Rani : Oh my.. I very like Len with Rin.. And I Very Like Sakurani with Riu..^^

Rin : Author kumat lagi..

Len : Bah..

Rinto : Duh, gakuko-chan cantik

BUAAK!

Lenka: Ngomong apa Rinto?

Rinto : Ampun ema Lenka..

Gakupo : Sini aku baca disclaimer!

Disclaimer: Author ga punya Vocaloid. Oiya disini ada OCnya : Sakurani Takeuchi dan Riu . Biar ga bingung tu kukasih tau..

Rani : Makasih Gakupo-chan*evil smile*

Gakupo : AKU BUKAN CEWWE!

Rani : Aiai.. Ga yakin.. Readers.. Silahkan baca dan jangan lupa review..OKEH!Oiya! Maaf telat update.. TT_TT


What the?

chapter 3: Sakurani will death?


(Len POV)


Aku dan Rin hanya memandang kamar jenazah.. Perasaan takut menghantui.. Masuk atau tidak ya? Menakutkan sih.. Aku menengok melihat Riu yang sedang memandang Sakurani yang sejak tadi pingsan.. Ah, tak usah pikirkan mereka.. Sekarang apa yang harus kulakukan.. Aku menengok Rin yang sedari tadi diam. Sepertinya dia menginginkan sesuatu..

"Rin? Kau ingin sesuatu?" Kataku yang melihat Rin.. Rin memandangiku.. Emang dia mau apa sih?

"Aku mau.." Kata Rin terputus.

"Mau apa?" Kataku penasaran.

"OREO RASA JERUK!" Kata Rin dengan puppy eyes dan efek bling-bling.

GEDUBRAK!

Ya ampun Rin.. Kukira kamu pengen kakakmu balik ke tubuhnya lagi. Ternyata.. Kamu malah pengen oreo rasa jeruk.. Aku hanya menjedukan kepalaku ke tembok.

"Aw.. Len? Kamu ga papa?" Kata Rin dengan muka polos, cengo, dan satu lagi merasa kagak bersalah sama sekali. Aku hanya menggeleng dan melakukan hand bang..

"Ah ya.. Aku mau nanya nih kalian lihat Rinto?" Kata seseorang bangkit dari kuburnya(?). Eh? Maksudnya bangkit dari pingsannya. Aku melihat seorang gadis mempunyai rambut hitam dan mata azure alias Sakurani. Kami lalu melirik kamar mayat.. Sakuranipun memasuki kamar mayat.

"Riu, kagak diikutin tu?" Kataku sambil menunjuk ke arah kamar mayat. Aku melihat Riu sedang mengutak-utik HPnya.. Matanya terbelalak kaget..

"Ha? Masa sih? Alice katanya kagak konser lagi di Jepang! KAGAK MAU!" Kata Riu menatap HPnya dengan tatapan horor dan mistis (?).

GUBRAK!

Aku pingsan di tempat. Rin ngeliatin aku dengan kebingungan.. Riu melihat HPnya masih dengan tatapan serius.

"Hm..? Len kamu kenapa?" Kata Riu melihatku dengan tersenyum kecil. Ia memasukan HPnya ke saku.. Terlihat wajahnya pucat pasi. Ada apa sebenarnya? Riupun memasuki ruangan mayat..

POK!

Rin menepuk punggungku. Aku menengok dan melihat Rin tersenyum dengan tatapan -bagaimana-kalau-kita-ikut-masuk?-. Aku menggangguk dan menggengam tangan Rin. Kami-pun masuk ke dalam ruangan mayat...

"RINTO! HYAAAAAAAAAA!" Kata seseorang dengan suara nyaring banget.. Alias.. Kakakku yang berada ditubuh orang lain.. Glek... Aku melihat pertandingan waras-waras kagak.

"HUWAA! BADANKU!" Kata seorang lelaki yang berteriak histeris. Aku melihatnya dan dia berada ditubuh Rinto.

KYUUUT!

Rin memengang bajuku dengan erat. Aku melihat muka Rin pucat pasi.. Aku melihat Riu sedang melihat pertandingan kekerasan antara Rinto dan Lenka.

"Sakurani-chan? Kau tak apa?" Kata Rin melihat Sakurani yang mukanya memucat sambil melihat HPnya. Sakurani yang melihat itu tersenyum dengan muka memucat. Senyumannya seperti menyimpan sebuah rahasia.

"Ah, tidak Rin.. Ma, maaf.." Kata Sakurani agak gugup. Ia melihat Rinto dengan sangat sedih.

"UWAAAAAAA! AMPUN LENKA!" Kata Rinto.

"Hoi, udahan woi.. Bawel amet pacarmu Rinto!" Kata seseorang memasuki tubuh kakakku. Ia tersenyum kecil dan melirik Sakurani.. Rinto dan Lenka berhenti sejenak.

"Ah.. Lily-sama.." Kata Rinto yang membungkukan badannya.. Rinto tersenyum tapi wajahnya menampakan rasa khawatir. Orang yang dipanggil Lily-chan tersenyum kecil. Ia mendekat kepada Rinto dan membisikan sesuatu..


