Be My Girl

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, other Sj

Disclaimer :Super Junior milik SMEnt, Semua member milik mereka sendiri, tapi untuk Kim Kibum adalah milik saya, dan ryeowook adalah calon saya #kena Gampar#

Rated : T

Warning : Typos, bad plot, gaje, gak da humornya, YAOI, BOYS X BOYS don't like don't read. Ada member yang saya ubah menjadi yeoja. Oke..oke..oke…

Summary :Sebuah kesalah pahaman terjadi, kibum seorang seme sejati malah manjadi salah satu personil di girl band. Akankah dia bisa mempertahankan hatinya, atau malah menjadi normal? Atau malah beralih menjadi uke?

Genre : Humor, Romance

Author pov.

Seorang yeoja mengetik beberapa angka yang sangat ia hapal. Nomor kekasihnya yang terpisahkan oleh jarak yang amat jauh. Tunggu dulu, dia bukan yeoja. Dia hanya seorang namja cantik yang sedang ingin menelpon sang kekasih.

Hei..hei… kenapa bisa salah? Hmf… lihat saja wajahnya itu. Rambut hitam selehernya, manik hitam indahnya, tubuh langsing bagai peragawati, tinggi semampai dan jangan lupa kulit putih saljunya yang membuatnya terlihat. Errr… cantik! Belum lagi bibir merah ranum dan suaranya yang memang agak berat tapi terdengar menggoda. Jemarinya yang lentik serta tak ketinggalan pesonanya yang lebih menarik di banding seorang yeoja.

Dia menghempaskan tubuhnya di sofa, ia baru saja bangun tidur. Rambutnya memang acak-acakan dan lihatlah, dia hanya mengenakan kemeja putih dan celana pendek selutut. "Baru bangun tidur chagi?" suara manis di seberang telpon sana, membuatnya semakin mengantuk. Suara namja manja yang sangat di rindukannya.

"Hmp.." ucapnya singkat. Untung saja dia tak terlambat menghubungi sang namjachingu hari ini. Dia tak mau harus menerima omelan sang kekasih yang masuk dalam golongan cerewet jika bersamanya. Biarlah rasa kantuk menderanya asal kekasihnya yang jauh darinya itu tak menceramahinya dengan ocehan iblis.

"Kau tahu, tadi aku baru konser, bagaimana dengan syutingmu disana?" Tanya sang namjachingu. Hmp… namja cantik ini memang actor papan atas di Hollywood, jadi jangan terlalu heran dengan tampang tampannya dan kayanya dia.

"Biasa saja, kau sendiri? Bagaimana hubungan Wonkyu?"

JDEERRR… seolah merasakan kiamat akan dekat sang namjachingu hanya menegak ludahnya kecut. Tidak perlu bertanya darimana kekasihnya tahu tentang hubungannya dengan choi siwon, rekan satu boybandnya itu. "Itu hanya fanservice" itulah kenyataannya. Dia tak bisa membayangkan bahwa namja yang ada di amerika itu tengah melihat foto-fotonya yang sedang berciuman dengan rekan kerjanya itu sekarang dari internet.

"Kurasa dia lebih cocok menjadi sememu kyu" CLEEP… sekali lagi kata-kata tajam dari mulut namja cantik itu membuat namjachingunya menelan ludah kecut.

"Jangan seperti anak kecil" kyuhyun tertawa di balik telponnya mendengar kekasihnya yang serius dengan gurauan kecemburuannya. Ia harus bersyukur karena jarak mereka, jika tidak bisa dipastikan dia takkan bisa menari ataupun berjalan karena ulah sang kekasihnya yang terbilang usil.

"Aku akan pulang hari ini" sekali lagi kyuhyun menelan ludahnya gugup. Dia benar-benar takut sekarang. Tak bisa ia bayangkan bagaimana kekasihnya menculiknya dari dorm dan membondongnya ke hotel terdekat.

"Ta…tapi bummie.. bagaimana dengan syutingmu?"

"Sudah selesai, kau bisa menjemputku dibandara?"

