Music and Dance, CanTell The Love

Disclamer: Masahi Kishi Moto

Genere: Friendship, Romance sedikit Action dan Humor

Rated: T

Warning! Typo dimana- mana, gak sesuai EYD, Hinata super OOC, DLL

.

.

Konoha High School

" Hah... hah... gi- gile. Ce- cewek- cewek itu kalo ngamuk ngeri ya...?" Kata Sasuke sambil ngo- ngosan.

" He- e..." Tanggap Sai sambil tepar.

" Me- Mengerikan..." Tambah Naruto.

" Hoi kalian ber tiga! Lagi serasa di pantai yah!" panggil Kiba dari jauh dan mendekati mereka.

" Serasa di pantai pala lu peang." Desis Sasuke.

" Kita orang justru serasa dikejar monster tau!" Tambah Naruto.

" He... he... Sory." Kata Kiba sambil nyengir sambil menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.

" Udah ah, kalian ini udah di tunggu tau! kita juga punya tamu kehormatan sekarang." Lanjut Kiba.

" Siapa?" Tanya Sai.

" Nanti kalian juga tau, sekarang masuk dulu dah!" ajak Kiba.

Tanpa banyak pikir lagi, mereka bertiga bangun dari keadaan mereka yang mengenaskan dan menyusul Kiba masuk ke dalam ruangan klub.

Sesampainya di dalam, betepa terkejutnya mereka bertiga. Ternyata yang dimaksud dengan tamu kehormatan itu adalah Cool Girls!

Dengan santainya, mereka ber tiga duduk di tiga kursi yang ada di atas panggung yang merupakan kursi Frame Boys. Sementara para siswa sedang menganga + terpukau dengan ria- nya.

" Ba- Bagaimana mungkin mereka..." Kata Naruto dengan mulut menganga.

" Bisa ke ruangan ini..." Lanjut Sasuke dengan mulut yang juga menganga.

" Sebelum kita sampai..." Ucapan mereka diakhiri dengan kata- kata Sai yang juga ikut menganga.

Dan mereka bertiga menjadi lemas. Secara cepat, Hinata menyadari keadaan Frame Boys yang sedang lemas. Seringaian kecil muncul di bibirnya, dan ia membisikan sesuatu pada kedua temanya yang hanya ditanggapi dengan muka mereka yang biru pertanda mereka berdua akan muntah. Tapi, Hinata malah senyu- eh, menyeringai.

" Wah, wah, wah. Coba lihat, sebuah duren berjalan lengkap dengan sesuatunya." Kata Hinata dengan nada mengejek dan suara yang agak di perkeras. Dan Hinata mendekati mereka bertiga dengan sebuah seringaian di bibirnya.

Secara mengenaskan, Hinata langsung menarik kerah baju Naruto dan membisikan sesuatu di telinganya dengan nada umh... sexy?

" Akan ku balas perbuatanmu tadi... tuan... Duren..." Bisik Hinata dengan nada sexy. Mukanya naruto menjadi pucat. Sasuke dan Sai yang melihatnya hanya bisa penasaran.

Secara tiba- tiba, Hinata melepas cengkramanya dan mulai ber- acting menagis.

" Hiks..." Hinata memulai acting- nya.

" Kau... hiks... benar- benar keterlaluan... hiks... padahal kan, aku... hiks... Cuma mau minta maaf..." Hinata nangis bombay. Sontak, seluruh siswa yang melihatnya tersentak.

" Hoi Naruto! Apa yang kau lakukan?" Teriak Temujin.

" Wah, kau cari gara- gara dengan Konan- senpai ya?" Tambah Kiba.

" Sudahlah Naruto, kenapa dia yang harus minta maaf padamu? Aturan kan kau yang harus minta maaf denganya!" Ucap Sora dan diikuti anggukan dari yang lainya.

" He- hei? Apa yang aku..."

" Cepat minta maaf!"

" Baiklah... Hinata... a- aku... minta maaf..." Kata Naruto dengan sangat- gak ikhlasnya. Hinata yang mendengarnya langsung menghentikan actingnya dan menggantinya dengan adegan berikutnya.

" Benarkah itu? Bisa ku dengar sekali lagi?" Tanya Hinata dengan muka imut dan nada yang dibuat- buat. Seluruh siswa yang melihat muka Hinata dan mendengar suaranya barusan menjadi leleh seketika.

Jujur, Sakura dan Ino yang sedari tadi diam dan melihat dari jauh sudah seperti mau muntah jika mereka berdua di kamar mandi sekarang.

" Aku... minta... maaf ya... nona Hinata~~" Ulang Naruto dengan terpaksa. Seringaian kembali muncul di bibir Hinata.

Hinata sedikit mendekati Naruto dan berjinjit dan kembali membisikan sesuatu di telinga Naruto. " Ini untuk sebelumnya Duren! Makan nih shampo! (?)" Setelah mengatakan itu, Hinata kembali ke sifat asalnya.

" Come on Girls. Let's go." Panggil Hinata pada Sakura da Ino tanpa memalingkan badanya.

Secara sengaja, Hinata menabrak Naruto dengan keras dan diikuti Sakura dan Ino yang menabrak Sasuke dan Sai, dan mereka ber- tiga pergi kembali ke alamnya. *bletak!*

Seluruh Siswa yang melihat kepergian mereka bertiga hanya bisa ber 'haah' ria. Sementara Frame Boys kelihatanya masih agak syok.

~O~O~O~O~O~O~O~O~

.

.

Saat Cool Girl selesai dengan rencana 'pembalasan dendam' mereka, Sakura dan Ino mukanya malah jadi pucat dan seperti ingin mutah.

" Kalian kenapa?" Tanya Hinata santai sambil menghentikan jalanya.

" Mau muntah karena kamu tau!" Jawab Ino sambil sedikit menyentak.

" Aku? Memangnya apa salahku?" Hinata memasang muka tanpa dosa.

Sakura dan Ino langsung ber inner ria 'idiot! Apa dia belum paham apa yang dia lakuin tadi!'.

" Salahmu itu adalah, kenapa kau melakukan hal memuakkan seperti tadi Hinata?" Sakura naik darah.

" He... he. Bukanya kalian juga nikmatin tadi?" Tanya Hinata balik.

" Nikmatin sih nikmatin, tapi efeknya ini lho!" Jawab Ino sambil mengembungkan kedua pipinya.

" Kalo gitu sorry deh, sorry." Hinata nyengir 15 jari. (?)

" Udah deh, mendingan yang ini kita tunda dulu. And, Hinata, aku punya pertanyaan untukmu." Kata Sakura dengan muka bercampur aduk. (pecel, nasi uduk, keredok belilah di sini! *plak!*)

" Apa?" Jawab Hinata singkat.

" Kenapa kamu ngelakuin ini Hinata!" Sakura bertanya dengan nada yang dipertinggi.

" Memengya aku ngelakuin apa?" Tanya Hinata balik.

" Kenapa kamu milih Temari dan Matsuri? Apa kamu udah gila ato kamu mau ngancurin hatimu sendiri? Padahal kau tau sendiri kan, kalo Temari itu kakaknya Gara dan Matsuri itu..."

" Sakura hentikan! Jangan ungkit lagi!" Ino memotong ucapan Sakura sebelum Sakura mengucapkan hal yang bisa memancing 'sesuatu' dari Hinata.

" Memangnya kenapa kalo aku pilih mereka berdua? Kan sebelum ini aku udah pernah ngomong ama kalian berdua, kalo masalah pribadi jangan dibawa ke dalem urusan orang banyak. Ato kalian berdua mau ku keluarin dalem penampilan utama kita nanti? Gak kan? Kalo gitu, jangan ungkit masalah 'itu' lagi" Jawab Hinata sambil membalikan badanya dari arah kedua temanya dan kembali berjalan menuju ruang klub.

" Sakura, sebenarnya aku juga ngerti perasaanmu, tapi jangan sampe kita ngungki hal 'itu' lagi. Bukanya itu sama aja kita yang nyakitin Hinata lagi?" Kata Ino sambil memukul pelan punggung Sakura.

" Aku sebenarnya juga berfikiran sama kayak kamu Ino. Tapi, orang brengsek itu kelihatanya bakalan pindah ke sekolah ini! Terus, gimana kalo Hinata nginget masa lalunya lagi?" Kata Sakura. Refleks, Ino terkejut.

" A- Apa katamu? I- itu enggak mungkin! Kenapa aku bisa gak tau?" Kata Ino bingung bercampur terkejut.

" Gak selamanya kamu bisa tau semua hal ratu gosip." Kata Sakura sambil berjalan.

" Jidat! Tunggu aku!" Ino berlari menyusul Sakura.

~O~O~O~O~O~O~O~O~O~

.

.

Saat Sakura dan Ino beru sampai di ruangan klub, Hinata sudah mengumpulkan anggota terpilihnya dan menceramahinya.

Kelihatanya, Matsuri dan Temari yang paling gugup.

" Hoi kalian berdua! Cepat sini! Ngelamun aja!" Panggil Hinata pada Sakura dan Ino yang berada di ambang pintu. Tanpa basa- basi lagi, Sakura dan Ino berlari menuju tempat Hinata. Sementara Sakura melirik Matsuri sinis.

Lalu Hinata kembali mengalihkan pandanganya menuju para mahluk yang ada di depanya.

" Kalian mengerti apa yang ku maksud barusan? Ada pertanyaan?" Tanya Hinata. Dan dijawab gelengan kepala dari semua mehluk eh... mahluk yang ada di depanya.

