PRANG!

"Huh?" Jr yang perlahan membuka matanya kaget begitu melihat dirinya dan Momo mengambang disebuah ruangan serba putih dengan beberapa tulisan yang tidak dimengerti membentuk lingkaran dengan mereka ditengahnya.

"J.. Jr.." Momo yang melihat sekelilingnya mulai mengerti.

"Akh!" rintih Jr saat tangan kanannya terikan sebuah crystal halus berwarna biru dengan kuat, detik berikutnya crystal halus itu menghilang dan sebuah tanda aneh muncul di punggung tangannya.

"Jr.. Gunakanlah aku.." ucap Momo membuat Jr bingung.

"Menggunakan... mu?" tanya Jr memastikan dia tidak salah dengar.

"Iya.. Gunakanlah aku." ucap Momo menutup matanya, lalu sebuah sinar berwarna biru muncul di tengah dada Momo.

"Ambillah .. Jr.. Kali ini.." terdengar suara seorang perempuan yang sepertinya dikenal Jr.

"S.. Siapa?" ucap Jr dalam hati bingung begitu melihat siluet seorang gadis manis.

"Kekuatan ini." ucap gadis itu lagi. "Kekuatan yang lahir dari hatimu.. Kekuatan yang sudah lama terpendam didalam dirimu. Ambillah, agar dapat menjadi nyata dan berguna untukmu.. dan sekelilingmu." lanjut gadis itu seiring dengan ingatan-ingatan kelam di masa lalu Jr yang berputar-putar dikepalannya. Lalu terlihat lagi seorang gadis manis ditengah-tengah turunnya salju, dia tersenyum walaupun sebenarnya dirinya sangat terlihat rapuh.

"..." mata Jr tiba-tiba berubah menjadi tajam ia dan Momopun telah kembali ketempat pertempuran, tangan kanannya ia rentangkan lalu diarahkannya tangannya kearah cahaya yang muncul dari tengah-tengah dada Momo, seperti mengambil sesuatu dari dalam cahaya itu.

"Ah?" Momo yang matanya terpejam merasa kesakitan saat Jr mengeluarkan tangannya dan saat itu juga crystal-crystal halus berwarna biru tadi menyelumuti seluruh tangan Jr yang lalu berubah menjadi batu-batu crystal berwarna biru seiring semakin Jr menarik tangannya keluar, sedangkan tangan kirinya menahan tubuh Momo agar tidar terjatuh. Setelah ditarik sempurna, Jr pun mengangkat tangan kanannya keudara dan saat itu juga crystal tadi dengan cepat hancur dan memperlihatkan sebuah pedang yang besar yang tengah dipegang oleh Jr. Lalu sebuah cahayapun menembak keangkasa seakan membelah langit dengan sangat terang.

"A.. Apa.. itu.." ucap Albedo kaget melihat Jr.

"..." Momo yang terduduk tidak jauh dari Jr yang sepertinya pingsan disinari cahaya yang muncul ditempat ia duduk.

"A.. Apa.. ini.." pikir Jr dalam hati saat menyadari dirinya tengah menggenggam sebuah pedang besar yang juga bisa diubah sesuai kebutuhan dan keinginan sipemakai menjadi pistol atau bow. "AH?" Jr yang kaget saat melihat gnosis menembakkan misilnya kearahnya langsung mengarahkan pedang itu sambil menutup matanya. Seketika itu juga misil-misil tadi tartahan dan berbelok arah lalu meledak dibelakang Jr.

"Awas!" seru Nigredo begitu melihat gnosis yang tadi menembakkan misilnya menyerang Jr.

"HIAH!" Jr pun berlari kearah gnosis itu lalu menebas gnosis itu hingga mati hanya dengan satu kali tebasan. "A.. Apa yang.." Jr masih terkaget dengan apa yang baru saja ia lakukan. Saat itupula ia langsung melihat kebelakangnya dan terlihat Momo yang tergeletak tidak sadarkan diri tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. "MOMO! Hei! Bertahanlah!" seru Jr panik yang langsung berlari kearah Momo, menancapkan pedang tadi tidak jauh dari Momo lalu memeluk Momo yang ditengah-tengah dadanya masih mengeluarkan cahaya yang sama dengan cahaya yang sebelumnya. "Momo." ucap Jr semakin panik, tiba-tiba saja pedang yang tadi Jr tancapkan ketanah bercahaya dan berubah menjadi crystal-crystal halus berwarna biru yang kemudian dengan perlahan masuk kedalam cahaya yang ada di dada Momo. "Apa.. Yang baru saja terjadi." ucap Jr masih bingung dengan apa yang baru saja ia lakukan

"Momo!" seru Sakura yang berlari kearah Jr diikuti Dami, Juni, dan Yume, serta Citrine. "Momo.." ucap Sakura yang kemudian memegang tangan Momo.