"eh… hari ini aku sibuk chagiya, begitu juga beberapa hari selanjutnya"

"Baiklah, aku akan ke perusahaanmu dan meminta izin langsung"

Dengan santainya, namja cantik berwajah dingin itu mematikan ponselnya. Seringgai terpasang di wajahnya. Ia tak sabar ingin bertemu dengan namja yang merupakan kekasihnya itu. Boyband? Itu takkan menghasilkan uang yang banyak, kenapa namjachingunya itu tak memilih bersamanya saja? Tinggal di amerika dan menerima apa yang ia inginkan dengan penghasilan dari seorang actor top aka kim kibum itu dengan santai.

%ika. Zordick%

Kibum pov.

Aku melangkah masuk ke kamar hotel yang sudah ku pesan sebelumnya. Kurebahkan tubuhku di ranjang empuk. Aku memang memesan kamar bernuasa serba putih, meski uang yang kuhabiskan untuk itu tak murah. Kubuka kaca mata hitamku, kupandangi langit-langit dan membayangkan kekasihku yang sedang tersenyum.

Benar… aku terlalu merindukannya. Bahkan sangat! Aku sebenarnya tak terlalu peduli dengan namja bernama choi siwon itu. Aku sangat tahu kyuhyun mencintaiku. Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar. Dan selama itulah kami saling memadu kasih dan saling mempercayai.

Ponselku tiba-tiba berbunyi, aku cepat meronggoh sakuku dan mengeluarkan benda sebesar telapak tangan itu. "Bummie…. Sudah sampai?"

"Nee…"

"Aku sekarang akan ke gedung SM, kau boleh menungguku sebentar?"

Lihatkan? Meskipun jadwalnya yang sibuk, ia masih meluangkan waktunya untukku. Aku tersenyum puas. "Arraso, aku akan ke sana" ucapku datar dan langsung menuju gedung itu.

%ika. Zordick%

Aish! Apa yang kulakukan? Kenapa aku berada di ruang tunggu yang di penuhi oleh yeoja begini? Apa SM tak punya pengunjung namja?

Flashback—

Aku memasuki gedung SM, tentu bisa di tebak, aku menghampiri meja receptionist. "Anda tinggal lurus kemudian belok kanan" katanya. Hei..hei… bahkan aku belum mengatakan apa tujuanku kemari, mereka langsung bisa menunjukkan arah. Apa kyuhyun sudah menghubungi mereka terlebih dahulu ya? Mungkin saja…

Tanpa pikir panjang aku mengikuti petunjuk itu. Tertulis di pintu AUDITION ROOM. Baru kali ini ku tahu audition artinya ruang tunggu. Tapi entahlah? Mungkin saja mereka lupa mengganti plat nama ruangannya kan?

End flashback—

Dan disinilah aku sekarang. Diruangan yang dipenuhi oleh yeoja-yeoja cantik yang tak kutahui dari mana asalnya. Aku berusaha menahan nafasku. Aku tak boleh terperdaya. Mungkin saja kyuhyun sedang mengetest cintaku padanya kan? Bagaimanapun sudah cukup lama kami tak bertemu. Dia pasti ingin memastikan apa aku masih mencintainya atau tidak.

Seorang yeoja duduk di sampingku. "Annyoung" sapanya ramah. Dia yeoja yang tergolong cantik dan manis. Rambut panjang terurai dengan make-up sederhana cukup membuatnya begitu terlihat menarik. Aku tak meresponinya, kuputar tubuhku untuk sedikit membelakanginya. "Yaa… kenalkan, aku lee donghae"

Donghae pov.

Aku melihat sekelilingku saat aku memasuki ruangan audisi ini. Hiii~ mereka sangat cantik dan dapat kupastikan mereka berbakat. Aku pasti langsung terlempar dari audisi ini. Hiks… Tuhan kenapa aku begitu pesimis? Berikan keberuntungan pada hambamu ini agar aku bisa cepat debut dan menyenangkan orang tuaku.

Ada yang bertanya untuk apa aku disini? Bukankah sangat jelas… aku akan mengikuti audisi agar menjadi girlband pujaan baru dunia atas asuhan SM. Tak sengaja aku melihat seorang yeoja cantik berpakaian serba hitam sedang duduk di pojokan. Tak punya kerjaan sekali. Kurasa dia sama gugupnya denganku.

