The only one

Fairy Tail : Hiro Mashima's property

Warning: Fluffy inside, Hurt, hope, lovely, OOC..

Enjoy ^^


Esoknya (Normal POV)

Pagi hari yang cerah di Magnolia, seperti biasa Lucy berjalan ke guild tercintanya, Fairy Tail. Pagi itu dia merasa sangat senang karena Natsu laki-laki yang "baru" bertemu dengannya menceritakan kisah tentang petualangan mereka. Setiap cerita berganti dia merasa detak jantungnya semakin cepat. Terutama cerita tentang Natsu yang selalu menyelamat kannya.

'Laki-laki itu, siapa ya? aku berusaha mengingatnya sepanjang malam..Tapi *sigh* percuma.' Kata Lucy pada batinnya sambil mengehela nafas. Lucy membuka pintu guild dan melihat semua anggota guild sedang minum bersama, suasana tak terlalu ramai karena beberapa dari mereka pergi mengambil request.

Saat Lucy mau melangkahkan kakinya masuk keruangan, dia dikejutkan oleh Natsu dan Gray yang sedang bergulat dilantai. "Tarik kata-katamu stipper! Owh, Yo Luce!" sapa Natsu yang sedang "bermain" dengan Gray.

Lucy hanya tersenyum padanya. 'Manisnya menyempatkan menyapa ku padahal sedang bergulat dengan Gray' setelah memikirkan itu Lucy tercengang. 'Tu-tunggu a-apa ini?' kata Lucy dalam hatinya . Tiba-tiba kepala Lucy terasa sakit, lalu dia memegang kepalanya 'perasaan ini!A-apa ini?' Lucy terjatuh dikedua lututnya sambil memegang kepalanya.

Natsu langsung melempar Gray dari atas tubunya dan menghampiri Lucy. "Luce? Kau baik-baik saja?" kata Natsu sambil memegang pundak Lucy. 'Na-nade? Sakitnya hilang begitu saja?' Lucy langsung menatap Natsu dan tersenyum.

"aku baik-baik saja Dragneel-san..Arigato" mendengar perkataan Lucy semua anggota guild langsung melirik Lucy. Elfman yang sedang minum tersedak karena mendengar Lucy. "D-dragneel-san?" kata Romeo terbata-bata. "Eh? A-aku salah ya?" tanggap Lucy dengan polosnya, Natsu hanya berdiri lalu menjulurkan tangannya untuk membantu Lucy berdiri "tidak kok..hehehe" kata Natsu menenangkan Lucy dengan grins nya itu.

Lucy berjalan kearah meja bar dan mengobrol bersama Lisanna, Mira, dan Kinana. "ohayo minna" sapa Lucy sambil duduk disalah satu kursi bar. "Ohayo Lucy, kau mau makan sesuatu?" tanya Mira dengan lembut, Lucy menggelengkan kepalanya lalu tersenyum "tidak, terimakasih. Aku sudah makan" Lisanna melirik Lucy penuh pertanyaan "Lucy..kau benar-benar tak ingat Natsu ya?" kata Lisanna sambil menopang kepalanya dengan tangannya. Lucy hanya menggelengkan kepalanya tapi dia terlihat sedih.

Disisi lain Levy, Wendy, dan Erza sedang sibuk dengan buku mantra mereka. "Tidak ada! Tidak ada apapun!" teriak Levy frustrasi sambil menidurkan kepalanya di meja, "jangan menyerah Levy-san" senyum Wendy pada Levy. "Wendy, dimana Charle? Mungkin dia punya petunjuk?" tanya Erza tanpa melepas pandangannya dari 2 buku ditangannya. "Charle? Sepertinya dia sedang pergi memancing bersama Happy dan Lily." jawab Wendy sambil membuka buku mantra yang lain.

'Kenapa? Lucy..ada yang kau sembunyikan dari kami.' Pikir Erza sambil membalik halaman buku mantra ditangannya. Gray mendekati Erza sambil membawa selembar request, "mau pergi bersama kami?" tanya Gray sambil tersenyum. Erza melirik Levy. "tak apa-apa Erza, pergilah biar aku yang mencarinya" kata Levy sambil tesenyum pada Erza, "baiklah, tolong ya Levy" balas Erza sambil meninggalkan meja bersama Gray dan Wendy. "Luceā€¦mau pergi request bersama?" tanya Natsu tiba-tiba. Lucy hanya tersenyum lalu mengangguk.


-Sleepy Flores-

"Aku mendadak jadi mengantuk" kata Lucy sambil menguap, "ya sama seperti namanya. Hutan ini membuat siapapun yang memasukinya mengantuk" jawab Gray sambil mengucek mata kanannya. Natsu tiba-tiba berhenti "mereka datang!" kata Natsu sambil tersenyum. Tiba-tiba segerombol pencuri mengepung mereka.