"Momo berada dalam keadaan sangat letih.. Dia sangat butuh pemulihan tenaga." ucap Yume yang menatap Momo tenang.

"Jr.." panggil Albedo membuyarkan lamunan panjang Jr.

"Ya?" tanya Jr.

"Ayo kita kembali.. Gnosis sudah mundur.. Lalu.. Momo kelihatannya belum akan sadarkan diri, sebaiknya kita antar dia dan Sakura serta Dami dan Juni pulang." saran Nigredo.

"Ya.. Aku tau." ucap Jr lalu menggendong Momo ala putri salju.

-Kediaman Mizrahi-

"Kalian baik-baik saja?" tanya Juli begitu melihat anak-anaknya pulang.

"Kami baik-baik saja mommy." ucap Sakura yang dipeluk Juli.

"Tapi Momo-nee.." Dami menatap Momo yang masih pingsan yang berada dalam gendongan Jr.

"Ah.. Jr.. Ayo aku antarkan kekamar Momo." ucap Juli lalu menuntun Jr kekamar Momo.

"Juli-san.." ucap Citrine melihat Juli yang tengah duduk diam diruang tengahnya sambil meminum teh yang ia suguhkan pada semua orang yang ada disana.

"Ya, adaapa, Citrine?" tanya Juli tersenyum lembut.

"Begini.. Apa.." ucapan Citrine langsung dipotong Albedo dengan cepat.

"Sejak kapan Momo-chan menjadi penyanyi?" tanya Albedo mengagetkan semuanya.

"So.. Soal itu.. Yang tau sejak kapan hanya orang-orang vector." ucap Juli kaget. "Bukankah aku ikut penerbangan mencari Lost Jarusalam bersama kalian." ingat Juli lagi.

"Benar juga." ucap Albedo kemudian mengangguk.

BRAK!

"Ah?" semua yang kaget mendengar bunyi keras yang berasal dari kamar Momopun langsung menyerbu kamar Momo.

"Adaapa?" tanya Jr yang pertama kali membuka pintu.

"MOMO!" seru Nigredo langsung berlari kearah Momo yang tergelatak tidak jauh dari pintu geser yang menghubungkan ketaman. "Yume, apa yang terjadi? Apa kamu bisa mendeteksinya?" tanya Nigredo yang telah mengangkat Momo lalu meletakkannya di atas kasur.

"Dia kelelahan.. Besok keadaannya pasti sudah akan membaik." ucap Yume yang menatap Momo.

"Baiklah.. Kalian pulanglah.. Sakura, Dami, Juni.. Tidurlah.. Besok kalian bekerjakan." saran Juli menatap wajah lega yang lelah dari muka semua yang yang ada disana.

"Baiklah, Juli-san.. Kami pulang dulu." ucap Citrine pamit pulang diikuti Jr, Nigredo, dan Albedo.

-Vector, 2 pm-

"Chief.. Anda dipanggil kebandara." ucap Miyuki.

"Bandara?" tanya Momo yang tengah sibuk dengan kertasnya.

"Iya" ucap Miyuki mengangguk.

"Baiklah.. Ayo, Yume." ucap Momo yang lalu meletakkan kertasnya. "Kenapa Miyuki-san gak ikut? Kita bisa sekalian makan siang sehabis dari sana." ajak Momo lalu langsung disetujui oleh Miyuki.

-Bandara-

"Momo!" panggil seseorang sambil melambaikan tangannya.

"Momo? Itukan Momo!" seru orang-orang yang ada disana langsung menyerbu Momo.

"Hee? Ahahahaha.. Aku baik-baik saja.." ucap Momo menjawab beberapa pertanyaan fans yang tengah mengelilinginya.