"Annyoung" sapaku ramah kemuian duduk disampingnya.

Dia tak meresponku, dia malah memutar tubuhnya sedikit hingga terkesan membelakangiku. Cih… dia terlalu pemalu, bagaimana ia bisa terkenal jika seperti ini. "Yaa… kenalkan, aku lee donghae" ucapku dengan nada agak keras agar dia bisa mendengarku.

Waah… dia tetap tak meresponiku dan malah menatap HPnya yang berwallpaper. OMO! Dia penggemar Cho Kyuhyun oppa dari The prince rupanya. "Kau ingin bertemu dengannya?" tanyaku

Dia berbalik dan menatapku. Dia sungguh cantik. Aku tak bisa mendiskripsikan kecantikannya. Huwee… aku kalah jauh! "Nee~" dia mengangguk.

"Bukankah kau harus lulus test dulu? Kenapa kau tak isi formulirmu?" tanyaku melihat lembaran itu masih bersih tanpa coretan. Aku menyodorkan pensil mekanikku padanya. Ia menunduk menerima pensil itu dan mulai menulis.

Hei… hei… apa yang dilakukannya? Dia menulis dalam alphabet, bukan hangul. "Kenapa kau mengisinya begitu?" tanyaku heran

"Bukankah pertanyaannya dalam bahasa inggris?" pertanyaan itu sekaligus menjadi jawaban singkatnya. Dia lebih muda dariku rupanya, dan dia mempunyai bakat…. Huwaa… banyak…

Mampu bermain alat music, acting, rapper, dance dan lain-lain. Aku kemudian membantunya mengumpul kertas itu pada seorang kru. Yeoja yang bernama kim kibum itu menunduk padaku untuk mengucapkan terima kasih. Kurasa selain pemalu, dia juga tipe yang tak banyak bicara.

Author pov.

Kibum melangkahkan kakinya masuk keruangan audisi. Di hadapannya duduk tiga namja dan satu yeoja berwajah sangar. "Namamu kim ki bum?" Tanya salah satunya dari mereka.

"Nee" jawab kibum seadanya.

"Lalu? Tunjukkan kemampuanmu!" ucap yeoja dan memperhatikan kibum. "Apa aku mengenalmu? Kau bersaudara dengan actor Hollywood Bryan Trevor Kim?"

Kibum memiringkan kepalanya menggemaskan. Bukankah itu dirinya? Kenapa malah saudaraan? "Anny" dia tak sadar kalau aura aegyonya keluar secara tak sengaja. Membuat tiga namja di hadapannya menelan ludah.

"Mungkin Cuma perasaan" ucap yeoja itu. "Mulailah dengan kemampuan aktingmu!"

"Kenapa kau diam noona?" kibum mencoba mencerna kata-kata orang di hadapannya. Mungkin orang-orang ini meminta dia berakting menjadi seorang yeoja. Hah.. itu gampang untuk actor top sepertinya.

"Oppa…" ekspresi stoic kibum berubah menjadi memanja, wajahnya memerah dan air mata mulai bercucuran dari pelupuk matanya. Dia mendekat pada salah satu namja yang ia rasa cukup cantik. Sedikit terbesit di hatinya untuk menjadikan namja itu ukenya. Meskipun hanya sebatas acting.

Di raihnya kerah kemeja namja itu. Menunjukkan wajah semenggoda mungkin. "Miliki aku oppa!" katanya keras kemudian sebuah seringgai nakal terlihat di wajahnya. Ia mendekatkan wajahnya, hendak meraih bibir namja itu. Saat bibir mereka hanya terpisah 1cm. "Bagaimana?"

CTAARRR…. Bagus sekali, dia bahkan membuat namja cantik dihadapannya harus ke kamar mandi sekarang dengan wajah memerah dan nafas memburu. Dan begitulah seorang kim kibum menunjukkan kemampuannya dalam bidang yang di kuasainya yang lain.

