Title : MY LONG LOST HYUNG.

Author : Shee a.k.a Kang Sang Seok *saudarnya Kim Min Seok a.k.a Xiumin# ngarep deh!*

CHAPTER 2.

Main Cast : EXO (ALL) MEMBER

Star Guess: Cho Kyuhyun (Super Junior) as KYUHYUN D'EVIL

Park Jungsoo a.k.a Leeteuk (Super Junior) as Angel Without Wings.

Lee Soo Man as Pimpinan tertinggi.

Desclaimer : milik siapa ya? Milik gue pinginnya, tapi nggak mungkin. So they Belong to themselves.

SUMMARY : gimana jadinya kalau kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang dari planet EXO digunakan di bumi, apakah untuk hal-hal yang baik?. Suho dan Sehun ditugaskan mencari seluruh saudaranya yang terpisah di bumi.

WARNING : ceritanya bener-bener ngayal dan seadanya. Gaje yang telah bertebaran dimana-mana, nggak tahu Familyship(?) atau malah RomanceFamily. Tentuin ndiri ya? (#mau enaknya). YAOI (BoysxBoys). Karena mereka masih baru sama kayak saya, jadi saya bikin pairingnya setahu saya aja yah. Yang nggak setuju atau nggak suka tetep pegang prinsip DON'T LIKE DON'T READ.

Preview Chapter 1

"Panggil namanya dan salah satu akan menuntunmu padanya. ." perkataan orang tertinggi di EXO terus terngiang di benak Suho.

"Minnie-hyung. . Xiumin-hyung" ucap Suho lirih dan langsung saja cincin Chen bereaksi dan menyeretnya menuju tempat dimana seseorang sedang sembunyi.

Di tempat orang itu, tiba tiba dari dada kanannya keluar semacam snowflake dia segera menggenggamnya dan keluar dari tempat persembunyiannya dan menemui orang yang tadi memanggil namannya.

. . . .

Start Chapter 2

Melihat ada orang yang baru keluar dari persembunyiannya, Suho segera berlari mendahului Chen dan memeluk orang itu.

"Xiumin-hyung. . . selamat datang!" ujar Suho membelakangi Chen dan Sehun sehingga mereka berdua tidak bisa melihat jelas rupa dari Xiumin ini.

"Suho-ah aku pulang. . " gumamnya sama dengan yang diucapkan Chen ketika pertama kali bertemu.

"Minnie-hyung. . kaukah itu?" Tanya Chen dari belakang punggung Suho, Xiumin segera menengok siapa yang memanggilnya. Dia berhenti sejenak menatap Chen yang sepertinya bergetar, hendak mengatakan sesuatu tapi tertahan.

Melihat adik kesayangannya sudah 'tumbuh' sampai seperti ini, Xiumin langsung saja menerjang tubuh Chen.

"Benarkah ini hyung yang selalu menemaniku disaat apapun? Benarkah ini Xiumin-hyung yang dulu selalu merawatku? Benarkah ini Xiumin-hyung yang melindungiku disaat-saat terakhir kebersamaan kita dulu?" Tanya Chen beruntutan, soalnya hanya itu kata rindu yang ingin dia ungkapkan.

Ditengah pelukannya Xiumin membelai lembut rambut Chen dan mengatakan "Iya ini aku, aku yang selalu ada untukmu dan melindungimu" kata itu terus dia bisikkan di telinga Chen.

"Hai, aku Sehun siapa namamu?" Tanya Sehun sebenarnya pertanyaannya sangat nggak sopan, bukan hanya dia berbicara dengan orang yang lebih tua darinya tapi dia mengganggu acara peluk-peluk hyung yang sudah lama nggak ketemu.

"Ah pasti kau ini krystal terakhir ya? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. . aku Xiumin, panggil aku hyung dan kita akan berteman" ujar Xiumin.

"Xiumin-hyung? Kau dari krystal pertama?" Tanya Sehun lagi dan Xiumin hanya mengangguk tanda mengiyakan.

"Kau kenal kakakku tidak? Dia dari krystal ke 2 dan dari krystal ke 6 . . namanya—"

"—Luhan dan Baekhyun kan? Aku lebih tahu darimu!" ujar Xumin bangga.

"Ah iya itu, , memangnya bisa kau ceritakan mereka padaku?" Tanya Sehun antusias.

Mereka ber-4 saling mengakrabkan diri, tidak butuh waktu lama karena Xiumin sendiri orangnya mudah beradaptasi dan menyesuaikan. Dan dia juga bukan tipe pemalu.