"Maaf, tapi kami punya urusan yang harus segera diselesaikan." ucap Yume langsung membawa Momo menjauh.

"Kesini!" seru orang tadi melambaikkan tangannya pada jalur masuk yang terhubung dengan The Elsa.

"Hah..." Miyuki langsung menghela nafasnya begitu berhasil kabur dari kejaran para fans chiefnya itu.

"Maaf ya.. Jadi merepotkan kalian semua." ucap Momo langsung membungkuk meminta maaf dihadapan orang-orang yang telah berkumpul disitu.

"Tidak masalah." ucap Albedo. "Momo-chankan sangat disayangi dan dicintai." ucap Albedo langsung memeluk Momo.

"Hey!" hardik Citrine yang langsung menjewer Albedo memaksa Albedo melepaskan pelukannya pada Momo.

"Ayo, semuanya sudah menunggu di ruang rapat." ucap Shion lalu berjalan kearah ruangan yang terletak disebelah ruang makan bersama dengan yang lainnya.

"Langsung saja.. Rapat kali ini tentang keberangkatan nanti malam untuk kembali mencari Lost Jarusalam. Kalian tidak akan diperbolehkan kembali sebelum menemukan Lost Jarusalam, kecuali keadaan darurat demi keberhasilan misi. Tim The Elsa, kalian sudah siapkan?" tanya Helmer mentapa bergantian para crew The Elsa.

"Kapan saja kami siap." ucap Metthews sambil tersenyum percaya diri.

"Lalu.. Kenapa aku di panggil kesini?" tanya Momo menatap semua orang disana.

"Momo? Kamu gak ingat apa-apa?" tanya Nigredo menatap gadis manis itu.

"Ingat apa?" tanya Momo yang sepertinya masih belum mengerti.

"Kamukan bagian dari grup ini.." ucap Shion tersenyum.

"Bagian? Tapi.." Momo kemudian menatap Yume yang berdiri disebelah tempat duduknya.

"Kalau kamu tidak mau, tidak masalah.." ucap Jr yang bersandar di dinding dekat pintu. "Perjalanan ini akan tetap berjalan dengan atau tanpa dirimu." ucap Jr lagi.

"Kalau begitu.. Maaf.. Aku tidak akan ikut. Aku permisi dulu.. Ada proyek yang harus aku selesaikan secepatnya." ucap Momo berlalu pergi diikuti Yume dibelakangnya.

"Jr." ucap Nigredo menatap Jr marah yang detik berikutnya berlari keluar ruangan mengejar Momo. "Momo! Tunggu!" teriak Nigredo memegang pergelangan tangan Momo tepat sebelum Momo akan keluar dari The Elsa.

"Ya?" tanya Momo bingung melihat Nigredo yang kelelahan berlari dan memegang pergelangan tangannya.

"Kalau kamu gak mau juga tidak apa-apa, Momo.. Tapi kalau boleh jujur.. Kami butuh kemampuanmu." ucap Nigredo menatap Momo.

"Kemampuan?" tanya Momo sekali lagi menatap Nigredo polos.

"Ya.. Jadi bagaimana?" tanya Nigredo. "Terlebih aku sangat butuh.. Kamu.." ucap Nigredo yang mukanya sudah memerah dengan suara pelan.

"Huh? Tadi Nigredo-san bilang apa?" tanya Momo yang tidak mendengar ucapan Nigredo dengan jelas.

"Bu.. Bukan apa-apa.. Jadi bagaimana?" tanya Nigredo lagi.

"Nanti malam.. Kita berkumpul dimana?" tanya Momo membuat Nigredo tersenyum senang.

"Nanti aku akan jemput kamu." ucap Nigredo.

"Kalau begitu, Nigredo-san butuh ini." ucap Momo memberikan sebuah kartu nama.

"Apartement?" tanya Nigredo bingung menatap alamat yang tertera di kartu nama itu.

"Iya.. Aku pindah ke apartement tadi pagi." ucap Momo tersenyum.

"Kenapa.. Pindah?" tanya Nigredo bingung.