%ika. Zordick%

Malam semakin larut. Kibum terus mengumpat dalam hatinya, kapan kyuhyun akan muncul? Diraihnya ponselnya dan tapi niatnya untuk menelpon kyuhyun terurung sudah saat seorang namja cantik yang tadi sempat di serangnya dalam acting keluar. "KYAAA… Jaejoong oppa!" teriak yeoja-yeoja centil itu meneriakkan nama namja itu.

Kibum berdecih muak. Rasanya ia ingin menyumbat telinganya. Namja itu terus menatapnya dan itu membuatnya sedikit risih. "Waahh.. jaejoong oppa terus melirikmu kibum-ssi" seru donghae, menggoncang bahu kibum.

"Hanya perasaanmu saja!" kibum sepertinya sudah cukup terbiasa dengan yeoja polos di sampingnya.

"Yang lolos dalam audisi ini, akan kami sebutkan dari ketuanya. Kim Hee Chull-ssi" seorang yeoja berteriak gembira. "Lee Sungmin, kemudian Kim Ryeowook, Lee Hyuk Jae, Lee Donghae dan yang mendapat nilai tertinggi dalam audisi ini. KIM KIBUM. Bagi yang namanya di sebutkan silahkan ikut saya!"

Spontan donghae memeluk kibum, "Horee… kita lolos" PLOOP… wajah kibum memerah. Hah… apa yang baru saja tersentuh oleh bahunya. Dia cepat mendorong tubuh donghae. Diikutinya cepat langkah jaejoong, ia harus segera bertemu dengan kyuhyunnya untuk menetralkan hatinya.

%ika. Zordick%

Mata kibum membulat kaget mendengar suara si keparat yang sangat ia kenal itu. "Jadi inilah Girl Band baru 'MY GIRL'" soraknya gembira yang langsung disambut dengan tepukan hangat para peserta audisi yang lolos kecuali kibum tentunya. Dia terlalu syok melihat si keparat lee sooman yang sempat menjadi managernya dulu.

Belum lagi dengan Girl band yang terucap dari mulut menjijikkan itu membuat kibum merasakan aura tak enak menyusup ke tubuhnya. Bagaimana mungkin ia bisa mengikuti audisi girlband? Dan lihat kenyataannya sekarang, dia orang jenius dan terperangkap dalam hal bodoh yang sama sekali tak pernah dia bayangkan.

"Kalian sudah datang?" sooman mengalihkan pandangannya pada segerombolan namja yang baru saja memasuki ruangan. "Ini adalah sunbae kalian, The Prince, kurasa kalian sudah sangat mengenalnya. Park leeteuk, choi siwon, Tan Hangeng, shim Changmin, Kim Yesung dan cho kyuhyun"

JDEERRR… kyuhyun melotot melihat wajah kibum yang ada sebagai salah satu hooboe nya. Ia menatap tajam seolah mengatakan kenapa-kau-disini? Kibum hanya mengangkat bahunya seolah tak tahu apapun. Sooman yang melihat gelagat aneh dari anak didiknya yang susah untuk dijinakkan itu langsung menyelidikinya.

Seringgai aneh terlihat di wajahnya. Ternyata dia sudah menemukannya. Kim kibum yang terjebak dalam situasi gila adalah jawabannya. "Kim kibum-ssi" kibum menoleh menatap sooman. "Yang lain tanda tangani kontrak kalian dulu, aku ingin berbicara dengan yeoja luar biasa yang memperoleh nilai tertinggi hari ini"

Mata kyuhyun makin membesar, pasti ke autisan namjachingunya itu membuat dia terjebak dalam kondisi gawat ini. Belum lagi wajah cantik itu. Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri yang membiarkan hal bodoh ini terjadi. "Aku ingin memberi kesempatan padamu untuk menjaga kyuhyun dari dekat, kibum-ssi. Jadilah yeoja yang baik, tapi jika kau tak melakukannya nasib keartisan namjachingumu itu akan habis di tanganku"

"Jangan coba menipuku, aku tak sebodoh itu"

"Hubungan gay, kurasa cukup untuk merusak karirnya!" kibum berpikir sejenak. Ini adalah impian namjachingunya, menjadi anggota boyband terkenal seperti sekarang. Haruskah dia menghancurkannya.