Apalagi Suho dan Xiumin sudah seperti teman dekat, dari dulu mereka selalu bersama dalam mengatasi Chanyeol yang masih kekanak-kanakan, dan sering menyesatkan Dongsaengnya.

Karena mereka tertua di masing-masing rumah, mereka diberi keistimewaan dengan sikap mereka yang dingin dan tidak suka gegabah, kalau Suho adalah air maka Xiumin adalah Es. Mereka sama-sama dingin untuk mendinginkan hati yang panas.(?)

"Aku kangen Chanyeol, walaupun sampai sekarang mungkin dia masih membenciku. ." gumam Xiumin walaupun dia tidak bersalah.

"Aku juga, aku jarang pehatian sama dia, malah Baekhyunnie yang paling dekat dan saling mengerti satu sama lain, tapi dia telah berjanji padaku akan menjadi hyung yang baik setelah ini, karena itu kadang dia juga perhatian pada Baekhyun mereka nggak bisa dipisahkan, walau sering bertengkar . . . " gumam Suho menanggapi.

"Kalau aku ingin ketemu adikku yang terakhir, dia sekarang seperti apa ya? Mukanya sangat berkebalikan dengan sikap aslinya, walaupun mukanya sangar kayak preman tapi dia lembut dalam hatinya, Tao-nnie, bogoshipo. . " ujar Chen merespon pembicaraan dua orang tadi.

"Kau tidak senang setelah bertemu denganku Chen-ah? " Tanya Xiumin tiba-tiba berubah jadi muka sarkatis.

~0~

Sore harinya mereka kembali ke apartemen Chen yang makin hari makin sempit, dulu dia hanya tinggal sendirian lalu datanglah dua orang keluarganya yang ingin menemukan anggota yang lain , bayangkan jika ke 12 anggota berkumpul. Akan jadi sesempit apa apartemen kecil ini.

Suho serasa dapat teman baru (dalam hal memasak), baru kali ini dia memasak sendiri, biasanya selalu menyuruh anaknya atau dapat kiriman dari eommanya Xiumin. Tapi karena biasanya Xiumin bantuin eommanya masak jadi dia sedikit banyak juga bisa dan bersama-sama dengan Suho mencobanya.

Sementara di ruang tengah dua orang sedang malas-malasan, dan merebahkan tubuhnya ke lantai.

"Hari ini Xiumin-hyung, besok siapa lagi ya?" Tanya Chen pada Sehun.

"Memangnya kau pikir apa, bisa kau jadwal seenaknya tadi hanya kebetulan bertemu, nih ya aku bilangin, aku udah nyari puluhan tahun tapi baru ketemu kamu. . ." ujar Sehun mendramatisir padahal da baru diutus 2 harian.

"Jangan mulai sok deh Hunnie!" tiba-tiba Suho datang dari dapur dan membawa hasil masakannya dan dibelakangnya dibuntuti Xiumin.

"Memangnya kalian telah mencari berapa lama?" Tanya Xiumin setelah meletakkan makanan di meja.

"Jangan hiraukan Sehun dia terlalu mengada-ngada, baru saja kami diutus sekitar 2-3 hari yang lalu. ." jelas Suho.

"Eomma!, itukan saat kita mendapat ijin, sebelum ini tuh aku selalu mencari hyungku jadi sama saja dengan bertahun-tahun. . " ujar Sehun nggak terima.

"Hei anak setan, udah jangan ngeles mulu, kamu kan baru tahu kalau punya hyung juga 2 hari yang lalu. ." hendak Suho memukul kepalanya dengan centong yang dia pegang namun diurungkannya niat itu.

"Kalau melihat pertengkaran kalian aku jadi ingat siapa gitu?" ingat Xiumin. " ah! Ya aku ingat sekarang kau seperti KYUHYUN (hyung) D'EVIL dan Suho seperti eommanya. . ." ucapnya lagi.

"Kalau aku anak setan berarti eomma emaknya setan dong. . "ledek Sehun.

"Kau tahu tidak dia ini muridnya KYUHYUN D'EVIL, yah aku harap dia tidak terlalu meniru segala keburukannya. .saat disana paling-paling yang dia bisa Cuma " Suho terus bercerita dengan Xiumin, sementara Sehun mendengarkan dengan hati yang dongkol karena kebanyakan adalah menjelek-jelekkan dirinya.

Akhirnya Sehun menyelinap keluar apartemen, dia ada dibalkon menghirup sebentar segarnya angin yang sangat dia sukai itu.