"Hmm.. Akan sangat mengganggu Sakura-nee, Dami-chan, dan Juni-chan kalau aku melakukan pertemuan kerja disaat mereka sedang butuh istirahat dirumah.. Jadi aku putuskan mulai sekarang untuk pindah ke apartement." ucap Momo menjelaskan. " Lalu.. Ini." ucap Momo memberikan sebuah kartu. "Itu kunci cadangan apartementku.. Nanti aku akan pulang agak terlambat.. Jadi masuk saja ke apartementku.. Yume ada di apartement kok.." ucap Momo sambil menatap Yume.

"Baiklah kalau begitu.. Nanti jam 7 aku jemput kamu." ucap Nigredo lalu menyimpan kartu nama beserta kunci cadangan apartement Momo disaku bajunya.

"Lalu.. Kapan kamu akan melepaskan tangan Momo?" tanya Yume mengingatkan Nigredo.

"Ups.. Maaf.. Maaf.." ucap Nigredo yang langsung dengan cepat menarik tangannya.

"Baiklah.. Kalau begitu.. Aku permisi dulu." Ucap Momo tersenyum lalu berlalu pergi diikuti Yume. Detik berikutnya yang terdengar adalah teriakan-teriakan histeris dari para pengunjung bandara yang akan pergi atau yang baru saja sampai begitu melihat Momo.

"Owh? Sa.. Sakura.. Kenapa berdiri disini?" tanya Nigredo yang kaget karna melihat Sakura yang bersembunyi di balik dinding dekat lift.

"Maaf.. Aku mencari antingku.. Sepertinya terjatuh disekitar sini." ucap Sakura yang sibuk mencari anting-antingnya.

"Loh.. Kalian berdua? Kaliang sedang apa?" tanya Jr melihat adik dan orang yang disukainya tengah sibuk mencari sesuatu dilantai The Elsa.

"Anting-anting milik Sakura terlepas, aku membantunya mencari." jelas Nigredo masih sibuk mencari-cari.

"Tapi.. Nating-antingmukan tidak hilang, Sakura.. Kamu masih memakainya sepasang kok." ucap Jr memperhatikan kedua telingan Sakura.

"Huh? Bukan.. Bukan.. Anting-anting yang aku itu pemberian Momo tadi pagi.. Jadi.." Sakura masih sibuk merangkak mencari anting-antingnya dibantu Nigredo yang mencari dengan alat pendeteksi logam buatannya yang berbentuk seperti gelang.

"Ah.. Apa yang ini?" tanya Nigredo memberikan serpihan batu berwarna biru.

"Ah.. Iya." ucap Sakura menerima serpihan itu lalu membawanya pergi setelah mengucapkan terima kasih pada Nigredo.

"Jangan terlalu dekat begitu." ucap Jr menatap Nigredo kesal.

"Huh? Tenang saja.. Aku tidak tertarik dengan dia." ucap Nigredo sambil berlalu keluar dari The Elsa.

"Nanti.. Kita berkumpul jam 8 di depan bandara. Jangan terlambat." toa Jr mengingatkan yang hanya dikode dengan lambaian tangan dari Nigredo.

"Aku tidak tertarik karna aku lebih menyukai pink." ucap Nigredo dengan suara kecil sambil tersenyum.

-Apartement Momo, jam 7-

BIB...

"Permisi.." ucap Nigredo begitu memasuki apartement Momo. "Yume?" Nigredo mencoba memanggil robot yang tinggal dirumah itu sambil teru berjalan memasuki ruangan tengah apartement itu. "Yu... Aa.." Nigredo yang bernit memanggil lagi nama robot itu terdiam begitu melihat gadis yang ia taksir tengah tertidur disofa ruang TV dengan connection gear yang terletak diatas tubunya.

"Own.. Nigredo.." ucap Yume yang datang dari arah kamarnya sambil membawa koper ditangannya.

"Itu.. Pakaianmu?" tanya Nigredo menunjuk koper yang diletakkan Yume disebelah beberapa koper lainnya

"Momo yang membuatnya.. Aku tidak bisa menolak untuk memakainya." ucap Yume datar. "Aku akan membangunkan Momo." ucap Yume bersiap membangunkan Yume.

"Tidak usah.. Dia terlihat sangat lelah." ucap Nigredo.

"Lalu bagaimana? Mau menggendongnya?" tanya Yume datar.

"Iya." jawab Nigredo polos.

