'His' Beverage

A fic for SasuSaku Fanday 2012, in last minute :)

Naruto © Masashi Kishimoto

mysticahime
©2012

.

.

Uchiha identik dengan keminiman ekspresi. Uchiha identik dengan aristrokat yang sudah mendarah daging. Uchiha identik dengan keanggunan dan kejayaan. Uchiha identik dengan kesempurnaan.

Yang pasti... Uchiha tidak identik dengan sesuatu yang manis—termasuk makanan dan minuman.

Oleh karenanya, Haruno Sakura mengangkat kedua alisnya tinggi-tinggi ketika mendengar minuman pesanan Uchiha Sasuke kala mereka berkencan sore itu.

"Melon Squash," ujar Sasuke tanpa memandang pelayan yang mencatat pesanannya, kemudian menutup buku menu di hadapannya. "Kau?"

Irit kata, seperti biasa. Tersenyum, Sakura menjawab, "Jus stroberi, seperti biasa."

Setelah pelayan berseragam hitam-putih itu berbalik dan pergi untuk menyampaikan pesanan pada bagian dapur, Sakura tak bisa membendung rasa penasarannya akan keanehan Sasuke. —sebenarnya ini bukan kali pertama kekasihnya itu memesan melon squash, hanya saja...

...rasanya aneh.

"Sasuke-kun," suaranya terdengar pelan di antara hingar-bingar café.

"Hn?" Kedua onyx itu melirik ke arahnya, datar.

"Mengapa kau memesan minuman—" jeda sejenak, gadis itu bingung bagaimana menanyakannya, "—manis?"

"Melon Squash?" Sasuke mengangkat sebelah alisnya. "Ada masalah?"

"Tidak." Buru-buru, Sakura menggeleng kecil. Takut Sasuke merasa tersinggung dengan pertanyaannya. Ah ya, satu lagi: Uchiha tak suka mempermasalahkan hal-hal yang menurut mereka sepele. "Hanya saja... aku baru tahu kau suka minuman manis seperti itu."

Senyuman tipis. Sasuke merespon kata-kata Sakura dengan pergerakan kecil seperti itu. "Aku juga baru tahu aku menyukai minuman itu."

Lagi, kedua alis itu terangkat. "Eh, kalau aku boleh tahu—kenapa?"

Percakapan keduanya terputus ketika pelayan café kembali datang dengan membawa nampan kayu berisi dua gelas tinggi dengan minuman-minuman berwarna di dalamnya. Merah muda untuk jus stroberi Sakura dan hijau muda untuk melon squash Sasuke.

Kini kedua gelas itu berada di hadapan masing-masing. Kedua mata obskurit Sasuke memandangi gelasnya dalam diam selama beberapa saat.

"...sebenarnya aku tetap tidak suka minuman manis," katanya sambil tersenyum tipis, terus manatap gelas kristalnya.

Sakura menyimak kata-kata itu dengan kepala dipenuhi sejuta tanda tanya. Bukankah memesan minuman itu untuk diminum? —dan rasa sangat berpengaruh pada kenikmatan saat menyesapnya, karena salah satu alasan memesan segelas minuman adalah... kita menginginkan minuman itu, bukan?

Jadi, apa yang membuat Sasuke tetap memesan melon squash yang termasuk kategori 'manis'?

"Tapi?" tanya gadis itu ketika menyadari bahwa kalimat Sasuke menggantung dan akan berlanjut dengan kata 'tapi'.

"Tapi," kedua onyx itu kini menatap lurus emerald di hadapannya, "...saat melihat warnanya, aku serasa melihat matamu. Itu saja."

—dan Sakura tidak ingat apa reaksinya setelah itu; bersemu kemerahan atau menjerit, "Gombal!"

-FIN-

ABA: hanya ficlet menyedihkan di tengah-tengah pengerjaan laporan faal. Semoga menghibur :)

Don't be silent reader, please?

mysticahime™—21022012