"Assalamualaikum… aku pulang" aku mengucap salam, gak ada yang jawab. "Ibu? Ayah?" tanyaku seraya mencari-cari orang tuaku. Aku pergi ke kamar mereka, aku mengetuk, tak ada sahutan, aku mencoba membuka pinta, gak terkunci. Aneh banget. Dikamar gak ada Ayah ataupun Ibu, tapi diatas tempat tidur ada 2 kertas. Kertas pertama seperti tulisan ibu, tapi aneh, ditulisnya seperti dipaksa, karena dikertas terdapat titik yang dalam berarti ibu ditulis menurut perkataan orang yang menyuruhnya. Dan juga ada kertas, ini gak ada keanehan sih. Isi kertas ibu adalah:

"Ritsa, Ibu lagi ada dirumah Tante Lia, makanan udah Ibu siapin buat kamu, kira-kira ibu nanti nginap, hati-hati dirumah ya sayang…"

Dan isi kertas Ayah adalah:

"Ayah sebentar akan menginap dirumah Om Budi, uang buat kamu ada di kamar kamu, hati-hati ya nak"

WHAT? Jadi cerita nya aku ditinggalin? Rumah ini terlalu besar untuk aku sendiri, pembantuku lagi pulang kampung, jadi siapa yang bakal temenin aku? Dan sekarang hpku berbunyi, seperti terkaget. Ada SMS, nomor nya gak ada dikontak, ini siapa ya?

"Hai Ritsa, ini aku, Irvan. Bentar malam jalan yuk, aku traktir deh." Itulah isi smsnya, Irvan ya… Aku balas iya aja deh, soalnya hari ini juga aku sendiri.

"Hai juga, iya deh. Kebetulan hari ini aku sendiri, mama papa entah kemana rimbanya. Aku tunggu dirumah ya, jam berapa?" aku membalasnya.

"Betulan nih? Oke, jam 7 ya, pake baju yang bagus ya Rit xixi" itulah balasannya.

"Iya bawel. Sampai jumpa sebentar."

Dia udah gak balas smsku. Sekarang sudah jam 5, 2 jam lagi lalu aku akan pergi dengan Irvan. Dan sekarang udah setengah 7, aku memutuskan untuk memakai kaos biasa aja, terus kemeja yang lumayan panjang diatas lutut, terus jeans, terus sepatu flat, dan menguncir rambutku. Casual banget ya. dan sekarang udah jam 7. Mobil Irvan sudah berklakson-klakson ria didepan, lalu ia mengetuk pintu.

"IYA TUNGGU" aku berteriak. Setelah selesai, aku membuka pintu dan melihat Irvan didepan pintu tersenyum manis.

"Casual banget, Rit" ucap Irvan.

"Iyalaah, emang mesti glamour ya?" aku bertanya.

"Gak juga sih. Hihihi, tetep cantik kok"

"Yaaaaa, makasih yaaa"

"Iya, yuk naik tuan putri"

"Iya iya, eh emang mau kemana?"

"Ke suatu tempat, hehehe"

"Iya, kemana?"

"Nanti aja, liat sendiri"

"Yaudah"

Di mobil irvan terasa canggung, gak ada yang bicara, aku tetep focus kejalan, mau kemana sih ini? Dan mobil Irvan berhenti didepan sebuah toko, toko ini kelihatan kusam, tua, buat apa dia ngajak aku kesini?

"Yuk, turun" ajak Irvan

"Mau ngapain kita disini?"

"Liat aja nanti, kamu pasti bakal suka" Irvan lalu menggandeng tanganku, aduh malu. Irvan membuka pintu toko ini, ternyata toko buku yang…. punya sangaaaaaaat banyak buku. WOW! Fantastic! Dan asal kalian tau, aku tuh pecinta buku, komik! Dan ada satu ruangan full dengan komik, satu lemari buku full dengan komik conan! WOW!

"VAAAAAANNNN! Keren bangeeeeettt!" ucapku ke Irvan, histeris, soalnya keren banget.

"Sudah aku bilang, hihihi, kamu mau yang mana? Aku traktir deh. Tapi gak boleh lebih dari 5" what? Irvan baik banget! Serius deh.

"Betulan? Ok, aku mau 5 ya….." aku mengedipkan mata.

"Iya, mata kucing" ucap Irvan seraya tertawa kecil.

"Mata kucing?" tanyaku dengan heran.

"Gak kok, cepetan ambil bukunya, terus kita makan ya" ajak Irvan.

