DISCLAIMER: Ojamajo Doremi © Toei Animation, 1999-2004. Tidak ada keuntungan komersial sepeserpun yang saya dapatkan dari fic ini.

Catatan Author: Yippe! Akhirnya saya mempublish fic keempat dari 'Ojamajo's Life Series', hehehe... \(^o^)/

Di chapter pertama ini, mungkin ceritanya akan hampir sama dengan yang ada di 'Doremi's Life' chapter 2 (secara chapter yang satu ini juga bercerita tentang pertengkaran Doremi dan Hazuki karena masalah kelinci saat mereka masih di TK), tapi tentunya, kali ini dilihat dari sudut pandang Hazuki (nggak. Maksudnya bukan pake POV Hazuki, hanya difokuskan ke Hazuki – jadi ribet jelasinnya. Pokoknya baca saja ya?).

Summary: Fic keempat dari seri fanfiksi 'Ojamajo's Life'. Bagaimanakah Hazuki menjalani kehidupannya, mulai dari masa kecilnya, persahabatannya dengan Doremi dan yang lainnya, perjalanan cintanya dengan Masaru, juga perjuangannya meraih cita-cita? Temukan jawabannya disini.


Hazuki's Life

.

Chapter 1 – The Rabbit, the Song, the Violin and My Best Friend


"Makan yang banyak ya, Usa-chan..."

Seorang gadis kecil berkacamata sedang menyuapi seekor anak kelinci putih dengan sebatang wortel. Terlihat bahwa gadis kecil itu sangat menyayangi anak kelinci yang dipanggilnya dengan sebutan 'Usa-chan' tersebut.

"Kalau kamu banyak makan wortel, kamu akan punya mata yang sehat dan tidak perlu pakai kacamata sepertiku," gadis itu tersenyum, "Aku sayang kamu, Usa-chan."

"Hazuki-chan, ayo kita pulang."

Gadis kecil berambut panjang itu menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya, seorang gadis kecil lain yang juga merupakan murid dari TK Sonatine, tempat mereka berada sekarang.

"Ah, Doremi-chan," sahut Hazuki, "Maaf ya, kelihatannya aku tidak bisa ikut pulang bersamamu dan Nanako-chan hari ini, karena aku ingin memberi makan Usa-chan dulu. Tidak apa-apa kan?"

"Begitu ya? Baiklah, tidak apa-apa kok." Doremi tersenyum, "Kalau begitu, aku dan Nanako-chan pulang duluan ya? Bye bye!"

"Mata ashita ne?" balas Hazuki. Ia lalu mengalihkan perhatiannya lagi kepada anak kelinci yang sedang diberinya makan.

Hazuki memang sangat menyayangi anak kelinci putih yang dipelihara di sekolahnya tersebut, karena itulah, hampir setiap hari ia memberi makan kelinci itu dan mengajaknya bermain.

"Ne, Usa-chan, kalau nanti ada yang usil padamu, kamu bilang sama aku ya, siapa orangnya," ujar Hazuki kepada anak kelinci yang berada di depannya, "Aku pasti akan memarahi dia, siapapun orangnya. Kamu jangan takut ya?"

Setelah lama bermain dengan kelinci itu, Hazuki lalu memutuskan untuk pulang ke rumahnya...

.

Beberapa hari kemudian...

"Kyaaa! Siapa yang melakukannya?" teriak Hazuki ketika ia menyadari bahwa seseorang telah mencoret wajah anak kelinci kesayangannya itu dengan menggunakan spidol. Ia berlari kearah taman sekolah tempat sekelompok murid lain sedang bermain perosotan dan palang kubus. Ada pula seorang gadis kecil yang juga berkacamata seperti Hazuki yang hanya duduk saja disana.

Pada awalnya, tidak ada seorang pun yang mengaku atau mengatakan siapa pelakunya, sampai kemudian gadis berkacamata yang hanya duduk diam disana berkata, "Aku melihatnya! Doremi-chan yang melakukannya!"

Orang yang dimaksud, Doremi, hanya bisa terkaget-kaget mengetahui bahwa seseorang melihat apa yang ia lakukan terhadap kelinci itu. Ia tidak bisa mengelak bahwa dialah yang mencoret wajah anak kelinci itu.

Dengan marah, Hazuki mendekati Doremi dan berkata, "Kamu ini! Kasihan kan, Usa-chan."

Hazuki yang merasa sangat menyayangi kelinci yang dipegangnya itu menangis, "Usa-chan... kawaiso..."

"Hazuki-chan, jangan nangis..." ujar Doremi yang menyesali perbuatannya dan ikut menangis, "Gomen... gomen nasai..."

Setelah mereka berdua berhenti menangis, Hazuki akhirnya memaafkan Doremi juga.

Doremi memang sahabat terbaik Hazuki sejak mereka bersekolah di TK Sonatine. Apalagi, kapanpun Hazuki punya masalah, sebisa mungkin Doremi akan membantunya memecahkan masalah tersebut (atau setidaknya, mencoba menghilangkan rasa sedih yang dialaminya saat mengalami masalah, yang juga dapat membuatnya berpikir lebih jernih dalam memecahkan masalah yang dihadapinya itu), dan tentang masalah kelinci tadi, Hazuki berpikir bahwa Doremi pasti punya alasan khusus mengapa dia mencoret wajah anak kelinci itu.