"Pencuri hutan!" kata Wendy sambil melihat sekelilingnya, "bersiaplah!" perintah Erza sambil mengeluarkan pedangnya. "Ini akan menyenangkan. Ya kan, ash brain ?" kata Gray sambil bersiap posisi Ice make. "Cih! terserah kau saja squinty eyes! I'm all fired up!" Natsu mengambil serangan pertama dan menjatuhkan 3 pencuri. Lucy memanggil Sagitarius dan memanah beberapa dari mereka.

Saat semua sudah selesai mereka menghela nafas mereka karena lega mereka tidak menghancurkan sebagian lahan hutan. Lucy menoleh kearah tebing dan tanpa sengaja pengunci dikalungnya terlepas dan membuat kalungnya jatuh kedalam jurang "aarh!" teriak Lucy spontan sambil berusaha meraih kalungnya. Tapi tanpa dia sadari, dia sudah tak mempunyai tumpuan di tebing itu dan dia hampir terjatuh.

Untungnya tangan kirinya masih sempat memegang tumpuan diujung tebing. "LUCE!" teriak Natsu sambil berlari ke ujung tebing, dia meraih tangan Lucy dan menariknya keatas. "Lucy-saan! Kau baik-baik saja?" teriak Wendy dari jarak yang agak jauh. "Ya, syukurlah aku selamat.." kata Lucy sambil duduk lemas disamping Natsu. "Apa yang kau lakukan bodoh? Kau ini ingin mati ya?" kata Natsu kesal kearah Lucy sambil mencubit pipi Lucy."HUAH! SAKIT!" kata Lucy sambil menepis tangan Natsu dan memegang pipinya yang dicubit Natsu.

"Aku mau ngambil kalung ini tau!" kata Lucy sambil menunjukan kalung yang dia pegang ke muka Natsu. Erza, Gray, Wendy, dan Natsu terdiam mendengar Lucy. "Ke-kenapa kau menyelamatkan kalung itu?" tanya Natsu dengan wajah terkejut. Lucy hanya tersenyum sambil melihat kalung ber logo Fairy tail itu. "Entahlah..Aku hanya merasa ini berharga buat ku". Natsu tersenyum pada Lucy dengan wajah yang agak blushing "begitu, ya? kau aneh kau tahu?" kata Natsu sambil mengacak-ngacak rambut Lucy yang otomatis membuat Lucy blushing. 'Senyum itu..kenapa aku sangat merindukannya, ya?' pikir Lucy dalam hatinya.

"Ayo kita pulang..Tugas kita sudah selesai" kata Gray sambil mengantongi kedua tangannya di saku celananya, "sebelum itu lebih baik kau cari dulu baju mu, Gray" kata Erza sambil melipat tanganya, "guaaah! dimana baju ku?" teriak Gray spontan sambil melihat sekeliling mencari bajunya, "cih! Dasar prevent!" kata Natsu dengan wajah jengkel. "Apa katamu flame brain?" teriak Gray kesal sambil mengadukan kepalanya dengan Natsu."Kau mau aku menulanginnya, underwear prince?" balas Natsu tak kalah kesal. "BERHENTILAH! WAKTUNYA PULANG!" teriak Erza kesal dengan glarenya kearah Natsu dan Gray yang sekarang sedang berpelukan gemetar, Wendy dan Lucy hanya tertawa cekikikan melihat mereka. 'Entah kenapa..tapi..Bersama dragneel-san semua terasa lengkap' pikir Lucy sambil tersenyum.


(Magnolia town)

Sesampainya mereka di guild, semua menyambut mereka pulang. "Selamat datang kembali!" teriak Mira dari bar sambil melambaikan tangannya dari , Gray, dan Wendy langsung menghampiri Mira. Saat Natsu mau mengikuti Lucy, Erza manahannya "Natsu, ada yang perlu kita bicarakan kau ikut aku." Perintah Erza sambil berjalan kearah taman.


*Magnolia Town Park*

"Apa yang ingin kau bicarakan Erza?" tanya Natsu sesampainya mereka ditaman. Suara anak-anak berlarian ditaman terdengar seperti music bagai mereka. "Kau tahu Lucy dibawah spell yang sangat kuat?" balas Erza sambil memunggungi Natsu menghadap danau.

Hening seketika. Matahari senja bagai background kelabu bagai mereka. "Aku tahu itu." Jawab Natsu singkat. Erza menundukan kepalanya lalu menoleh kearah Natsu. "Sekarang jawab aku! Kenapa Lucy ingin melupakan mu, Natsu?" tanya Erza dengan wajah serius yang membuat Natsu tercengang. "Lu-Lucy ingin melupakan ku?" tanya Natsu dengan terbata-bata tak percaya dengan apa yang dia dengar.


Lucy? kenapa kau mau melupakan pangeran mu?

#plaak XDD

So minna-saan..Please R n R nya Arigato! :D