Sakura, Ino. Ambil tape yang ada di belakang panggung. Gak pake protes." Printah Hinata. Sakura dan Ino hanya menurut. Kurang dari 1 menit, mereka berdua sudah kembali dengan peralatan yang Hinata suruh.

" So, sekarang kita mulai latihanya. Bagian langkah dan posisi." Kata Hinata. Dan, mereka memulai latihan posisi mereka.

~O~O~O~O~O~O~O~O~O

.

.

Sementara itu di tempat Naruto

.

.

" Good! Latihan yang bagus!" Puji Naruto.

" Kiba, Temujin, kalian jangan lupa posisinya ya?" Kata Sai.

" OK dah." Jawab Kiba. Sementara Temujin hanya mengangukan kepalanya.

" Sekarang, waktunya gerakan Dobe." Kata Sasuke.

" OK. Tapi gerakanya ada yang kita buat berbeda." Jawab Naruto sambil meregangkan otot kepalanya yang agak kaku.

" Terserah." Kata Teujin.

" Oi Dobe, ini kan penampilan utama, apa kita gak ngelakuin penampilan khusus kita ber- tiga sendiri?" Tanya Sasuke.

" Tentu aja ada doong." Jawab Naruto sambil nyengir.

" Terus apa dong? Perasaan kita belum latihan." Tambah Sai.

Mendengar itu, Naruto malah menyeringai sambil menghentikan aktifitasnya nyolong rambutan.(? Apa kaitanya?)

" Masa kalian gak inget yang rencana 'New World?'" Ucapan Naruto barusan juga membuat Sasuke dan Sai menyeringai.

" Heh."

" Rupanya."

" Kamu mau bener- bener ngalahin Sadako itu ato mau ngebikin seluruh cewek pingsan, tergila- gila, ato mimisan heh." Tanya Sai sambil menyeringai.

" Kalo bisa, kenapa gak semuanya?" Jawab Naruto sambil salto ke belakang.

Tanpa mereka sadari, mereka mengacuhkan dua orang yang tadi hanya saling pandang melihat kelakuan GaJe merekan ber- tiga.

~O~O~O~O~O~O~O~O~

.

.

Skip time pulang sekolah

.

.

" Hinata, kamu ada rencana malem ini?" Tanya Ino.

" Gak, memang kenapa?" Tanya Hinata balik.

" Gimana kalo kita ke karaoke." Sakura ikut nimbrung.

" Boleh juga, ntar aku bilang ama tou- san ku kalo aku mau ke tempat Kurenai- sensei buat jenguk." *hayoo Hinata bo' ong*

" Ide bagus, nanti kita sekalian jenguk Kurenai- sensei aja. Buahnya kamu masih ada kan Jidat?" Tambah Ino.

" Ada doong... cherry ama blueberry kan?"

" Kalo bisa sekalian di rangkai ya?" Kata Hinata sambil mengeluarkan dua roll pita berwarna pink dan merah. Tapi yang pink ada tambahan glitter dan kelihatan lebih bagus.

" Nih, pake yang warna merah ini buat tambahan rangakaian- mu." Kata Hinata sambil menaruh dua roll pita tadi.

" Eh? Apa ini gak terlalu banyak? Terus yang warna pink ini buat apa dong?" Kata Sakura bingung. Saat sakura melihat pita yang berwarna pink, Sakura kelihatan ingin memilikinya.

" Sisanya buat kamu aja. And, yang warna pink itu buat kamu." Jawab Hinata santai.

Saat mendengar ucapan Hinata barusan, mata Sakura langsung berbinar- binar. " Yay! Makasih banyak Hinata! Kamu memang baik deh! Tau aja yang ku suka!" Kata Sakura sambil mencak- mencak (?) dan memeluk Hinata sampai Hinata mau kehabisan nafas. Wajar saja Sakura senang, karena pink itu adalah warna faforitnya.

" Huh! Aku di cuekin nih!" Kata Ino sambil mengebungkan kedua pipinya dan memanyunkan bibirnya.

" Hei! Jangan iri dulu Ino! Coba lihat ini!" Hinata mengeluarkan sesuatu daru balik saku seragam- nya dan meletakanya di tangan Ino.

" Ap...a... kyaa!" Ino yang masih cemberut menjadi berubah saat melihat benda yang ada di tanganya.

" Kya! Hinata! Makasih banyak!" Sama seperti Sakura tadi, Ino juga memeluk Hinata sampai Hinata mau kehabisan nafas.

" Lep... ha... shin... aku... Ino..." Kata Hinata lemas. Ino yang menyadarinya langsung melepaskan pelukanya.

" O, ya Hinata. Pita ini kau dapat dari mana?" Tanya Sakura.

" Jangan bilang kalo pita ini berasal dari 'hadiah' taruhan- mu dengan si Duren itu kan? Waktu itu aja, kamu ngasih kita berdua CD- nya W- inds yang limited edition dari taruhan balapan siput- mu dengan si Duren itu." Kata Ino curiga.

" Ato DVD Twilight Saga yang kamu dapet dari taruhan ngebantai preman jalan raya waktu itu." Tambah Sakura.

" Ato..."

" Bukan baka! Pita ini kubeli sendiri waktu aku dan okaa- san pergi ke kirigakure! Apalagi pita ini limited edition dan hanya dijual 3 warna!" Cerocos Hinata.

" 3 warna? Maksudmu ke- tiganya sekarang lagi kita pegang sekarang ini?" Tanya Sakura ragu.

" Salah, yang warna satunya lagi bukan yang merah itu." Jawab Hinata sambil merogoh sesuatu dari saku rok- nya.

" Terus yang satunya lagi itu wananya apa? Selain warna pink and kuning?" Tanya Sakura.

" Ini yang ter- akhir. Warna ungu muda." Jawab Hinata sambil menunjukan satu roll pita ber- glitter dari sakunya.

" Ooohh... kamu pinter ya Hinata milih warna. Kamu ungu muda, Sakura pink dan aku kuning." Celonteh Ino.

" Boleh kita pake?" kata Ino yang sedang melepas segel- nya.

" Jangan! Kita bakal make ini waktu tampil nanti. Buat ngalahin Trio Girly Boys itu!" Mata Hinata ber api- api.

" Oh, aku ngerti maksudmu sekarang." Kata Ino sambl memasukan pitanya ke dalam saku celananya.

" Sekarang... ayo latihan khusus kita!" Ajak Hinata yang dijawab anggukan + seringaian dari kedua sahabatnya itu.

~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~

.

.

Skip Time pulang sekolah

.

.

" Serusi nih Hinata? Kamu mau pulang sendiri?" Tanya Ino kawatir.

" Iya." Jawab Hinata singkat.

" Kalo terjadi sesuatu ama kamu gimana?" Kali ini Sakura yang bertanya.

" Sesuatu gimana? Preman? Hah, justru preman itu yang bakalan takut ama aku adanya." Jawab Hinata santai.

" Dasar... kalo gitu aku ama Ino duluan ya, Jaa..."

" Jaa..."

Sesudah itu, Sakura dan Ino pergi meninggalkan Hinata sendirian. Saat melihat kedua temanya itu pergi, Hinata menghela nafas panjang. Dan ia pergi dari sekolahnya menuju rumahnya melewati trabasan yang cukup berbahaya.

Benar saja, saat Hinata melewati trabasan itu, ia merasa ada yang mengikutinya. Bukanya merasa takut, Hinata malah berhenti dan memasang muka dingin.

Kini, dibelakang Hinata sudah ada lima orang laki- laki yang menatapnya dengan pandangan bernafsu.

" Hei gadis manis... mau pergi denganku tidak..." Kata salah satu dari orang itu. Dan, empat dari mereka maju menghadang Hinata di depanya. Namun, mereka tidak bisa melihat muka Hinata yang masih menunduk dan tertutup poninya.

" Hei gadis manis... ayolah, jangan sombong... temani kami ya" Kata lelaki itu lagi dan mendekat ke punggung Hinata. Hinata meremas ujung rok- nya dan menggigit bibir bawahnya.

" Masih tidak mau menjawab? Baiklah, itu ku anggap jawaban ya." Kata lelaki itu lagi sambil memengang salah satu tangan Hinata. Tapi, peganganya itu ditangkis oleh Hinata.

" Cih, dasar gadis sombong!" Orang itu marah dan mencoba menyeret Hinata. Tapi, Hinata malah menarik tangan orang itu dan membantingnya sampai terdengar bunyi 'brak!' Saat temanya yang dibelakang ingin membantu, Hinata menolehkan mukanya ke orang itu sambil memasang muka me... nge... ri... kan. Sontak, mereka ber- empat terkejut dan merinding di tempat. Saat mereka ber- empat mau melarikan diri, Hinata memanggil mereka dengan ucaapan dingin + sangar. (gimana coba?)

" Kalian! Jangan coba lari atau aku akan membuat kalian menderita!" Kata Hinata. Keempat orang itu mematung dan berbalik menatap muka Hinata dengan pandangan sangat takut.

" Aku mau bertanya pada kalian ber- empat." Lanjut Hinata sambil menginjak tubuh korbanya barusan.

" Y- ya... Me- memangnya apa yang mau Hi- Hime tanyakan?" Kata salah satu dari orang itu.

" Kalian sering mangkal di tempat ini bukan?" Ke empat orang itu mengangguk.