"LUHAN-HYUUNG~ AKU INGIN SEGERA BERTEMU DENGANMU DAN MENINGGALKAN EOMMA YANG NGGAK ADA RASA KASIHAN SAMA ANAKNYA SENDIRI. .!" teriak Sehun sengaja dia keraskan untuk melampiaskan kekesalannya dan agar eomma dan yang lainnya mendengar.

KLONTANG

"Aw! Appo, eomma . . !" ternyata dari dalam Suho langsung melemparnya dengan piring yang terbuat dari seng, untung saja bukan piring dari beling, pasti udah end tuh kepala.

"Berisik! Ganggu tetangga tau nggak!" teriak Suho, mendengar itu Sehun langsung pundung di pojokan#poorSehun.

.

.

.

"Biarin aja, nggak ada yang perduli sama aku, semakin bertemu dengan hyung-ku, semakin eomma melupakan aku. . dulu aku anak satu-satunya jadi aku selalu jadi perhatiannya sekarang apa?. ." ujar Sehun ngedumel di jalanan, dia sengaja keluar dan nggak bilang sama orang rumah.

"Oke, lupain aja aku, lupain anakmu ini. ." teriaknya lagi makin prustasi, orang-orang yang berjalan melawatinya merasa ada yang aneh dengan anak ini, mereka hanya mengernyit heran.

Karena dilihat banyak orang Sehun mulai sadar diri dan hanya membalas orang yang menatapnya dengan senyum gejenya yang sebenernya cukup ganteng sih *kalau yang lewat author#abaikan*.

"Eh, ngomong-ngomong ini dimana ya? " ujar sehun bertanya pada dirinya sendiri sambil melihat keadaan sekitarnya maklum dia juga baru kenal daerah ini dan tadi pas pergi nggak perhatiin jalanan sekitar.

"Waduh, tadi aku datang dari arah mana? Kok jalanannya sama semua sih?" ujar Sehun sambil memutar.

Akhirnya dengan tidak yakin Sehun mulai menelusuri jalan kemanapun itu tanpa tujuan, tapi yang jelas ia tidak ingin kembali ke rumahnya segera. Siasatnya sih biar orang-orang sadar kalau dia ilang dan bakal nyariin.

"Haduh~ makin dingin aja nih hawa. . udara dingin kan nggak baik buat kesehatan, aku nggak mau pulang!, tapi aku juga nggak tahu musti kemana. . ?" gumamnya sambil menoleh ke kanan-kiri yang semakin sepi karena hari semakin malam dan dia berada di sebua komplek perumahan.

~0~

"Ya tadi aku tiba-tiba aja pengin kesana, eh nggak tahunya malah kita ketemu, jangan-jangan kamu punya pheromone untuk menarik seseorang agar mendekat kearahmu ya? Aku saja jarang bahkkan nggak tahu ada tempat kayak gitu. . " ujar Xiumin dan Suho mereka sedang ngobrol bersama di ruang makan.

"Memangnya kau sebelum ini tinggal dimana hyung?" Tanya Suho.

"Aku hanya tinggal tempat seperti asrama yang disediakan oleh tempat kerjaku. ." jawab Xiumin.

Chen sedang nonton tv, mereka mengira Sehun sedang ngambek dikamarnya jadi nggak ada yang datengin atau mastiin dia.

"Sehunnie? Mau sampai kapan kau ngambek? Cepat turun dan makan malam lah! Kalau tidak jangan sarapan besok atau seterusnya!" teriak Suho berharap Sehun turun.

"Biar aku saja yang membawa ini ke kamarnya Sehun, mungkin dia masih marahan. . " pamit Xiumin dengan baik hati dia mau mengantarkan makan malam ke kamar Sehun.

"KYYYAAA!"

Mendengar teriakan histeris dari Xiumin dua orang yang beda tempat itu langsung menuju sumber teriakan yang mengerikan itu.

"Ada apa hyung?" Tanya Chen setibanya dikamar.

"Sehunnie. . Sehunnie. . dia. . dia. ." Xiumin kena virus gagap#PLAK!

"Kenapa dengan Sehunnie?" Tanya Suho, dia nggak melihatnya langsung hanya bertanya pada Xiumin.

"Dia menghilang!" seru Xiumin yang mendapat tatapan horror dari Chen dan gumaman santai dari Suho.

"Sudah, dia mah kebiasaan pasti besok pagi udah pulang kok! Nggak usah khawatir tunggu aja!" ujar Suho yang emang bener-bener udah tahu gimana kelakuan anaknya.

