-BLOOD BONDING II-

Cast: the GazettE

Author: NancyDiBondone-NancyTakanori

genre: *masiih saya usahakan untuk* Horor

-BB-

Badai besar dan hujan lebat, melanda daerah VimpyVille siang ini. Membuat suasana masih seperti pukul 4 pagi. Sambaran-sambaran petir menghantam pepohonan disisi jalan. Angin menerbangkan segala yang menghalangi lajunya, mulai detik ini… Ruki akan mengalami kejadian yang tak pernah dia bayangan kan sebelumnya.

diSebuah ruangan gelap dengan berbagai benda yang berserakan di lantai, Ruki tertidur nyenyak... ia memimpikan sesuatu yang sangat mengerikan,
seseorang dengan wajah berlumuran darah mendekatinya, darahnya berwarna biru atau hitam? Dia tidak bisa memastikannya, karna saat ini, dirinya lah yang mengalirkan darah dari hidung, mata, mulutnya… tercium begitu amis dan busuk… tiba-tiba tubuhnya terdorong oleh sesuatu , membuat ia melihat kebelakang dan…

"AAAARRGGGHHHHH….!" Ruki terbangun, bersamaan dengan halilintar besar yang menghantam jendela kamarnya, suara retakan kaca jendela Ruki mengiringi suara nafasnya yang ter engal, dia melihat kesekitar sambil terus mengatur nafasnya.
Pandangannya berhenti di satu arah yaitu sebuah pintu yang berada tepat di sebelah kiri tempat tidurnya. Karna terlalu gelap, ia menyipitkan mata untuk memfokuskan pandangannya kesesuatu yang berada di depan pintu itu.

"apa itu…" pandangannya berfokus ke sesuatu itu, tiba-tiba halilintar besar kembali menyambar kamarnya,
selama sepersekian detik kamarnya menjadi terang, dia melihat sesuatu itu adalah seseorang yang sedang berjalan perlahan mendekatinya, dengan cepat dan rasa panik, Ruki menarik kalung salibnya dan menyodorkannya kepada orang itu.

"ja.. jangan me…" orang itu mengulurkan tangannya ke salib Ruki, Ruki yang sudah benar-benar takut dan lelah tidak dapat berpikir lebih jauh lagi… dia melemparkan salibnya kearah seseorang itu lalu mundur dengan cepat kesisi lain tempat tidurnya.

"tuan…" Suara yang familiar didengar Ruki, perlahan dirinya mulai tenang.. dia tidak menjawab panggilan itu, dia harus memastikan kalau suara itu benar-benar berasal dari orang yang dia pikirkan.

"tuan… Ruki-san…" walaupun suara itu meyakinkan, Ruki masih tidak berani untuk menjawab atau bergerak mendekat.

"ini aku…"

"A- Aoi?"

"iya… aku, Aoi"

"benar?"

"mendekatlah… tuan" Ruki masih tidak bergerak, dia hanya memandangi bayangan hitam yang berada di depannya

"tempat ini mengerikan, aku akan menyelamatkan mu… pergi dari sini" sungguh kalimat yang dia ingin dengar diseluruh dunia, pergi dari semua hal yang mengerikan ini

Dengan bersemangat dan senyuman kecil Ruki menyambut tangan itu… sampai, Halilintar menyambar dan memecahkan kaca jendelanya. Kamarnya menjadi terang sampai beberapa saat ia melihat wajah orang yang tangannya ia genggam.
Wajah itu bahkan bukanlah benar-benar sebuah wajah, sebuah sosok yang Ruki tau selalu berada didalam mimipi buruknya.
Seketika tubuhnya lemas.. tangannya pun melepaskan genggamannya dari cakar itu, Ruki terbaring lemas dengan mata yang terbuka, memandang keatas dengan tatapan pasrah.

Wajah itu muncul tepat di atasnya. Darah yang berada di wajah mengerikan itu menetes ke pipi dan bibir Ruki yang perlahan mengalir kedalam mulutnya,
sosok mengerikan itu menggerakkan mulutnya dan mengeluarkan lidah berwarna ungu. Tanpa basa basi lidah itu menyusup kedalam mulut Ruki dan Menjilat darahnya kembali,

Ruki yang kaget, refleks tangannya siap untuk mendorong tubuh itu menjauh. Tapi dia terlalu takut, bukan hanya karna tubuh itu jauh lebih besar darinya, sepasang mata diwajah itu pun menatapnya dengan sangat tajam. Ruki tak bisa melakukan apa-apa lagi.. dia hanya dapat meremas seprai kasurnya sambil meronta-ronta.

-BB-

Semakin lama, 'jilatan' makhluk itu terasa semakin ganas di mulut Ruki. Ia sudah benar-benar tidak kuat dan mengeluarkan banyak keringat, Ruki memberanikan diri untuk membuka matanya dan mendorong makhluk itu. Tetapi…

Ruki tidak percaya dengan apa yg ia lihat, sosok menakutkan yang selalu hadir dimimpi buruknya, seseorang dengan wajah penuh darah dan mengerikan, berubah menjadi seorang yang cantik dengan mata berwarna keemasan yang pernah dia lihat sebelumnya.

'Uru…' batinnya belum selesai berbicara, tapi Ruki sudah melihat hal lain. Aoi muncul dari sisi belakang Uruha dengan menggenggam Katana perak yang siap diarahkan ke punggung Uruha
Ruki masih terlalu bingung untuk menyadari apa yang sedang terjadi, namun tiba-tiba pandangannya menjadi kabur, dan sekitarnya menjadi merah. Dia merasakan lidah uruha keluar dari mulutnya perlahan tapi malah muncul sesuatu yang lain, Amis…

Ruki mengedipkan matanya beberapakali untuk memperjelas pandangan, Namun yang bisa ia lihat hanyalah pemandangan mengerikan. Punggung Uruha tertancap Katana dari perak, ia memuntahkan begitu bayak darah beberapa menetes kemulut Ruki dan yang lain kedadanya.

'Aoi sudah tidak berada dibelakangnya… apa dia pergi? Kenapa dia tidak menyelamatkan ku dari makhluk ini? Apa… '

"KAU…" Uruha tiba-tiba berbicara dengan suara parau, menghentikan lamunan Ruki

"KAU… BENAR-BENAR VAMPIR HUNTER YANG MENYEBALKAN, KAU BOSAN HIDUP HAH!" Uruha mencoba meraih Katana perak Aoi yang berada di punggungnya, suara patahan tulang terdengar agak keras beberapa kali.

"kau… MONSTER!" Aoi tiba-tiba muncul dibelakang Ruki lengkap dengan semua senjata perak nya.

"AKU VAMPIR, BUKAN MONSTER…" Uruha mencabut Katana Aoi dan langsung mengibaskan nya kedepan wajah Ruki, kibasan pedang yang tercabut memberikan cipratan darah di dinding dan atap kamar itu. Uruha berusaha menegakkan tubuhnya…

"DUA HARI LAGI… AKU AKAN MENJEMPUTMU" bersama dengan hembusan angin, Uruha pergi dengan senyuman khasnya yang mengandung banyak arti.

"du.. dua hari lagi, apa yang.. akan terjadi?" walaupun tidak ingin mendengar jawabannya, Ruki terpaksa harus bertanya

"aku tidak tau… tapi dua hari lagi adalah bulan purnama, dia pasti merencankan sesuatu."

-BB-

CHAP 2

END

wanna coment or suggest something?
Dont be Silent! lets Review~ :D