" Lalu, apa kalian tau jika ada orang yang pindah ke sini dari Suna dan tiggal lima blok dari sini?" Ke empat orang itu saling pandang dan mengangguk bersamaan.

" Mmm... apa yang Hime maksud itu pemuda dengan rambut merah dan ada tato di kepalanya?" Tanya salah satu orang itu dengan sangat hati- hati. Hinata membulatkan matanya saat mendengar itu.

" Ya, benar." Jawab Hinata dengan agak cemas.

" Orang yang memiliki tato kanji 'Ai' kan maksud Hime?." Hinata menganguk sambil menggigit bibir bawahnya.

" Apa orang itu sudah pindah sepenuhnya?"

" Be- belum Hime. Saat itu kami hanya melihat pemuda itu, dia Hanya datang ke sini sambil membawa kopernya. Dan kelihatanya orang itu bilang dia akan pindah ke sini sekitar er... tujuh atau empat hari lagi."

" Hn, kalo gitu, nih! Ku kembaliin orang ini ama kalian!" Hinata menendang orang yang sedari tadi di injaknya dan pergi meninggalkan tempat itu dengan muka sedikit cemas.

" Cih! Apa- apan sih gadis itu!" Kata orang yang ditendang Hinata tadi.

" Sssh! Kau ini jangan macam- macam dengan dia!" Kata temanya.

" Memangnya di itu siapa?"

" Ah, iya aku lupa... kau baru kembali ke kota ini beberapa waktu ini ya?" kata temanya sambil membatu 'korban' Hinata tadi.

" Hhh... baiklah, dia itu Hyuga Hinata yang dijuluki The Princess Of Blood Music and Dance. Dia termasuk dari dua orang yang membantai preman di jalan raya waktu kau pergi."

" Lalu, siapa orang yang satunya lagi? Dan kenapa dia bisa dapat julukan kayak gitu terus ada Music- nya ama dance- nya lagi."

" Yang satunya bernama Namikaze Naruto yang dijuluki The Prince Of Blood Music and Dance. Alasan mereka ada kata 'Music' dan 'Dance' di julukan mereka adalah. Karena mereka menghabisi pereman termasuk kami itu dengan mengunakan tekhnik Dance dan ada iringan Music background- nya juga." Terang temanya.

" Dan, mereka berdua itu sangat berbahaya! Jika mereka tidak mengampuni kami waktu itu, mungkin saja nyawa kami sudah melayang dengan gak hormat." Tambah salah satu orang sambil bergidik ngeri.

" Terus, yang laki- laki itu tampangnya seperti apa?" Tanya orang itu lagi.

" Uzumaki Naruto itu memiliki kulit tan, rambut kuning, dan bermata biru shappire." (ditempat lain, Naruto yang lagi nonton TV tiba- tiba aja terjungkal dari sofa)

" Sudah- lah, jangan diteruskan. Aku jadi takut sekarang."

" Memang sebaiknya begitu."

~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~

.

.

" A... aduh! Sakit!" Kata Naruto sambil mengusap bagian belakang kepalanya.

" Kau kenapa nak?" Tanya Kushina yang baru saja datang.

" Duh, tau nih kaa- san! Mungkin saja ada yang sedang membicarakanku sekarang! Sampai aku terjatuh dari sofa!" Sungut Naruto. Kushina hanya tersenyum saat melihat muka anaknya yang merah- marah!

" Yang kaa- san tau, jika ada seseorang yang sedang membicarakanmu. Kamu pasti bersin! Bukanya jatuh dari sofa!"

" Huh! Itu mana ku tahu kaa- san! Mungkin aja ini vesi terarunya dan aku Namikaze Naruto akan jadi pelopornya!" Kata Naruto bangga.

" Hmmm... banar- benar mirip Minato. Ah, bagaimana jika yang sedang membicarakamu sekarang ini adalah gadis Hyuga itu hm?" Tanya Kushina sambil menyeringai.

" Ah! Itu mana mungkin! Masa si Sadako itu sih!" Jawab Naruto. Semantara di tempat lain, Hinata yang sedang ada di rumahnya tiba- tiba dapat suatu perasaan aneh.

" Ah? Kenapa ya? Tiba- tiba aku jadi pingin memukul si Duren itu?" Gumam Hinata.

Back to Naruto

" Udah, makan dulu sana... ada ramen tuh!" Kata Kushina dengan menirukan iklan mie instan.

" Ramen? Aseekk!" Naruto ngelonyor ke dapur mencari makanan kesukaanya itu.

" Kaa- san!"

" Ya?"

" Nanti aku, Sasuke dan Sai mau jenguk guru Kurenai!" Naruto menuangkan air panas dari tremos sambil bersenandung.

" Ya,tapi pulangnya nanti jangan terlalu larut." Jawab Kushina sambil memindah channel TV.

~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~

.

.

" Otou- san! Nanti aku pergi jenguk guru Kurenai ya?" Kata Hinata sambil mencubit, melempar, dan melakukan tindakan anargis lainya pada bonekanya.

" Hn, boleh. Tapi pulangnya jangan terlalu malam."

" Aseek!" Hinata ngelonyor ke kamarnya dan mencari HP- nya. Setelah menekan beberapa nomor, Hinata mendekatkan HP- nya ke telinganya.

" Halo?"

" Neji idiot! Kapan kamu mau pulang hah? Bentar lagi itu ulang tahunya si Tenten tau!" Hinata merebahkan badanya ke kasurnya yang empuk. (apa iya?)

" Hn, kurasa aku akan pulang beberapa hari lagi. O, ya. Bagaimana keadaan bibi dan Hanabi?"

" Mereka belum pulang."

" Oh, kalau gitu daah..."

" Cepat pulang auat aku akan menyiksamu saat di rumah nanti." Hinata memutup teleponya dengan nada mengerikan.

" Hm? Jam berapa ini?" Hinata melihat jam yang ada di HP- nya.

" Hhh... waktunya rencana nih!" Gumamnya dan beranjak dari tempat tidurnya.

" Hinata! Ada Sakura dan Ino!" Panggil Hisashi dari bawah.

" Ya!"

Hinata turun ke ruang tamu dan berbicara dengan Sakura dan Ino sebentar dan mereka pergi ke luar. Di luar, Sakura dan Ino boncengan naik motor, sementara Hinata naik sepeda gunungnya. Benar- benar ketua yang aneh - _-". Katanya, jika naik sepeda itu lebih asik buat ugal- ugalan. (naah?)

" Gimana rangkaianya?" Tanya Hinata sambil menambah kecepatan sepedanya.

" Ini dia, nona tukang suruh." Ino menunjukan rangkaian blueberry dan cherry yang dihias dengan pita merah dan ditempatkan di sebuah keranjang yang tertutup plastik. Hinata malah sweatdroped.

" Nye? Itu mah lebih mirip parsel lebaran! (nande?)" Sungut Hinata.

" Berisik loe Sadako! Masih beruntung aku masih mau nge- rangkaiin! Gitu- gitu karya- ku ini bernilai mahal tau!" Kata Sakura kepede'an.

" Ngimpi loe Jidat!" Tanggap Ino.

" Kita hampir sam... pai? Tunggu! Jidat! Cepat dikit! Di depan itu ada Trio Girly Boy! Kita harus nyampe duluan!"

" Hah? I- iya Sadako!" Sakura menambah kecepatanya sampai motor- nya mau standing.

" Shanaroo!" Teriak Sakura. Otomatis, motor- nya Sakura bertambah kecepatanya.

Dalam waktu sekejap, mereka ber- tiga sudah sampai di rumah Kurenai.

" Permisi! Kurenai sensei! Apa anda ada di rumah?" Teriak Sakura.

" Ya! Sebentar!" sahut suara dari dalam rumah. Saat Kurenai membuka pintu, betapa terkejutnya ia saat melihat anak didiknya. Rambut mereka ber- tiga seperti habis terkena tornado.

" Ya ampun! Kalian kenapa?" Tanya Kurenai panik. Mereka ber- tiga saling pandang dan nyengir sendiri.

" He... he... maa sensei." Hinata nyengir sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

" Sudahlah, ayo masuk! Kalian ini." Suruh Kurenai.

" Ha'i" Jawab mereka.

Saat mereka sudah masuk, kurenai memberikan mereka sisir. Saat sedang ber- sisir ria. Tiba- tiba saja ada yang mengetuk pintu.

" Masuk." Jawab mereka.

Saat yang mengetuk pintu masuk. Betapa terkejutnya Cool Girl saat mengetahui Rival mereka ada si situ. Meski ada Asuma juga sih. (masih ingat kan? Asuma yang di chap 1?)

" Ka- kau!" Naruto menunjuk Hinata yang sedang mem- pause sisiranya. Sementara Sai sedang melongo ria saat melihat Ino menggerai rambutnya.

" Kyaa! Dasar mesum! Keluar sana!" Teriak Sakura sambil melepar bantal ke arah Sasuke. Dan, bantal itu mendarat 'mulus' di wajah sasuke dengan adegan slow motion plus background music gambang suling. (?)

" Jidat... kita kan gak lagi telanjang sekarang." Komentar Ino sambil sweatdroped.

" Eh? Iya ya... Tapi! Bukanya masuk di saat sekarang itu gak sopan!" Sakura nyolot.

" Au...tenaga Jidat Gorila" Sasuke mulai memindahkan bantal yang tadinya menempel di mukanya kini berada di tanganya. Tapi, muka sasuke ber cap bantal alias, bagian mukanya yang kena lemparan super mematikan dari Sakura menjadi merah.