"Ahjuma yakin nih?" pasti Chen, dan Suho hanya mengangguk mantap dan segera pergi ke dapur lagi.

FLASHBACK

"Sehun-ah! Berhenti bersikap kekanak-kanakan!" teriak Suho yang sedang jengkel dengan sikap anaknya. " eomma pokoknya aku nggak mau pulang sampai eomma ngijinin aku sama Kyuhyun-hyung!" teriak Sehun sambil berlari keluar dari rumah meninggalkan Suho sendiri. #kayak nggak direstui antar kekasih aja? Tenang, mereka hubungannya beda#

"Huhh~ anak itu selalu saja, apa aku memang tidak bisa mengasuhnya sendirian ya?" tanyanya pada dirinya sendiri.

"Kau kenapa lagi Joonmyunnie?" tiba-tiba seorang om-om datang di depan rumah Suho.

"Eh, pimpinan! Bikin aku kaget saja. Tidak, aku merasa aku tidak bisa mengasuh Sehun kalau hanya sendirian. . " belum selesai Suho ngomong sang pimpinan yang diketahui bernama Lee Sooman. " kau butuh pendamping hidup ya? Kalau begitu pikirkan tawaranku untuk mencari calon suamimu. ." ujarnya.

"Ani. Aku tadi tidak bilang ingin cari pendamping hidup atau calon suami, aku kan hanya bilang tidak bisa menjaga Sehun. ." tolak Suho.

"Tapi secara tidak langsung kau juga berpikiran seperti itu, tenang saja dia akan menunjukkan siapa jodohmu nanti." Ujar Sooman lagi.

"Tapi aku tidak—" belum selesai ngomong kali ini Sooman sudah menghilang Begitu saja.

"—hahh~ dia mulai lagi, datang seenaknya, pulang juga seenaknya!" gumam Suho.

\~0~/=_='

"Pulanglah, tidak ada untungnya kau ada disini! Kau belum terlalu siap. " ujar Kyuhyun. Setelah itu dia pergi meniggalkan Sehun sendiri.

Karena kebingungan akhirnya Sehun kembali berbalik pulang. Dari kejauhan Kyuhyun hanya melihat dan dibelakangnya sudah ada seorang Angel maksudnya Leeteuk sang eomma.

"Dia hanya sebatang kara kalau sampai terpisah dengan eommanya! Kasihan, semua keluarganya sudah pergi, lagipula emosinya masih labil. .hiks" ujar Leeteuk sambil nyesek maklum dia orangnya terharuan, akhirnya khyuhyun hanya bisa mendekap eommanya. Sebenarnya kisah Sehun juga tidak jauh berbeda dia juga hanya tinggal dengan Leeteuk-eomma keluarganya juga nggak tahu dimana.

~0~

Suho yang menanti di depan pintu segera berlari menghampiri Sehun yang berjalan lambat untuk pulang. "Sehunnie jangan pergi lagi ya? Jangan tinggalin eomma!" ujar Suho sambil terus mendekapnya.

FLASHBACK END.

Sehun tetap berjalan tanpa arah, dia juga mengingat kalau dulunya dia juga pernah minggat bentar niatnya mau ke tempat Kyuhyun, tapi disuruh pulang Kyuhyun, mengingat itu dia semakin tidak ingin pulang.

"Hai cantik!" Sehun begitu terkejut ketika ada orang yang bertubuh kekar dan sedikit lebih tinggi darinya dengan seketika sudah ada di depan Sehun oh dan jangan lupakan dia memanggil Sehun dengan sebutan cantik.

"Ya! Siapa kau? Dan aku ini namja, N-A-M-J-A. . jadi aku tidak cantik!" teriaknya kesal.

"Tapi kau begitu cantik dimataku bahkan aku meragukan kenamjaanmu?" ujar cowok itu pada Sehun, karena mereka dipinggir jalan jadi sesekali ada mobil yang lewat dan memperlihatkan sekilas rupa orang ini, kulitnya yang sedikit kecoklatan dan seringaiannya semakin terlihat jelas.

Mendengar itu Sehun langsung mengeluarkan jurus devil yang dipelajari langsung dari sang Evil sejati. Tatapan membunuh yang sangat familiar yang dimiliki oleh Kyuhyun kini sedang dipakai Sehun. Agak begidik juga melihatnya soalnya aura hitam mulai menyebar.