(Rinto POV)


Lily Zatsune.. Adik dari Zatsune Miku.. Dia adalah orang yang menjadi orang kedua yang memerintahkanku. Aku harus menghormati dia di manapun.. Kalau tidak orang lain akan menjadi korban. Lily mendekatiku dan berbisik padaku.

"Adikmu akan mati sebentar lagi.. Oleh Gakuko-chan." Aku yang mendengarnya langsung kaget. Aku melihat ke arah Sakurani.. Kulihat wajahnya memucat dan entah kenapa tatapan matanya kosong. Aku menggangguk dan menepuk pundak Lenka..

BUAK!

"I... I... Itt.. Ittai~~" Kataku yang mendapat tonjokan dari Lenka..

"KAU MAU APA SENTUH AKU?" Kata Lenka kaya iblis baru saja marah.. Huwa.. Mengerikan..

"Lenka! Aku sedang serius!" Kataku menatapnya serius. Aku kesal dengan Gakuko-chan yang menyerangku dari belakang.. Gah! Bisa saja sebenarnya kubunuh tu anak! Dan lagi dia mengincar adikku? Awas saja kalau berani!

"Ah ya.. Kakak aku pergi dulu ya.. Jaa nee~ Rin, Len, Riu-kun!" Kata Sakurani sambil melambaikan tangannya dan berlari..

"SAKURANI!" Kataku ingin mengejar tapi.. Lenka menarikku.. AH! LENKA IS TIME GASWAT YOU KNOW? Aku menatap Lenka dengan tatapan -LEPASKAN-AKU!-

"TRUS KAMU MAU NGOMONG APA TADI!" Kata Lenka menarik rambutku.. Gila.. SAKIT!

"Aku ingin bilang SAKURANI DALAM KEADAAN GASWAT! JANGAN TARIK RAMBUTKU AAAAAAAAAAAAAAAA!" Kataku kesakitan luar biasa dengan tarikan dari Lenka. SUMPAH SAKIT!

"Hoo.. Maaf deh.." Kata Lenka dengan datar. "Trus Sakurani-chan kemana?" Hening sejenak..

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

"OH IYA! TADI DIA KAN PERGI! BAKA!" Kataku nendang Lenka ke lautan(?). Aduh bagaimana ini? Aku kehilangan jejaknya!

"Kita ke rumahmu saja!" Kata Lenka yang menarik aku, Len, Lily, dan gadis yang belum diketahui namanya. "Riu bareng Rin ya!" Karna kebetulan Riu membawa mobilnya sendiri.

"HAI!" Kata Rin reflek. Lalu kami masuk ke dalam mobil.


(Sakurani POV)


Aku sedang dalam perjalanan menuju rumah. Aku membuka SMS yang membuatku agak mual? Baiklah.. Bagaimanapun caranya besok aku harus menemui Gakuko-chan? Ia bilang kasus kali ini penting sekali sampai-sampai aku harus ikut?

Sms dari Gakuko-chan:

.

.

.

From : Gakuko the killer lady..

to : Sukuran no killer lady.

Sakurani-chan? Besok kau ikut dalam pemburuan ya? Penting loh! Biarpun kamu cuma ngelihat doang.. Ikut ya? Jaa ne~

.

.

Ya? Aku tidak bisa menolaknya 'kan? Kan aku hanya melihat bukan melakukan hal itu.. Akupun sampai dirumah dan mengambil roti dan memakannya.. Kulihat kami (Rinto dan aku) mendapati sebuah surat.

"Huh? Dari siapa?" Kataku sambil membuka surat itu.

SREET!

Rotiku jatuh menuju lantai.. Mataku terbelalak kaget melihat isi dari surat itu.. Aku menyimpan surat ini disakuku.. Akupun melirik ke arah kanan dan kiri. Tidak ada orang.. Baguslah jadi surat itu tidak terbaca. Keringat dingin mengucur di dahiku.. Dengan terpaksa.. Aku harus melakukan pembelaan.. Akupun berjalan menuju kamarku dan mengunci pintunya.

"Hihihi.. Pembunuhan dimulai.." Kata seseorang di dekat jendela..

ZREET!

Dia membungkam mulutku dan mengunci tanganku.. Terlihat senyuman licik diwajahnya.. Air mataku mengalir deras.. Seseorang! Tolonglah aku! Dia menusuk jantungku dan melukai badanku.. Sungguh ini perih sekali..


(Len POV)


Baiklah aku merasa aneh disini.. Entah ya? Rasanya.. Aku dan Rin harus ikut pada mereka (Riu, Rinto, 1 gadis tidak dikenal, Lenka dan Lily). Aku sudah diseret-seret oleh Rinto dan Lenka. Ugh... Yang bikin kesal.. Riu yang menaiki mobilnya sendiri bareng Rin! GYAAAA! KAGAK TERIMA!

"Et dah! Aku pindah ya?" Kataku pada Lenka. Lenka menengok dan memberikan death glare.. Ok? GA JADI! Huu.. Padahal aku mau bareng Rin-chan.. KEJEM!

