I love you len

Rani : Ah, hampir kagak boleh ngenet lagi!

Rin : Untunglah author

Rani : Astajim.. Masa kimia disuruh ngerangkum di buku tulis dan gilanya suruh 4 halaman dan kagak boleh di ketik coba!

Rin : Itu sih sialmu author..

BLETAK!

Rani : Rin... Rin.. Len bacakan disclaimer

Len : Ung!

Disclaimer : Author enggak punya vocaloid.. Kalau punya Rin nggak bakalan di bikin saudara sama Len biar bisa nikah.

Warning : Alurnya lagi pengen dibikin cepet*Di gebuk*, OC bertebaran, Magic.

Rin : AUTHORRRR!

Rani : hehe! Baiklah.. RnR please!


I love you, Len!

Chapter 5: It's magical show..


(Len POV)


DEG

DEG
DEG

DEG

Astaga.. Jantungku bisakah kau memperlambat detakanmu? Len, jangan pikir macam-macam.. Ingat Rin dan dirimu belum menikah sama sekali.. Tobat.. Tobat.. TOBAT!

Chu!

"Len? Kau kenapa?" Kata Rin sesudah mencium pipiku.. Tadi itu, Rin mencium pipiku? Aw.. Meleleh..

.

.

.

"Rin.. Kukira tadi kamu mau.." Kataku dengan nada malu-malu.. Tiba-tiba seseorang membuka pintu..

"Hei.. Ada yang liat Miki?" Kata orang berambut merah dan diikat pig tails. Rin menggangguk. "Ah, ya! Namaku Teto Kasane! Kau tau dia kemana?"

"Eh? Tidak.." Kata Rin tersenyum. Teto melihat Rin dengan teliti. Teto lalu tersenyum..

"Oh.. Begitu.. Kau berapa hari lagi tinggal disini?" Kata Teto mulai melihatku.. Kok, perasaanku enggak enak?

"Rencananya besok aku mau pulang.." Kata Rin dengan heran. Teto tersenyum.

"Kalau begitu, hati-hati besok ya!" Kata Teto yang menimbulkan tanda tanya besar. Rin melirikku dan mengangkat bahunya. Aku juga melakukan hal yang sama dan kamipun melakukan kebiasaan kami.

Aku baca buku komik, Rin memandang langit oranye. Lalu masuklah Miku..


(Miku POV)-Setelah lama pensiun.. Akhirnya muncul*Ditendang*


Hm.. Apa aku ajak Rin dan Len saja? Atau.. Kaito dan Shana... Atau.. Siapa lagi ya? Akupun terus melihat tiket yang lumayan banyak yaitu 4. Hm.. Bagaimana ya? Kalau begitu.. Hari ini aku harus ketemu dengan Rin ya? Trus pasanganku siapa dong? Jangan.. Jangan..

.

.

.

Aku sama Mikuo? Bah, dasar dia.. Ya sudahlah..

"Hm.. Rin-chan! Aku datang!" Kataku lalu membolos dari pelajaran. Ah biar saja.. Lagipula Len disana 'kan? Eh...

"Miku-chan.. Pembalasan dendammu pada Rin segera dilakukan saat kau ke taman hiburan.." Kata seseorang yang jelas.. Aku tidak tahu keberadaannya.

Akupun berhenti sebentar..

"Apa maksudmu?" Kataku kebingungan,

"Tunggu saja dan lihat apa yang akan terjadi Miku.. Kau akan bahagia." Kata orang itu lagi.. Aku punya feeling buruk tentang ini.. Tapi aku tetap berjalan menuju rumah sakit dimana Rin berada..


-RS-


"RIN~~~~~~~~~~~~~!" Kataku memakai oktaf tinggi sambil membuka pintu kamar Rin.. Kulihat Len sedang asik membaca komik dan Rin yang sedang di kasur menatap jendela, tatapannya sangat kosong.

"Kacang garing, Miku.." Kata seseorang yang aku kenal. LEN!

"APA!" Kataku lalu menimpuknya dengan Negi.. Setelah melihat Len yang hampir mati, akupun menghentikan siksaanku. Hahaha.. Akupun menatap Rin..

"Magic.. Hem.. Aku jadi pengen ke taman hiburan.." Kata Rin sambil memandang langit yang oranye. Aha! Akupun mengeluarkan tiket yang diberikan oleh Mikuo. Akupun memberikannya pada Len..

"Apaan nih?" Kata Len memandangku heran sambil menaikan satu alis.

"Itu dikasih Mikuo~" Kataku. Lalu Len memandangku sambil tersenyum menyerigai... Waw? Mencurigakan.. "Apa Len?" Sambil menunjuk Len,

"Gebetan baru..? Aih Miku~~" Kata Len menggodaku. Entah kenapa Mukaku memanas.

"URUSAI! LEN!" Kataku yang entah kenapa kesal. Len hanya tertawa terkekeh.. IH! SEBEL! Lalu aku mendekati Rin dan memberikan tiket. Rin melihat tiket itu, matanya langsung berbinar.

BRUGGH!