Dengan gaya sok akhirnya Sehun melenggang pergi dan meninggalkan cowok itu yang melongo heran, "Huh dasar ternyata garang juga dia, makin menarik!" bukannya menyerah setelah mendapat deathglare malah semakin ingin memangsanya.

"Ya KAI apa yang kau lakukan disana, cepatlah kemari. Ayolah jangan buang-buang waktu lagi. . " teriak seseorang yang memanggil seseorang yang bernama kai, ternyata orang yang menggoda Sehun tadi bernama kai.

Kai menoleh sebentar, lagi-lagi kilatan cahaya mobil menynarinya tapi kali ini menunjukkan benda mengkilat di dadanya seperti liontin sama dengan yang dipakai Suho, namun beda bentuknya. Kai memiliki bentuk segitiga di tengahnya ada pusaran angin.

~0~

"Hoammm~ aku ngantuk sudah nggak tahu jalan pulang nggak punya tempat buat tidur, dan lagi makhluk dibumi ini sangar-sangar, sama aku yang calon pangeran evil aja nggak takut!, ," gumamnya di sepanjang jalan. Di depan sebuah apartemen dia menatap ada salah satu pintu yang masih terbuka dan menampakkan sedikit cahaya lampu.

Tanpa ragu Sehun mendekatinya walau itu berada di lantai 2, yah numpang tidur semalam masak nggak boleh.

Sesampainya di depan pintu, dia menengok ke dalam ruangan yang emang nggak dikunci sebelumnya, karena di depan apartemen itu banyak tulisan kanji membuat Sehun berpikir mungkin ini adalah orang asing, jangan tanyakan dia tahu darimana, semua ilmu pengetahuan bisa masuk dengan sekali lihat, itu juga yang dipelajari dari seorang KYUHYUN D'EVIL.

"Konbawa! Man on!" ujarnya dalam bahasa Jepang dan Canton mengatasi segala kemungkinan, kalau-kalu dia orang China.

Dia masuk kedalam siapa tahu orangnya sedang ada di dalam, oke mungkin ini adalah tindakan yang kurang baik masuk rumah orang sembarangan. Tapi sungguh ini karena kepepet.

Semakin ke dalam rumah itu makin dipenuhi barang-barang China, makin yakinlah Sehun kalau pemilik apartemen ini adalah orang China.

"Halo! Ini bukan rumah 7 kurcaci yang harus kosong kan? Dan aku jadi Snow White nya gitu? . . ." teriak Sehun sambil terus melengang masuk dan mencari tanda-tanda keberadaan orang. #Shee:Bentar, tau dari mana oppa tentang Snow white?|Sehun: yah dari guru besar gue lah siapa lagi? Kenape ada masalah?|shee : *geleng-geleng*|.

Karena kelamaan mencari akhirnya Sehun tertidur di sebuah tempat tidur yang Cuma ada satu-satunya di tempat ini, menandakan kalau pemilik rumah ini Cuma seorang.

Tanpa ragu Sehun bahkan memakai selimut yang ada.

"Haduh! Aku tadi terburu-buru sampai lupa mengunci pintu. .." tiba-tiba terdengar suara seseorang berasal dari pintu depan, kayaknya dia pemilik apartemen ini.

Akhinya seorang laki-laki yang berperawakan manis masuk kedalam apartemen dan menguncinya dari dalam. Sambil membawa beberapa belanjaannya yang berupa kebutuhan sehari-hari yang dibelinya dari supermarket depan apartemen ini, memang jaraknya juga tidak terlalu jauh.

"Sepatu siapa nih!" ujarnya sambil menyingkirkan sepatu itu supaya tidak berada di tengah jalan. Dan meletakkan sepatunya sendiri disebelah sepatu yang sebenarnya milik Sehun itu.

Setelah meletakkan belanjaannya di tempatnya, orang itu duduk-duduk di sofa sambil berpikir lama.

"Kalau ada sepatu. . berarti ada orang? Dan orangnya ada di dalam ruangan ini?" Tanyanya pada dirinya sendiri. # yah pikirannya lagi lemot. Tolong dimaklumi ya?#.

"Jangan-jangan ada maling lagi?" kali ini orang itu mulai beranjak dari tempat duduknya dan mengambil sapu yang dekat dengan tempatnya saat ini.

Dengan cara mengendap-negendap, pemilik apartemen-pun mencari seseorang yang menurutnya adalah maling, disegala penjuru rumahnya, tapi tujuan utamanya adalah kamar tidur, soalnya segala barang berharga ada di lemari dekat tempat tidur.

Pintu kamar terbuka dan menampakkan sosok pria yang sedang tertidur pulas dibalik selimutnya.

