Fic ini makin gaje aja. Ya sudah apa boleh buat

Maaf kalau ada kesamaan cerita di fic. Ampuni saya.

Teman-teman Vayne yang melihat itu langsung terkejut. Mereka tidak percaya pada apa yang mereka saksikan.

Para polisi mendatangi Vayne. Vayne diminta ke kantor polisi untuk memberi kesaksian. Disitu ada kepala polisi (kp) Tony(?) dan wakil kepala polisi (wkp) Renee(?)

Kp Tony: "Apa benar kau bermimpi kalau pesawat yang kalian naikki akan meledak?"

Vayne: "I…Itu benar pak."

Wkp Renee: "Hmm menarik. Bisakah kau ceritakan sedikit kisah tentang mimpimu."

Vayne: "Waktu itu pesawat bergetar pelan terus tidak lama kemudian pesawatnya terbakar mulai dari depan. Saat api tersebut akan membakar saya dan teman-teman tiba-tiba saya kembali ke waktu pesawat itu baik-baik saja.

Kp Tony: "Baiklah itu sudah cukup. Kami akan memeriksa bangkai pesawat tersebut. Sekarang kamu boleh pulang."

Semua temannya pulang ke rumah masing-masing. Vayne juga pulang ke tempat kediamannya sekarang.

Sore harinya

Jess yang tengah berenang bersama Nikki.

Saat mereka sudah selesai entah kenapa Jess terpeleset ke kolam berenang yang dalam (kira-kira 2,5 m).

Dia yang ingin naik ke permukaan tiba-tiba kaki kanannya seperti ditarik sesuatu untuk masuk ke dalam air. Jess mencapai tepi kolam renang dan memegang tepi kolam berenang tapi karena permukaannya licin maka pegangan Jess terlepas.

Jess mencoba untuk berteriak minta tolong tapi Nikki dan orang-orang yang lain sedang asyik berenang. Sehingga mereka tidak mendengarkan teriakan itu.

Permukaan air sudah mencapai mulut Jess. Jika dia tidak segera keluar maka dia akan tinggal tubuh yang tidak bernyawa.

Jess berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari kolam itu tapi sayang sekali usahanya gagal. Dia yang sudah kehabisan tenaga dan akhirnya tenggelam sepenuhnya sampai ke dasar kolam.

Jess hanya punya beberapa menit untuk berusaha menggapai udara sebelum dia kehabisan udara. Dia berusaha sekuat tenaga tapi usahanya sia-sia akhirnya dia mati tenggelam.

Vayne yang berada dirumahnya sedang makan tiba-tiba fotonya bersama teman terjatuh. Anehnya hanya bagian dari foto Jess saja yang retak. Seketika firasat buruk menghantuinya.

Vayne langsung menghubungi Jess tapi tidak ada jawaban. Dia memutuskan untuk pergi ke rumah Jess yang tidak terlalu jauh. Terdengar isak tangis dari dalam rumah. Fisarat Vayne semakin menjadi-jadi.

Di dalam sana ada ibunya yang sedang menangis. Vayne kebingunganan

Vayne: "Jess di mana? Bisakah saya bertemu dengannya."

Ibu Jess: "Jess dia sudah tiada."

Vayne:"A…Apa bagaimana bisa!"

Ibu Jess: "Entahlah mungkin dia bunuh diri dengan terjun ke dalam kolam yang dalam."

Vayne langsung terkejut bukan main. Disaat yang sama dia menyadari bahwa satu hal yaitu. Semua yang selamat dari kecelakaan pesawat akan mati dengan cara yang menggenaskan.