" Kau! Masih mau ku hajar upanya!" Sakura menunjuk Sasuke dengan jari teng... eh, telunjuk maksudnya.

Kurenai dan Asuma merasakan aura hitam- kelam- mencekat- author takut! *plak!*. (gak ada yang nanya!)

" O, ya anak- anak. Memangnya ada apa kalian datang ke mari?" Tanya Kurenai. Ke- enam anak itu saling pandang, lalu aura yang tadi berubah menjadi sebuah pandangan mata licik.

" A... begini sensei... sebenarnya kami datang ke mari untuk menjenguk sensei yang katanya lagi sakit." Kata Hinata di per- imut sambil melirik tajam ke arah Frame Boys.

" Ah ya ampun. Kalian telalu perhatian." Kurenai tersipu malu. Asuma lagi pundung di pojokan karena di cuekin.

" Dan, kami ber- tiga bawain sensei... ini!" Ino mengeluarkan bingkisan- parsel lebaran- buah jenguk (?)- ato apapun itu namanya.

" Eits! Kami juga bawa sensei!" Sai juga mengeluarkan bingkisan- zakat- amal (?)- ato apapun yang penting halal ^_^.

" Bwahaha! Liat deh! Bingkisan kalian itu lebih mirip parsel lebaranya author yang rusak kemarin! Ha... ha!" Tawa Naruto.

" Ah? Apa iya duren? Punya kalian malah lebih mirip karung beras- nya author yang jebol!" Ejek Hinata. (author: aits! Napa gue di bawa- bawa! Mana nyebarin rahasia pribadi lagi!)

" Diamlah anak- anak... nah Kurenai sayang... (author: *muntah*) aku juga membawakan bunga ini untukmu..." Asuma bangkit dari pundungnya dengan adegan slowmotion berlari ke arah Kurenai sambil memegang sebuah bucket bunga bangkai (?) *plak*- bunga kertasnya konan *duak!*- i- iya deh! Marwan! (Asuma: Boleh juga.)

" Semuanya ayo tenang!" Teriak Kurenai. Dan semuanya pun diam.

" Bagus, sekarang duduk di tempat masing- masing." Suruhnya.

Lalu, ia mengambil bingkisan- parsel- bom bunga (?)- DKK.

"Sebenarnya. Ucapan kalian ini benar semuanya." Semua orang saling pandang- tidak mengerti.

" Hinata, Sakura, Ino. Yang kalian berikan ini memang lebih mirip parcel lebaran di banding buah jengukan. (?)" Frame Boys cekikian.

" Tapi, kalian juga bisa tahu kalo sensei suka buah cherry dan blueberry. Dan, pita warna merah ini tetentunya." Tambah kurenai sambil tersenyum lembut. Cool Girl tersenyum puas sambil memberikan tatapan 'kalian lihat sendiri kan?' kepada yang terhormat (?) Frame Boys.

" Naruto, Sasuke dan Sai. Apa ini zakat fitrah? Sekarang kan belum lebaran? (memangnya ada lebaran di Konoha?)" Tanya Kurenai sambil menyeritkan alisnya. Frame Boys tertunduk malu. Cool Girl tersenyum mengejek.

" Tapi, dalamnya lumayan juga. Ada buah anggur dan Strawberry. Terima kasih ya!" Kurenai tersenyum sumingrah. Frame Boys hanya bernafas lega.

" Dan Asuma." Kurenai sweatdroped tingkat dewa melihat apa yang di berikan Asuma padanya.

" Ya? Bukankah itu bagus?" Tanya Asuma bersemangat.

" Ini kan bunga kertas dan bunga yang ada di halamaku." Kurenai mulai mengeluarkan aura gelap, Asuma jadi merinding, author lagi ngupil. (gak ada yang nanya!)

" Anak- anak. Kalian boleh pulang sekarang." Kurenai memasang senyum manis ke Frame Boys dan Cool Girls.

Seakan tau yang akan terjadi, mereka ber- enam secepatnya ngecir ke luar setelah ijin dengan Kurenai. Di luar, Hinata menaiki sepedanya dan memasang earphone- nya sambil menjauh dari rumah urenai sejauh 3- 12 m. Dan di ikuti teman- temanya yang lain.

Sementara Naruto sudah siap siaga dengan memasang- kan tali pada sepedanya plus earphone pada telinganya. Sasuke da Sai yang boncengan juga ikut mundur sejauh 6 m. Kelihatanya Kurenai sebentar lagi akan meledak. Tunggu, kenapa mereka tidak lari? Jawabanya mudah. Karena mereka tidak mau melewatkan kesempatan bersejarah ini.

.

.

3

.

.

2

.

.

1

.

.

(roket meluncur!)

.

.

IIIDDIIIOOOOTTT!

GYYYAAAA!

Entah dari mana, tiba- tiba saja Sasuke meniup sebuah terompet dengan lagu kematian. Poor Asuma...

Setelah berdoa- mengheningkan cipta. Mereka memasang tampang netral mereka lagi.

" Sekarang... go to Karaoke!" Teriak Hinata pada kedua temanya.

" Ayo!" balas Sakura dan Ino tidak mau kalah.

Dan, Cool Girl pergi meningalkan Frame Boys yang sedang ber- dikusi.

" Kita lanjut Dobe." Kata Sasuke sambil tersenyum tipis.

" Yo' i. Abis nge- charge full nih!" Komentar Naruto sambil nyengir.

" Tapi Sasuke, tolong singkirkan teropet itu dulu." Sai menunjuk terompet yang entah dari mana Sasuke dapat.

" Hm... benar juga ya... author! Sini bentar lu!"

" Apaan?" Author dateng sambil ngupil.

" Idih! Jijay sih loe thor!" sai menatap author jijik.

" Alah, gitu- gitu kalian sendiri udah pernah ngupil 'kan?" Frame Boys mala geleng- geleng kepala.

" Ah! Bo' ong lu ber- tiga! Sekarang gue tanya, apa sih rasanya upil?"

" Asin." Jawab mereka ber- tiga.

" Nah! Parahan juga loe pada yang udah pernah makan upil! Hayo ngaku!" Sasuke membatu, Sai kejang- kejang, Naruto malah masih mau nginget kapan terakhir kali dia ngupil (?)

Udah ah! Daripada kita ngelanjutin pembicaraan menjijikan ini, mendingan kita lanjut alur cerita aja.

" Hm? Yaudah deh, mendingan nie terompet ku buang asal aja." Sasuke membuang terompet ajaib itu ke semak- semak.

" Sekarang kita GO!" Seru Naruto. Dan, mereka ber- tiga pergi ke karoke tedekat.

~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~

.

.

Saat sampai di tepat karaoke. Mereka ber- tiga malah terheran- heran.

" Apa tempat ini baru ya?" Hinata menaikan sebelah alisnya.

" Kelihatanya sih iya. Besar lagi." Komentar Sakura.

" Aku setuju dengan kalian." Tabah Ino.

Setelah sadar dari ke- Katroan- nya, Hinata membelalakan matanya saat melihat seseorang yang sedang berdiri di teras sambil memainkan HP- nya.

" I- itukan? Energy! Hei!" Panggil Hinata pada gadis yang sedang asyik memainkan HP- nya itu. Merasa namanya di panggil, ia menongak dan mencari sumber suara yang memanggilnya itu.

" Energy? Ini benar kamu?" Hinata berlari menuju ke tempat gadis yang bernama Energy itu.

" I- iya. Aku Energy. Lalu, kamu siapa?" Tanyanya bingung.

" Ya ampun Energy? Masa kamu lupa sih? Ini aku! Hinata!" Kata Hinata gemas.

" Hinata? Ya ampun Hinata! Ini kamu! Lama gak ketemu!" Energy memeluk Hinata dan begtu pula sebaliknya.

" Ya ampun! Kamu berubah drastis ya? Aku saja sampai tidak mengenali kalau ini kamu." Mereka ber- dua melepas pelukanya masing- masing.

" O, ya. Biar ku ajak kamu menemui teman- temanku!" Hinata menarik tangan Energy menuju Sakura dan Ino yang sedang cengo.

" Hei kalian! Cepat sadar!" Hinata memukul pungung kedua temanya itu. Secara ajaib, mereka ber dua sadar dari ke- cengoanya.

" Eh? Ada apa Hinata? Dan Siapa gadis ini?" Tanya Ino.

" Ok Girls. Kenalkan ini Energy. Nama lengkapnya Hwang Energy. Dia temanku waktu aku masih kecil." Hinata Mengenalakan teman lamanya itu.

" Energy. Senang bertemu kalian." Kata Energy ramah sambil membungkukan badanya.

" Ah, gak usah se- formal itu Energy, santai aja. Dan kenalkan, namaku Sakura dan yang di sebelahku ini namanya Ino." Kata Sakura

" Hai!" sapa Ino.

" Hai!" Energy membalas sapaan Ino dengan lembut.

" O ya Hinata, kenapa aku gak pernah liat dia main ama kamu dulu?" Tanya Sakura.

" Oh itu, jawabanya simpel aja. Energy ini pernah sekolah TK, tapi Cuma sampai tengah semester. Selanjutnya dia keluar dari TK dan ikut Home Schooling. Ayahnya ini seorang pemilik perusahaan swasta, dan itu pula yang membuatnya harus sering keluar masuk kota." Sakura dan Ino cengo di tempat.

