Angel's World: The Truth

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

The Truth © Joselice

Warning : AU, Fantasy, judul ga nyambung, maybe typo(s), OOC, dll. DLDR!

PROLOGUE

Di dunia yang serba putih, dan tersebar malaikat di seluruh penjurunya, Angel's World. Seorang gadis berambut pink cerah berdiri di sebuah pintu dimensi berwarna ungu gelap. Di depannya, seorang gadis berambut merah dan berkacamata tampak sedang berbicara dengan gadis rambut pink.

"Sakura, apakah kamu akan benar-benar pergi?"

"Ya... Karin, jaga rumah baik-baik. Dan jangan pernah mengatakan kemana aku pergi kepada Naruto."

"Oke. Jaga diri baik-baik, Sakura." Karin memeluk Sakura erat. Sakura tersenyum, dan membalas pelukannya.

"Sayonara, Karin." Sakura mengembangkan sayap putihnya, memasuki pintu dimensi. Karin hanya menatap pintu dimensi yang telah mengantar Sakura sambil mendesah panjang.

Masih teringat di benak Karin kemarin, pertengkaran Sakura dengan Naruto yang berakhir dengan kepergian Sakura. Kepergian Sakura kali ini bukan karena ijin pihak yang berwajib, namun semata untuk melarikan diri dari Naruto. Selama di dunia manusia, ia akan tinggal di rumah Hinata Hyuuga, salah seorang mantan malaikat yang memutuskan untuk menjadi manusia karena identitas kakaknya terbongkar ketika berkunjung ke dunia manusia dan mematahkan sayapnya, sehingga sang kakak, Neji Hyuuga, tidak bisa kembali ke Angel's World.

Karin berandai-andai, apakah Sakura akan melarikan diri selamanya? Hanya Sakura yang tahu sahabatnya, sang malaikat berambut pink yang sedang melakukan perjalanan antar dimensi.

Malaikat bermata emerald itu menyisir waktu dan tempat di ruang dimensi itu. Ketika menemukan lubang dengan tulisan "001-023489" yang sesuai dengan tulisan yang ada di catatannya, ia terbang masuk ke dalam lubang itu. Sayapnya mulai tembus pandang, membuatnya sayap itu invisible di depan manusia.

Ia jatuh di suatu gang sempit, yang tidak terlalu jauh dari rumah Hinata. Dengan langkah panjang gadis itu berlari-lari kecil. Sejak dulu ia memang menyukai dunia manusia, yang ia anggap lebih berwarna daripada Angel's World yang full-white.

Tiba-tiba ia dicegat pria dengan tato segitiga merah di kedua pipinya. Tampangnya seperti preman, dan tangannya terulur.

"Uang dulu, baru boleh lewat." Sakura memutar matanya. Ia berusaha menembus kawanan preman itu, tapi mereka menghalangi jalannya dengan tubuh mereka.

"Minggir," kata Sakura dingin. Mata lelaki preman itu, Kiba, seketika membulat. Baru sekali ini ada gadis yang berani menantang kawanan preman.

"Dasar wanita, cari mati saja." Kiba menyeringai.

"Kau yang cari mati." Sakura melompat ke belakang Kiba dengan cepat, membuat Kiba tidak dapat mengikuti pergerakannya. Diputarnya tangan Kiba sampai terdengar suara krak keras, membuat sang pemilik tangan berteriak kesakitan.

"Cewek sialan!" Kiba menahan sakit di tangannya dan memberi isyarat pada anak buahnya.

"Eits, berhenti." Sakura menunjukkan kuku-kukunya yang tajam dan mengarahkannya ke leher Kiba. "Kalian mau leher pemimpin kalian bersimbah darah?"

Para anak buah Kiba terdiam, tidak berdaya ketika pemimpin mereka disandera.

"Ceh, mendokusei1." Sakura mengambil tali yang ada di tangan Kiba dan mengikat sang pemimpin dan menguncinya dengan satu tangan. Anak buahnya hanya diam karena melihat kuku Sakura yang tidak pernah lepas dari leher Kiba.

"Sampai jumpa, preman gadungan." Sakura melompati pagar dan berlari ke kediaman Hyuuga. Di depan kediaman Hyuuga, ada seorang gadis bermata lavender dan berambut panjang sepunggung berwarna indigo. Wajah gadis itu bersemu merah, menambah pesona gadis manis itu.

"Selamat datang, Sakura..." Gadis itu tersenyum. Manis sekali.

Hinata Hyuuga adalah mantan malaikat yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Sakura. Karena itu Sakura memercayainya agar tidak melaporkan apapun terhadap pemimpin kahyangan. Tapi Hinata juga berlaku sebagai pengawas, karena semua pelanggaran seperti pembicaraan tentang "malaikat" akan dihukum seketika itu juga. Pembocoran tentang identitas diri sekali akan mengakibatkan pencabutan sayap dan menghapus sang manusia yang mengetahui identitas sang malaikat. Sedangkan yang kedua kali akan mengakibatkan lenyapnya sang malaikat. Sayangnya, tidak akan ada penghapusan memori karena penghapusan memori hanya bisa sekali seumur hidup sang manusia. Sehingga jika sang manusia membocorkannya, ia akan ikut menghilang.

"Hai, Hinata. Lama tak berjumpa." Sakura tersenyum dan melepas sepatunya. Kelelahan, Sakura menguap dan dengan cepat tertidur di futon Hinata.

Catatan :

Mendokusei : merepotkan

To be continued...

Review?