"MAKASIH MIKU~!" Kata Rin memelukku. Len melihatku dan Rin dengan tatapan cemburu disertai blushing. Aku menyeringai.. Aku melepaskan

"LEN-KUN CEMBURU!" Kataku sambil keluar dari ruangan.

"WHAT? KAU BILANG APA MIKU?" Kata Len namun aku sudah berada di luar ruangan. Tanpa sadar air mataku mengalir.. Ternyata aku masih menyukai Len ya?

"Sebentar lagi... Rin akan segera lenyap.." Kata seseorang lagi. Aku hanya menggeleng..

"Aku tidak mau Rin lenyap.. Dia sangatlah baik!" Kataku. Orang itu terkekeh..

"Terlalu baik untuk menyakitimu," Kata orang itu lagi. Aku hanya menutup kupingku dan pergi dari tempat itu.. Semoga hal itu tidak benar.. Akupun memandang 2 tiket tersisa.. Kaito dan Shana.. Sepertinya mereka yang cocok. Tanpa kusadari seseorang tersenyum mengerikan.

"Lihat saja nanti Miku.. Kau akan sangat bahagia." Kata orang itu tersenyum.


(Miki POV)


Aku dan Riu-kun sedang berjalan menuju istana Stonma. Sepertinya Riu-kun harus membuat beberapa laporan.. Sesampai disini matanya kembali berubah menjadi merah darah.. Riu hanya tersenyum tipis. Lalu kami masuk ke dalam suatu ruangan.. Wah... INDAHNYA.. Aku memandangnya dengan sangat antusias. Akupun mulai menyentuh beberapa barang disana.

"Em? Miki? Kau tak apa?" Kata Riu lalu mengambil beberapa pedang dan sebuah buku mantra. Matanya biru kembali ketika memengang buku mantra. "Fuuh, energi dari Rin masih terbawa sampai sini.. Nempel juga.." Ia memengang kepalanya.

"Apa maksudmu energi?" Kata Miki. Riu hanya melihatku dengan mata birunya.

"Aku juga tidak mengerti.. Tapi Rin menyimpan kekuatan misterius dalam dirinya.. Aku bahkan tak bisa menahan kekuatannya." Kata Riu sambil membuka buku mantranya dan membacanya. Lalu terlihatlah sebuah helaian kertas di tangannya. Ia memberikannya padaku.

"PFFT! KAU INGIN KE TAMAN HIBURAN HA-ha?" Kataku lalu melihat Riu yang berubah menjadi serius. Riu melihat tiket itu.. Lalu tersenyum.

"Kita butuh ini untuk membuntuti mereka tau! Siapkan dirimu besok. Aku akan ajak Piko.." Kata Riu lalu menutup bukunya. Aku hanya memandangnya bingung.. Apa maksudnya?


(Normal POV)


Keesokannya..

Rumah Miku

Sesudah mandi dan nyiapin tas.. Mikupun mencari bajunya...

"MAMA! DIMANA BAJU PENUH MOTIF NEGI ITU?" Kata Miku sambil mengacak lemari bajunya. Ibu Miku lalu datang ke kamar Miku.

"Kan bajumu dicuci kemarin.." kata Ibu Miku. 'Eh?' pikir Miku.. "Kau sendiri yang memasukannya Miku.."

GUBRAK!

'Benar juga.. Baka amet sih.. Udah tau mau dipake malah dimasukin ke mesin cuci.. Dasar Miku baka..' pikir Miku sambil jedukin kepala di tembok. Mikupun memilih pakaian dengan rok berenda warna biru dan baju yang manis dan Mikupun berangkat menuju taman bermain..


-Di depan rumah Kaito-


Drt Drt..

"Ayolah baka! Angkat!" Kata Shana sambil menelpon Kaito. Shana menyender dipintu rumah Kaito.

BRAAK!

"Halo?" Kata Kaito sambil membuka pintu. Yang menyebabkan Shana kesakitan.. Kaito melihat Shana..

"SAKIT TAU BAKA!" Kata Shana sambil mengang kepalanya. Kaito cuma cengegesan.. Dan akhirnya mereka pergi ke taman sambil pegangan tangan.. Cuit..cuit..


-Rumah Rin-(Rin Pov)


GYAAAAAAAAAAAAAA! Bajuku yang motif-motif jeruk kemana? Ah! Bentar lagi'kan jam 10! Ih! BAKA!

"Ya sudah deh pake baju seadanya aja!" Katakku lalu asal memakai baju yang menurutnya manis.
'BAKA! BAKA! BAKA! NANI-

"Halo?" Kataku yang langsung mengambil HPnya dan mengangkat telponnya.

"Rin, aku ada di depan rumahmu.. Len.." kata orang yang ternyata Len. Mukaku langsung memanas.. Ah, Len toh..

"I, i, iya sebentar lagi keluar!" Kataku lalu memakai bajunya dan langsung keluar. Aku melihat Len memakai baju yang sangat keren, mukaku merah seketika.. Ah, Len sangatlah keren!