" Home schooling? Wah, berarti Energy ini orang kaya yah?" Tanya Ino.

" Ah, enggak kok." Jawabnya.

" Ah, iya! Aku sampai lupa. Apa kalian mau ke karaoke juga?" Tanya Energy.

" Sebenarnya sih iya." Jawab Sakura sambil mengusap bagian belakang kepalanya.

" kalo gitu ayo masuk! Mumpung ada tuan putri- nya di sini!" Tawar Energy.

" Tuan putri? Jangan bilang kalo kamu yang punya tempat karaoke se- gede and bagus ini Energy." Sakura mikir yang aneh- aneh.

" Benar sekali! tempat karaoke ini adalah miliku." Energy nyengir.

" Wah, keliahtanya seru nih. Ayo Energy, kita karaokean!" Kata Hinata ber- semangat.

Saat mereka ber- empat masuk, Energy memesan ruangan khusus untuk mereka. Ruangan itu lebih besar dari ruangan yang lain dan terdapat lantai yang umayan luas untuk dance.

" Make lagu apa ya enaknya?" Ino berfikir.

" Kan kita ber- empat. Gimana kalo laguanya Sistar yang So Cool?" Usul Energy.

" Ide bagus. Energy, kamu bisa dance- nya gak?" Tanya Hinata.

" Soal begituan, jangan remehkan Hwang Energy!" Jawab Energy percaya diri sambil memberikan mic pada mereka ber- tiga.

" Kalo gitu Siap!" Ino memberi aba- aba. Tak lama kemudian, musik mulai terdengar.

Pertama, mereka ber- empat membentuk formasi.

Are you Ready?

Sistar and Brave Sound! We re No.1

Started!

Hinata maju sambil menungg music- nya datang.

I wanna rock!

I wanna rock!

I wanna rock!

Sakura, Ino, dan Energy maju menyusul Hinata dan bernyanyi bersama.

Rock it like this (Hey!) rock it rock it like this (Sistar!)

Rock it like this (Hey!) rock it rock it like this (Party time!)

Rock it like this (Hey!) rock it rock it like this (Sistar!)

Rock it like this (Hey!) rock it rock it like this (Party time!)

Energy maju sambil ber- dance disko.

Utgigo anjainne museum sarangi

Jangnainini wae jakkuman mamdaero haneunde

Nega mwo geuri jallanneunde nae mam apeuge hani heossorin jibeochiullae

Kali ini giliran Sakura

Nan bilgo bireosseo nega nega

Bulhaengharago soksanghaeso

Geuttaeun geuttaeun geuttaen jeongmal geuraesseo

Ino mengantikan Sakura

Nan bilgo bireosseo nega nega manggajirago (It's Party Time Party Time)

Doraboni useumman nawa!

I feel so cool cool cool, nuneul sshitgo chaja bwado

Cool cool cool, naman han Girl eobseul geol

I feel so cool cool cool, yeogi dulleo bwado

Cool cool cool, naman han Girl eobseul geol

Saat Ino bernyanyi barusan, yang lainya asyik dance dengan gerakan mereka

Dan kini, Hinata memulai kembali aksinya

Yeah I feel so cool cool, yeah I feel so e e e

Yeah I feel so cool cool

Yeah I feel so cool cool, yeah I feel so e e e

Yeah I feel so cool cool, nan gwaenchanha

Energy sudah siap dengan bagian selanjutnya

I feel so cool like Ice- T, huhwe neun gatda beoryeo priceless

Sesang ye ban, bani namja, neottaemune na ulgi anha

Gucha hage neoreul jabgeo na mae dallil ireun jeoldae No!

Let you know, 1 thing straight. Hot boda museo unge cool cool cool

Sakura dan Ino siap berduet ria

Nan bilgo bireosseo niga niga bulhaeng harago

Soksanghaeso geuttaen geuttaen jeongmal geuraesseo

Nan bilgo bireosseo niga niga manggajirago ( It's Party Time Party Time)

Doraboni useumman nawa

Energy sudah siap dengan aksinya. Ia bernyanyi sambil ber- dance ria. Seakan tidak mau kalah, Cool Girl menari di belakang dengan semangat.

I feel so cool cool nuneul sitgo chajabwado

Cool cool cool namanhan Girl eobseulgeol

I feel so cool cool cool yeongijeogi dulleobwado

Cool cool cool namanhan Girl eobseulgeol

Mereka men- sejajarkan posisi mereka dan menggerakan pinggul mereka seperti ombak.

Yeah I feel so cool cool, yeah I feel so e e e

Yeah I feel so cool cool

Yeah I feel so cool cool, yeah I feel so e e e

Yeah I feel so cool cool, nan gwaenchanha

Sistar Ah High Cool we' re cool uno dos tres cuatro!

Sistar Ah High so cool we' re cool

Kini giliran Ino bernyanyi slow tapi tetap ada irama disco- nya.

Neon dasi doragal il eobseulgeol nal butjapjima (Don't wanna be a fool)

Chorahan dulboda hwaryeohan solloga

Joha na ije deo kul haejilgeoya

Mereka kembali men- sejajarkan posisi mereka kembali

Rock it like this (Hey!) rock it rock it like this (Sistar!)

Rock it like this (Hey!) rock it rock it like this (Party time!)

Rock it like this (Hey!) rock it rock it like this (Sistar!)

Rock it like this (Hey!) rock it rock it like this (Party time!) sis

Di akhir lagu, mereka memasang posisi masing- masing. Energy melipat tanganya di depan dada, Hinata mengepalkan tanganya ke depan, Sakura seperti orang yang berpose hormat dan Ino meletakan telunjuknya di pipinya.

'Skor yang diperoleh... 1000! Selamat atas skor yang banyak, silahkan ambil hadiah yang anda mau di box ini!' Suara sebuah mesin, dan diiringi tebaran kertas krep dan ledakan confetti. Plus, ada foto pose terakhir mereka tadi.

" Eeh? Energy, kenapa tempat karaoke- mu seperti ini?" Hinata berusaha menyingkirkan sebuah kain yang jatuh di atas kepalanya.

" Benar! Setiap seorang penyanyi mendapat nilai 1000, maka akan diperbolehkan untuk memilih satu buah hadiah tergantung banyaknya orang yang menyanyi. Jika kalian tidak dapat nilai 1000- pun akan tetap terkena leadakan confetti seperti ini." Energy meledakan conffeti tepat di depan muka Ino.

" Kya! Energy! Kamu jail banget sih!" Ino kaget sambil jatuh terduduk di tempatya. Energy malah tertawa lepas melihat reaksi Ino yang berlebihan.

" Ah! Iya! Aku baru inget! Eh Energy. Kamu mau ya jadi pengisi acara latihan bareng kita orang kamis depan!" Usul Hinata.

" Eeeh? Yang bener Ta?" Energy kaget bercampur senang.

" Memangnya mukaku ini mengaakan kalo aku bercanda?" Hinata memincingkan matanya tepat ke arah Energy. Energy langsung merinding disko.

" T- Tidak... yaudah deh, aku mau. Mumpung hari kamis depan aku gak ada kerjaan." Jawab Energy sambil mengambil sebuah hadiah dari box yang berwarna cokelat. Dan diikuti Hinata, Sakura dan Ino.

Hinata mengambil hadiah yang terbungkus bungkusan berwarna ungu muda yang agak besar, Sakura yang berwarna pink yang ukuranya lebih kecil dari miik Hinata, Ino mengambil yang berwarna kuning yang ukuranya sama seperti milik Sakura.

" Kira- kira apa isinya ya?" Sakura penasaran dan menyobek kertas yang membungkus hadiah itu. Ternyata, hadiah yang Sakura dapat adalah kalung perak ber- liontin huruf 'S'. Dan dua buah benda seperti gelang namun terbuat dari kain yang berwarna pink.

Hinata, Ino dan Energy penasaran. Mereka juga membuka hadiah milik mereka. Enegy mendapat sesuatu yang sangat ia inginkan. Yaitu... tiket makan gratis selama lima tahun di istana cokelat & ice cream. Dan tiket makan Steak & berger gratis selama tiga tahun. Wajar saja jika ia jingkrak- jingkrak kegirangan dan nagis bombay. *plak!*

" Asikk! Kao gini ceitanya aku gak perlu pusing lagi kalo lagi kepingin ngemil!" Soraknya. Meski Energy ini cantik & imut, ternyata dia juga doyan makan. Terutama cokelat dan burger.

Kini giliran Ino yang membuka hadiahnya. Ternyata hadiahnya sama seperti Sakura, tapi bedanya di bagian leontin dan Ino mendapat sebuah ikat kepala dari kain yang berwarna kuning. Leontinya memang sama berbentuk huruf 'S', tapi leontin itu juga berkaitan dengan leontin yang berbentuk mahkota. " Eh? Hapir sama kayak punya Jidat." Gumam Ino.

Dan, waktunya kita masuk ke giliran Hinata. Milik Hinata hadiahnya lebih besar. Daripada penasaran, Hinata langsung membuka apa yang terbungkus dalam kertas kado itu. Ternyata hadiah yang di dapat Hinata adalah sebuah earphone yang ada sebuah sayap kupu- kupu berwarna ungu muda di kedua belah sisinya. Dan dua pasang sarung tangan yang bolong di bagian jari- jarinya. Jadi, itu hanya menutup pergelangan tangan, punggung tangan dan telapak tanganya saja. O ya, sepasang sarung tangan itu berwarna ungu muda dan sepasang yang lainya berwarna hitam.

