Disclaimer : I only own this fic's plot.

Pairing : Gale Harold and Randy Harrison, a lil bit of GaleYara.

Rate : T

Genre : Hurt/Comfort/Romance - RPS (Real People Slash) from QAF's Main Casts.

A collaboration fic with Rikunarita.

A/N's at the end.

Enjoy reading, People!


Chapter 1

Vancouver, Canada—Fall, 2011

Terdengar suara pintu apartemen ditutup, disusul suara langkah berirama yang timbul dari high-heels. Gale yang sedang duduk di balkon luar tak menghiraukan suara-suara tersebut. Tatapannya masih terfokus lurus keluar, namun bukan karena ada sesuatu yang dia lihat, melainkan ada sesuatu yang sedang ia pikirkan.

"Hey, Honey. Di sini kau rupanya." Suara lembut seorang perempuan terdengar dari belakang Gale yang masih termenung. "Gale?" Suara itu terdengar lagi.

Gale sedikit tersentak saat ia merasa bahunya disentuh, namun langsung tenang saat ia tahu siapa yang sedang menyentuhnya. Orang itu adalah Yara—Yara Martinez, kekasihnya saat ini.

"Ada apa, Gale? Apa kau sedang tak enak badan? Mungkin sebaiknya kau beristirahat saja di kamar." Suara Yara penuh dengan kekhawatiran.

"Um, tidak," jawab Gale. "Aku baik-baik saja." Gale berkata sambil tersenyum ke arah kekasihnya itu.

Yara memandang Gale dengan tidak yakin. "Benarkah? Kau sampai terkejut saat aku menyentuhmu. Sepertinya ada yang sedang kau pikirkan."

Gale menghela nafas. "Ya, aku hanya memikirkan soal serial yang sedang aku jalani. Mungkin aku sedikit merasa lelah." Gale tahu kalau ia baru saja berbohong. Ya, memang benar kalau sekarang ini dia sedikit merasa lelah karena jadwal syuting dan promo The Secret Circle, tapi itu bukanlah hal yang sedang ia pikirkan, jauh sekali dari itu.

"Tapi untung saja sekarang kau mendapat beberapa hari off." Yara berkata sambil berbalik berjalan menuju ruang dapur di apartemen Gale. "Sebaiknya kau gunakan waktu bebasmu ini untuk istirahat, atau rileks." Yara memberikan penekanan di kata 'rileks' sambil memandang penuh arti ke arah Gale.

Gale hanya balas tersenyum, namun sebenarnya ia menghela nafas dalam hati. Ya, Gale sadar jika belakangan ini ia sering sekali menghela napas. Akhir-akhir ini Yara tak lagi menghuni hati dan pikirannya. Sosok lainlah yang sekarang menghantui hati dan pikiran Gale. Sosok yang sudah lama sekali ia temui. Randy Harrison. Sudah berapa tahunkah? Dua tahun? Tiga tahun?

Randy sempat datang menjenguknya di California saat Gale mengalami kecelakaan motor. Itulah terakhir kalinya Gale bertatap muka dengannya. Fakta ini membuat dada Gale sedikit mencelos.

Sebenarnya Gale sempat datang melihat pertunjukan teater musim panas Randy yang lalu—"The Who's Tommy"—di Massachusetts. Ia datang diam-diam untuk melihat perkembangan kemampuan akting Randy saat ini. Dan tak dapat dipungkiri lagi kalau Randy semakin bersinar. Randy benar-benar menunjukkan keseriusannya dalam seni teater yang sangat dia cintai.

Gale tersenyum saat mengingat betapa Randy sangat passionate terhadap dunia teater. Dia memang pekerja keras.

Oke, kembali ke jalur awal pemikiran Gale. Sebenarnya itu bukanlah satu-satunya alasan Gale datang ke pertunjukan Tommy. Gale akui kalau ia datang juga karena INGIN MELIHAT Randy setelah sekian lama tidak bertemu. Namun ia hanya bisa melihat dari kejauhan. Ia tak ingin semua perasaan muncul ke permukaan jika ia bertemu langsung dengan Randy.

Humph. Perasaan? Gale benci dengan kata itu. Mungkin inilah salah satu kesamaan yang ia miliki dengan Brian Kinney, karakter yang ia perankan dulu, yang sama sekali tidak suka membahas apapun yang berhubungan dengan perasaan. Karena jika membicarakan perasaan, hanya hal-hal yang menyakitkan yang akan muncul, dan juga akan menyadarkannya akan kenyataan pahit.

"…bisa makan malam sebentar lagi." Suara Yara menyadarkan Gale dari laju pikirannya.

"Huh? Kau bilang sesuatu?" Gale bertanya.

"Kau pasti melamun lagi." Yara menghela nafas.

Dan sepertinya bukan hanya Gale yang memiliki kebiasaan baru.

"Aku tadi bilang, sebentar lagi makan malam sudah siap karena sekarang aku sedang menghangatkannya." Yara mulai mengambil peralatan makan dari lemari.

Gale bangkit dari duduknya dan berjalan ke dapur untuk membantu Yara menyiapkan makan malam. "Apa makan malam kita kali ini?"

"Oh, Meatloaf. Kathy yang membuatnya." Yara membuka microwave dan mengeluarkan wadah tahan panas yang ada di dalamnya.

