A Super Junior Fanfiction

~My All Is In You~

Pair : Haehyuk and Other Couple

Warning : Genderswitch, Typo, Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. All uke as Girl.

.

.

.

Previous Chapter.

Kangin memandangi mereka berdua. "Papa dan Mr. Jung serta Yunho sudah berunding tentang lanjutan hubungan kalian berdua. Minggu depan, kalian berdua akan kami nikahkan." Putusnya.

"apa?" Pekik Eunhyuk.

.

~This Chapter.~

Kangin menganggukan kepalanya dengan tenang.

"aku tidak mau menikah dengan Yunho, Papa tahu? Aku hanya mencintai seorang namja dan namja itu adalah Donghae." Eunhyuk berucap sambil berdiri dari duduknya.

Kangin mengepalkan kedua telapak tangannya sambil melihat Eunhyuk dengan pandangan tajam. "berani sekali kau menyebut nama namja itu dihadapanku!" Serunya.

Eunhyuk tersenyum tipis. Tidak menanggapi Sungmin yang menarik ujung bajunya untuk duduk kembali ketempat semula. "Papa tahu? Aku sekarang sedang mengandung anak Donghae!" Ucapnya.

Semua yang ada diruangan itu tersentak kaget. Sungmin juga begitu kaget, saat kakak perempuannya berani berkata sejujurnya dihadapan Kangin. Apalagi itu adalah hal yang paling dibenci oleh Kangin sendiri.

"jangan bergurau denganku Kim Eunhyuk!" Kangin berujar tegas.

Eunhyuk tersenyum tipis (yang bagi Kangin merupakan senyuman meremehkan untuknya) menanggapi ucapan Kangin barusan. "aku benar-benar sedang mengandung anak dari namja yang aku cintai, Lee Donghae! Jika Papa belum percaya atau perlu bukti? Aku siap untuk diperiksa." Tantangnya.

"kau!" Kangin berdiri dari duduknya dan menghampiri Eunhyuk.

PLAK.

Tangan kanan Kangin mendarat dengan keras dipipi kanan Eunhyuk, yang membuat Eunhyuk terjatuh dan duduk diatas sofa tadi.

"Kangin-ah!"

"Papa." Pekik Teukie dan Sungmin berbarengan.

Kangin mengatur nafasnya dengan cepat. Mungkin untuk mengurangi amarah yang bersarang (?) didadanya.

"jangan pernah berkata begitu dihadapanku. Kau tau kalian berpacaran saja aku sudah menentangnya dengan keras, apalagi kalian berbuat hal menjijikan seperti itu." Eunhyuk menoleh kearah Kangin dengan tangan kanannya masih memegangi pipi kanannya yang memerah bekas tamparan Papanya.

"terserah apa penilaian Papa terhadap tindakan kami ini. kami menganggap tindakan kami ini dilakukan dengan kesadaran kami masing-masing, dan juga cinta yang tumbuh diantara kami berdua."

Kangin mendecih mendengar ucapan Eunhyuk. "tau apa anak ingusan sepertimu tentang cinta?"

"Kangin Ahjussi."

Semua orang yang berada disana menoleh kearah sumber suara. Disana, ada Yunho yang berjalan masuk kedalam ruang keluarga itu.

"ada apa Yunho?" Tanya Kangin heran.

Yunho menatap Kangin dan seluruh orang yang berada disana bergantian, terakhir pandangannya terhenti menatap Eunhyuk. "soal kehamilan Eunhyuk, aku akan bertanggung jawab." Ucapnya.

Satu keluarga itu, terutama Eunhyuk melotot kaget mendengar ucapan Yunho.

"aku mau berbicara jujur pada kalian semua. Ahjussi ingin tahu mengapa aku meminta untuk mempercepat pernikahanku dengan Hyukie?" Tanya Yunho.

Kangin menyerengitkan dahinya. Benar, dia tidak mengetahui alasan Yunho menelponya kemarin malam dan memintanya untuk segera mempercepat rencana pernikahan mereka berdua.

Yunho berjalan kearah Eunhyuk dan berdiri disamping Eunhyuk. "maafkan perbuatanku ini Ahjussi, aku telah membuat Hyukie hamil seperti ini. Sekali lagi, aku benar-benar minta maaf." Ucapnya sambil menundukan badannya berkali-kali.

Sedangkan Eunhyuk memandang Yunho dengan tatapan tidak percaya. Apa yang pria ini katakan?

"jadi, maksudmu—

"iya, aku yang menghamili Eunhyuk." Ucapnya memotong perkataan Kangin.

Eunhyuk berdiri dari duduknya dan menghadap kearah Yunho. "apa maksud ucapanmu Jung Yunho? Aku benar hamil, tetapi ini bukan anakmu! Ini anak Donghae, Lee Donghae. kau dengar?" Pekiknya.

