Feminim atau Tomboy ?

By

Haulin-Nigth

Fuih…..

Chapter 3 akhirnya update juga^^

Setelah perjuangang menghadapi UTS, tepatnya malam Minggu jam 23.00 Chapter ini ditulis dan selesai jam 01.30 Pagi hari.

Akhirnya di Posting juga *horeeee…..

Balas Review ( yang Login lihat di Inbox )

Yang nggak Login, lihat di mari~~

Rose: yup, tepat sekali, Sasu pasti tahu jati diri Naruto, klw Naruto nyamar, tunggu aja di Chapter depan^^

Jimi-li: Tara-rengkyu dah mau review lagi, chapter ini dah tak panjangin kok, dan untuk ekspresipenokohan dah tak usahain ni, review lagi ya^^

Adelia: Ok, klw masalah ketikan, saya juga ngerasain. Bias harusnya Bisa, kekekekek….

Nasumi-chan Uharu: -Kun donk^^, siapa sebenarnya Sasu, di chapter ini tak certain kok^^

Aoi Ciel: Chapter ini udah tak jelasin siapa sebenarnya Sasu-chan. Review lagi ya^^

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated: T

Genre: Romance

Pair: SasuFemNaru

Warning: OOC,AU, Typo, FemNaru (pada saatnya akan ketahuan)


Chapter 3

"Tin….Tin…." suara klakson mobil yang nyaring terdengar dari depan gerbang Namikaze Manshion.

Seorang pemuda emo yang mengenakan seragam sekolah lengkap dengan aksesorisnya tengah duduk menunggu di dalam mobil dan sesekali memainkan ponselnya.

Beberapa menit kemudian, muncul seorang pria berpenampilan seperti pelayan dari balik gerbang Manshion, ia menghampiri pemuda emo yang berada di depan gerbang.

"Selamat pagi, ada yang bias saya bantu?" sapa pria itu.

"Aku Uchiha Sasuke, aku ingin menemui Naruto sekarang." ucap si emo aka Sasuke memperkenalkan diri.

"Saya Iruka, saya pelayan pribadi Naruto-sama. Kalau boleh saya tahu, anda siapanya Tuan Naruto?" ucap Iruka sopan memperkenalkan diri.

"Aku temannya, tolong katakan padanya untuk lebih cepat menemuiku," perintah Sasuke pada Iruka.

"Baiklah, tunggu sebentar Sasuke-san." Ucap Iruka kemudian pergi memasuki Manshion untuk memberitahu majikannya.

Di dalam sebuah kamar bercat orange, terlihat sesosok perempuan cantik berambut pirang panjang sepunggung yang hanya menggunakan selembar kain tipis berwarna orange yang menutupi tubuhnya dari bagian dada hingga pangkal paha, bahkan selembar kain itu belum sepenuhnya menutupi tubuh proposional sang empunya yang sedang duduk di depan sebuah meja rias berplitur cantik di samping tempat tidur yang berada di ruangan itu.

"Makin lama, dadaku semakin besar saja, semakin mempersulit ku untuk menyama, huffftttt….." gerutu perempuan cantik itu sambil memegang-megang bagian tubuh tepatnya bagian yang atas, yang ditutupi oleh selembar kain orange tipis yang ia pakai.

Perempuan itu mengambil sesuatu benda yang menyerupai sebuah rompi anti peluru, kemudian ia mengenakannya.

"Hufftt….. Semakin sesak saja," ucapnya kecewa.

"Tok-Tok-Tok….." suara pintu kamar di ketuk dari luar.

"Ada apa ruka-san?" tanyanya pada seseorang di balik pintu.

"Naruto-sama, di luar ada seorang pemuda yang mengaku sebagai teman anda," ucap Iruka tersangka pengetukan pintu.

"Siapa namanya?" Tanya perempuan cantik aka Naruto dari dalam.

"Kalau tidak salah, namanya Uchiha Sasuke." Ucap Iruka sambil mengingat-ingat.

"Baiklah, tunggu sebentar. Aku memakai seragam dulu." Ucap Naruto pada pelayannya.

Naruto segera mengenakan seragamnya dan juga tak ketinggalan, Wigg warna kuning cerah yang senada dengan rambut panjangnya ia kenakan untuk menutupi rambut indahnya.

'Sasuke ya, mau apa dia daang sepagi ini?' Tanya Naruto dalam hati sembari merapikan wig yang ia kenakan.

Naruto keluar dari dalam kamarnya dan sekarang penampilannya lebih terlihat seperti seorang pemuda tampan nan gagah, tidak seperti tadi yang terlihat sangat seorang perempuannya.

