########## CH 1 ##########

BRUKKKKKK!

BRrAAAKKKkk!

Terdengar suara berisik di salah satu ruangan di sekolah. Terlihat beberapa orang diruangan itu, yang satu terlihat terbaring lemas dilantai dengan kepala penuh darah dan satu lagi terlihat seorang namja yang masih muda dengan tinggi sekitar 175cm yang berdiri tepat didepan lelaki yang terbaring lemas dan belakangnya terdapat 2 orang pengikutnya.

"Aaakkkhhhhhh...! hahh..hahh..hahh ! A..apa yang kau inginkan?" lelaki itu menjerit kesakitan

"Hahaha...! tidak ada. Aku hanya ingin membunuhmu seonsaengim!"

"Me...mem...bunuhku? A..pa kau sudah gila? Aku adalah gurumu! apa kau sadar apa yang telah kau lakukan?"

"Tentu saja aku sadar" Lelaki itu duduk di kursi tempat guruya bekerja sambil tertawa puas "hmm...tapi,, sebelum kau mati, aku akan memberitahumu kenapa aku membunuhmu! itu karena kau terlalu disukai banyak orang seonsaengim! padahal profesimu hanya seorang guru disekolah ini! tetapi kau sangat populer bahkan melebihi siswa-siswa kaya seperti ku! jadi..mungkin sebaiknya kau cepat mati saja, aku sudah bosan melihatmu!" lelaki itu pun berdiri dari tempat duduknya dan beranjak pergi, tetapi langkah kakinya berhenti dan ia berbalik "ah..aku lupa satu hal, kau tidak perlu sedih seonsaengim,,akan ada yang menyusulmu nanti!" ia pun meninggalkan ruangan tersebut tetapi sebelum pergi ia menjentikkan jarinya yang berarti memerintahkan pengikutnya untuk membunuh orang itu..

[ -]

**** Keesokan Harinya ****

RUANG GURU KIM JUNG WOO

Tokk...Tok..Tokk...

"Seonsaengim... Seonsaengim...?"

Tok..tokk...

"kenapa tidak ada yang menjawab? bukankah seharusnya seonsaengim sudah datang?" ucap seorang gadis muda yang mengetuk pintu ruang guru disekolahnya. Karena merasa tidak ada yang menjawab, gadis itu pun membuka pintunya perlahan. Tiba-tiba...

"Aaaaahhhhhhhhhhhhhhh!"

semua orang disekolah itu pun langsung datang ketempat dimana suara itu berasal. Tidak lama kemudian, tempat itu telah dipenuhi oleh orang-orang yang merasa penasaran. Guru-guru pun langsung masuk ke ruangan guru Jung Woo untuk memastikan apa yang terjadi, mereka melihat guru Jung Woo telah tergeletak di lantai dekat meja kerjanya dengan tali di leher dan kondisi tidak bernyawa lagi.

Beberapa jam kemudian, kejadian tersebut pun berhasil diselesaikan. Setelah melalui pemeriksaan, polisi pun menduga Jung Woo bukan dibunuh melainkan bunuh diri.

***** 5 Bulan Kemudian *****

Langit terlihat gelap malam itu, bintang-bintang yang biasanya menampakkan sinar-sinarnya kini telah hilang, suara gemuruh petir mulai terdengar pada malam itu. Angin yang datang pun sedikit namun suhu pada malam itu cukup dingin.

Tampak seorang namja dengan kaca mata putihnya sedang duduk di sebuah cafe malam yang buka 24jam dengan laptop hitamnya yang berada tepat didepannya dan segelas americano cappucino yang sudah tidak terlalu hangat lagi.

Wajahnya tampak sangat serius, sesekali dia mengelus dagunya dan tersenyum tipis, ntah apa yang dipikirkannya di depan laptop hitamnya. "(ini akan menarik)" pikirnya dalam hati...