Yunho tersenyum lembut kearah Eunhyuk lalu kembali menghadap kearah Kangin. "apa yang aku katakan adalah suatu kebenaran. Aku melakukannya saat kami liburan bersama di pulau Jeju, kami berdua mabuk saat itu, dan aku benar-benar melakukannya dengan Eunhyuk." Jelasnya.

Sungmin menyerengitkan dahinya mendengar ucapan Yunho. Mereka berdua mabuk? Setahunya, kakaknya itu selalu bersama dirinya ataupun tidak bersama Donghae. Dia tidak pernah melihat Yunho pergi apalagi mabuk-mabukan. Itu bukan style Eunhyuk sama sekali.

"aku berniat mempercepat pernikahanku dengan Eunhyuk karena aku tidak ingin Ahjussi ataupun Appa menanggung malu yang telah kami perbuat. Maka dari itu, izinkanlah aku untuk menikahi Eunhyuk secepatnya." Ucap Yunho meminta izin.

"baiklah, aku akan mempersiapkan pernikahan kalian secepatnya. Aku pastikan seminggu dari sekarang acara pesta pernikahan kalian bisa digelar." Putus Kangin.

Teukie yang sedari tadi terdiam kini membuka suaranya. "Youngwoon-ah! Hyukie masih semester awal kuliahnya, bagaimana kau bisa melakukan hal ini?" Tanyanya.

"kau mau keluarga kita menganggung malu karena dia hamil tidak mempunyai suami? Apa kata Appa dan Umma? Aku bisa dianggap seorang ayah yang tidak becus menjaga anak gadisnya."

"Papa egois! Papa hanya memikirkan diri dan ego Papa sendiri tanpa memikirkan perasaan aku," Ucap Eunhyuk.

"kau!" Kangin mengepalkan tangannya mendengar ucapan Eunhyuk. Sungguh, baru kali pertama Eunhyuk berbicara seberani itu dengannya.

"aku benci Papa! Aku benci Papa yang selalu mengatur kehidupan aku! Aku benci Papa yang membatasi ruang gerak aku!"

Plak…

Lagi-lagi tamparan keras mendarat di pipi kanan Eunhyuk yang membuatnya limbung dan jatuh kesamping.

Duk…

Kepala Eunhyuk terbentur dengan meja yang tepat berada ditengah-tengah ruang keluarga tersebut. Karena benturan yang cukup keras, membuat Eunhyuk kehilangan kesadarannya saat itu juga.

"Eunhyuk!"

"onnie!" Pekik Teukie dan Sungmin bersamaan.

Teukie langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Eunhyuk. Begitu juga dengan Sungmin dan Yunho. Teukie langsung menganggkat kepala Eunhyuk dan mengelus dahinya yang terlihat memar dengan jelas.

"Hyukie, bangun sayang! Kamu dengar Mama?" Ucap Teukie sedikit terisak sambil menepuk pipi Eunhyuk dengan lembut.

Eunhyuk tidak bereaksi apapun.

Perasaan menyesal sedikit merasuki hati kecil Kangin. Sungguh, dia tidak berniat berlaku keras seperti tadi kepada anaknya yang adalah seorang perempuan.

"sebaiknya oppa bawa Hyukie onnie ke kamarnya, nanti biar aku yang periksa disana, oke?"

Yunho menganggukan kepalanya dan mencoba untuk menganggkat tubuh kurus Eunhyuk. Setelah itu, dia menaiki anak tangga dengan Eunhyuk yang berada didalam pelukannya.

Sungmin terlebih dahulu membukakan pintu kamar Eunhyuk untuk mempermudah Yunho. Setelah sampai didalam kamar itu, Yunho langsung meletakkan tubuh Eunhyuk diatas lembaran kasur tersebut.

"Yunho oppa, aku harap oppa keluar dulu. Aku mau memeriksa keadaan Hyukie onnie." Yunho menganggukan kepalanya saat Sungmin berujar demikian.

Yunho bersandar di dinding tepat disamping kanan pintu kamar Eunhyuk berada. Dia sedikit mencemaskan keadaan Eunhyuk saat ini. Dan dia juga tidak menyangka bahwa Kangin akan sekeras itu dengan anaknya sendiri.

.

.

"kamu keterlaluan Kangin!" Ucap Teukie pelan, namun syarat akan kesedihan didalamnya.

Kangin menatap Teukie dan menggenggam kedua tangan istrinya itu. "maafkan aku Teukie, aku tidak bermaksud membuat Eunhyuk seperti itu, sungguh!" Ucapnya.

Teukie balas menatap Kangin. "sudahlah Kangin-ah, izinkan Eunhyuk bersama Donghae—orang yang dicintainya."

Kangin melepaskan genggaman tangannya dari Teukie saat mendengar bujukan istrinya agar ia menyetujui hubungan Eunhyuk dengan namja itu.

"aku tidak akan merestui mereka. Sampai matipun, aku tidak akan merestui mereka." Setelah berujar demikian, Kangin bangun dari duduknya dan berjalan kearah ruang kerjanya. Tak lupa bantingan keras pintu ruangan tersebut terdengar hingga tempat dimana Teukie berada.