"Ah, Rin kau cantik sekali!" Kata Len lalu menarik tanganku. "Ayo kita kesana." Katanya lalu aku menggangguk pelan. Dan kamipun pergi menuju taman bermain..


-Di depan rumah Miki-(Miki POV)


Aku menunggu kedatangan dua orang lelaki di depan pintu rumahku yang baru. Sambil menunggu mereka aku membaca buku mantra.

"Kamu yang namanya Miki?" Kata seseorang yang jarak wajahku dan wajahnya sangat dekat.

JEESH!

Mukaku langsung memerah padam.. Jarakku dengannya sangatlah dekat! Bagaimana aku tidak malu?

"He? Ma, maaf! Ayo kita pergi ke sana!" Kata anak itu menarikku. Dia mempunyai rambut perak dan mata hijau dan biru alias berbeda sebelah..

Dan kamipun pergi ke taman bermain..


(Mikuo POV) -Rumah Mikuo-


"Mikuo bantu ini!" Kata seseorang dengan rambut biru panjang dan mata yang sama.. Namanya Ring Suzune.. Apakah dia bisa berhenti meminta bantuan?

"Ya aku datang~" Kataku berjalan..

5 menit kemudian..

"MIKUO! TOLONG!" Kata Suzune.. Padahal aku baru saja mau duduk.. Kau..

"Ya.." Kataku dan menolong Suzune lagi..

1 menit..

"MIKUO! BANTUIN LAGI!" Kata Suzune. Aku melirik arah jarum jam.. Jam 9.

"ASTAGA! AKU MAU SIAP-SIAP BUAT PERGI SUZUNE!" Kataku mulai kesal. Suzune tersenyum..

"Iya deh.." Kata Suzune. Aku tersenyum dan pergi ke taman hiburan..


Di taman Hiburan(Normal POV)


Semuanya sudah berkumpul termaksud Riu dan Piko.. Ada seseorang tersenyum..

"Kita dapat servis tambahan.. 3 orang itu tidak dibutuhkan dalam permainan.." Kata orang itu. Tiba-tiba tanah di dekat Piko, Miki dan Riu runtuh.. Rin, Len, Miku, Mikuo, Kaito, dan Shana kaget.

ZRAAT!

"Tanah ini sial! Angelwing!" Kata Riu dan muncullah sayap dari punggungnya dan menarik Piko dan Miki. "Sungguh mereka benar-benar tidak mau kita ikut game ini!"

"Hm? Ah ya? Dia pangeran ya? Pantas saja.. Kalau begitu ruang gamemu berbeda.." Kata orang itu. Lalu terbentuklah sebuah ruangan yang didalamnya berisi Miki, Riu dan Piko.

"Baiklah kalau begini.. Kita harus ikuti game ini dulu..." Kata Miki lalu menunjuk pintu di depannya.. Riu dan Piko menngangguk pelan. Mata Riu kembali memerah..

"Kekuatan disini besar juga..." Kata Riu sambil melihat-lihat ruangan.


-Yang lainnya-


"Tanahnya runtuh! Bagaimana ini!" Kata Mikuo kaget. Seseorang tersenyum manis.. Lalu dia keluar dan menampakan wujudnya..

"Selamat datang di TAMAN BERMAIN MILIKKU! Mari kita bermain Game.." Katanya. Mikuo hanya melihat gadis itu dengan tidak percaya.

BRAAAAAAAAK!

Tiba-tiba sebuah jeruji besi jatuh ke arah mereka tapi tidak dengan Rin..

"KYAAA!" Jerit Rin ketika melihat teman-temannya dikunci oleh jeruji besi.

"Dialah tokoh utama dalam game.. Kalau kau ingin melepaskan temanmu.. Selesaikan game ini.. Kalau tidak kau akan mati.." Kata orang itu sambil menunjuk Rin.

"RIN!" Teriak semuanya(kecuali: Rin) tidak percaya. Mikuo mengepalkan tangannya kesal.

"Ba, baiklah!" Kata Rin mengikuti orang itu..

"Kau, apa maksudmu?" Kata Mikuo geram.. "Kau bilang Taman ini biasa saja! Ternyata..

"Hihihi.. Aku menipumu bodoh! Baiklah Magic's show!" Kata orang itu. Mikuo melihat orang itu dengan dendam..

"RIN!" Teriakan Len memanggil Rin..

"Game start!" Kata orang itu tersenyum.


Rani : Aduh Fantasy banget...

Rin : Biarkan saja.. Author katanya mau menghajar Len? Kenapa?

Rani : Jahat sekali dia membawa namaku di Fic lain*Ngambil road roller Rin*

Len : HUWA! Yang SMS ITU! MAAF!

Rani : TAK ADA MAAF BAGIMU!

Rin: *Len sudah terlindes* Ya, tapi Author jadi semangat gara-gara itu! Tetap RnR ya! Jangan lupa Ripiu! Yang ga punya account tekan tombol di bawah biar bisa review!

Rani : Tetap SMSan I***** M**-C*** ya! Hehe! Review please! hehe!

...

...

...

.

Review please...! ^^