"Kalau begitu sebaiknya aku menaikkan koper-koper ini ke troli." ucap Yume yang lalu menekan sebuah tombol didekat pintu masuk, tidak lama kemudia sebuat troli besar sudah berada di depan pintu apartement.

"Ah, Yume.. biar aku saja yang mengangkatnya.." saran Nigredo yang menghentikan langkah Yume untuk mengangkat koper-kopernya dan koper-koper Momo.

"Lalu aku akan melakukan apa?" tanya Yume bingung.

"Bagaimana kalau kamu memastikan tidak ada barang yang tertinggal?" saran Nigredo yang sudah mulai mengangkat koper-koper itu naik ke troli.

"Baiklah kalau begitu." ucap Yume yang lalu melangkah masuk ke kamarnya lalu ke kamar Momo memastikan tidak ada yang tertinggal.

"Bagaimana, Yume?" tanya Nigredo yang telah selesai mengakat koper ke troli dan sudah mengatur troli itu untuk pergi kelantai dasar tempat mobilnya ia parkirkan.

"Tidak ada yang tertinggal.. Kita bisa pergi sekarang." ucap Yume berjalan kedepan pintu lalu menatap Nigredo lalu berganti menatap Momo yang masih tertidur.

"Ya.. Sebaiknya kita pergi sekarang kalau tidak mau terlambat dan mendengar omelan Jr." ucap Nigredo lalu menggendong Momo ala Bridal style pergi ketempat mobilnya diparkirkan.

"Jr dan yang lainnya menunggu kita dimana?" tanya Yume saat mereka tengah diperjalanan bertanya pada Nigredo yang tengah sibuk mengemudikan mobilnya.

"Di depan bandara." ucap Nigredo yang masih sibuk mengemudikan mobilnya.

"Eng... A... Ah?" tiba-tiba gadis yang sedari tadi tidur di bangku belakang terlonjak kaget karna dia tidak terbangun ditempat ia tertidur tadi.

"Selamat malam, Momo.. Bagaimana tidurmu? Maaf aku tidak membangunkanmu" tanya Yume yang menatap kebelakang kursinya.

"Selamat malam juga, Yume.. Tidurku nyenyak.. Tapi kenapa kamu tidak membangunkanku?" tanya Momo bingung.

"Nigredo bersikeras untuk tidak membangunkanmu dan lebih memilih menggendongmu." jelas Yume.

"Aa.. Ma.. Maafkan aku sudah merepotkanmu, Nigredo-san." ucap Momo merasa tidak enak karna sudah merepotkan Nigredo akibat tertidur saat menunggu kedatangan Nigredo.

"Tidak apa-apa.. Aku tidak tega membangunkanmu.. Kamu pasti sangat lelahkan." ucap Nigredo sambil melihat kaca spion tengahnya agar dapat melihat Momo yang duduk dibelakng.

"Terima kasih banyak, Nigredo-san." ucap Momo yang sekali lagi berterimakasih banyak pada Nigredo yang hanya di balas dengan senyuman oleh Nigredo.

"Yak.. Kita sampai." ucap Nigredo begitu mobilnya berhenti di parkiran bandara tepat disebelah sebuah mobil hitam dengan garis naga merah beserta beberapa kendaraan lainnya diparkiran VIP.

"Kau terlambat, Nigredo." ucap Jr menatap Nigredo yang turun dari mobilnya bersamaan dengan Yume dan Momo.

"Maaf, maaf.. tapi sepertinya masih ada yang belum datang." ucap Nigredo melihat orang-orang yang telah berkumpul disana.

"Ya.. Shion, KOS-MOS dan Allen belum datang. Sepertinya Allen mengacau lagi." ucap Jr sambil bersandar disamping mobilnya.

"Lalu.. Semenjak kapan.. Kendaraan pribadi kami ada disini?" tanya Miyuki yang melihat jejeran kendaraan yang menyita perhatian banyak orang.

"Untuk antisipasi hal-hal aneh." jelas Shion yang baru saja turun dari mobil mininya.

"Apa ini akan muat di The Elsa?" tanya Albedo bingung.

"So.. Soal itu jangan khawatir, Momo-nee sudah mendisain baru The Elsa menjadi lebih besar dan luas." ucap Juni yang berdiri disebelah Sakura.