0o0o0o0o0o0o0o0

Yunho mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia berencana menjemput Eunhyuk untuk mengantarkannya ke kampus. Dia juga ingin melihat keadaan yeojya itu. Kemarin, dia belum sempat melihat keadaan Eunhyuk sudah sadar atau belum dari pingsannya, tetapi Teukie sudah menyuruhnya pulang.

Dia merasa sedikit bersalah karena membuat Eunhyuk pingsan semalam (walaupun itu bukan karena dirinya). Karena tidak terlalu focus dengan kemudi yang di kemudikannya, dia sedikit menyerong kearah kanan.

Tinn….

Suara klakson yang begitu nyaring membuat Yunho tersadar dari lamunannya. Dia segera keluar untuk melihat keadaan mobil yang 'hampir' saja ditabraknya tadi.

Dari arah kemudi mobil Honda Jazz berwarna putih tersebut, munculah seorang yeojya muda yang menggunakan jas dokter ditubuhnya. "kau gila ya? Atau kau tidak bisa menyetir?" Ucapnya galak.

Yunho menundukan kepalanya sambil berujar kata maaf berkali-kali.

"kau tau? Kau hampir saja membunuhku. Hei Tuan, kau tuli ya? Tidak mendengarku?" Tanya yeojya itu lagi.

Yunho memandang yeojya yang ada dihadapannya ini. Dia sedikit terpukau dengan wajah yeojya yang ada dihadapannya ini. Kulitnya putih bersih, rambut pirang bergelombang. Dan jangan lupakan bibir pouty nya berwarna merah.

Yeojya itu menghentak-hentakan kakinya dengan wajah kesal. Pasalnya orang dihadapannya ini tidak menggubris kata-katanya dan malah diam seperti orang bodoh saja.

"aish! Dasar orang bodoh!" Pekik yeojya itu. Dia kembali masuk kedalam mobilnya dan kembali menjalankan mobil tersebut kerumah sakit tempatnya bekerja dan melakukan praktek.

Yunho berniat kembali kedalam mobilnya, namun sebuah benda berkilau berhasil menyita perhatiannya. Sebuah benda berbentuk persegi panjang berwarna keemasan yang berada tidak jauh dari kakinya.

Dia berjongkok dan mengambil benda itu. Ternyata itu adalah sebuah nametag. Sebuah nama terukir jelas disana. Tulisan Hangeul untuk Kim Jaejoong.

.

.

Eunhyuk duduk ditaman belakang kampus sambil memandang lurus kedepan. Sebenarnya Sungmin menyuruhnya untuk istirahat dirumah, namun dia bersikeras untuk masuk dengan alasan dia ada ujian hari ini.

Namun dia memilih membolos dari kelasnya dan menunggu Donghae disini.

Eunhyuk merasakan sebuah lengan kekar nan hangat memeluk lehernya dari belakang. Eunhyuk tersenyum saat orang tersebut menciumi rambutnya. "Hae," Panggilnya.

Orang tersebut—Donghae, bergumam sebagai jawaban. Setelah itu, Donghae berjalan memutar lalu duduk persis disamping Eunhyuk.

"Princess? Pipimu kenapa merah seperti ini?" Tanyanya khawatir. Donghae meneliti setiap inci lagi wajah kekasihnya itu. Dia kembali melotot kaget saat melihat sebuah bekas tanda memar di dahi Eunhyuk. "siapa yang berbuat seperti ini Hyukie?" Tanya Donghae lagi.

Eunhyuk tersenyum dan mengelengkan kepalanya. "ini karena aku kurang hati-hati Hae, aku jadi tertabrak pintu kamarku." Jawabnya sambil meraba keningnya yang memar.

Donghae masih memandang Eunhyuk dengan pandangan menilai. Jelas, Eunhyuk berbohong padanya. "jangan berbohong padaku Hyukie, siapa yang membuatmu seperti ini?" Tanyanya lagi.

Eunhyuk menundukan kepalanya. "Papa." Jawabnya.

Donghae langsung merengkuh tubuh Eunhyuk kedalam pelukannya. Dia mengelus punggung Eunhyuk dengan lembut. "ada masalah apa hingga membuat Papamu melakukan hal itu?" Tanyanya.

Sadar atau tidak, Eunhyuk sudah meneteskan airmata. "aku jujur sama Papa tentang kehamilan aku ini." Jawabnya.

Donghae sedikit terkejut mendengar jawaban Eunhyuk. "lalu?" Tanyanya lagi.

Eunhyuk bercerita tentang semua kejadian semalam yang terjadi dirumahnya. Dimana Yunho datang dan berucap ingin bertanggung jawab atas kehamilannya, hingga saat dimana dia pingsan karena tidak sengaja Kangin menamparnya begitu keras.

Donghae semakin mengeratkan pelukannya terhadap tubuh kurus Eunhyuk. Dia begitu menyesal karena tidak bisa menjaga Eunhyuk dengan baik. "maafkan aku Hyukie," Gumamnya.

