DISCLAIMER: Togashi Yoshihiro as the owner of the character and main idea. And Untouchable Dream as the owner of the story... i just translate it to Indonesia ^^

A/N : Moshimoshi! Hello~ This wonderful story don't mine it's Untouchable Dream's! sebelumnya aku mau bales reviewsnya dulu ya :D

whitypearl : oke makasih ya senpai :D hahaha iya nih~ itung-itung nambah pengetahuan bahasa inggris -plakkked-

Kay Inizaki-chan : XDD ini bukan cerita milikku, Kay sayang... Ini aku cuma translate ke indonesia... Dan di cerita originalnya emang begini ._. XDD


Dua hari telah berlalu sejak aku bertemu dengan Gon dan Killua, tapi rasanya seperti aku sudah bertemu mereka bertahun-tahun. Aku membantu mreka untuk mengetahui dimana ayah Gon, Ging setelah berkunjung ke kota. Gon benar-benar orang yang baik. Dia hanya terlalu polos dan penuh optimisme, dan Killua… well, baik dalam satu sisi. Dia suka membuatku marah kadang-kadang… Sebenarnya sih setiap saat. Tapi Gon bilang itu hanyalah caranya untuk bersikap bersahabat.

"Haru aku pergi!" Teriakku ketika aku berada di balik pintu.

"Emi tunggu!" Aku mendengar Haru berteriak. Haru adalah ibu tiriku yang menyebalkan. Aku bahkan tidak tahu kenapa ayakku menikahinya, maksudku ayahku tidak mencintainya dan wanita itu jelas tidak mencintai ayahku. Aku menghentikan langkahku di pintu untuk mendengar apa yang ingin ia katakan padaku.

"Aku tidak bisa percaya betapa banyak perubahanmu dalam dua hari ini." Ucapnya menuruni tangga untuk mendekatiku. "Apa maksudmu?" Aku berbalik memperhatikannya. "Kamu menghabiskan seluruh waktumu di luar dengan 2 laki-laki itu, mengabaikan telepon-telepon dari Arata. Aku hampir tidak melihatmu di sekitar rumah, dan apa sih yang kamu kenakan?" dasar Haru tua menjengkelkan. "Yah, Maaf jika kau tidak bisa mengendalikan aku yang memiliki teman-teman baru dan jika Arata yang kau khawatirkan sebaiknya tak usah, soalnya aku yakin dia sudah menemukan pacar baru sekarang dan aku tidak membutuhkan dia dalam hidupku." Aku membalikkan tubuhku untuk membuka pintu ketika ia berbicara lagi, "Yah, setidaknya pakailah gaun bagus." Aku memutar mataku. "Ini hanya hoodie dan beberapa celana pendek. Apa aku harus memakai gaun setiap hari?" Aku menatapnya lagi menunggu jawaban. "Kau adalah putri dari Zen Soad. Kau harus tampil sebaik-baiknya." Aku menghela nafas dan menatap sekitar sekali lagi. "Kau tidak mau aku memberitahu ayahmu tentang Lisensi Hunter mu, 'kan?" Dia tidak akan!

Sedihnya Aku harus memakai sebuah gaun. Memakai gaun tidak terlalu buruk, tapi apa aku benar-benar harus memakai sepatu-sepatu yang menyakitkan ini? Aku menghela nafas, berjalan dengan sulit menuju hutan di mana aku seharusnya bertemu dengan Gon dan Killua. Aku sudah telat karena Haru memaksaku untuk memakai gaun dan sepatu-sepatu ini, Dia hampir saja mengobrak-abrik rambutku kalau aku tidak menolak dan mengatakan aku sudah terlambat. Gaun ini tidak terlalu buruk, dan aku benar-benar bangga aku memilih ini sendiri jika tidak ia akan membuatku memakai gaun tua. Gaun ini memiliki warna putih yang simpel hampir mencapai lututku. Aku tidak akan menjadi stereotip yang benci memakai gaun, gaun-gaun itu oke tapi aku lebih suka celana pendek. lebih praktis.

Akhirnya aku sampai ke padang rumput di mana aku seharusnya menemui mereka dua. Aku melihat Gon duduk di muara sungai. "Gon," Diapun berbalik dan mengkelebatkan senyuman padaku. "Halo Emi, Kau terlihat manis. Apa kau akan pergi ke pesta atau sesuatu?" tanyanya ingin tahu. "tidak, ibu tiriku membuatku memakai ini. ngomong-ngomong, maaf aku terlambat." Aku duduk di sebelahnya. "Tidak apa-apa," ucapnya. "Jadi, dimana Killua?" Tanyaku seraya melihat sekeliling. "Dia bosan, jadi ia pergi membeli coklat." tertebak. bahkan aku hanya mengenal dia 2 hari, aku tahu dia sangat terobsesi pada coklat. "aku seharusnya mengharapkan dari coklat aneh itu." Aku tersenyum. "Jadi, Apa kau menemukan dimana Rumah Hantu Kozu?" Itu adalah tempat di mana ayah Gon pergi setelah berada di sini, atau lebih tepatnya itu yang dikatakan ayahku. "Tentu saja iya! Itu sebabnya aku menyuruhmu bertemu dengan kita di sini, Emi!" Ucapnya dengan senang. "Itu bagus," Aku merasa sangat senang. "Dan saat kau pergipun. Mengapa kau tidak ikut dengan kami?" Aku terkejut mendengar pertanyaan itu. "Aku tidak tahu…" Aku benar-benar tidak tahu akan berbicara apa. "Kumohon?" setelah kau melihat dalamnya mata coklat itu tidak ada jalan lain… "… Baiklah."