"Hem.. Kalau begini.. Kita harus datengin Miku dulu.." Kata Lily yang berada di tubuh kakakku.

"Aku?" Kata seseorang yang berada ditubuh Rinto. Kami semua menengok ke arahnya kecuali Rinto yang sedang menyetir.

"Ah! Namaku Hatsune Miku!" Katanya lagi. Lily memandang gadis itu lalu menghembuskan napasnya.

CKITTTT!

"MAMIH ADA KECOA!" Kata Lenka latah karna mobil berenti mendadak.

"APAA! NO WAY!" Jerit Miku meluk Lenka.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! TIDAK-TIDAK!" Kata Lily memeluk Rinto sang supir dan terjadilah kegiatan jerit beruntun. Ok.. Ni anak semuanya pada takut kecoa.. Aku hanya natep mereka semua.. Aku menghela napas.

"Masih beruntung ada cacing-"

"KYAAAAAAAAAAAAAAAA!" Kata gadis-gadis keluar dari mobil.. Aku salah ya bilang ada cacing. Rinto natep aku dengan sinis.

"Lu kira ini kebun binatang apa? KAGAK ADA CACING!" Kata Rinto kesel. Maaf deh bang... Kata-kata ane juga terputus tadi..

"Baiklah lebih baik kita langsung menuju rumahku.." Kata Rinto menarik (baca: Menyeret) ku paksa. Aku melihat 3 orang yang tadi tereak-tereak gaje dan Riu setra Rin.. Kami memasuki rumah Rinto dan mendapati sebuah surat.. Rinto yang pertama membaca surat itu langsung kaget. Ia langsung berlari dan menuju ke arah lantai dua..

"BUKA PINTUNYA!" Teriak Rinto.. Tapi hasilnya nihil.

BRAAK!

Aku melihat darah banyak bertebaran.. Dan beberapa tulisan ditembok.. "Will YOU KILL HER?" dari darah. Rinto memandang geram..

"Kau.. Kubunuh kau.." Kata Rinto lalu memeluk seorang gadis yang mukanya sudah pucat pasi.

"Rinto-nii.." Kudengar sedikit suara dari gadis itu.. "Carilah gadis it...


(Normal POV)


"Surrp.." Seseorang sedang meminum teh plus kopinya.. "Kayaknya aku harus ikut dari sini ya?"

"Itu sih suka-suka kamu JELEK!" Kata Maidnya.. Yah, kita sedang berada di markas mister S.. Mister. S memandang pembantunya yang rada-rada tidak patuh dengannya..

"Luka-san.. Kamu memang begitu.. Tapi sepertinya aku harus bertindak disini.." Kata Mister S sambil meletakan cangkir teh+Kopinya.. "Bawakan lagi.."

"NIH!" Kata Luka sambil menaruhnya di mejanya.. Saat Mister S meminumnya..

1

2

3

"PEDAAAAAAAAAASSSSSSSSSS! KAU TAMBAHIN APA SEKARANG!" Kata Mister S mencari air.. Luka hanya tertawa kecil.

"Tambahin jahe, merica, sama cabe.." Kata Luka datar disertai senyum jahil.

"EDAN! LO NIAT KAGAK SIH!" Kata Mister S kepedesan ralat kepedesan banget. "KEJEM BANGET SAMA MAJIKAN!" Mister S. langsung menuju dapur.. Biar bisa meminum air yang kira-kira bikin dia lega.. Di dapur..

"Akhirnya ada air juga.." Kata Mister S sambil mengambil gelas di meja makan dan mengambil air di dispenser. Luka yang ngeliat terbelalak kaget.

"TUAN! ITU!" Kata Luka terputus melihat tuannya meminum air itu sampe abis..

"BAAAAAAAAH! APALAGI INI!" Kata Mister S guling-guling sambil mengang tenggorokan.
"Itu Spiritus.." Kata Luka sambil khawatir dengan tuannya. Ok? Luka memang sudah keterlaluan..

"Ya sudah deh! Aku mau ke kamar dulu buat ngebantuin Mereka!" Kata Mister S masih kepedesan.. Luka hanya tertawa kecil.

"Aku akan membantumu.. Mister S." Kata Luka walau tidak terdengar oleh Mister S.


-TBC-


Rani : Ga pake bacot lagi.. Kita bales Ripiu!
Rin : Nee.. Maaf telat update ya?

Rani : Maklum Fic kebanyakan..

Len : Balesan Ripiu..


Yuu Zai-baka :

Nande? Wahaha maaf ya saya masih bingung..

Benarkah kocak? Ya ampun.. Padahal rencana bikin horor loh!

Makasih Ripiunya!

Keep review ya?


Mifune Haruka:
Etto... Maaf ga bisa update kilat ya?

Typonya yang mana*DUAAR* And makasih Ripiunya!

Keep review ya?


Miharu mikan :
Nyaah~ Makasih Ripiunya..^^ Keep review?


Rani : Keep or delete?

Rin : Review please? Keep or..

Len : Delete this story? Review please!