"Oh iya.. Sebelum aku lupa." ucap Momo lalu menatap Yume dan detik berikutnya Yume beralih kebagasi mobil Nigredo mengambil sebuah koper yang cukup besar dan menyerahkannya pada Momo. "Emmm.." Momo mulai sibuk sendiri dengan kode yang harus ia masukkan ke kopernya agar koper itu bisa terbuka.

"Isinya apa?" tanya Ziggy melihat Momo.

"Ini.. Aku akan memberikan connection gear yang baru pada kalian semua." ucap Momo yang kemudian mengambil sebuah kotak tembus pandang membagikannya pada setiap seorang. "Aku mendisain connection gear ini sesuai dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Jadi ada beberapa connection yang special." jelas Momo setelah semuanya kebagian.

"Special?" tanya Shion bingung.

"Iya.. Bukan berarti yang lainnya tidak punya keistimewaan. Keistimewaan itu disesuainkan dengan kebutuhan setiap orangnya." jelas Momo.

"Lalu.. Apa Specialnya?" tanya Jr mengulang pertanyaan Shion.

"Milik Jr-san sudah aku tambahkan alat komunikasi luas agar bisa berkomunikasi dan menyadap seluruh jaringan yang diinginkan. Lalu connection gear milik Jr-san bisa memanggil E.S." jelas Momo.

"Aku berpasangan dengan siapa dalam mengendalikan E.S? Karna chaos sudah.." Jr hanya menatap connection gearnya.

"Sudah aku sesuaikan.. E.S milik Jr-san hanya akan bisa dikendalikan oleh Jr-san sendiri dan dibantu Sakura-nee." ucap Momo yang tanpa disadari telah membuat Jr senang.

"Bagaimana dengan milikku?" tanya Shion.

"Lebih baik soal itu nanti saja dijelaskan. Atau bertanya pada Momo masing-masing saja." ucap Ziggy.

"Sebutkan saja siapa yang bisa memanggil E.S beserta pasangannya." saran Jr.

"Baiklah.. Jr-san dengan Sakura-nee yang memanggil Jr-san, Nigredo san dengan Juni-chan yang memanggil Nigredo-san, Albedo-san dengan Dami-chan yang memanggil Albedo-san, Shion-san dengan Miyuki-san yang memanggil Shion-san, KOS-MOS-san dengan T-elos-san yang memanggil KOS-MOS-san, Ziggy-san dengan Allen-san yang memanggil Ziggy-san, lalu yang terakhir aku dan Yume yang memanggil aku. Yang menggerakkan E.S hanya yang bisa memanggil" jelas Momo panjang lebar.

"Baiklah kalau begitu. Hey, kapten.. Kalian ada dimana?" tanya Jr lewat connection gear barunya.

"Kami sudah akan mendarat, little master." balas Metthiews dari atas The Elsa.

"Baiklah." ucap Jr lalu memutus komunikasinya. "Berikan kunci kendaraan kalian." ucap Jr yang kemudian meletakkan sebuah kotak diatas mobilnya lalu memasukkan kunci mobilnya kedalam kotak itu diikuti yang lainnya. "Baiklah.. Serahkan kendaraan pada para staf The Elsa. Ayo ikuti aku." ucap Jr yang kemudian menyerahkan kotak tadi pada salah satu staf The Elsa, kemudian berjalan kedalam bandara.

"?" Nigredo hanya terdiam ditempatnya dengan keadaan ketakutan.

"Huh? Ah? Nigredo-san." panggil Momo yang melihat Nigredo tidak bergerak lalu menghampiri Nigredo. "Nigredo-san.. Nigredo-san..." panggil Momo sambil mengguncang-guncang pelan tubuh Nigredo. "Nigredo-san!" panggil Momo lebih keras yang mulai panik.

"Ah? M.. Momo?"ucap Nigredo yang mulai tersadar langsung memeluk Momo erat.

"A.. Adaapa, Nigredo-san?" tanya Momo kaget bercampur bingung, Nigredo hanya menggeleng sambil tetap memeluk Momo.

"Momo..." Nigredopun melepas pelukannya lalu menatap Momo serius.

"Ya?" tanya Momo bingung.