Oh, ya, Kathy. Dia adalah sahabat Yara sekaligus manajernya. Dia ikut Yara ke sini untuk menemaninya, dan sekarang Kathy sedang berada di tempat adiknya karena kebetulan adiknya juga tinggal di Vancouver.

Setelah Yara selesai meletakkan Meatloaf dan salad di atas meja, Gale duduk di kursinya. Tak lama hanya suara peralatan makan yang sesekali terdengar. Mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing. Gale-lah yang pertama kali memecahkan keheningan di antara mereka.

"Kapan kau kembali ke LA?" Tanya Gale.

"Hari Senin. Aku ada jadwal reading, jadi tak bisa berlama-lama di sini," Yara menjelaskan.

Mereka berdua memang memiliki kehidupan yang sibuk. Bisa bertemu seperti sekarang pun sudah sangat beruntung bagi mereka.

"Ya, aku mengerti." Gale tersenyum, lalu melanjutkan makan malamnya. Entah kenapa, saat mendengar Yara tak akan lama berada di Vancouver, ada perasaan lega yang timbul. Lagi-lagi Gale menghela nafas dalam hati.

"Kau yakin kau baik-baik saja, Gale? Kau terlihat tak sehat. Maaf, jika aku ada di sini di waktu bebasmu yang seharusnya kau gunakan untuk beristirahat." Yara memandangnya dengan khawatir. "Tapi aku ingin sekali bertemu denganmu, mengingat terbatasnya waktu bebas kita. Makanya aku segera menyusulmu ke sini saat tahu kau punya off-schedule."

"Tak apa. Aku justru senang kau ke sini. Aku sendiri bosan jika harus menghabiskan waktu off-ku sendirian. Kenapa kita tidak manfaatkan saja saat kau sedang di sini?" Gale berkata sambil tersenyum menggoda.

Yara tertawa sambil menggelengkan kepala. "Oh, kau ini."

"Aku sudah kenyang. Ini makan malam yang enak dibandingkan menu take-out yang biasa kumakan. Jangan lupa sampaikan terima kasihku untuk Kathy."

"Tentu saja." Yara menjawab. "Kau sudah selesai? Biar aku bereskan ini. Sebaiknya kau tunggu aku di kamar sementara kuselesaikan ini." Yara mulai merapikan meja.

"Hmm… Lalu apa yang harus aku lakukan selama menunggu?"

"Well, terserah kau. Kau bisa mandi terlebih dulu." Yara mencium pipi Gale dan mendorongnya ke arah kamar.

"Baiklah, Madame." Gale membungkukkan badannya seolah memberi hormat pada seorang bangsawan.

Yara hanya tersenyum geli melihat tingkah Gale ini yang sebenarnya jarang sekali muncul.

Gale tahu Yara sangat peduli padanya. Ia selalu bisa tahan dengan sifat dingin Gale atau sikap acuhnya yang terkadang muncul. Dan karena itulah Gale sedikit merasa bersalah. Di saat wanita ini ada di sampingnya, Gale malah memikirkan seseorang yang berada jauh dari situ. Memikirkan Randy.

Setidaknya saat ini Gale mencoba untuk menyenangkan Yara saat dia ada di sini. Dan mungkin saja dengan begitu sosok Randy yang belakangan ini kembali menghantuinya bisa terhapus dari pikirannya.

...TBC


Okeh, memang pendek, anggap aja ini prolog... Awalnya niat bikin oneshot, tapi berhubung belum selesai, diputuskan dijadikan multichap...#phew

Ide membuat fic ini muncul karena gerah terhadap spekulasi-spekulasi yang bermunculan tentang hubungan Gale maupun Randy, yang positif maupun negatif. Sebagai fans GaNdy, aku selalu berharap 'sesuatu yang bagus' muncul di antara mereka. Tapi terkadang harapan itu selalu dilemahkan dengan kenyataan bahwa masing-masing mereka berdua sekarang dengan 'U-Know-Who1' and 'U-KnowWho2' (Ogah nyebut nama mereka...= =").

Apapun kondisinya, aku dan GaNdy fans yang lain punya keyakinan bahwa 'There must be SOMETHING between these two!', entah dulu saat masih di QAF atau sampai sekarang. Who knows?

Dan akhirnya muncullah fic ini yang tersusun atas beberapa fakta dengan modifikasi di sana sini, dan dalam proses penulisannya harus merasa cenatcenut...TT~TT Yang mana yang fakta, yang mana yang bukan, silahkan tebak sendiri...=P

Dan kenapa Yara ada di sini? Well, suka ga suka, dia 'tersangka utama' orang terdekat Gale saat ini, jadi harus masuk plot...#sigh

Oiya, fic ini dibuat dengan bantuan ide dari Rikunarita yang sama tergila-gilanya dengan GaNdy. Bisa dibilang ini Collaboration fic barenk Riku... Thanks to her, fic yang sempat 'macet' ini bisa 'maju' lagi...XDD

Juga thanks buat Genk OOT (QAF-IndoFams) yang selalu ngedukung QAF dan selalu ada di saat-saat galau...XDD #eeaaa

There's more to come... Just keep being alert...=D

Kindly review, please~