Eunhyuk melepaskan pelukan mereka satu sama lain. Dia menangkup kedua tangannya di pipi Donghae. "tidak ada yang salah Hae, yang salah adalah keadaan yang membuat kita seperti sekarang ini." Ucapnya.

Donghae tersenyum mendengar ucapan Eunhyuk. Namun senyumnya langsung pudar saat salah satu pembicaraannya tadi dengan Eunhyuk. Mengenai pernikahanya dengan Yunho.

"Hae? Kamu kenapa?" Tanya Eunhyuk sambil menepuk pipi Donghae dengan lembut.

Donghae memandang Eunhyuk. "apa yang harus aku lakukan?" Tanyanya.

Eunhyuk menyerengitkan dahinya mendengar pertanyaan Donghae. "lakukan untuk apa Hae-ah?"

"untuk membatalkan perjodohanmu dengan Yunho, terserah kau bilang aku egois. Tapi aku benar-benar tidak rela jika melihat kau menikah dengannya," Eunhyuk tersenyum mendengar ucapan Donghae.

"cukup meminta izin sama Papa untuk menikahiku." Jawabnya.

.

.

Malam ini, Donghae memutuskan untuk meminta izin kepada Kangteuk untuk menikahi putrinya itu. Dengan keberanian dan tekad yang kuat, Donghae memberanikan diri mendatangi kediaman keluarga Kim.

Eunhyuk mempererat pelukannya terhadap lengan Donghae yang dirangkulnya. Berusaha memberikan ketenangan untuk namjachingu-nya itu.

Eunhyuk membuka pintu depan tersebut, namun keadaan didalam sana membuatnya terdiam. Seluruh keluarganya dan keluarga Jung sedang berkumpul disana.

Mendengar suara pintu yang terbuka, mereka semua yang sedang berkumpul diruang keluarga menoleh kesumber suara.

Teukie, Sungmin dan Yunho sedikit terkejut saat melihat Eunhyuk yang datang bersama Donghae. Berbeda dengan Kangin, dia mengepalkan tangannya dengan erat saat melihat namja itu berada dihadapannya kini. Sedangkan Mr. dan Mrs. Jung memandang pemuda itu dengan pandangan bingung.

"berani-beraninya dia." Desis Kangin.

"Eunhyuk, siapa namja itu?" Tanya Mrs. Jung.

Baru saja Eunhyuk akan menjawab, tiba-tiba Kangin memotongnya. "dia teman Eunhyuk, benar bukan? Silahkan duduk, kami akan membicarakan tentang rencana pernikahan Eunhyuk dan Yunho yang akan dilaksanakan seminggu lagi." Ucapnya sambil menekan kata 'pernikahan'.

Donghae mematung mendengar penjelasan Kangin. Menikah? Minggu depan? Kenapa Eunhyuk tidak memberitahunya?

"maaf, aku kesini—

Ucapan Donghae terhenti saat Yunho bersuara. "cantik, kamu dari mana aja? aku sudah menunggu sedari tadi. Dan bagaimana keadaan baby kita?" Tanya Yunho sambil mendekat kearah dimana Haehyuk berada.

"baby? Maksudmu apa Yunho?" Tanya Mrs. Jung.

Yunho menoleh kearah kedua orangtuanya lalu tersenyum. "maaf Mom, Dad. Aku meminta mempercepat pernikahan ini memang karena hal tersebut. Aku tidak ingin Eunhyuk menanggungnya sendiri. Aku akan bertanggung jawab dengan perbuatanku." Ucapnya.

Eunhyuk dan Donghae melotot mendengar ucapan dusta Yunho yang begitu lancar keluar dari mulut namja itu.

Yunho melepaskan genggaman tangan Haehyuk dan berdiri diantara mereka. "terima kasih telah mengantarkan Eunhyuk kembali, Lee Donghae." Ucap Yunho sambil tersenyum penuh arti kepada Donghae.

"bagaimana jika Donghae menjadi pendamping Yunho di upacara pernikahan kalian nanti?" Usul Mr. Jung.

Donghae memandang kearah Mr. Jung. Sudah cukup baginya, dia merasa dirinya tidak dianggap disini.

Donghae tersenyum dan membungkukan badannya kearah mereka semua. "kalau begitu, aku permisi dulu. Tugasku mengantar Eunhyuk sudah selesai. Selamat malam." Ucapnya sambil berlalu keluar dari rumah itu.

TeukMin memperhatikan wajah Donghae yang terlihat sedikit kecewa tersebut. Teukie berniat menghentikan suasana ini, namun apa daya yang dia punya?

Eunhyuk berniat menyusul Donghae, namun Yunho mengenggam tangannya dengan erat. "lepaskan." Desisnya.

Yunho menggelengkan kepalanya. "aku tidak akan pernah melepaskanmu." Ucapnya dengan suara rendah.

