PAINTING WITH MY CAMERA

CHAPTER 1

Author: Chaceu

Disclamer:

Semua karakter di dalam cerita ini adalah murni imajinasi dari author dan bukan karakter yang sesungguhnya. Nama-nama artis yang tertera hanyalah pinjaman semata. so don't bashing dan flaming, this only fiction.

Rated: 15+

Cast:

Kim Soo Hyun as Park Soo Hyun

Ham Eun Jung as Ham Eun Jung

Park Shin Hye as Park Shin Hye

Ahn Seo Hyun as Park Seo Yoon

Jung Yong Hwa as Jung Yong Hwa


Sepasang namja dan yeoja sedang berjalan menyusuri pinggiran jalan di daerah Intewon.

"Noona, kenapa harus aku yang mengantar mu sih? Kenapa kau tidak minta antar Yong Hwa hyung saja. Cuaca di luar begitu dingin, kau tahukan aku paling benci dingin." Keluh Soo Hyun yang sedang berjalan bersama kakak perempuanya sambil merapatkan jaket dan syal tebalnya karena cuaca yang begitu dingin.

"Aish...kau ini, aku kan Cuma minta diantar ke supermarket bukannya ke ujung dunia. Sudah jangan mengeluh terus! Lagi pula siapa suruh kau menghabiskan persediaan makanan selama sebulan." Kakaknya Shin Hye melotot menatap Soo Hyun yang masih memasang ekspresi kesal.

Soo Hyun dan Shin Hye berhenti menunggu lampu merah untuk menyebrang jalan, tiba-tiba saja Shin Hye ditabrak dari belakang oleh seorang namja yang kemudian mengambil tas yang di pegangnya.

"Yaa! Dia mengambil tas ku. Soo Hyun-ah kenapa kau diam saja cepat kejar dia! Kau ini lemot sekali sih!" Shin Hye memukul-mukul bahu dongsaengnya panik.

"Tapi kalau aku berlari akan tambah dingin." Jawab Soo Hyun enggan sambil merapatkan jaketnya.

"Yaa! Noona mu ini sedang kecopetan kau malah memikirkan dingin. Palli, kejar dia atau kau tidak mendapat jatah makan malam untuk hari ini." Teriak Shin Hye kesal sambil mengancam.

"Baiklah akan aku kejar." Ucap Soo Hyun dengan nada malas.

Akhirnya Soo Hyun pun mengejar pria yang mencopet tas kakaknya itu. Pencopet itu ternyata berlari dengan sangat cepat, padahal Soo Hyun sudah mengerahkan tenaga untuk menyusulnya. Tapi masih saja tidak bisa menyusul pencopet itu.

"Berhenti, pencuri...!" Teriak Soo Hyun berusaha menghentikan pencuri itu.

Tapi si pencuri tidak mau berhenti dan malah mempercepat larinya.

Saat kejar-kejaran berlangsung, tiba-tiba saja seorang yeoja yang berada didepan si pencuri menjegal kaki si pencuri hingga dia jatuh tersungkur. Si pencuri itu berusaha untuk kembali kabur tetapi gadis itu menarik kerahnya hingga dia tertarik kebelakang. Saat si pencuri berusaha memukul si gadis langsung menangkis pukulannya. Si pencuri itu berniat untuk melawan kembali tapi langsung terpental kebelakang karena gadis itu melancarkan tendangan taekwondo pada si pencuri. Tendangan itu sangat keras yang mengakibatkan pencuri itu sedikit sempoyongan dan semaput.

Soo Hyun yang melihat kejadian itu hanya memandang kagum pada gadis yang sudah menghajar si pencuri. Gadis itu langsung memungut tas tangan berwarna pink milik kakak Soo Hyun dan memandang kearah Soo Hyun.

"Apa ini tas milik mu?" tanya gadis itu sambil menyodorkan tas tangan itu.

"Nee." Jawab Soo Hyun sambil mengambil tas itu. dia masih memandang si gadis dengan pandangan kagum.

Gadis itu mengerutkan alis bingung, aneh juga karena seorang pria memakai tas tangan perempuan dengan warna pink.

Melihat ekspresi gadis itu Soo Hyun pun cepat-cepat berkata.

"Eh...kau jangan salah sangka, tas itu milik noona ku bukan milik ku." Elak Soo Hyun buru-buru sambil menggerakan kedua tangannya menyangkal.