Ia berjalan menuruni tangga, mengambil sepatu di rak sepatu. Kemudian berjalan kea rah pintu keluar.

"Naruto-sama, apa sebaiknya anda sarapan dulu." Saran Iruka yang kini berada di belakang Naruto.

"Nanti saja sarapannya, bias di sekolah kok. Lagipula aku tidak enak sama Sasuke, dia sudah menunggu ku dari tadi." ucap Naruto sopan menolak saran Iruka.

"Baiklah, kalau itu mau anda," ucap Iruka pasrah sembari melihat Naruto berjalan menuju pintu gerbang.

Naruto berjalan keluar dari pintu gerbang. Ia mendapati Sasuke tengah mengotak-atik ponselnya di dalam mobilnya, kemudian ia menghampiri Sasuke.

"Ohayou Sasuke, gomen sudah terlalu lama menunggu ku," sapa basa-basi Naruto.

"Hn" ucap Sasuke singkat.

"Ne, untuk apa kau ingin menemuiku sepagi ini?" Tanya Naruto.

"Hanya ingin menjemput mu," balas Sasuke singkat.

"Ini kan masih pagi sekali," ucap Naruto menggembungkan pipinya.

"Ada hal yang ingin ku tanyakan padamu," ucap Sasuke memperjelas maksud kedatangannya.

"Tanya saja," ucap Naruto dengan senyum 5 jarinya.

"Nanti saja di sekolah, sekarang cepat kau masuk ke dalam mobil." Perintak Sasuke.

"Oke…." ucap Naruto kemudian menuruti perintah Sasuke.

Sasuke pun menjalankan mobilnya menuju sekolah, terlihat di perjalanan Naruto lebih dominan dalam memilih topic pembicaraan, Sasuke hanya menanggapinya dengan dua huruf andalannya 'hn'.

Beberapa menit mereka di perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan gerbang sekolah yang masih sangat sepi di pagi hari, Sasuke menjalankan mobilnya menuju tempat parkiran, mereka turun dari mobil.

"Ayo ikuti aku," perintah Sasuke pada Naruto sambl melangkah pergi.

"Kemana?" tanya Naruto yang tertinggal satu langkah di belakang Sasuke.

"Ikuti saja," jawab Sasuke singkat.

Mereka berdua berjalan dan terus berjalan, hingga pada akhirnya mereka tiba di atap bangunan sekolah mereka.

"Wah dingin… Apa yang mau kau lakukan disini Sasuke?" tanya Naruto sembari memeluk tubuhnya demi mengurangi hawa dingin yang menyentuh kulitnya.

"Kau tahu, tempat ini sangat sepi dipagi hari seperti ini," ucap Sasuke penuh makna.

"Memangnya kenapa kalau tempat ini sepi?" Tanya Naruto polos.

"Jika aku bukanlah Uchiha, mungkin sudah dari tadi aku memperkosa mu," ucap Sasuke santai.

"A-apa, yang kau bicarakan bodoh." Ucap Naruto merinding sembari melangkah mundur perlahan-lahan.

"Tenanglah, aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh itu padamu," ucap Sasuke menenangkan Naruto.

"Lantas, apa yang mau kau lakukan sekarang?" tanya Naruto masih dengan sikap waspada, takut-takut apa yang di katakana Sasuke sebelumnya menjadi kenyataan.

"Naruto, kenapa kau menyembunyikan jati dirimu sebagai seorang perempuan? tanya Sasuke mulai serius.

"Aku ini laki-laki, bodoh." ucapa Naruto esmossi.

"Naruto, apa kau sudah melupakan ku?" tanya Sasuke.

"Memang kau siapa, kau hanya murid baru di sekolah ini." ucap Naruto dengannada naik 1 oktaf.

"Ada anak perempuan menangis duduk sendirian di bangku taman pada sore hari, kemudian dating seorang bocah laki-laki menghibur anak perempuan itu." ucap Sasuke mengingat-ingat kenangan masa lalunya.

"Tidak, tidak mungkin itu kau .." ucap Naruto pelan dengan ekspresi berubah menjadi sendu.

~Flas Back On~ 10th yang lalu.

"Hiks…Hiks…Hiks…." tangis seorang anak perempuan berambut pirang panjang, duduk sendirian di taman kota.

"Ayah… Ibu….kenapa ninggalin Naru…. Hiks….hiks…." ucapnya entah pada siapa.