Eunhyuk semakin memberontak dalam genggaman Yunho. Tidak diperdulikannya tangannya yang sakit dan memerah. "kubilang lepaskan, Jung Yunho!" Berhasil, Eunhyuk berhasil melepaskan tangannya yang digenggam oleh Yunho, dia langsung berlari keluar untuk mengejar Donghae.

"Hae! Tunggu aku, dengarkan penjelasanku dulu." Teriaknya saat Donghae sudah berada diatas motor Ninja berwarna merahnya.

Brum…

Donghae menggas motornya dengan kencang dan melesat meninggalkan rumah kediaman keluarga Kim tersebut dengan cepat, tidak dihiraukannya Eunhyuk yang berteriak memanggil namanya.

Eunhyuk langsung terduduk disana dan menangis sambil mengumamkan nama Donghae berkali-kali.

Sungmin ikut berlari keluar mengikuti jejak Eunhyuk, dia bersimpuh(?) di samping Eunhyuk dan memeluk kakak perempuannya itu. "onnie, mungkin Hae oppa butuh waktu untuk ini." Ucapnya berusaha menenangkan.

Tangis Eunhyuk dalam pelukan Sungmin semakin menjadi, dia terus terisak hebat(?) dan balas memeluk Sungmin dengan erat.

"onnie!" Pekik Sungmin saat dirasa tubuh Eunhyuk yang ada didalam dekapannya melemah dan tak sadarkan diri. Dia memperbaiki posisi Eunhyuk dan berteriak kepada Kyuhyun, yang baru saja turun dari mobil Luxury White Audi A1 nya.`

"Kyu! Bantu aku."

Kyuhyun segera berlari dan berjongkok didepan kedua kakak beradik itu. Dia mengambil alih tubuh Eunhyuk yang sudah tidak sadarkan diri. Menggendongnya dengan bridal style.

Semua yang berada di dalam ruang keluarga itu kaget saat melihat Kyuhyun masuk dengan Eunhyuk yang berada digendongannya.

"ada apa ini? Apa yang terjadi dengan Eunhyuk?" Tanya Mrs. Jung.

Teukie bangkit dari duduknya dan menghampiri Kyuhyun. "Kyu, apa yang terjadi dengan Eunhyuk? Kenapa dia bisa pingsan seperti ini?" Tanyanya.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "aku gak tau tante, aku baru sampe dan Minnie teriak minta tolong untuk membantunya mengangkat Eunhyuk noona." Jawabnya.

"Kyu, bawa onnie ke kamarnya. Ayo!" Sungmin berjalan terlebih dahulu menaiki anak tangga. Sedangkan Kyuhyun mengikutinya dari belakang.

Setelah merebahkan tubuh Eunhyuk diatas kasurnya, Kyuhyun segera menyingkir agar memberikan sedikit ruang untuk Sungmin untuk memeriksa Eunhyuk. Dahi Kyuhyun mengkerut saat melihat Sungmin yang membelai perut Eunhyuk dengan gerakan memutar.

"chagi? Apa yang kau lakukan?" Tanyanya heran.

Sungmin menoleh kearah Kyuhyun. "ada keponakanku didalam sini Kyu," Jawabnya pelan.

Kyuhyun melebarkan matanya saat mendengar jawaban dari Sungmin. "jadi, maksudmu… Hyuk noona?" Sungmin menganggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan Kyuhyun.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Eunhyuk duduk lemas di sofa yang berada di pojok kamarnya. Ponsel berwarna putih itu masih tergenggam erat ditangannya. Matanya memandangi wallpaper ponselnya (foto yang terdapat dirinya dan Donghae yang sedang tersenyum kearah kamera).

Sebangunnya dia dari pingsannya tadi, dia langsung mencoba menghubungi Donghae. Dengan sms, telpon, maupun e-mail. Namun tidak mendapatkan balasan yang berarti dari namja itu.

"Hae, maafkan aku." Gumamnya.

.Donghae side.

Donghae berjalan santai di koridor kampus menuju dimana kelasnya berada. Namun langkahnya terhenti saat melihat Siwon yang berjalan kearahnya dan berhenti dihadapannya.

"aku mau bicara sesuatu padamu, ini tentang Eunhyuk." Ucapnya.

Donghae menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah Siwon yang ternyata membawanya ke taman belakang kampus yang sedikit terlihat sepi pagi itu.

Donghae mengikuti jejak Siwon untuk duduk dibangku yang berada disana. "ada apa?" Tanya Donghae to the point.

"kemarin Eunhyuk pingsan, kau tau?" Donghae mendongak dan menatap Siwon dengan pandangan tidak percaya.

"Kyuhyun bilang, dia pingsan saat kau pergi dari rumahnya. Itu benar?" Tanyanya lagi.

"benarkah? Aku tidak tau akan hal itu." Donghae berujar demikian.

Siwon menganggukan kepalanya. "kenapa kau pergi dari rumahnya dan tidak menghiraukannya?"