Si gadis hanya tersenyum saat melihat tingkah Soo Hyun.

Pada saat bersamaan datanglah dua orang polisi setempat bersama dengan Shin Hye kakaknya. Kedua polisi langsung meringkus pencuri itu yang masih terkapar tidak berdaya akibat tendangan keras si gadis.

"Soo Hyun-ah, apa kau mendapatkan tas ku kembali? Apa uangnya masih utuh, terus bagamana tas ku, tidak rusak kan?" Tanya Shin Hye beruntun menghampiri Soo Hyun.

"Noona! aku itu habis mengejar pencuri bukannya khawatir pada ku kau malah menghawatirkan tas butut mu ini." Jawab Soo Hyun kesal sambil memberikan tas milik kakaknya itu.

"Yaa! Tas ini pemberian Yong Hwa tau. Tapi hebat juga kau, berhasil menghajar pencuri itu sampai babak belur." Ucap Shin Hye menepuk bahu adiknya bangga.

"Sebenarnya sih aku di bantu oleh dia ..." Soo Hyun melirik ke arah gadis tadi. Tapi ternyata gadis itu sudah pergi entah kemana.

"Loh, kemana gadis itu?" Soo Hyun melirik kiri kanan mencari keberadaan si gadis sambil menggaruk kepalanya heran. Perasaan tadi dia disini, pikir Soo Hyun dalam hati.

Sementara Shin Hye hanya berkonsentrasi memeriksa tasnya takut kalau ada yang hilang. Setelah memeriksa semua isi tasnya Shin Hye menatap Soo Hyun heran, melihat dongsaengnya yang kebingungan.

"Kau mencari siapa? Pencuri tadi sudah ditangkap oleh polisi."

"Bukan pencuri itu, aku mencari seorang gadis dia berambut pendek bermata tajam dan cukup cantik." Ucap Soo Hyun masih terus mencari.

"Aku tidak melihat seorang gadis disini kecuali aku, mungkin gadis cantik yang kau maksud itu aku kali." Jawab Shin Hye narsis dengan cengiran bercanda. Soalnya rambut Shin Hye juga dipotong pendek dengan gaya bop (gaya rambut di Heartstrings).

Soo Hyun berjengit mendengar perkataan noonanya itu.

"Huff... malang nian nasib ku punya noona seperti mu ." Soo Hyun mendesah sambil menggeleng.

"Maksud mu aku tidak cantik begitu...!" Shin Hye menggeplak kepala Soo Hyun kesal.

"Aigo!... sakit tau." Soo Hyun mengelus-ngelus kepalanya yang sakit.

"Makannya jangan berani-beraninya pada ku." Shin Hye melotot pada Soo Hyun.

"Ech, jam berapa sekarang...? Kyaa... ini sudah hampir malam Seo Yoon pasti sudah pulang dari sekolah. Kita bahkan belum sempat ke supermarket membeli bahan makanan untuk makan malam. Bagaimana ini bibi Kim kan sedang cuti." Shin Hye berteriak panik saat melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 malam.

"Yasudah beli makanan siap saji saja." Usul Soo Hyun enteng.

"Makanan siap saji itu belum tentu sehat."

"Tapi lebih enak dari pada masakan mu."

Shin Hye memukul kepala Soo Hyun lagi dengan keras.

"Apeuda! kalau kau memukul ku terus aku bisa jadi pabo tau."

"Tampa aku memukul pun, kau memang sudah pabo."

Shin Hye dan Soo Hyun pun akhirnya tetap pergi kesupermarket dan membeli segala kebutuhan dengan terburu-buru.


Sebuah taksi berhenti di kawasan perumahan elit di pinggir kota Seoul. Dibelakang kursi penumpang, duduk seorang gadis memakai kacamata hitam memperhatikan sekitar perumahan yang kebanyakan berarsitektur modern itu.

"Apa benar ini alamatnya Ajushi?" tanya gadis itu pada supir taksi.

"Nee, agashi bisa cek sendiri biar lebih jelasnya." Jawab si supir taksi meyakinkan.

"Kelihatannya memang benar, soalnya papan nama keluarganya bertuliskan keluarga Park. Gamsahamnida..." Ujar si gadis sambil memberikan uang tip pada supir taksi itu.

