Author : Lacie ada disini~ buat fic baru~

Mimi (sahabat) : belum selesai fic yang lain,udah bikin fic baru..

Author : saya kan pengen nyoba bikin fic dengan beda genre

Mimi : yah terserah,sakarepmu wae lah! baca Disclaimer dan Warningnya

Disclaimer : Hetalia selamanya akan tetap menjadi milik Himaruya-sensei kecuali OC dan cerita

Warning : gaje,abal,OOT,OOC,bahasa hancur,typo(s) bertebaran kayak debu, Hetalia academy name used,Crack!Pairing dll.


Ludwig dan Gilbert berjalan kearah asrama terlihat akrab walaupun si kakak lebih cerewet dari adiknya. Ketika sedang berbincang,sesuatu hal yang cepat muncul dihadapan mereka, ternyata makhluk misterius tersebut adalah manusia dan terdapat darah di mulutnya. Mereka terkejut,makhluk misterius itu langsung pergi dengan cepatnya.

"tadi apaan bruder?"tanya Ludwig kebingungan

"memangnya aku tahu,Lud?"jawab Gilbert

Mereka tidak peduli dan tetap berjalan ke asrama mereka. Sebenarnya Ludwig masih penasaran dengan makhluk misterius apa tadi,setelah berjalan beberapa sampai di ruangan asrama mereka. Dibukanya ruangan tersebut,Gilbert langsung menuju tempat tidur tanpa berganti pakaian. Setelah beberapa lama,hanya dengkuran yang terdengar dari mulut Gilbert. Ludwig hanya bisa menghela nafas panjang.

"bruder..."kata Ludwig pelan

Di dalam pikirannya ia ingin tahu sekali makhluk apa yang muncul dihadapan mereka dan bisa pergi secepat kilat. Ia pelan - pelan keluar ruangannya,terlihat asrama laki - laki yang sangat sepi,ia bawa senter dan hp-nya takut terjadi hal yang tidak diinginkan,setelah beberapa lama ia berhasil keluar dari asrama yang cukup besra itu.

"tadi makhluk itu muncul di dekat hutan sekolah,apa aku harus kesana... atau tidak? tapi firasatku mengatakan bahwa makhluk yang tadi muncul itu berbahaya"gumam Ludwig

Karena rasa penasaranlah yang menyebabkan ia tetap bersikeras menuju hutan sekolah. Setelah beberapa lama berjalan,ia sudah ada di depan hutan sekolah.

"ini hutannya..."kata Ludwig sambil menelan ludah

Dinyalakan senternya dan menyorot bagian yang gelap,tidak ada apa - apa hanya sebuah burung hantu.

"hanya burung hantu"gumam Ludwig

ketika Ludwig sedang melihat burung tersebut,sesuatu menyambarnya dengan cepat,tentu saja ini membuat ia terkejut.

"si..siapa itu!"kata Ludwig sambil mengambil revolvernya

Tak ada jawaban,sunyi senyap.

"huh... pasti hanya penglihatanku saja"gumam Ludwig

"apa kau itu manusia?"tanya sebuah suara

"ah.. apa maksudmu? tentu saja"jawab Ludwig

"kalau begitu,maukah kau membantuku?"

"err... membantu apa?"

"asalkan kau tidak memberitahu tentang keberadaan kami kepada siapapun kecuali orang tersebut percaya dan menganggap kami ada"

"i..iya.."

makhluk itu muncul dihadapan Ludwig,ia terkejut melihat betapa cepatnya ia. Tentu saja Ludwig langsung menodongkan revolvernya.

"walaupun kau mencoba menembakku,aku tidak akan mati" kata orang itu

"ma...maksudmu?"tanya Ludwig ketakutan

"karena kami sudah mati... dan kau pasti tahu kan sebuah legenda di Eropa"

"legenda orang itu sudah mati namun hidup...jangan - jangan kalian vampire?"

"yah.. memang,tapi aku minta tolong"

"minta tolong?"

"yah benar,karena kehidupan kalian akan dalam bahaya"

Ludwig mengangkat sebelah alisnya.

"kami..dalam bahaya?"tanya Ludwig kebingungan

"ya,karena vampire terkuat dan paling kejam akan memangsa semua manusia" jawab vampire itu

"lalu... apa yang harus kulakukan?"

"menjadi seperti kami.."

"digigt dan minum darah? aku tidak mau!"

"tidak.. hanya jadi setengah vampire"

Ludwig semakin bingung,ia tidak mengeri sama sekali apa yang dimaksud orang ini terlebih ia orangnya tidak percaya sama hal supranatural.

"ta..tapi.. aku akan minum darah?" tanya Ludwig ketakutan

"iya,tapi tidak tertarik dengan darah manusia,hanya binatang... Kau juga masih bisa makan dan minum seperti biasa,lagi pula ini bisa dihapus sehingga kau bukan vampre lagi"kata vampire itu menjelaskan.

"tapi kalau aku tidak salah,menurut novel vampire pertama kali ia tidak bisa menahaan hawa nafsunya"

"kau tinggal minta tolong magi club"

"maksudmu club ilegal itu? yang anggotanya Arthur,Lukas,Romania dan Ayu?"

"ya,kau pasti membutuhkan pertolongan mereka,bagaiman kita mulai ritual itu"

"ah... ta..tapi"

"tenanglah,hanya terasa sakit sedikit,tidak separah menjadi vampire asli kok!"

"ah.."

"tutup matamu"

Ludwig menutup matanya,ia merasa heran kenapa mau saja menerima pertolongan si vampire ini. Apalagi ia malas berhubungan dengan hal - hal yang tidak masuk akal itu menggambar lingkaran dengan simbol - simbol aneh yang menurutnya tidak masuk akal.

"ok... sekarang kita siap,tarik nafasmu dan tetap tenang...ok?"kata vampire itu.

Vampire itu mengucapkan mantra - mantra yang tentunya sangat asing ditelinga Ludwig. Ia menutup matanya dan detik selanjutnya badannya terasa sakit,terutama kepalanya.

"a..ouch.. ARRRGGGGGGGHHHHHHHH!"Ludwig berteriak,detik selanjutnya ia tidak sadarkan diri.

~WVW~

keesokan paginya,Ludwig ditemukan tak sadar di depan hutan sekolah. Tentu saja ini membuat semuanya terkejut,apalagi sekuat Ludwig tidak mungkin bisa kalah oleh penjahat. Ditambah ia pernah mendapat pendidikan militer.

"Wig... Lud...Ludwig!"sebuah suara faimiliar terdengar di telinga Ludwig

"a..ap..ouch!"Ludwig memegang kepalanya yag pusing

'ah Lud,akhirnya kau bangun!"kata Gilbert

"bruder.. ada apa tadi malam aku bertemu vam-"Ludwig buru - buru menutup mulutnya.

"tadi kamu bertemu apa?"

"maksudku aku menemukan burung hantu"

"wahh itu sangat jarang di terlihat,beruntung sekali kau Ludwig"kata kakek Roma

"ah iya"kata Ludwig.

Ia masih terasa pusing,sehingga lebih memilih ia izin untuk tidak masuk. Namun di pikirannya ia bertanya,apakah tadi malam itu asli atau hanya mimpi


Author : hehe... bikin fic baru... :B

Ayu : aduh author... kenapa saya lagi yang dimunculin

Author : habis menurutku pairing kamu sama German nation itu paling asik

Ayu : dasar author gaje

Author : emang authornya gaje :p RnR,bitte?