" Heh? Kenapa punyaku aneh gini hadiahnya?" Hinata menyeritkan sebelah alisnya.

" Nah! Anehan juga punyaku! Namaku 'kan inisialnya 'I' bukan 'S'!" Sungut Ino.

" Kalo gitu punyaku ajib- ajib aja nih! Mumpung inisialnya sama." Sahut Sakura.

" Assiikk! Dapet makanan gratis!" Energy ngiler karena ngebayangin Ice Cream, Cokelat Dan Kawan- Kawan yang sudah menunggunya.

" Makan aja diikirin! Awas gemuk loh!" Goda Hinata.

" Karena... Tumbuh itu ke atas..."

" Bukan ke samping! Haha!" Cool girl meniru iklan susu HiPop. (nande?) Maklum, lagi demam iklan sekarang ^_^a

Ok! Daripada kita nge- bahas iklan, mendingan kita lanjut!

Hi baby! Don't you know me?

I need "super lover" tonight!

Secara pasti, Hinata mendengar suara seseorang yang sangat familiar untuknya.

ai no hanna saku kanna? Do you wanna?

Ain't no wanna! Kon ya sasou kara

Everybody, move your body

Have a party all night long

Let's get together, si da song

" Apa kalian dengar itu?" Tanya Hinata.

" Ya, Trio Girly Boys itu ada di sini!" Geram Sakura.

" Waktunya memberi pelajaran!" Ino memukul sebelah telapak tanganya.

Aru hi guuzen ni kimi ni deai

Sono mama fall in love

Dare ni mo niteai sono manazashi

Boku o misukasu

" Eh? Siapa yang kalian maksudkan? Kalian mau battle? Kalo mau, sekarang bakalan ada karaoke battle loh! Yang ngeliatin juga orang banyak!" Energy lagi iklan dengan 'ria'- nya. Naah... ngebahas iklan lagi nih!

" Hee? Sebenarnya tempat karaoke macam apa ini Energy?" Ino histeris sendiri.

Seakan Ino adalah patung, ucapanya tadi tidak di hiraukan teman- temanya yang sudah pergi ke tempat suara tadi berasal. Tanpa ba- bi- bu- be- bo... er... author kehabisan kata- kata nih! (readers: udah! Lanjut aja thor! Author: ok! Mari kita lanjut! Yang tadi jangan dihiraukan!) Ino mengejar teman- temanya yang sedang berjalan- merangkak- terbang-... *duak!* dengan muka serius untuk bagian Hinata dan Sakura.

Everybody, move your body

Have a party all night long

Let's get together, sing da song

Saat mereka sampai, rupanya tempat itu cukup ramai di kerubungi oleh para wanita tentunya plus, mereka sedang berteriak- teriak. Kalo readers bertanya kenapa, itu karena Frame Boys sedang beraksi sekarang. Apalagi Naruto, Sasuke dan Sai sedang menebar senyuman mereka dengan sangat bersemangat sesuai lagu yang mereka nynayikan. Hinata, Sakura dan Ino mendecih kesal, sementara Energy lagi melongo karena belum pernah tempat karaoke miliknya menjadi seramai ini.

Super lover sagashi tsudzukete

Mitsuke nakushite mata meguriau

Super Lover kimi ga suki dayo

Boku to saigo no koi w shiyou

" Enargy, apa ini maksudmu lomba karaoke itu?" Tanya Hinata sinis.

Ifuu doudou if you do

Kouzen te to te tsunaideitai

On Friday Night

Duper naraba Even so

Sasuke memainkan rap- nya.

" Kalo iya memang kenapa?" Energy balik bertanya.

" Daftarin kita sekarang. Kami mau unjuk kebolehan melawan cowok- cowok itu." Jawab Sakura tidak kalah sinis saat melihat Sasuke meng' e- rap.

" Dan gak pake banyak protes." Tambah no gak kalah sinisnya dari kedua temanya.

I, I, I know

Kizutsuita mae no koi no hanashi ha NANSENSU

Asu no koto shika kikenai kurai

Kimi ha jiyuu dane

Naruto kembali bernyanyi sambil ber- dance dengan sangat energik. Dan, fans mereka juga seakin berteriak histeris.

" Ba- baiklah... me- memangnya kalian mau pake lagu apa?" Tanya Energy agak takut, karena tubuh ketiga temanya ini kini diselubungi aura hitam yang sangat mengerikan.

" Kara- Go Go Go Summer." Jawab Hinata sambil meletakan hadiah yang sedari tadi di bawanya pada Energy. Sakura dan Ino ikut- ikutan. Jadi, Energy memegang banyak barang sekarang.

" Baiklah... aku pergi dulu." Energy pamit sambil membawa barang yang super- duper banyak.

Everybody, move your body

Have a party all night long

Let's get together, Sing da song

" Mereka make yang enerjik. Kita juga pake yang enerjik." Ino menyeringai saat melihat Sai bernyanyi.

" Ayo keluar sebentar mencari sensasi." Ajak Sakura pada dua temanya. Mereka bertiga pergi ke luar dan berbicara pada beberapa cowok dan mengajak mereka masuk ke dalam karaoke. Tanpa menunggu beberapa menit saja, mereka sudah bisa mengumpulkan kurang lebihnya 60 cowok, yang merupakan fans mereka yang berasal dari sekolah, maupun luar sekolah mereka sendiri.

SUPER LOVER dare ni demo sou

Tatta hitori no koibito ga iru

SUPER LOVER kimi ga suki da yo

Boku to saisho ni KISU wo shiyou

Saat mereka kembali ke dalam karaoke, Energy terheran- heran kenapa bayak cowok yang datang ke karaoke- nya. Saat Energy melihat jetig temanya yang sudah kembali dengan seringaian khas mereka. Ditambah, ketika Energy memberitahu mereka mereka boleh tampil setelah ini, mereka bertiga malah memicingkan matamereka. Sejauh ini, Energy hanya bisa menyimpulkan bahwa, daya tarik ketiga temanya itu sungguh besar! Dan kelihatanya, yang sedang beraksi di pangung luar itu merupakan saingan mereka. Hinata menghampiri Energy tanpa memalingkan mukanya dari arah pangung.

" Makasih ya, Energy. Sebagai gantinya ku traktir kamu 10 mangkok ramen deh!" Mata Energy berbinar- binar. Kelihatanya Energy sedang sangat beruntung hari ini.

Owaranai Night (I need you tonight)

Kimi wo motto shiiritaii (I"ll hold you tonight)

Ato ha kimi shidai!

Sakura dan Ino hanya menatap sinis saat melihat Sai dan Sasuke yang berduet. (yang ada tanda kurungnya tadi bagianya Sasuke)

SUPER LOVER sagashitsusukete

Mitsuke nakushite mata meguriau

SUPER LOVER dare ni demo sou

Tatta hitori no koibito ga iru

Saat Cool Girl sedang sibuk memandangi musuh mereka dengan sinis, Energy langsung pergi dari tempa itu untuk mencari lagu yang Hinata maksud barusan. Plus, Energy juga sempat digombali beberepa cowok kerena ke imutanya itu.

Ai no hana saku kanna? Do you wanna?

Ain't no wanna! Kon ya sasou kara

Hinata mulai membayangkan taruhan selanjutnya dengan Naruto. (nah, apa kaitanya coba?)

Everybody, move your body

Have a arty all night long

Let's get together, sing da song

Mereka ber- tiga melompat dan membuat gerakan berputar di udara

SUPER LOVER sagashitsuzukete

Mitsuke nakushite mata meguriau

SUPER LOVER kimi ga suki dayo

Boku ta saigo no koi wo shiyou

Gerakan ketiganya semain cepat dan bersemangat. Tanpa Cool Girl sadari, Frame Boys sedang senyum mengejek ke arah mereka. Tapi, senyuman itu disamarkan.

Ai no hana saku kana? Do you wanna?

Ain't no wana! Kon ya sasou kara

Frame Boys membuat gerakan ombak yang turun ke bawah dengan energik.

Energy berlari ke arah mereka dengan tergesa- gesa.

" Cepat! Hah... hah... Semuanya sudah di persiapakan! Setelah ini giliran kalian! Hah... hah..." Katanya sambil ter engah- engah.

" OK! Makasih Energy! Ayo Girls! Kita mulai aksi kita!" Sakura dan Ino mengangguk dan kemudian mereka ber- tiga berlari ke belakang pangung. Energy hanya menghela nafas dan berdoa agar mereka bisa menang, dan kembali melemparkan pandanganya ke Frame Boys.

Everybody, move your body

Have party all night long

Let's get together, Sing da song

Frame Boys meng- akhiri aksi mereka dengan bergaya masing- masing. Fans mereka juga sudah mulai ricuh meneriakan nama mereka.

Saat Frame Boy pergi ke belakang pangung, mereka berpapasan dengan Cool Girl. Mereka memasang tampang mengejek, sementara Cool Girl malah menyeringai. Saat Hinata dan Naruto ber- papasan, Hinata membisikan sesuatu pada Naruto. " Lumayan untuk seorang Girly Boys." Bisiknya. Saat Naruto mau membalas, sayangnya Hinata sudah jauh pergi. Dan ia hanya mendecih.

Saat mereka keluar daribelakang pangung, mereka sudah disuguhi dengan puluhan- ratusan fans fanatik mereka. Atas permintaan salah satu fans mereka, mereka duduk di sebuah kursi yang lokasinya cukup dekat dengan panggung.

