarmu dulu, Anak SMA," ucapnya pada Sasuke seraya mengambil tangan Hinata yang bebas.

"Wah, kenapa suasananya pada tegang gini, sih?" ucap Naruto yang sudah berada di atas panggung kafe tersebut. Pengeras suara yang dibawanya diarahkannya kepada mulutnya. "Hei, Sadako dan Anak Ayam, sebaiknya kalian duduk daripada berdiam diri di situ sepanjang hari," omelnya pada Sasuke dan Neji yang masih saling melontarkan tatapan tajam masing-masing.

Sasuke pun duduk di tempat yang sengaja disediakan teman-temannya. Sedangkan Neji melangkah menjauh dari Sasuke. Meski mereka saling berjauhan, mereka masih tetap melemparkan tatapan menusuk terbaik mereka.

Hinata sudah siap dengan gitarnya. Dia duduk di kursi yang telah disediakan. Sedangkan makhluk berambut kuning duduk di sebelahnya seraya memegang pengeras suara yang dibawanya. Mereka akan membawakan lagu Lady Gaga yag berjudul 'Just Dance' yang sebelumnya dibawakannya bersama Kiba. Hanya saja, sekarang dia menggunakan gitar untuk musiknya.

Hinata memulai permainan gitarnya. Alunan dari senar gitarnya memenuhi seluruh isi kafe. "Oh oh ooh," Hinata memulai lagunya.

Lagu itu dapat mengalihkan tatapan tajam Sasuke yang mengarah ke Neji beralih menjadi tatapan lembut yang ditujukan untuk Hinata. Suara lembutnya seakan menghipnotis Sasuke untuk tidak mengalihkan pandangannya.

"When I come through on the dance floor checking out that catalogue," Naruto memulai bagiannya sebagai rapper.

"Can't believe my eyes so many woman without a flaw. And I ain't gonna give up, steady pick it up like a call. I'm gonna hit it, I'm gonna hit it and flex and do it until tomorrow, yeah." Naruto memainkan tangannya layaknya rapper profesional.

"Shorty I can see that you got so much energy," Hinata memainkan bagiannya.

"The way you twirling up them hips round and round."

"There's no reason at all why you can't leave here with me."

"In the meantime stay, let me watch you break it down and dance!"

O_O Oh, My Geez O_O

Jam terus menjalankan tugasnya untuk berdetik. Langit senja kini bertambah gelap. Matahari pun meninggalkan tempatnya.

Tapi, Hinata masih di kafenya meneruskan tugasnya sebagai pengelola kafe itu. Sasuke hanya mengamati dari jauh. Jika senggang, Hinata menemani Sasuke yang masih duduk di tempatnya.

"Kau tidak capek?" tanya Sasuke yang kini menumpukan sikunya pada meja.

Hinata menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak."

"Soal tadi, maaf," kata Sasuke dengan hati-hati. Hinata mengangkat kepalanya untuk menatap mata hitam Sasuke. "Mengatakan kau pacarku dan menciummu. Padahal kau belum membalasnya," sambungnya.

"Oh, tak apa, senpai," ucap Hinata dengan wajah merona. Hinata agak menundukkan kepalanya—malu.

"Boleh aku bertanya?" tanya Sasuke yang langsung disambut anggukan pelan dari kepala Hinata. "Maukah... ."

"Hinata! Kembali bekerja!" Neji meneriaki Hinata dari kejauhan. Tampaknya dia cemburu dicampakkan oleh adiknya.

"Sadako itu menyebalkan," gumam Sasuke seraya menatap Neji dari sudut matanya.

"Iya, Nii-san!" jawab Hinata kepada kakaknya. "Senpai, aku harus kembali bekerja. Kalau kau mau pulang, pulang saja. Hari sudah malam," kata Hinata pada Sasuke. Dia berdiri dari tempatnya duduk dan beranjak untuk meneruskan tugasnya.

"Hinata!" seru Sasuke yang sontak membuat Hinata menoleh ke arahnya. "Jadi, jawabanmu?"

"Ya," jawab Hinata singkat dengan seulas senyuman menghiasi wajahnya.