"Sudah, jangan menangis lagi. Usap air matamu dengan ini…" ucap anak laki-laki yang entah dating dari mana, kini sudah berada di hadapan anak perempuan yang sedang menangis sambil menyodorkan sebuah benda mirip sapu tangan padanya.

"Ka-kau siapa?" tanya anak perempuan itu.

"Nama ku Sasuke, kau sendiri? tanya balik anak laki-laki bernama Sasuke.

"Namaku Naruto," ucap anak perempuan itu masih dengan isakan-isakan kecilnya.

"Naru-chan kenapa menangis?" tanya Sasuke.

"Naru, di tinggal pergi sama Ayah dan Ibu, Naru hiks….hiks…." balas Naruto terisak lagi.

"Pakailah ini…" ucap Sasuke menyodorkan sapu tangan miliknya.

"Terimakasih, Sasu-kun." ucap Naruto sembari menerima sapu tangan dan kemudian menghapus air matanya.

"Ayah dan Ibuku juga sudah pergi, tapi sekarang aku sudah tidak sedih lagi," ucap Sasuke sambil menyunggingkan senyum tipis.

"Kenapa bisa?" tanya Naruto.

"Karena kakak member tahu ku, mereka selalu ada di sini," ucap Sasuke sambil menunjuk dadanya sendiri.

"Benarkah? " tanya Naruto lagi.

"Ayah dan Ibu mu sekarang juga pasti berada di hatimu," ucap Sasukesambil menunjuk dada Naruto.

"Tapi sekarang, Naru kesepian," ucap Naruto sedih.

"Sekarang kan, sudah ada aku. Aku berjanji akan menemanimu, jadi jangan sedih lagi ya," ucap Sasuke tersenyum tipis sembari mengacungkan jari kelingkingnya di hadapan Naruto.

"Janji ya ….." ucap Naruto sedikit tersenyum dan mengaitkan jari kelingkingnya pada jari Sasuke.

Sejak saat itu, Sasuke dan Naruto menjadi sahabat. Kemanapun Naruto pergi pasti ada Sasuke yang mengikutinya, hingga suatu hari Sasuke mendapat masalah yang sangat serius.

Perusahaan milik Ayahnya yang sekarang diteruskan Uchiha Itachi, kakak Sasuke. Mengalami kebangkrutan di cabang Jepang, sehingga mengharuskan mereka pindah ke London untuk meneruskan cabang yang ada di kota itu. Semua asset keluarga Uchiha yang berada di Jepang sudah habis sepenuhnya untuk membayar semua hutang-hutang saham yang bangkrut di tengah jalan.

Sebelum kepergiannya, Sasuke menyempatkan diri untuk mengucapkan salam perpisahan pada sahabatnya.

"Naruto, aku ingin bertemu denganmu di taman kota sore ini," ucap Sasuke pada seseorang yang berada di seberang sana melalui ponselnya.

"Memang ada apa Sasuke?" tanya seseorang dari seberang sana.

"Ada yang harus ku katakana padamu." ucap Sasuke pelan, menahan perasaannya yang saat ini sedang sangat kalut dalam kesedihan.

"Baik-baik, aku ke taman kota sore in," ucap orang itu kemudian.

"Arigatou," ucap Sasukesingkat sambil menutup sambungan teleponnya.

Skip

"Ke-kenapa kau ingin pergi meninggalkan ku?" ucap Naruto kalut menahan air mata yang sudah siap untuk tumpah kapan pun.

"Aku tidak bias menolaknya Naru, aku janji setelah semua kembali normal, aku akan menemani dan melindungi mu selamanya." ucap Sasuke menenangkan Naruto, Sasuke mengelus-elus punggung sahabatnya demi meredakan isakan kecilnya.

~Flas Back Off~

Ini memang diriku, Naruto." ujar Sasuke sembari melangkah mendekati Naruto.

"Apa kau tahu Sasuke, selama aku,oh tidak, selama kau pergi dari sisiku, kehidupan ku sudah terlalu banyak yang berubah." ucap Naruto sendu.

"…." Sasuke hanya diam mendengarkan.

"Hari demi hari kujalani sendirian, hingga tiba saat aku masuk sekolah menengah pertama." Naruto menceritakan masa lalunya.

"…." Sasuke hanya bias diam dan terus mendengarkan cerita Naruto.

"Hingga suatu kejadian menimpaku, dan kejadian itu membuat aku terauma berat," ucap Naruto bergetar.

TBC

Maaf jika Chapter ini kurang memuaskan untuk semua pembaca terhormat, Chapter ini hasil jeri payah otak saya yang sedang sedikit eror *maklum dah tua

Akhir kata~~~~

Review & Review