"Hmm… baiklah! Tapi kau yang bertanggung jawab dengan akibat kebohonganku!"

"Setuju!" seringgai sooman tak terlalu terlihat mengerikan di mata kibum. Ia jauh punya kekuatan sekarang untuk menghancurkan perusahaan ini jika dia mau. Dia melirik kyuhyun yang berdiri tak jauh darinya. Aku akan melindungimu, setidaknya hanya itu yang bisa kulakukan.

%ika. Zordick%

Heechul pov.

Seminggu sudah aku bersama 'My Girl' menjalani rutinitas kami menjelang debut. Aku setidaknya semakin mengerti bagaimana sosok mereka. Seorang lee sungmin, dia yeoja aegyo dengan kepribadian feminim dan manis. Pecinta pink, suka makanan manis dan dia yeoja yang kurasa berasal dari keluarga terkaya di girl band ini.

Kemudian, lee hyuk jae, dia lead dance kami, wajahnya manis dan gummy smile adalah cirri khasnya untuk memikat pria. Tubuhnya langsing meski ia makan banyak. Dia agak mirip dengan donghae yang kekanak-kanakan serta polos. Kurasa mereka bisa menjadi sahabat baik sejak tiba di dorm ini.

Lalu kim ryeowook, yeoja manis dan imut. Lead vocal yang mampu meraih nada tinggi dengan sempurna. Aku punya kepercayaan diri untuk melewati para sunbae kami jika ada dia bersama kami. Meski di The Prince ada Yesung, kyuhyun dan changmin. Terakhir, yang merupakan ujung tombak kami yang jujur aku tak bisa membaca sifatnya sampai sekarang. KIM KIBUM

Yeoja cantik nan dingin. Dia memang punya bakat tapi sikapnya yang susah berkomunikasi dengan orang lain agak membuatku kesulitan untuk mengenalnya. Jangan lupakan wajah stoick nya yang membuatku harus mengelus dadaku menahan amarah. Dia hanya memilih diam dari pada ribut dan protes seperti yang lainnya. Dasar yeoja aneh!

"Berhentilah berteriak padaku! Kau pikir kau siapa?" aku terkejut saat aku melewati kamarnya. Itu suaranya, hmf… menggoda. Aku mengerti betapa mudahnya dia lolos dari audisi itu. Bahkan tanpa melihat wajahnya saja orang merasa tertarik dengannya.

Aku mengetuk pintu kamarnya. "Kibummie, gwechana?" tanyaku. Sungguh aku sangat khawatir dengan kondisinya sekarang. Kulihat donghae berdiri disampingku bersama anggota my girl yang lain, membuatku agak terkejut darimana mereka muncul.

"Dia sering berkelahi dengan namjachingunya di ponsel eonni" ucap donghae yang kurasa paling mengenal kibum. Mereka mengenal sejak audisi kan?

Aku melirik Sungmin, dia mengangguk, bukankah dia yang sekamar dengan kim kibum? "Dia sering mengumpat saat bertelponan dengan seseorang ketika tengah malam. Tapi aku tak pernah melihatnya menangis" ujar Sungmin

Aku membuka pintu saat kurasa kibum sudah sedikit tenang. TRAAAKK… aku dan rekanku yang lain terkejut saat kibum tiba-tiba saja menghempas ponselnya yang kutahu mahal ke lantai kamarnya. Dia turun dari tempat tidurnya. Mengapa magnae kami ini terlihat begitu kasar? "Kibummie… kau tidak apa-apa?" tanyaku menatap wajahnya yang memucat.

Kibum pov.

Kyuhyun sialan! Dia yang membuatku seperti ini dia malah mengomel tak jelas di seberang sana. Apa katanya tadi? Aku sengaja agar bisa bersama yeoja-yeoja cantik. Persetan dengan itu. Dia terus berteriak seolah dia tak menganggapku sebagai semenya lagi. Aku bahkan tak pernah berteriak padanya.