"Buset nih maling! Kagak pernah lihat kasur bagus ya? " ujarnya, dia mulai mendekati sosok itu dan melihat wajahnya.

"Tapi dia tetep maling gimanapun juga, jadi –"

BUAGH BUAGH KLOTAK GEDEBRUK GROBYAK * anggep sound effect *

"Ya! Apa-apaan ini? Aw. . ah appo!" Sehun yang terbangun karena serangan bernafsu dari pemilik rumah.

"Kau pasti maling ya? Masuk- masuk rumah orang. ., sudah pasti kau itu seorang maling!" teriaknya sambil tetap memukuli Sehun dengan sapu.

"KYAA! mati kau! Pergi!pergi!pergi!" teriak orang itu, dengan terus dan terus memukul ke arah Sehun.

"SETOOPP!," Sehun memegang gagang sapu itu supaya tidak dipukulkan lagi. "Huwaatsss. . kau menuduhku maling? Nggak lihat ya? Wajah ganteng dunia akherat begini!" ujar Sehun lagi.

~0~

"Jadi kau ini siapa? Dan kenapa tiba-tiba ada di kamarku?" Tanya sang pemilik apartemen yang kini sudah duduk di sofa bersama Sehun dan sedang mengobati lukanya Yang sebenanrnya dia sendiri yang membuatnya.

"Tadi aku tidak sengaja melihat ruangan ini terbuka, lampu menyala dan kosong. Kupikir ini kosong atau apa? Karena terpaksa daripada harus tidur di luar jadi aku kesini. ." jelas Sehun seolah-olah dia nggak salah.

"Kau gelandangan ya? Sampai tidak punya tempat untuk tidur?" Tanya pemilik itu lagi.

GUBRAK!

'Perasaan dari tadi gue nggak enak mulu deh!, disangkain maling lah? Sekarang malah disangka gelandangan! Nasib banget' ngedumel Sehun dalam hati.

"Gini ya ahjuma yang baik hati, aku kesini itu sebenarnya hanya numpang tidur, soalnya aku nggak punya tempat, maaf kalau caranya radak maksa, habis ahjuma nggak ada disini jadi aku keburu ngantuk da tertidur di kamar. ." jelas Sehun, sementara sang pemilik mulai naik darah.

"Kau tidak lihat ya? Aku ini namja.! Jadi kenapa kau panggil aku ahjuma?" ujarnya geram.

"Apa? anda ini namja? " tanya Sehun horror. Jangan salahkan Sehun lihat saja orang yang ada dihadapannya ini sungguh terlihat seperti Yeoja, bajunya yang kebesaran, dan jangan lupakan poni panjang yang hampir menutupi sampai ke matanya, yang membuat wajahnya begitu imut.

"Lagian berapa sih umurmu pakai memanggil ahjuma segala?" Tanya Lay.

"Aku, sekitar 18 tahun, habis Ahjuma sih pakainnya kayak gitu. Makin mirip Ahjuma-ahjuma. . " jawabnya seolah tanpa dosa.

"Hiyahh! Kau menghina ku ya?" Ujar pemilik itu dan langsung memekuli Sehun dengan sapu yang daritadi dipegangnya.

"Aduh! Aw. . habis aku belum tahu nama anda?" ujar Sehun ditengah tengah pukulan itu.

"Ngapain kau Tanya-tanya nama segala? " Tanya orang itu.

"Eh . . niatnya sih mau akrab, soalnya aku mau disini lebih lama. . " ujarnya sambil senyum geje.

"Nggak bisa! Sana pulang kerumahmu sendiri!" teriak orang itu.

"Ayolah! Aku mohon!, tidak kasihan kah kau denganku yang telah diusir dari rumah dan tidak diperhatikan sama sekali oleh eommaku, tidak ada satupun anggota keluarga yang mau memperhatikan aku. . . selama ini aku selalu ditelantarkan tidak pernah diurusi dengan benar, karena aku tidak punya appa, aku hanya sendirian dengan eomma. Sekarang eomma malah tidak memperhatikanku. ." ujarnya mendramatisir keadaan. Hahh~ siapa juga yang mau mempercayai cerita yang hampir mirip dengan drama sabun yang biasanya ada di tipi itu?

Hiks

Eh?

Ternyata sang pemilik apartemen sedang menangis tersedu dan nyesek sambil mengusapi air mata dan emh ingusnya dengan ujung kaosnya.

"Kisahmu tragis sekali ya? Oh ya siapa namamu?" akhirnya pemilik itu yang menanyainya.