Gadis itu keluar dari taksi sambil mengeluarkan koper dan satu tas jinjing besar. Dia berjalan kedepan pintu gerbang kediaman keluarga Park dan memencet bel beberapa kali.

"Nuguseyo?" tanya seseorang dari speakerphone.

"Anyeonghaseo, apa ini kediaman keluarga Park In Wook?" tanya gadis itu sedikit heran dengan orang yang bersuara di balik speaker. Soalnya suara itu terdengar seperti suara anak kecil tapi dengan nada orang dewasa.

"Iya benar, anda siapa ya dan ada perlu apa?" tanya suara dari seberang.

"Saya salah seorang kerabat dari Park In Wook."

"Tapi saya tidak mengenal anda sebelumnya."

"Kalau begitu bisakah anda keluar sebentar untuk menemui saya. Saya membawakan sebuah titipan dari Park In Wook untuk anak-anaknya. Kalau tidak salah namanya Park Shin Hye, Park Soo Hyun dan Park Seo Yoon."

Tidak terdengar jawaban atau pun suara dari sebrang sana. Gadis itu berniat untuk memencet bel kembali tapi mengurungkan niatnya ketika pintu gerbang mulai terbuka dan keluarlah sosok seorang anak perempuan yang manis dengan bola mata besar.

"Benarkah kau membawa titipan dari Appa?" tanya anak perempuan manis itu dengan bersemangat.

Gadis itu terkejut ketika dia menyadari bahwa yang tadi berbicara denganya adalah seorang anak perempuan berusia sekitar 8 tahun.


~Kediaman keluarga Park~

Kediaman keluarga Park In Wook adalah sebuah rumah berarsitektur modern bertingkat tiga di daerah permukiman elit kota Seoul. Tuan Park In Wook adalah seorang fotografer profesional yang namanya telah terkenal di dunia photografi. Dia sering sekali bepergian keluar negeri untuk menyelenggarakan pameran atau pun melakukan pemotretan. Karena kesibukannya dia sering kali meninggalkan keluarganya di Seoul.

Keluarga Park terdiri dari Park Shin Hye sebagai putri tertua (25) seorang staylist di majalah fashion Korea, Park Soo Hyun dongsaeng (18) seorang siswa kelas 3 SMA seni rupa dia berbakat dalam membuat masalah, Park Seo Yoon sebagai maknae putri kecil berusia 8 tahun yang sedikit cuek dan terkadang lebih dewasa dari kakak-kakaknya. Sedangkan nyonya Park sendiri telah lama meninggal setelah melahirkan Seo Yoon.

Kini ayah mereka sedang berada di Amerika untuk sebuah pemotretan majalah Voyage dan baru akan pulang setelah sebulan kedepan. Sehingga di rumah hanya tinggallah mereka bertiga dan beberapa pembantu yang datang pada siang hari.

"Kami pulang... Seo Yoon apa kau sudah pulang?"Shin Hye melepas sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah kemudian berjalan ke ruang tengah mencari Seo Yoon.

Dia tidak menyadari sebuah sepatu asing yang disimpan di rak penyimpanan sepatu di sebelah sepatunya. Sementara itu Soo Hyun berada dibelakangnya membawa dua kantung besar barang belanjaan. Dia terlihat sangat kerepotan membawa jinjingan yang berat itu.

"Aku sudah pulang Onnie." Jawab Seo Yoon dari jauh entah dari ruangan mana.

"Noona kau bisa bantu aku tidak, berat sekali nih." Keluh Soo Hyun di belakang Shin Hye.

"Kau kan lelaki, seharusnya kau lebih kuat dong jangan lemah begitu. Seo Yoon kau dimana?"

"Aku di dapur Onnie." Jawab Seo Yoon sekali lagi.

"Tunggu wangi apa ini, seperti wangi masakan. Uumm... iya ini wangi masakan, Noona apa Seo Yoon memasak?" Soo Hyun menaruh belanjaannya dilantai dan mengendus-ngendus hingga hidungnya kembang kempis.

"Iya, wanginya seperti sundubu jjigae (sup tahu pedas) aku ingat masih ada sisa bahan untuk membuat sundubu Jigae di kulkas. Tapi mana mungkin Seo Yoon memasak sundubu jjigae itukan masakan yang rumit dia kan baru berumur 8 tahun." Ucap Shin Hye heran.