Iba- tiba saja terdengar suara yang mengatakan "Selanjutnya, mari kita sambut Cool Girls yang akan membawakan lagu GO GO GO Summer! Mari kita sambut!" Kata suara itu. Sontak Frame Boys terkejut dengan itu. Mereka tidak tau jika Cool Girls akan ikut lomba ini juga. Puluha- ratusan (?) tepuk tangan mulai menggema di ruangan itu. Ada juga yang bersiul atau- pun meneriakan nama Cool Girls secara ber ulag- ulang.

Dan saat Cool Girls mulai memasuki pangung, teriakan, tepuk tangan, dan siulan- pun mulaibertambah keras. Cool Girls awalnya memasang wajah tenang sambil menutup kedua mata mereka. Hinata, selaku yang ditengah meletakan kedua tanganya di depan dadanya.

Here we are...

Here you are...

Yeah!

Saat musik di mulai, mereka ber- tiga memulai dengan suara yang lembut. Terikan yang GaJe- nya nauzubilllah tadi mulai memelan. Dan saat saat Yeah tadi, mereka mengangkat tangan kanan mereka ke atas dengan spontan. Dan keributan- pun mulai terjadi.

I wish for you

Hinata memulai aksi mereka dengan senyum sumringah dan gerakan- nya yang energik.

Show Window wa...

Natsu iro no Sgin

Saatobidasou

Guzu guzu shicairarenai

Dan disusul oleh Sakura

Mabushii tayou ga

Furana mitai ko yokan

Mune no tokimeki

Kowaranai

Mereka be- tiga sudah siap- siap dengan reff- nya.

Get ready

Go Go Summer Oh Oh Oh

Giri giri made NEVER GIVE UP

Unmeki toki wa de ai ga

Kitto matte

I Wish...

I Wish for You...

Ino bernyanyisambil melakukan gerakan yang super duper lincah. Mulai dari meletakan kedua jari tengah dan telunjuknya dan jari yang lainya ditekuk ke dekat kepalanya dan melepasnya, dan mengatupkan kedua telapak tanga nya. Berputar secara cepat dan membuat rambut pirangnya melambai- lambai.

Machigai nante

Kuya kuya shinai de

Uwaki da sou yo

Mada mada ma ni au kara

Saat melihat giliran Ino masih bernyanyi, Energy mendapat sebuah ide cemerlang. Ia segera berlari ke arah ruang kontrol utama.

Yaritari kokashiyou

Ima shikanai ki ga suru no yo

Kimi to isshou ni

Kanaetai

Get ready

Ino, Hinata dan Sakura men- sejajarkan posisi mereka. Hinata menunjuk ke arah penonton yang sedang menggila. Dan kembali menarik tanganya seperti membuat gerakan 'Yes!'.

Go go summer Oh Oh Oh

Giri giri made wakannai yo

Akira mechau dame yo

Motto motto

I Wish...

I Wish For You

Setelah selesai dari ruang kontrol, lalu ia pergi ke luar untuk melakukan rencana selanjutnya.

Saat slow, Hinata juga membuat gerakan slow dari mengangkat tanganya melewai depan dadanya.

Hitori janai kara

Mirai wo shinjiteru

Shiwase no komete

Aruite yukou

Come Along

Energy kembali ke dalam dengan membawa bayak sekali pengunjung. Terutama yang cowok. Cool Girl yang melihatnya dari atas pangung sweatdroped sekaligus senang kerena karaoke- nya Energy jadi sangat ramai.

Go Go Summer Coming Up

Giri gri made Never Give Up

Unmei toki wa de ai ga

Kitto matte

I Wish...

Go Go Summer Oh Oh Oh

Giri giri made Keep On Going

Akira mechau dame yo

Motto motto

I wish

Di bagian akhir, mereka memasang pose cute. Salah satu mata mereka ditutup, jari telunjuk dan jempol mereka membentuk huruf 'O' dan jari- jari yang lainya sengaja dibiarkan mekar.

" Wooohooo! Cool Girl keren abis!" Teriak para cowok. Pengecualian untuk Frame Boys. Banyak di antara mereka yang memeotret kejadian yang jarang tersebut. Karena fans Frame Boys gak mau kalah, mereka juga ikut- ikutan bersorak.

" Frame Boys lebih keren!" Sorak mereka. Dan, jadilah perang sorak- sorak yang hampir saja terjadi baku hantam. (benar- benar mengerikan.)

" Semuanya cukup!" Teriak Energy yang tiba- tiba langsung muncul di atas pangung. Semua orang langsung diam. Termasuk jangkrik- pun ikut diam.

" Yang merasa di sebut Frame Boys tadi tolong maju." Perintahnya. Frame boys langsung naik ke atas panggung. Fans mereka sengaja tidak berteriak agar Energy tidak bertambah marah.

" Daripada ribut, mendingan kita lihat aja perolehan skor- nya." Energy langsung mengeluarkan sebuah remot dari tas- nya. (waktu dia pergi ke ruang kontrol, Energy sekalian ngembil tas dan memasukan semua hadiah Cool Girl yang sedari tadi dibawanya. Remot ini juga gak ketinggalan loh!)

Energy menekan sebuah tombol berwarna hijau. Dan, munculah sebuah gambar di dinding dekat panggung. Ternyata, disitu sudah ada foto Frame Boys VS Cool Girls plus nilai yang mereka peroleh. Mari kita lihat. Frame Boys mendapat nilai 1000 dan Cool Girls juga mendapat skor 1000. Semua fans ter- pe- rang- ah (biar lebih dramatis, mari tirukan gaya mbah Rhoma Irama)

" Baiklah, karena skor- nya sama, maka hadiahnya- pun harus di bagi ber- dua." Energy tersenyum licik. Ia mengambil tiga potong cokelat dari sebuah kotak khusus. Cokelat itu- pun bukan cokelat sembarangan! Harga 1 potong cokelat itu saja berharga Rp 500.000.000! (maaf, author gak tau berapa kalo di ryo- in - -")

" Nah, sekarang cepat makan! Keburu leleh nih! Maknya juga harus make gaya kiss ya! Pasanganya harus cewek cowok!" Ia memotong cokelat itu menjadi satu bagian dan memberikanya pada Hinata, Sakura dan Ino. Beberapa kata saja untuk Energy menurut author... HEBAT!

" Apa apaan kamu ini Energy!" Pekik Hinata.

" Aish! Gak usah banyak protes! Makanya gak boleh di potong. Dan, kalian gak boleh makan cokelat itu sendiri mengeti? Sekarang kerjakan!" Perintahnya.

Dengan sangat terpaksa, mereka melakukanya. Terutama Hinata dan Naruto. Hinata dan Naruto sudah menahan malu + mual setengah mati.

Saat mereka ber- enam akan memulai aksi- nya, Energy sudah mempersiapkan kamera 1100 Megapixel! (wooaah... author ngaco!)

Dalam hitungan 5...

4...

3...

2...

1...

Cup!

Jpret! Jpret! Jpret!

Kyaaaa! Tidak mungkin! Naruto- kuuunn!Sasuke- kuuunn! Sai- kuuunn!

Gyaaaaa! Sakura- chaaaannn! Ino- chaannn! Hinata- chaaannnn!

Eits! Bentar- bentar! Kita zoom dulu ke arah mereka ber- enam!

Ternyata saudara- saudara! Mereka ber- enam gak ciuman! Mereka Cuma nge- gigit bagian tengan cokelat itu aja. Itu cuma tingkah alay para fans aja -_-"

" Udah selesai. Ini kan maumu Energy?" kata Sakura dengn muka yang membiru- bersiap untuk muntah. Benar saja, dalam hitungan 2 detik, mereka ber- enam langsung ngacir ke kamar mandi.

" Yah elah, padahal mereka tadi serasi banget." Gumam Energy sambil memakan keripik kentang yang dibawanya di tas. Ia sempat melirik ke arah para fans mereka yang sedang koma mendadak- mendadak ayan atau roh- nya sedang melayang layang. Toh, Energy juga cuek aja dan meneruskan acara makan keripiknya itu.

Setelah menunggu beberapa saat, mereka ber- enam kembali dengan wajah yang masih pucat + shock. Energy malah ketawa- ketiwi melihat ke- enam korbanya itu.

Sesaat, Hinata melirik ke arah para fans yang bejibun banyaknya itu. " Energy, dari mana kamu bisa dapet penonton sebanyak itu?"

" Oh, itu karena poster ini dan daya tarik- ku." Jawab Energy santai sambil meminum sekaleng cola sekaligus menunjukan poster Cool Girls dan dirinya yang sedang berpose cool. (masih inget 'kan foto mereka yang karaokean ber- empat?)

" I- itu 'kan foto waktu kita karaokean tadi. B- bagaimana bisa..." Kata Sakura.

" Rahasia, yang jelas, saat para cowok melihat poster yang ku tempel di depan itu dan bertanya padaku, mereka langsung kelepek- kelepek seketika waktu ngeliat mukaku yang super cute ini." Energy lagi kena ke- PD- an tingkat akut.

" Idih! Jijay sih!" Sindir Sakura.

" Ha... ha. Yaudah, mendingan kalian pulang dulu aja, soal mereka ini biar aku yang urus." Kata Energy sambil melirik ke Frame Boys dan para fans yang sedang sepertiga sadar.

" Makasih ya. Tapi, jangan lupa soal hari kamis depan loh!" Tambah Ino sambil menyusul teman- temanya yang sudah pergi duluan.