"Namaku Oh Sehun, anda sendiri?"

"Namaku Yi Xing, tapi aku paling senang dipanggil Lay."

"Yi Xing? Berarti anda—

—orang China ya?" Tanya Sehun bodoh, sudah tahu namanya begitu masih ditanya juga.

"Ah, sebenarnya yang China itu orang yang mengasuhku, aku sih hanya mengikuti namanya. . " ujarnya.

"Aku mohon izinkan aku tinggal disini!" kini Sehun sudah mulai memaksa dengan cara menggenggam *emh sebenarnya dari pada dibilang menggenggam lebih pantas di sebut mencengkeram *kedua lengan orang yang baru diketahui bernama Lay.

Keesokan paginya.

Lay terbangun di pagi hari dengan sedikit malas mengingat dia hari ini harus masak untuk dua orang sejak kemarin malam dia mengijinkan orang aneh yang mengaku bernama Sehun dan mengaku sedang diusir keluargnya.

Lay hendak bangun dan bersiap-siap tapi kenapa tubuhnya terasa berat dan seperti dia tidak bisa bangun. Setelah lama Dia merasa ada tangan yang melingkari perutnya. Lay hanya menatap horror dengan orang yang tiba-tiba ada di sampingnya dan jangan lupakan dia sedang melingkarkan tangan di perut Lay.

JEDUAAKK

Akhirnya Lay menendang sosok yang diketahui adalah Sehun, dan dengan na'asnya sehun menabrak lemari.

~0~

Sehun duduk di meja makan sambil memegangi punggungnya yang tadi tertabrak(?) lemari, sedangkan Lay dia sedang mempersiapkan makanannya, dia sudah biasa masak. Hanya menambah satu orang tidak masalah baginya.

"Kenapa kau tadi tiba-tiba ada di kamarku? Dan apa yang kau lakukan tadi?" tanyanya sambil meletakkan beberapa peralatan makan.

"Maaf, aku hanya tidak terbiasa tidur sendirian. " Ujar Sehun sambil ngeluarin jurus melas.

"Ternyata kau ini masih sangat sayang dengan eommamu, mau tidur saja kau masih ingat dia. Kenapa kau tidak pulang saja sih? Kalau melihat dari kelakuan manjamu pasti eomma-mu menyayangimu dengan sangat. ." Ujar Lay dan kini dia juga ikut mengambil sarapan dan duduk di depan kursi Sehun.

"Kau tidak tahu apa-apa tentang eommaku!, "

"Walaupun begitu, apa dia pernah meninggalkanmu? Apa dia pernah bilang tidak senang punya anak sepertimu? Apa dia pernah tidak mementingkanmu?" Tanya Lay membuat Sehun diam dan berpikir.

Saat ini Sehun sedang terdiam sambil membayangkan, waktu dia dan eommanya sedang bersama, tertawa bersama, saat Sehun menangis eommanya pasti sigap disampingnya untuk menghapus air matanya. Meskipun kadang eommanya suka berbuat seenaknya tapi tidak pernah sedikitpun hal itu untuk tidak membahagiakan Sehun.

Lay yang menyadari perubahan ekspresi Sehun mulai tersenyum dalam hati. 'bagus sebentar lagi dia pasti akan pulang, anak manja macam dia kalau sudah di ceritain tentang eommanya pasti luluh juga' ucapnya dalam hati.

"Dia pasti sangat tidak menyayangiku, buktinya aku sudah menghilang semalaman dan tidak ada yang mencariku. Pokoknya aku tidak akan pulang!" ujarnya kekeh dengan pendiriannya. Sehun mulai makan sarapannya dengan beringas.

'Hah~ susah juga. Tapi tenang yang namanya anak makin lama terpisah makin kangen, tinggal menunggu waktu aja' pasti Lay dalam hati.

"Woi, jangan habiskan semuanya! Kenapa makanmu banyak sekali? Bisa tekor aku kalau harus memasak banyak terus!" celoteh Lay dan Sehun hanya senyum bentar kemudian melanjutkan makannya.

Sebenarnya alasan Lay menerimanya di rumah ini adalah untuk temannya, sudah lama sekali sejak ditinggal orang yang menagasuh Lay apartemen ini jadi sepi. Sekarang lumayan ada seseorang yang menemaninya untuk ngobrol.

~0~

"Hyung ! aku bener-bener khawatir sama Sehun. Tidak bisakah kita mencarinya dengan menggunakan symbol yang kita miliki. .?" Tanya Chen.