"Yes!" pekik Sasuke kegirangan. "Akan kutunggu sampai kau pulang," katanya setengah berteriak, berharap Hinata mendengarnya.

Jam tangan Sasuke telah menunjukkan pukul tujuh malam. Dia melihat Hinata naik ke atas panggung bersama orang yag dipanggilnya Sadako. Dua orang tersebut membawa gitar masing-masing. Keduanya mengambil tempat duduk. Mereka memulai pertunjukan kecil mereka dengan alunan gitar mereka.

"There I was again tonight. Forcing laughter, faking smiles. Same old tired lonely place," Hinata menyanyikan lagu dari Taylor Swift dengan tempo lambat. Terdengar beberapa tepuk tangan dari pengunjung. Sasuke hanya terpesona melihat Hinata. Dia berusaha menikmati suara dari kekasih barunya.

"Walls of insincerity, shifting eyes and vacancy. Vanished when I saw your face," Neji melanjutkan lirik lagu yang mereka bawakan. Beberapa pengunjung bersorak mendengar suara Neji. Sedangkan Sasuke hanya menatapnya tajam.

"All I can say is it was enchanting to meet you," suara berat dari Neji yang berpadu dengan suara malaikat Hinata teraduk jadi satu bagaikan adonan tepung dan telur.

"Your eyes whispered 'Have we met?'. Across the room your silhouette. Starts to make its way to me," suara lembut Hinata mulai mendominasi dalam kafe.

"The playful conversation starts. Counter all your quick remarks. Like passing notes in secrecy," Neji membawakan bagiannya seraya melirik Hinata—menatapnya lembut. Hinata membalas tatapan sang kakak dengan senyuman manis yang membuat Sasuke sedikit jealous.

"And it was enchanting to meet you. All I can say is I was enchanted to meet you," acara tatap-menatap berlanjut di panggung kecil Hinata dan Neji.

"This night is sparkling, don't you let it go. I'm wonderstruck, blushing all the way home. I'll spend forever wondering if you knew. I was enchanted to meet you."

"The lingering question kept me up. 2 AM, who do you love? I wonder 'til I'm wide awake. And now I'm pacing back and forth. Wishing you were at my door. I'd open up and you would say, 'Hey, It was enchanting to meet you. All I know is I was enchanted to meet you'."

"This is me praying that. This was the very first page. Not where the story line ends. My thoughts will echo your name. Until I see you again. These are the words I held back. As I was leaving too soon. I was enchanted to meet you," Hinata menyanyikan bridge lagu tersebut seraya menutup matanya menyerapi makna dari deretan kata tersebut.

"Please don't be in love with someone else. Please don't have somebody waiting on you. Please don't be in love with someone else. Please don't have somebody waiting on you."

O_O Oh, My Geez O_O

Kafe sudah terlihat sepi. Hanya dirinya yang terlihat hidup di tempatnya kini. Hinata mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Akhirnya dia selesai membersihkan kafenya. Dia bergegas untuk mengganti seragamnya sebelum pulang.

O_O Oh, My Geez O_O

"Hey, kau!"

"Aku punya nama, Sadako," suara berat nan dingin itu berbicara.

"Ya, maksudku, Sasuke," ralat orang yang menyapanya.

"Ada apa?" tanya Sasuke yang menatap Neji dengan tatapan mengintimidasi.

"Satu pesanku untukmu. Jangan sakiti Hinata," ucap Neji yang membelakangi Sasuke. Neji melangkahkan kakinya menjauhi Sasuke. "Jangan sakiti dia karena... hatinya masih rapuh."

O_O Oh, My Geez O_O

Mikky : eh, udah lama gak publish jadi agak kagok (canggung) nerusin fanfik.

Choco : mangkanya, pakai konidin.

Mikky : kucing ajaib -_-

Choco : wakakakak

Mikky : Mikky minta maaf kalau ada fanfik yang belum di-update ataupun yang belum publish. Kalau review di chapter ini banyak, Mikky bakal cepet lanjutin cerita lainnya deh :D Maaf kalau ada kekurangan. Kita semua tau kesempurnaan hanya milik-Nya.