Angel's World: The Truth

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

The Truth © Joselice

Warning : AU, Fantasy, judul ga nyambung, maybe typo(s), OOC, dll. DLDR!

Chapter 10 : Final Battle

"Kemana Sakura?" Sasuke masih berjalan mencari Sakura, berusaha menembus badai angin yang kencang. Mata gelapnya mencari sosok kekasihnya di mana-mana, tapi sejauh ini ia belum menemukannya. Sasuke merasa gelisah. Jangan-jangan terjadi sesuatu pada Sakura...

"Sasuke." Sebuah suara yang dikenali Sasuke. Sasuke menoleh, menemukan... Sakura? Tapi ada yang aneh. Emeraldnya yang biasanya berbinar menjadi kelam. Dan, sayapnya! Benar-benar hitam. Ada apa gerangan?

"Sakura? Kenap-" Sasuke tidak sempat melanjutkan kata-katanya. Sakura sudah melayangkan tinju yang dihindari dengan baik oleh Sasuke, sehingga tangan Sakura hanya mengenai pilar yang langsung patah.

"Sakura!" Sasuke terengah, menatap kekasihnya tidak percaya. Kenapa Sakura menyerang Sasuke?

Sakura tidak berhenti sampai situ. Dikembangkannya sayap hitamnya, lalu menukik ke arah Sasuke. Ia siap-siap melayangkan tinju, membuat Sasuke tidak sempat berbicara. Sasuke terus menghindar dari serangan Sakura dengan lincah, tapi lama-lama staminanya terkuras.

"Hhh... Hhh..." nafas Sasuke mulai tidak beraturan, sedangkan Sakura masih terlihat segar bugar. Sesosok bayangan muncul di belakang Sakura.

"Bagaimana rasanya diserang oleh orang yang kau cintai?" kata sosok itu sambil menyeringai. Tangannya memeluk Sakura dari belakang, sedangkan yang dipeluk tidak bereaksi sama sekali.

"Naruto?" Sasuke memicingkan mata. "Jadi semuanya gara-gara kau?"

"Kira-kira siapa?" Naruto memegang pipi Sakura dari belakang, mendorongnya sampai bibir Naruto bertemu dengan bibir Sakura.

"Lepaskan Sakura, brengsek!" Sasuke merangsek maju, hendak menerjang Naruto, tapi tendangan Sakura sudah bersarang di perutnya sehingga melemparnya sampai menghantam dinding.

"Uhk..." Sasuke memegangi perutnya, darah keluar dari sudut bibirnya. Naruto tersenyum puas, lalu melanjutkan ciumannya dengan Sakura yang tidak merespon. Kasarnya, Sakura sudah seperti robot milik Naruto.

"Lepaskan Sakura? Buktinya Sakura tidak melawan ketika kucium, benar kan Sakura?" kepala Sakura mengangguk pelan, tapi masih tidak berbicara.

"Apa yang kau lakukan pada Sakura, brengsek?" Sasuke berusaha bangkit, meski pandangannya sudah mengabur. Naruto hanya menyeringai, lalu mencium pipi Sakura.

"Hanya menjadikan dia mempelaiku," ujar Naruto santai. "Kau tahu kan, kami saling mencintai. Karena itu kau tidak dibutuhkan, kau hanyalah pengganggu, Sasuke Uchiha."

"Kau yang pengganggu, bodoh!" Sasuke menerjang Naruto, dan ia menghindar dari tinju Sakura. Disengkatnya kaki Naruto dan Sakura bersamaan, sehingga tubuh keduanya terjatuh keras dengan posisi Sakura menindih Naruto. Posisi itu semakin membuat darah Sasuke mendidih, dan Sasuke mulai menginjak-injak Naruto dengan sadis.

"Sakura!" seiring dengan kata itu terlontar dari bibir Naruto, Sakura bangkit dan menendang perut Sasuke keras. Sasuke kembali terlempar, sedangkan Naruto bangkit dengan penuh kepuasan.

"Sakura akan selamanya jadi milikku, brengsek...dan jangan pernah berani mengambilnya dariku." Naruto merangkul Sakura, dan mata Sakura semakin gelap.

"Bahkan Sakura akan memberikan semuanya untukku, virginitasnya?" Naruto mendecak kecil. "Pasti ia akan memberikannya. Iya kan, Sakura-chan?" sejenak hening. Naruto mengernyitkan dahinya. Tubuh Sakura bergetar pelan, sedangkan Sasuke hanya melongo.

"SHANNARO! SIAPA YANG MAU, BODOH!" Sakura meninju Naruto sampai terlontar menabrak pilar, membuat pilar itu runtuh. Nafas Sakura satu-satu. Sasuke hanya bergidik ngeri melihatnya. Perlahan warna sayap Sakura kembali menjadi putih, warnanya yang sediakala.

"Sasuke baka, masa kalah dengan orang seperti itu!" Sakura mendelik ke arah Sasuke, lalu menatap Naruto penuh amarah.

"A-apa?" Naruto terlongo, heran. "Harusnya kau tidak mungkin bisa menolak pengaruh sulur pengendali."

"Belum tahu ya?" Sakura menyeringai. "Kalau tidak tegar, seorang perempuan tidak akan bisa bertahan!" Setelah kalimatnya selesai, ia kembali menyerang Naruto dan menghantamkan tinjunya ke perut Naruto, membuat Naruto memuntahkan cairan kemerahan.

"Brengsek, jangan kembali! Kau yang mencuri bibit sulur pengendali dari museum, kan? Dasar bodoh! Pantas Karin berulang kali memperingatkanku selama aku ada di dunia, ternyata..." Tangan Sakura berpendar berwarna hijau, dan cahaya itu diletakkan di atas dada cowok blonde itu. Sebuah biji kecil berwarna hitam keluar, dan Sakura menghancurkannya dengan mengepalnya.

"Jangan-" Sakura menendang tubuh Naruto, melemparkannya jauh. "Kembali!" Sasuke lagi-lagi hanya melongo. Tidak menyangka kekasihnya begitu brutal.

"Sasuke," Sakura tersenyum, menatap mata Sasuke dalam. "Bisa kita lanjutkan yang tadi?"

"Tentu," kedua bibir mereka kembali bertemu. Menikmati keheningan seiring pelangi mengukir langit.

END

Akhirnya... selesai juga...

Maaf kalo jelek, dan terima kasih banyak untuk readers yang terus mengikuti cerita ini, meskipun saya sempat gak update cukup lama karena banyak masalah dan hambatan...

Ini multichapter pertama saya yang selesaii! #narihula2

Btw, review? ;)