"Betul juga, noona saja sudah setua ini tidak bisa memasak sundubu jjigae. Bagaimana mungkin maknae kita itu bisa. Itu tidak mungkin." Soo Hyun berpikir sambil menggeleng-gelengkan kepala. Yang dibalas oleh delikan dan desisan dari Shin Hye (ular kali berdesis).

Shin Hye adalah seorang koki yang buruk, masakan yang dibuatnya selalu saja bermasalah kalau tidak keasinan, pasti kemanisan, terkadang juga gosong dan tidak enak bentuknya.

Karena penasaran mereka berdua pun segera pergi kedapur untuk memeriksa keadaan Yesung dan asal wangi masakan itu.

Saat Soo Hyun dan Shin Hye masuk ke dapur mereka melihat seorang gadis asing yang sedang mengaduk isi panci yang mengepul diatas kompor. Sementara itu Seo Yoon berada di samping si gadis memegang mangkuk dan sendok dengan mata yang fokus memandang isi panci. Sepertinya Seo Yoon sangat kelaparan dan tidak sabar untuk makan.

Gadis itu tersenyum saat melihat kedatangan Shin Hye dan Soo Hyun lalu berkata.

"Kalian sudah pulang ya." Ucapnya seakan sudah kenal lama.

"Siapa kau?" tanya Shin Hye heran melihat orang asing yang berada di rumahnya.

"Onnie, bolehkah kita makan sekarang? Perut ku sudah lapar." tanya Seo Yoon polos pada gadis itu menyela pertanyaan Shin Hye.

"Tentu saja, Sekarang kau bersiaplah di meja makan." Ucap si gadis asing sambil mengecek kembali masakannya.

Shin Hye masih berdiri mematung bersama Soo Hyun.

"Kalian juga boleh bersiap di meja makan kok." Ucap gadis itu tanpa melihat dan fokus pada masakannya.

Karena perut Soo Hyun berbunyi, akhirnya dia memutuskan untuk duduk di meja makan. Melihat kedua adiknya yang sudah duduk Shin Hye pun ikut untuk duduk.

Beberapa menit kemudian di meja makan sudah tersedia sepanci besar sundubu jjigae bersama dengan beberapa tumis sayur dan Kimchi lobak.

Gadis itu menuangkan sup untuk Seo Yoon dan sepotong kimchi lobak pada mangkuk nasinya.

Soo Hyun dan Shin Hye saling berpandangan heran. Mereka masih bertanya-tanya siapa sebenarnya gadis ini. Saat memperhatikan gadis dihadapannya Soo Hyun seperti baru menyadari sesuatu.

"Bukankah kau gadis yang menghajar pencuri tadi?" Ucap Soo Hyun keras membuat semuanya kaget.

"Oo, kau pria yang memakai tas pink itu ya." Ujar gadis itu seakan baru menyadarinya juga.

"Yaa... sudah ku bilang tas itu milik Noona ku bukan milik ku." Sangkal Soo Hyun.

"Soo Hyun-ah kau mengenalnya?" tanya Shin Hye masih dengan ekspresi bingung.

"Tidak sih, tapi dia yang tadi membantu menghajar pencuri tadi siang." Jelas Soo Hyun.

"Jinjja (benarkah)?" jawab Shin Hye tidak percaya. Karena mana mungkin gadis berbadan kecil dihadapannya ini bisa menghajar pria berbadan besar seperti pencuri tadi siang.

"Oiya, aku sampai lupa memperkenalkan diri." Gadis itu lalu berdiri dari kursinya dan membusurkan badan.

"Anyeonghaseo... Ham Eun Jung imnida. Aku adalah keluarga baru kalian." Ujar gadis itu sambil tersenyum penuh semangat.

"Mwo?" Jawab Soo Hyun dan Shin Hye berbarengan. Shin Hye sampai tersedak dan Soo Hyun sampai menyenggol gelas berisi air di sampingnya. Sementara Seo Yoon bersikap tidak peduli dan terus melanjutkan makannya.

"Memangnya ayah kalian tidak memberi tahu kalian?" Eun Jung menatap heran dengan ekpresi terkejut mereka.

to be continued


Fanfic eunjung pertama yang aku post disini
sempet udah aku share d fb dan blog ku dan responny lumayan.

semoga begitu juga disini...

silahkan review ya bagi yang sempet singgah disini, review mu sangat berarti loch buat kelanjutan cerita ini...

~chaceu~