"Iya, makannya ditraktir kamu lagi kan?" tanyaku.

"Iya bawel"

"Oke deh" Setelah mengambil 5 buku, yang terdiri dari 3 komik dan 2 Novel tebal hihi dan sekarang kami pergi ke satu tempat makan kecil seperti café. Setelah makan, Irvan mengantarku pulang. Dimobil, aku teringat kalau dirumah aku sendirian terus aku menanyakan sesuatu yang bodoh.

"Irvan, bentar malam kamu sibuk?"

"Gak kok, emang kenapa?"

"Aku sendirian dirumah, kalau mau sih, kamu mau gak nginep dirumahku?"

"Boleh sih, tapi gak apa-apa?"

"Iya… Aku takut sendiri, Ayah sama Ibu nginep dirumah saudaranya. Boleh kan?"

"Iya Ritsa, boleh kok"

"Makasih ya…"

"Iya, mobilnya aku taruh dirumah kamu aja ya?"

"Iya sip deh" Irvan pun memarkir mobilnya digarasi rumahku. Entah kenapa, aku merasa memiliki ikatan batin sama Irvan. Walaupun baru hari ini ketemu, tapi seperti aku udah percaya sama dia. Sampai sekarang aku masih bingung, apakah dia teman lamaku apa bukan. Karena, seingatku yang tinggal didepan rumahku kan anak cowok juga dan aku sering main sama dia. Apakah itu emang Irvan?

"Hei! Kenapa melamun? Lamunin aku ya? hihihi" Tanya Irvan seraya mengejek aku. Ternyata mobilnya sudah selesai terparkir.

"Yuk masuk" aku ngajak Irvan masuk. Rumahku kelihatan seperti rumah hantu, gak ada orang sama sekali dan yaaa terlalu besar untukku sendiri. "Kamu mau minum?"

"Ah nggak usah, udah malem, aku udah mau tidur" ucap Irvan. Aku melihat jam, dan pasti saja, sudah pukul 11.30. Aku pun menyuruh Irvan menunggu diruang tamu selagi aku ganti baju.

"Eh van, kamu gak ganti baju?" tanyaku ke Irvan.

"Eh, iya juga ya.. Aku mau ambil dulu…" dan tiba-tiba Guntur berbunyi. Aku, sangat, takut, Guntur. Dan secara refleks, aku berteriak. "Eh, Ritsa, ada apa?"

"A…Aku…takut Guntur…" ucapku tersedu-sedu, walaupun kekenak-kanakan, tapi inilah aku. "Kalau mau ketawa juga gak apa-apa, tapi beneran aku takut"

"Gak apa-apa, Rit. Aku gak bakal ketawa, aku ngerti kok, yaudah aku temenin kamu ke kamar kamu mau gak? Aku tunggu diluar kok" ajak Irvan.

"I..iya" ucapku singkat. Shock. Kalau Guntur gini biasanya aku langsung meluk mama. Atau kalau ada Dizza sih, dia yang jadi tumpuanku… Tapi sekarang udah beda… Aku sudah selesai ganti baju, dan begitu kubuka pintu kamar, kulihat Irvan sudah tertidur pulas di sofa disamping kamarku. Gak tega liat dia kedinginan, aku mengambilkan dia selimut. Lalu aku masuk kembali ke kamar.

Pagi, cerah banget. Sekarang jam 05.30, pintuku diketuk.

"Iya, yaaah. Tunggu bentar" eh tunggu, kalau gak salah Ayah kan lagi dirumah om.. Lah terus siapa? Aku membuka pintu, dan disitu terlihat seorang cowok cakep sedang berdiri memegang selimut.

"Selamat pagi, Putri Tidur. Makasih selimut nya" ia memberiku selimut yang semalam aku pakaikan. Dan Irvan terlihat rapi. Pasti sudah mandi.

"Iya sama-sama van… Udah mandi ya?" aku bertanya.

"Ya iyalah, sekarang giliran kamu yang mandi. Aku tunggu, kita sama-sama berangkat." ucap Irvan.

"Iya, iya, tunggu ya…"

20 menit berlalu. Aku sudah siap. Irvan sudah menunggu didalam mobilnya. Aku langsung masuk saja.

"Eh Rit"

"Iya?"

"Orang tua kamu kemana?"

"Katanya ke rumah om&tante"

"Hmmm" Kemudian sunyi lah mobil ini sekali lagi. 5 menit dimobil, akhirnya kami sampai.