"Bisa saja aku melakukannya! Tapi sayangnya Sehun meletakkan ini di kamarnya. . ." jelas Suho sambil memperlihatkan sebuah gelang yang menunjukkan symbol angin milik Sehun.

"Lalu bagaimana ini? Biar nanti aku saja yang mencarinya kalau begitu!" usul Xiumin.

"Huh aku tahu ini pasti berat untuknya, selama beberapa tahun hidup sebagai anak tunggal, walaupun dia bilang ingin bertemu dengan hyung-nya tapi itu hanya ucapan dia tidak bisa melakukannya. Dan pada kenyataannya dia belum terlalu siap bila segalanya harus dibagi. ."jelas Suho.

Chen dan Xiumin hanya mendengarkan dengan hikmat(?).

"Selama ini aku berusaha untuk tidak mamanjakannya. Tapi selalu gagal jika sudah melihat senyum tulusnya. Aku hanya ingin melidunginya saja dengan segala kemampuanku. . ." ujar Suho lagi.

TING TONG~

"Ah! Siapa?" Tanya Chen hendak membuka pintu.

"Jangan-jangan Sehun pulang?" namun Xiumin mendahuluinya dan membuat dia terjatuh karena terbentur badan Xiumin yang nggak bisa dibilang kecil itu.|#author dihajar masa|

"Kau—"

Tbc . .. . . . . .

Jiah endingnya nggak enak. Lagi-lagi Shee nulis dengan segala keterbatasan Shee,* mian baru memperkenalkan nama*.

Seneng bisa nulis walaupun kepala sedikit mumet dan akhirnya diendingi kayak gitu *maksudnya di chap ini*.

Author's Note:

Konbawa : selamat malam (B. jepang)#udah tahu semua kali.

Man on : selamat malam (B. Cantonese) #itu author lihat dari bukunya eonninya author.

Oh ya chap ini Shee tulis sesuai saran yang telah diberikan. Semoga nggak ngecewain.

Balesan REVIEW.

Park Sung Rin: annyeong!, hahaha Bukannya belajar buat UN malah baca nih FF. tapi gpp kan?. Jeongmal Kamsa Hamnida atas sarannya, semoga bermanfaat selalu buat saya yang baru masuk ini. Oh ya untuk UN nya Fighting!. Semoga berhasil!, kalau author sih tahun depan ngadepin UN. Ini Chap 2 nya semoga suka ya?

blacknancho21 : Suho jadi appa? Emh gimana ya? Ini menurut aku aja nih. Pertama aku lihat Suho tuh cantik, terus lihat kedua kali jadi Ganteng dan manly, tapi pas lihat nyanyi 'Angel' eh dia cantik lagi.#hadeh.

Tapi karena disini anaknya adalah sehun, jadi butuh yang radak keras, kalau menurutku D.O terlalu lembut dan kalem. Dan lagi Suho dan Sehun adalah Roomate jadi kayaknya Suho lebih jagain Sehun deh.

Ah aku juga baca fact mereka, ternyata D.O adalah eommanya EXO-K, #jadipusing.

Posseidon Ryuu : gomawo! ini aku udah update secepet yang aku bisa. Soalnya banyak tugas yang aku sampingin gara-gara nih ff#ketahuan malesnya. Kyahaha.

Park YUIrin : hahaha! Khamsa Hamnida. Semoga tetap suka dengan segala keanehannya.

Oh ya soal ide Sehun yang temenan sama Kyuhyun, itu habisnya mereka sama-sama maknae, sama-sama punya muka evil, sama-sama suka deket hyung mereka yang paling imut (read: Luhan n Sungmin). Akhirnya kuputuskan untuk membuat mereka ada keterkaitan. Yang paling penting adalah ke'evilan mereka jika sudah jadi satu.

Iya aku juga suka bikin Chanyeol yang emang imut itu tambah imut.

Soal Chanyeol kapan muncul? Kapan ya? Belum bisa nentuin mungkin akan muncul sekilas saja, tapi untuk yang benar-benar munculnya mungkin agak lama.

Choujiro21 : annyeong juga Chingu!

Gomawo atas dukungannya! Dukungan kalian semua bikin author makin semangat buat lanjut nulis nih fic. Semoga masih tetap mendukung sampai chap-chap kedepan ya?

Karena author udah berusaha sebaik mungkin, jadi hargailah karya ini#maksa sebenarnya.

Ahahai bercanda.

So to support me, or there are complain. Tell me in your review.

Please Review

JEBAL!