Title : Message Sent!

Author : Aqua Freeze

Fandom : MÄR

Character : Alviss

Disclaimer : MÄR © Nobuyuki Anzai

Summary : Sekuel dari "Kono Kanjou no Namae Nante Wakaranai" (mungkin)

Warning! Shonen-ai, OOC,AU

A/N : Ini adalah fanfic super pendek nan geje yang terinspirasi dari HP saya yang tidak ada pulsanya (hiks…)

Niatnya mau dibikin doujin buat lucu-lucuan, tapi berhubung saya bingung masalah pembagian kolom akhirnya ide ini saya alihkan ke fanfic.

Selamat membaca!^^

Message Sent!

Alviss merebahkan tubuh lelahnya di tempat tidur. Hari ini cukup melelahkan bagi pemuda berambut jabrik itu, Selesai kuliah langsung mengerjakan tugas kelompok hingga sore hari, lalu dilanjutkan dengan kerja sambilan hingga malam hari.

Belum ada lima menit ia berbaring, ia sudanh bangkit lagi untuk mengambil HP di atas meja belajarnya, mengecek apakah ada pesan masuk selama ia pergi seharian ini. Hari ini ia sengaja meninggalkan HPnya di rumah karena tidak punya pulsa. Sebuah alasan bodoh memang, tapi baginya meninggalkan HP di rumah lebih baik daripada harus merasa bersalah karena tidak bisa membalas pesan penting yang masuk. Sebagai anak kos dengan budget minim, tentunya ia lebih memilih menggunakan sisa uangnya minggu ini untuk makan daripada untuk membeli pulsa.

'Cuma ada pesan dari operator. Paling-paling iklan nggak penting.' Ia langsung menekan tombol delete tanpa membuka pesan itu lebih dulu.

Alviss kembali membaringkan tubuhnya.

KLIK KLIK Ia mengetik sesuatu. Satu kata yang tidak pernah bisa ia sampaikan kepada orang itu. Dan mungkin saja tidak akan pernah ia sampaikan selamanya.

Ia mulai menekan tombol navigator ke bawah hingga berhenti di satu nama. Phantom.

Entah setan bodoh macam apa yang membimbingnya untuk menekan menekan 'send' meski tahu bahwa ia belum mengisi pulsa.

'Pasti tidak akan terkirim!' Ia tahu hal yang ia lakukan ini bodoh. Sangat bodoh. Tapi entah kenapa ia tetap saja melakukannya.

Tiba-tiba HPnya berbunyi dan muncullah laporan terkirim.

"NANIIII !" teriak Alviss refleks. Ia sangat panik. Harusnya pesan itu tidak terkirim karena ia tidak punya pulsa. Buru-buru ia mengecek pulsa. Ada.

"Siapa yang ngisi pulsakuuu?" teriak Alviss.

"Alviss berisik! Aku lagi belajar!" teriak anak laki-laki dari kamar sebelah.

"Ah,gomen…"

'Aduh, bagaimana ini?' batin Alviss sambil berjalan bolak-balik di samping tempat tidurnya.

'Oh, iya! Aku bilang saja kalau tadi itu salah kirim. Dengan begitu…' Belum selesai ia menyusun rencana, HPnya berbunyi mengiringi satu pesan masuk. Sebuah pesan dari Phantom. Dengan tangan gemetar Alviss membuka pesan itu.

KLIK

[Payah! Kalau berani katakan itu langsung padaku! ;p ]

Ekspresi wajah Alviss saat membaca pesan itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Singkat cerita, pada akhirnya Alviss menghabiskan malam itu bersama Phantom. (?)

o0o

#behind the scene#

Alviss : Hei, author sialan! Kalimat terakhir itu ambigu! Ganti!

Author : Lho,apanya yang salah? Kamu memang menghabiskan malam itu buat SMS-an sama Phantom kan?

Alviss : Pokoknya ralat sekarang juga! Aku nggak mau endingnya bernuansa rating M gitu!

Author : Fufufu… kok kamu bisa mikir sejauh itu? Jangan-jangan…

Alviss : Darkness ÄRM…

Author : Eee! Cho,chotto matte! *panik* Oke,oke, nih tak ralat:

"Pada akhirnya, Alviss menghabiskan malam itu untuk berdebat dengan Phantom. Alviss terus menjelaskan kalau itu salah kirim, tapi Phantom tidak mau percaya. Owari."

Alviss : Begitu lebih baik. Btw, siapa yang tadi ngisi pulsaku?

Phantom : Aku. Aku tahu kamu nggak punya pulsa, makanya kutransfer. Hehe^^v

Alviss : Jangan-jangan pesan dari operator yang tadi kuhapus itu…

Phantom : Yup! Itu pasti laporannya!

o0o

Terimakasih sudah mau membaca.^^