"Ini.. Kalau terjadi sesuatu padamu, benda ini akan langsung bereaksi dengan kalung yang aku pakai.. Jadi jangan pernah melepaskan benda ini apapun yang terjadi." ucap Nigredo memasangkan sebuah kalung berbentuk pedang yang terbuat dari kaca.

"Baiklah.. Tapi tadi apa yang terjadi?" tanya Momo menatap Nigredo dengan penuh rasa penasaran.

"Sepertinya aku mulai tau apa kemampuan specialku." ucap Nigredo.

"Kemampuan special?" tanya Momo bingung.

"Iya.. Ah? Kita terlalu lama disini." ucap Nigredo yang melihat jam tangannya langsung menggandengan tangan Momo berlari kasuk ke bandara.

"Kalian darimana saja?" tanya Jr menatap Nigredo dan Momo yang masih kelelahan akibat berlari menuju The Elsa.

"Momo-chan.." Albedo langsung memeluk Momo.

"A.. Adaapa, Albedo-san?" tanya Momo kaget.

"Jr.. Jr bilang dia akan meninggalkan kalian, lalu aku akan sendirian." ucap Albedo mulai menangis.

"Hey! Kau ini sudah 17 tahun! Masih saja menangis, dasar cengen!" hardik Jr.

"Biarkan saja! Kau sendiri sudah 17 tahun juga masih berteriak kegirangan mendapat pistol terbaru!" ejek Albedo masih memeluk Momo.

"Biarkan saja! Kau juga! Sudah 17 masih saja bertindak seenaknya!" hardik Jr pada Nigredo.

"Kenapa aku juga?" tanya Nigredo yang dikepalanya sudah muncul siku-siku kekesalan.

"Su.. Sudah-sudah." ucap Momo berusaha melerai perkelahian mulut itu.

"Hey, ayo semuanya ke... Aaa... Apa yang kalian lakukan?" tanya Miyuki menatap aneh 3 anak Yuriev yang sedang berkelahi hebat.

"Sudah.. Biarkan saja mereka.. Ayo Momo." ucap Yume menarik tangan Momo pergi dari tempat perkelahian itu diikuti Miyuki.

"Jadi kita akan kemana du... Aaaa... apa yang terjadi pada kalian bertiga?" tanya Mettiews yang melihat ke-3 Yuriev itu masuk ke kokpit dalam keadaan berantakan.

"Jangan menatapku begitu." ucap Jr kesal. "Kita ke... Maju terus sampai bertemu tempat yang mencurigakan." ucap Jr santai.

"Little Master! Apa maksud anda jalan terus sampai menemukan tempat yang mencurigakan?" hardik Mary yang langsung menjitak kepala Jr.

"Mau bagaimana lagi. Kita tidak tau arah yang harus diambil." ucap Jr sambil mengusap-usap kepalanya yang kesakitan.

"Little Master.. Lihat." ucap Tony begitu melihat sebuah planet.

"Kita mendarat disana!" perintah Jr.

"Jangan seenaknya mendarat, Little Master!" hardik Mary lagi.

"Tidak apa-apa, Mary.. Tony, kita mendarat disana." ucap Nigredo.

"Aye sir!" ucap Tony yang mengarahkan The Elsa ke planet itu.

"I.. Ini.. Adaapa dengan planet ini?" ucap Albedo begitu mereka mendarat dan melihat sebuah kota yang hancur seperti habis perang.

"Shelley, apa disini ada penduduk?" tanya Nigredo yang melihat Shelley tengah sibuk mengetik sesuatu di monitornya.

"Ada." jawab Shellry yang telah selesai men-scan kota itu.

"Baiklah.. Kita turun." ucap Jr.

"Aaa? Kamu tidak apa-apa?" tanya Juni begitu merasakan ada yang menabraknya.

"Humph!" anak kecil itu langsung berdiri dan berlari pergi.

"Ah? Tunggu!" ucap Momo yang langsung mengejar anak kecil itu.

"Kalian teruskan saja.. Kita berkomunikasi dengan connection gear, aku akan mengejar Momo." ucap yume yang lalu berlari mengejar Momo.

"Well.. Kalau kalian menemukan sesuatu langsung lakukan contac, ok?" ucap Jr yang kemudian dijawab dengan anggukan kepala dari yang lain.