Donghae memandang kedepan. Kearah padang rumput dihadapannya. "aku merasa begitu kecil dihadapan keluarganya. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus merelakan Eunhyuk untuk Yunho yang sudah jelas bisa membuatnya bahagia?" Gumamnya meminta pendapat.

"kau menyakitinya jika melakukan itu. Kau tau dia begitu mencintaimu?" Siwon memandang Donghae yang masih betah memandang lurus kedepan.

"jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Tanya Donghae pelan.

Siwon menepuk pundak Donghae. "temui dia, jangan membuatnya kefikiran akan hal ini." Ucapnya.

Donghae menganggukan kepalanya dan tersenyum penuh rasa terima kasih kearah Siwon.

.

.

Eunhyuk duduk malas diatas sebuah bangku yang disediakan oleh toko perhiasan yang berada di Departement store ternama di Seoul.

Bagi kalian bertanya mengapa dia ada disini? Jawabannya adalah karea ia dipaksa Kangin dan kedua orangtua Jung untuk mencari cincin pernikahan.

Beda Eunhyuk, beda juga dengan Yunho. Namja Jung itu terlihat begitu semangat memilih cincin yang akan mereka pakai nanti.

"cantik, kamu suka yang mana? Yang permata warna hijau ini atau berlian?" Tanyanya sambil mengangkat kedua cincin pilihannya dan menunjukannya kepada Eunhyuk.

Eunhyuk memutar kedua bola matanya dengan malas. "terserah kau sajalah." Jawabnya tidak perduli.

Drtt… Drtt…

Getaran yang berasal dari ponsel putih itu mengalihkan dunia(?) Eunhyuk, dengan segera dia mengambil ponsel tersebut dari dalam tasnya. Dia menyerengitkan dahinya saat id call atas nama Siwon tertera dilayar touchscreen-nya.

Dia segera menekan tombol answer lalu mengarahkan ponsel tersebut kearah telinganya. "halo? Ada apa?" Tanyanya.

'…'

"aku ada ditoko perhiasan 'diamond' yang ada didalam department store-mu." Jawab Eunhyuk.

'…'

Mata sipit Eunhyuk membulat sempurna setelah mendengarkan ucapan yang dilontarkan Siwon via telpon tersebut. Yunho yang sedari tadi memperhatikan Eunhyuk juga sedikit penasaran dengan apa yang dibicarakan keduanya tersebut.

"oke, nanti aku kabarin lagi." Setelah itu, dia menjauhkan ponsel tersebut dari telinganya dan memasukkannya lagi kedalam tas.

"siapa yang menelponmu?" Tanya Yunho menginterogasi.

Eunhyuk bangkit dari duduknya dan berjalan keluar. Yunho? Sudah tentu dia mengikuti langkah Eunhyuk keluar dari toko tersebut.

"Eunhyuk, kau mau kemana?" Tanya Yunho sambil mencoba meraih tangan Eunhyuk.

"ck!" Eunhyuk berdecak sebal dan menyentak lengan Yunho yang menggenggam tangannya. "aku mau ke toilet, kau mau ikut kesana juga?" Tanyanya.

"aku akan menunggumu didepan sana."

Eunhyuk memutar kedua bola matanya saat mendengar ucapan Yunho. "terserah." Ucapnya sambil masuk kedalam toilet. Sedangkan Yunho bersandar di dinding yang berada disamping pintu tersebut.

Banyak yeojya yang cekikikan saat melihat Yunho bersandar disana. Yunho sedikit menyerengitkan dahinya saat melihat seorang yeojya mungkin sedikit tomboy? Lihat saja badannya yang tegap dan berotot.

Yunho mengedikan bahunya saat yeojya tersebut masuk kedalam toilet untuk perempuan itu.

.

.

Eunhyuk berdiri didepan westafel yang berada disana. Dia mengeluarkan ponselnya dan mendial nomor yang sudah dihafalnya. "Won, kamu dimana? aku udah di kamar mandi sekarang, tapi Yunho menungguiku didepan." Ucapnya.

'…'

"hah? Apa maksudmu?" Tanyanya tidak mengerti.

'…'

"ah baiklah-baiklah, sampai ketemu nanti." Setelah itu dia mematikan sambungan telpon tersebut kedalam tasnya. Dia berjalan dan mencuci kedua tangannya di westafel tersebut.

"Eunhyuk-sshi?"

Eunhyuk mendongak, dari pantulan di cermin yang ada dihadapannya memantulkan wajah seorang yeojya yang dikenalnya. "Dr. Kim Jaejoong?" Ucapnya.

Dia membalikan badannya dan tersenyum lalu menundukan sedikit badannya.

"wah, aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi disini Eunhyuk-sshi." Ucap Jaejoong sambil tersenyum.

Dan mereka berdua terlibat dalam perbincangan mengenai apa saja. Entah itu kondisi kandungan Eunhyuk ataupun kesehatannya. Eunhyuk ini ada-ada aja, toilet kok jadi ajang konsultasi?