" Iya!" Jawab Energy sambil menyeringai ke arah 'korbanya'.

Sementara itu di luar...

" Eh, Hinata. Kira- kira Energy mau ngapain ya?" Tanya Ino.

" Benar juga kau Pig. Aku merasakan firasat buruk." Tambah Sakura.

" Mau di apain juga 'kan bukan urusan kita." Jawab Hinata santai. Setelah mereka pergi dari tempat itu, terdengar suara- suara minta tolong yang sangat- sangat malang.

Beberapa kalimat saja untuk Energy, yaitu... KEJAM! Tapi kelihatanya seru juga sieh...

~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~

.

.

Konoha High School

.

.

Saudara- saudara! Mari- lha kita sambut Cool Girls yang lagi ngerjain PR di sekolah!

Tereett!

" Eh Sadako. Kamu ngerasa ada yang aneh gak?" Tanya Sakura yang lagi menggambar.

" Apanya yang aneh?" Jawab Hinata tanpa berpaling dari pekerjaan 'indah'- nya itu.

" Rata- rata anak yang aku liat tadi tangan, kaki and badanya pada di balut perban." Kata Sakura.

" Itu maka aku ta-..."

" Girls! Aku punya kabar bagus!" Tiba- tiba Ino datang dengan mendobrak pintu kelas dan membuat seluruh mata tertuju padanya.

" Ada apa denganmu Pig?" Kata Hinata sinis.

" Ini maksudku." Ino menunjukan sebuah foto yang mebuat Sakura dan Hinata cengo lalu berubah menjadi orang tertawa kesetanan.

" Hya ha... ha... ha! Sekarang aku baru tau maksudmu Jidat!" Tawa Hinata.

" Ha... ha... ha... Energy kalo ngerjain orang gak setengah- setengah ya? Ha... ha... bagus sekali Pig! Gelar Ratu Gossip – mu itu gak main- main rupanya!" Tambah Sakura.

Kira- kira foto apa sih yang ditunjukin Ino? Mari kita lihat. Rupanya, itu adalah foto Frame Boys yang dalam keadaan tepar + memalukan! Wajar saja jika Cool Girls tertawa ngakak karena saingan mereka dalam keadaan yang sangat- sangat terpuruk.

Panjang umur untuk Frame Boys. Baru saja di omongin, mereka sudah nongol di depan pintu kelas + para fans sejati mereka. Hinata yang sudah selesai dengan pekerjaan 'indah'- nya itu langsung mengambil to'a- nya author yang lagi di pake buat nge- dalang.

" Minna! Lihat! Ada mummi berambut pirang! Bukankah ini namanya evolusi terbaru dari mummy sebelumnya?" Kata Hinata dengan ceria? Lalu Sakura merebut to'a itu dari Hinata.

" Apa kamu buta Sadako! Masih ada lagi tahu! Itu tuh! Yang rambutnya mirip pantat ayam!" Teriaknya. Dan, to'a itu kembali berpindah tangan saat Ino merebutnya.

" Kau juga buta Jidat! Setahuku mummy itu memang mayat, tapi yang satunya lagi lebih jelek dari mayat!" Tabah Ino gak kalah hebonya.

Frame Boys udah malu setengah idup. (?) Karena tidak terima idola mereka di gituin, tiga dari fans itu membentak Cool Girls.

" Hei kalian ber- tiga! Iblis yang gak punya hati!"

" Jangan nge- hina idola kita dong! Kayak kalian gak punya kekurangan aja!"

" Dasar sirik!" Kritik pedas terlontar dari ketiga fans itu.

Sakura yang menganggap ini menarik, mulai memperlihatkan seringaian- nya.

" Denger ya kalian ber- tiga fans yang gak punya otak! Kami 'kan gak ngomongin kalian! Kenapa kalian yang sirik! Toh, itu juga masalah pribadi idola kalian. Jadi, gak ada hak- nya kalian mau ikut campur!" Bentak Sakura balik.

" Are you listen, hah stu**d girl?" Tambah Ino.

" Denger ya, jangan kira ya ucapan kita ini nyakitin hati kalian. Justru ucapan kalian itu yang nyakitin tau gak? Gak punya hati itu lebih sakit daripada gak punya otak!" Tambah Hinata.

Tiga fans tadi pun diam. Mereka mendapat catatan untuk ini. Jangan pernah menantang Cool Girls berdebat. Terutama dngan Sakura. Frame Boys? Tentu aja mereka udah duduk di kursinya masing- masing sejak ada bentakan dari fans mereka.

~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~O~

.

.

Skip time waktu pelajaran terakhir

.

.

Saat pelajaran terakhir, kelas Naruto DKK kembali kosong. Alasanya, guru mereka ikut hibernasi para burung. (?) Dan entah karena firus apa, Hinata menghampiri Naruto tanpa ada rasa ingin mengerjainya seperti biasa.

" Duren, bisa ikut aku sebentar?" Tanyanya.

" Kau mau apa Sadako? Belum puas kau mengerjaiku?" Jawab Naruto kesal.

" Ku bilang bisagak kamu ikut aku sebentar? Bukanya jawaban kayak gitu." Sungut Hinata. Di tempat lain, Sakura, Scarlet dan Ino memperhatikan kedua makhluk itu dengan tatapan heran plus, penasaran. Untungnya, Sasuke dan Sai tidak ada bersamanya saat ini.

" Bisa. Tapi, batuin dong!" Naruto berusaha bangkit dengan rintihan kecil.

" Manja banget sih!" Bukanya membantu Naruto bangun, Hinata malah menyeret kursi berserta Naruto yang sedang duduk di atasnya keluar.

Sakura, Scarlet dan Ino melongo dan saling pandang. Anak- anak sekelas yang melihatnya langsung cengo di tempat.

Kemanakah Hinata dan korbanya akan pergi? Mari kita lihat...

.

.

.

Kriet... dreet... steet... Dasako! Apa yang kau lakukan! Yah, begitulah kira- kira bunyi yang terdengar saat ini. Karena Hinata menarik Naruto melewati banyak kelas, banyak anak yang penasaran dan melihat ke arah mereka. Ada yang shock, siul- siul GaJe, heren, melongo dan lain- lain. Toh, itu semua tidak di perdulikan oleh dua makhluk ini. Hinata berhenti di sebuah ruangan yang bertuliskan 'UKS'. Lalu, kembali menyeret Naruto berserta kursinya masuk.

Sesampainya di dalam, ruanganya sepi karena ini sudah waktunya petugas UKS pulang. Dan saudara- saudari! Mari kita lhat adegan berikutnya!

" Hei Sadako! Kenapa kau membawaku ke sini hah?" Protes Naruto.

" Ku bisa diam tidak sih! Dari tadi berisik melulu! Kalo kamu gak bisa diam, aku bakalan ngelakuin hal yang gak menyenangkan untukmu! Ngerti?" Bentak Hinata. Nyali Naruto langsung ciut saat Hinata membentanya. 'Wanita itu kalo marah benar- benar mengerikan!' inner Naruto.

Hinata menyuruh Naruto agar duduk di salah atas tempat tidur UKS. Secara gitu, Naruto nurut aja daripada dia mati. Tapi! Karena di cowok normal, di juga mulai ber- 'fantasi' ria. Hinata naik ke atas tempat tidur dan memandang leher Naruto tanpa ekspresi.

Semaik deka... semakin dekat... author ngiler *plakkk!*

Hinata semakin dekat dengan Naruto.

Naruto mulai salting.

" He- Hei Sadako! Apa yang mau kau lakukan hah!" Protes Naruso sambil ber- blushing ria.

" Diam saja kau Duren." Suara Hinata semakin dekat dengan Naruto. Bahkan Naruto kini bisa meresakan hembusan nafas Hinata.

Naruto mundur- mundur dan akhirnya terpojok oleh dinding. 'Shit! Kenapa aku milih tempat tidur yang beginian!' Umpat Naruto.

Hinata merengkak pelan menuju Naruto.

Pelan- pelan... dan mengalungkan tanganya ke leher Naruto. Naruto mukanya udah kayak kepiting rebus tuh!

" Duren..." Ucap Hinata pelan. Desahan nafasnya- pun mulai terasa. (Eeehemm! Hayo! Readers mikirin yang 'begituan' ya?)

" Sadako! He- hei! Hentikan semua ini!" Ucap Naruto. Hinata tetep tidak mau berhenti, sampai mukanya dan Hinata hampir tidak berjarak.

Dan yang terjadi adalah...

.

.

.

.

.

.

.

.

,

3

.

.

.

2

.

.

.

1

.

.

.

O W A R I !

.

Rani: Bwahaha! Gimana readers! Bagus gak ceritanya? Maaf ya, kalo nge- bikin penasaran readers gara- gara dengan seenak jidat Rani berhentiin ampe disitu! (readers: gak penasaran sama sekali tuh!) Soal fic yang di atas! Ehem, tunggu aja chapter berikutnya!

Makasih ya buat yang udah mau nge- review cerita abal- abalnya Rani! Juga yang udah mau jadi OC dan nge- request lagu. Maaf ya, lagunya mungkin belum bia di tampilin sekarang, tapi, bakalan di munculin di chapter depan kok! Termasuk juga usulan pairing!

Sepecial Thanks:

NaruHina LavenderOrange

Hwang Energy

.

.

See you to next chapter!

.

.

Rani Iyura- Chan Ghetoh