"Kyunnie.. kau sedang apa? Kita ada jadwal lagi lho chagi!" aku mendengar suara namja lain dari seberang sana. Siapa itu berani sekali dia menyimpan namja lain. Aku menggigit bibir bawahku kesal. Hatiku terasa sakit. Sekarang ingin rasanya aku ke tempatnya dan membunuh namja yang sedang bersamanya.

"Siapa dia?"

"Dia changmin! Berhentilah seolah akulah yang sedang selingkuh di sini! Dasar autis!" teriaknya lagi yang membuatku semakin ingin memakinya. Kenapa rasa kesal dan ketidak nyamanan berada di antara kami. Dia bahkan dan membiarkan rasa percaya itu ada di hatinya. Kenapa dia berubah seperti ini?

BRAAKKK… tanpa sadar aku membanting ponselku saat suara heechul noona sedikit mengejutkanku. Kulihat sosok yeoja cantik nan anggun yang ada di hadapanku. Aku turun dari tempat tidurku yang berada di tingkat dua. Kulihat noona yang lain juga terlihat mencemaskanku, apalagi yeoja manis yang membuatku hampir mimisan semalam karena dia mengganti pakaiannya di hadapanku. Lee sungmin.

"Kibummie… kau tidak apa-apa?" Tanya heechul noona padaku. Baiklah kyuhyun, ini pembalasanku untuk perlakuan spesialmu belakangan ini. Kupeluk noona tercantik yang ada di hadapanku sekarang. Baiklah setidaknya jika kyuhyun melepaskanku, aku akan menikahinya dan mendapatkan anak darinya. Hah… setan apa yang merasukimu kim kibum?

Aku segera melepas pelukanku. "Gwechana, ada jadwal apa hari ini?" tanyaku. Ryeowook tiba-tiba memegang dahiku.

"Namja memang begitu bummie, jangan terlalu di pikirkan! Aku buatkan makanan nee" tawarnya, aku menjauh lagi sebelum jantungku meledak. Yeoja keibuan ini merupakan tipe sejati yang kuidamkan sebelum aku bertemu dengan dunia hitam alias iblis cho kyuhyun.

Eunhyuk menunjukkan gummy smilenya, membuatku menelan ludah. "Tenanglah bummie, aku akan membantumu menghajarnya jika dia menyakitimu!" dia meninju udara. Yeoja ini yang selalu bisa membuatku ingin tertawa.

"Jadwal kita nanti malam sekitar jam tujuh, jadi istirahatlah!" heechul noona keluar dari kamarku di ikuti oleh noona-noona lain. Hei.. aku tahu sopan santun untuk memanggil mereka noona dalam hatiku. Sementara donghae, dia masih diam di tempatnya berdiri. Ia menatapku dengan tatapan yang sulit di artikan.

Donghae pov.

Dia sekarang menatapku, aku pun begitu. Kenapa dia harus menyimpan semuanya dalam hatinya? Bukankah lebih nyaman jika dia memberitahunya? Deg… deg… deg…. Dia mendekat. Kenapa jantungku jadi tak karuan seperti ini?

Dia menepuk kepalaku lembut, "Gwechana eonni" ucapnya datar yang semakin membuat jantungku lebih cepat memompa darahku. Semburat merah mungkin sudah menjalar di pipiku. Hatiku berdesir mendengar suaranya tepat di telingaku. Apa yang terjadi padaku?

"Kibummie" ucapku agak gugup. Kenapa aku jadi semakin takut ketika berdua saja dengannya di sini.

Dia tersenyum, ini senyuman termanis yang pernah kulihat. "Kau ingin tidur di kamarku eoh?" tanyanya kemudian dia sedikit menyeringgai jahil.

"Eh…neee? Annyo… sungmin eonni tak akan mengizinkanku. Aku ke kamarku dulu eoh" aku ngacir berlari ke kamarku dan ryeowook. Aku mencoba mengatur nafasku. Apa-apaan ini? Masa aku merasakan gejolak aneh begini saat bersama dengan kibum? Kau tidak waras donghae!

TBC

Sambung gak? Hehehehehhe…. Kalau gak mau disambung sih gak apa-apa…

Hmf…. Review-review….

Sekalian deh voting pair! Siapapun mungkin menjadi pair di FF ini…

Kekkekekekeke… kka pamit!