Obrolan mereka berhenti saat seorang 'yeojya' masuk kedalam sana. 'yeojya' berotot yang dilihat Yunho diluar.

Eunhyuk dan Jaejoong memperhatikan sosok tersebut. Eunhyuk sedikit banyak mengenali wajah dan rupa 'yeojya' itu, tapi dimana?

"Princess." Eunhyuk apalagi Jaejoong tersentak kaget saat suara namja yang keluar dari mulut 'yeojya' tadi.

"Hae? Itu kamu kah?" Tanya Eunhyuk tidak yakin.

Yeojya tersebut menarik wig pirang yang dipakainya. Dan ow ow~ ternyata itu adalah Donghae yang berdandan sedemikian rupa seperti seorang yeojya.

"apa yang sedang kau lakukan Donghae-sshi? Ini bukan bulan April kan?" Tanya Jaejoong.

Donghae berjalan kearah mereka berdua dan merangkul Eunhyuk. Dia memandangi Jaejoong yang juga sedang memperhatikannya. Donghae tersenyum setelah dia mendapatkan sebuah ide di otak pintarnya.

"Dokter, boleh aku minta tolong?" Pinta Donghae.

Jaejoong menyerengitkan dahinya saat mendengar permintaan Donghae. "apa itu?" Tanyanya.

Donghae mendekat dan berbicara dengan lancar 'ide' yang baru saja didapatnya. Eunhyuk yang berdiri disampingnya hanya diam dan mendengarkannya.

"baiklah, karena namja itu penganggu rumah tangga kalian, aku akan membantu." Ucap Jaejoong.

.

.

Yunho sesekali melirik kearah pintu toilet tersebut. Kenapa Eunhyuk lama sekali. Batinnya.

Cklek… Bruk…

Yunho langsung berjongkok saat seorang yeojya yang baru keluar dari dalam toilet itu terjatuh. "Gwenchana?" Tanyanya.

Yeojya yang ternyata Jaejoong itu meringis sambil memegangi siku dan kakinya. "ah, kakiku sakit sekali. Tuan, bisakah kau membantuku berdiri?" Ucapnya.

Yunho mengangguk dan mengambil lengan kanan Jaejoong dan melingkarkannya dibahunya. Guna untuk membantunya berdiri.

Karena posisi Yunho yang membelakangi pintu toilet tersebut. Dengan mudah Haehyuk yang sedang mengintip keluar dari sana dengan cepat dan pergi sejauh mungkin dari tempat tersebut.

Jaejoong sedikit melirik kearah belakang. Saat melihat siluet haehyuk sudah jauh dari pandangannya, dia segera melepaskan bantuan Yunho. "terima kasih, aku sudah baik-baik saja." Ucapnya sambil berlalu.

Yunho menatap yeojya yang tidak dikenalnya itu dengan pandangan tidak percaya. Baru saja dia terlihat kesakitan, tapi kenapa jalannya biasa saja?

"kenapa Eunhyuk lama sekali di dalam." Gumamnya.

Karena rasa curiga dan cemas yang berlebihan. Yunho memutuskan untuk masuk kedalam toilet tersebut. "Eunhyuk," Panggilnya.

Dia melihat ruangan itu kosong. Dan hanya satu bilik kamar mandi yang terlihat tertutup. Dia membuka bilik tersebut dan ternyata hasilnya sama. Semua bilik tersebut kosong.

"shit!" Ucapnya sambil berlari keluar dari toilet tersebut.

.

.

Haehyuk sudah berada dirumah Donghae sekarang. Setelah kabur dari Yunho, ternyata Siwon sudah menunggu mereka di depan pintu keluar utama department store tersebut.

Sekarang mereka sedang duduk santai diruang tv rumah Donghae. Eunhyuk sedang bersandar di bahu Donghae sambil menonton tv. Sedangkan Donghae sedang mengelus rambut blonde Eunhyuk sambil menonton tv juga.

"Hae," Donghae mengumam sebagai jawaban.

Eunhyuk mengangkat kepalanya dari bahu Donghae. Donghae sendiri memandangi Eunhyuk dengan pandangan bertanya.

Eunhyuk mengambil lengan kanan Donghae dan menaruh tangan tersebut diatas perutnya dan mengerakannya secara memutar.

Donghae tersenyum melihat tingkah Eunhyuk. Dia merangkul bahu Eunhyuk dan menyenderkan badannya ke sofa, namun tidak menghentikan gerakannya mengelus perut Eunhyuk. "baby ingin disapa appa eoh?" Tanya Donghae.

Eunhyuk tersenyum mendengar ucapan Donghae. Entah mengapa dia begitu terlihat senang sekarang. Dia baru merasakan betapa bahagianya menjadi seorang ibu.

Eunhyuk mengelus pipi Donghae dan membuat sang empunya pipi menoleh. Dia sedikit terpesona dengan senyum Eunhyuk yang ditunjukan kepadanya. Entah kenapa hari ini Eunhyuk terlihat cantik dari sebelumnya.