"Itu bagus!" dia tersenyum lebar. "Tapi mengapa kau bahkan ingin aku ikut, Gon?" Maksudku aku hanya mengenal mereka dalam waktu yang pendek. "Karena kamu adalah temanku, Emi. Aku rasa ini akan lebih menarik jika kau ikut, selain itu katanya kau ingin menjadi lebih kuat," Aku tidak percaya betapa baiknya bocak ini. Aku tidak pernah memiliki teman, atau setidaknya orang-orang yang aku anggap menjadi teman. Aku tersenyum pada Gon dan berkata "Terimakasih Gon." Aku menyadari seseorang berada di belakangku.

"Ada apa dengan gaun itu?" Kata Killua dengan senyum nakal. "Aku tahu mengapa kau terlambat," lanjutnya kemudian membuka pak coklat lainnya di mana aku tahu itu bukan kotak pertamanya. "Killua! Coba tebak?" ucap Gon menatap teman pecinta coklatnya. "Apa?" ucap Killua. "Emi bergabung dengan kita ke rumah hantu Kozu!" Ucap Gon dengan senang. "Oh jadi kau sudah bertanya padanya," aku rasa mereka sudah pernah membicarakan ini. Sebelum aku mengatakan sesuatu, ponselku berbunyi. "Hallo?"

"Aku terkejut kau menjawab kali ini." Itu adalah Arata. Aku lupa untuk melihat nama penelepon. Sial!

"Jangan tersanjung Arata. Aku tidak mengubah pikiranku."

"Yah, Aku hanya memanggil jadi kau bisa bertemu denganmu malam ini."

"Kau pasti gila jika kau pikir aku akan berkata iya."

"Biasanya, aku akan menemuimu lagi, tetapi kali ini benar-benar penting."

"Dan apa yang membuatmu yakin aku akan mempercayaimu?"

"ini tentang HCG."

"… Di mana dan kapan?"

"Aku akan menjemputmu di rumahmu jam 10 tepat."

"… Baiklah."

Aku langsung menutup teleponku setelah itu. Aku tidak berfikir ia akan berbohong tentang sesuatu seperti itu. HCG adalah sebuah rganisasi untuk berlatih. Ibuku bergabung dengan organisasi itu dan di percaya melatih orang-orang terkuat di seluruh dunia. Arata tahu betapa pentingnya HCG untukku, jadi aku tidak berfikir ini salah satu jebakan dia.

"Emi?." Suara Killua membawaku kembali pada kenyataan. "Kau baik-baik saja Emi?" Gon menatapku penuh khawatir. Aku memberinya sebuah senyuman dan berkata, "Aku baik-baik saja. Ayolah! Bukankah kita seharusnya berlatih?" Aku melepaskan sepatu menyakitkan itu dan menyambar kotak coklat itu dari Killua. "Cukup, gendut coklat," Aku berlari membawa kotak coklat dia. "Hey! Siapa yang kau panggil gendut?" Killuapun langsung mengejarku. Aku seharusnya tahu kecepatan dia tidak sepertiku. Dia dengan mudah menangkapku dimana membuatku terjatuh ke belakang. Killua dan aku sekarang saling bertatap wajah, "Siapa si gendut sekarang?" Ejek Killua. "Masih kau," Aku tersenyum ketika mencoba mencari cara kabur darinya. Aku melemparkan kotak coklat itu, yang membuat Killua sedikit bergerak untuk mengambilnya, tapi aku langsung berdiri meraihnya dan terus melarikan diri ke sungai. "Kau tidak pernah belajar, 'kan?" Ucap Killua ketika mengejarku. "Tidak," aku akhirnya memegang paket cokelat di atas sungai. "Kalau kau mendekat aku akan membuang sahabat coklatmu," Killua menghela nafas dan berkata, "Oke, Baiklah... Kau menang," Aku tidak memiliki kesempatan untuk tersenyum ketika aku menyadari bahwa ia tidak ada lagi. Dan hal berikutnya yang ku tahu, Killua dan aku sama-sama di sungai sementara Gon tertawa pada kami.


A/N : Sudah selesai~ satu jam nge translate ternyata tida terlalu mudah ya! hahahha oke deh... akhir kata, mind to review please? ;)

Review Here Please!
V
V
V
V