"Hyukie," Panggil Donghae.

"iya?"

"kamu cantik."

Blush…

Semburat rona merah muncul dikedua sisi pipi Eunhyuk.

"kamu cantik, dan aku sayang sama kamu." Ucap Donghae sambil mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk.

CHU~

Bibir Donghae mendarat sempurna di atas bibir Eunhyuk, mengecup bibir kissable itu dengan lembut dan penuh cinta. Mereka berdua begitu larut dalam ciuman tersebut hingga suara gedoran pintu menyadarkan mereka dan melepaskan tautan bibir keduanya.

Donghae berdiri dari duduknya dan berjalan keluar. Eunhyuk yang masih schok hanya diam dan memegangi kedua pipinya yang terasa panas. "baby, appa-mu benar-benar pervert!" Ucapnya sambil mengelus perutnya.

Brak…

Eunhyuk tersentak kaget saat mendengar suara mungkin pintu yang terbanting keras. Dia berdiri dan berjalan keluar, namun langkahnya terhenti saat melihat Kangin berjalan cepat kearahnya.

"kau," Serunya.

Plak…

Kangin menampar Eunhyuk dengan keras. Lalu dia menarik lengan Eunhyuk dengan paksa dan berjalan keluar.

"HAE!" Pekik Eunhyuk saat melihat tubuh Donghae sudah tumbang dan lebam. Donghae ditahan oleh dua orang berbadan kekar dan satu orang bertugas untuk memukulinya.

"akh." Ringisan kesakitan keluar dari mulut Donghae saat orang tersebut memukulnya tepat didaerah perutnya.

Airmata Eunhyuk turun saat melihat keadaan Donghae yang begitu mengenaskan. "Hae! Berhenti memukulinya bodoh!" Pekik Eunhyuk pada para bodyguard itu.

Kangin segera menarik Eunhyuk pergi dari sana. Karena Eunhyuk yang terus memberontak dan berteriak, Kangin mengeluarkan sebuah sapu tangan yang sudah terlebih dahulu diberi obat bius. Dia mendekapkan sapu tangan tersebut kearah mulut dan hidung Eunhyuk, dan tak lama Eunhyuk tidak sadarkan diri.

Yunho yang juga berada disana mengisyaratkan untuk para pria berbadan kekar tersebut untuk berhenti memukuli Donghae. Dia berjalan mengikuti langkah Kangin yang membawa Eunhyuk kedalam mobilnya.

Donghae langsung terjatuh dan rebahan di lantai saat kedua orang tersebut melepaskannya. Dia masih bisa melihat bayangan Kangin, Yunho yang membawa Eunhyuk dan seluruh pengawal tersebut pergi meninggalkan rumahnya. Tak lama kemudian dia pingsan.

.To Be Continue.

.

.

Mianhae aku updatenya lama. Dan yang udah nanyain *pedebanget* kelanjutan ff ini, ini udah aku update! Sekarang aku minta Review-annya. XD.

Gimana sama Chapter ini? ngebosenin kah? Atau gimana? Butuh kritik dan saran dari Readers sekalian untuk membuat cerita ini lebih baik lagi.

Oh iya, dan yang mau temenan sama aku *halah* atau mau tanya tentang ff ini, just follow my Twitter (at) Mirakyumin. Mention me, and I'll follow back you ^^

~balesan Review~

Eunhyuk's wife : iya, hehe ini udah aku ganti bahasanya. Jangan dilupain dong, akunya sedih jadinya *nangisdipojokan* #apadeh. Terima kasih udah baca dan review~

anchovy : aku dibelakangmu chingu^^. Terima kasih udah baca dan review~

anchofishy : emang tuh si Yunho *ditabokYunho*. Hehe, terima kasih udah baca dan review~

ressijewelll : iya, ini udah dilanjutin. Mian karena nunggu lama. *authorpedegila*.

eunhae25 : kok chingu tau sih? iya, aku juga ngebayanginnya jadi senyum gaje sendiri XD. Ini udah lanjut ^^ maaf lama T_T.

Lee MinMi : aku mendukungmu chingu^^. Ini udah dilanjut, terima kasih udah baca dan review~

rikha-chan : iya, ini udah dilanjut rikha ^^.

Kyuhyuk : hem? Pertanyaan kamu akan terjawab di Chapter selanjutnya. ^^ maaf lanjutannya lama yaa^^.

fitri : maaf buat kamu nunggu lama T_T. menurut aku ini Chapter terpanjang sejarah(?) ff ini. XD.

choi wonsa : oke, ini udah dilanjutin ^^.

kikihanni : waduh, biarin deh Hae-oppanya nangis dulu. Biarin aja.#plak. Hehe, ini udah dilanjut^^.

asrips : oke, ini udah lanjut. Tapi aku beneran gak tau ini genrenya apa #plak muncul dengan sendirinya aja. ^^.

.

.

Read and Review, Again?

.Tania Lee.