'Mudah-mudahan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi...' pikir Hazuki, 'Aku tidak mau lagi bertengkar dengan Doremi-chan. Dia sahabat terbaikku...'

.

Beberapa hari setelah 'insiden wajah anak kelinci' terjadi...

"Mama, biarkan aku pergi ke sekolah..."

"Tidak, Hazuki-chan. Kau sedang sakit. Kau tidak boleh masuk sekolah hari ini. Kau harus istirahat."

"Tapi, Usa-chan..."

"Di sekolahmu kan ada para sensei dan teman-temanmu yang akan menjaga Usa-chan," Nyonya Reiko terus saja meyakinkan anaknya, "Hazuki-chan, kau tenang saja ya? Mama yakin kalau mereka akan menjaga Usa-chan dengan baik, jadi kau jangan khawatir."

"Sou..." sahut Hazuki ragu, "Baiklah. Mudah-mudahan mama benar. Aku takut terjadi apa-apa dengan Usa-chan."

Dalam hati ia berkata, 'Mudah-mudahan Doremi-chan dan yang lainnya benar-benar menjaga Usa-chan dengan baik. Aku punya firasat kalau... aku tidak akan bisa bertemu dengan Usa-chan lagi...'

Selama beberapa hari, Hazuki beristirahat di rumahnya dan tidak masuk sekolah, dan saat itu pula, sesuatu terjadi dan membuktikan kalau firasat Hazuki benar. Ia tidak akan bisa lagi bertemu dengan kelinci itu untuk selama-lamanya. Kelinci itu mati.

Pada awalnya, Hazuki tidak mengetahui hal tersebut. Doremi berkata bahwa kelinci itu dijemput oleh ibunya, dan Hazuki sempat mempercayai hal itu sampai pada akhirnya ia menemukan makam anak kelinci itu secara tidak sengaja.

Hazuki merasa kecewa kepada Doremi karena telah membohonginya dan menutup-nutupi apa yang sebenarnya terjadi. Ia juga merasa kecewa karena tidak ada seorangpun yang bisa melindungi dan menyelamatkan anak kelinci itu sehingga dapat dimangsa begitu saja oleh anjing liar yang akhirnya membuatnya mati.

Hazuki berteriak, "Kenapa kau berbohong padaku? Doremi-chan... aku nggak percaya. Ternyata kamu tukang bohong! Doremi-chan no baka!"

Doremi yang merasa sangat bersalah kemudian berlari menuju ruang musik, sementara Hazuki memasuki ruang kelas dengan ditemani oleh beberapa teman sekelas mereka.

Nanako dan Masaru yang tahu betul mengenai sebab Doremi tidak memberitahu tentang kematian anak kelinci itu kepada Hazuki lalu menghampirinya di dalam kelas dan memberitahu Hazuki tentang semuanya.

"Hazuki-chan, Doremi-chan melakukannya karena ia tidak ingin melihatmu bersedih," ujar Nanako.

"Eh?" Hazuki terkejut.

"Hontou da yo," sahut Masaru dengan polosnya, "Sebenarnya..."

Nanako dan Masaru menjelaskan semuanya kepada Hazuki, yang kemudian menyadari kalau sebenarnya, Doremi melakukan itu hanya untuk menjaga perasaannya saja.

'Doremi-chan, ternyata kau menutupi itu semua agar aku tidak merasa sedih? Maafkan aku, Doremi-chan... Maafkan aku... Kau berusaha supaya aku tidak merasa sedih dengan kepergian Usa-chan, tapi aku malah menuduhmu yang tidak-tidak. Aku benar-benar harus meminta maaf padamu.'

Hazuki lalu bergegas menyusul Doremi ke ruang musik dengan membawa sebuah biola kecil miliknya. Dia menghampiri Doremi yang sedang bermain piano sambil bersedih.

"Gomen nasai," kata Hazuki. Doremi menoleh.

"Doremi-chan, gomen nasai," ulang Hazuki.

"Hazuki-chan..."

"Masaru-kun sudah cerita semuanya padaku. Maafkan aku karena sudah menuduhmu yang tidak-tidak..."

Doremi lalu menekan sebuah tuts piano dengan senang. Ia tersenyum dan berkata, "Daijoubu yo. Aku tidak marah padamu, Hazuki-chan. Kau tidak perlu minta maaf."

'Yokatta. Doremi-chan tidak marah padaku,' pikir Hazuki yang akhirnya juga tersenyum, "Arigatou."

Ia kemudian memulai pembicaraan lain, "Ah, aku dengar-dengar... Doremi-chan belajar main piano ya?"

"Ya... sedikit. Okasan yang mengajariku," jawab Doremi sambil tersipu.

"Kebetulan... aku juga sedang belajar main biola," ujar Hazuki, "Bagaimana kalau kita mainkan lagu 'Akatonbo' sama-sama?"

Doremi mengangguk, kemudian mereka memainkan lagu 'Akatonbo' bersama-sama. Mereka tidak tahu, bahwa teman-teman sekelas mereka mengintip mereka dari pintu ruang musik, tersenyum melihat Doremi dan Hazuki yang memainkan lagu itu dengan baik.

.

Kelinci itu memang kelinci kesayanganku, dan aku memang merasa kehilangan...

Tapi, lagu yang kumainkan kali ini membuatku sadar bahwa aku seharusnya merasa beruntung.

Bukan hanya karena hari ini aku menyadari kalau aku suka dengan biola yang kumainkan...

Tapi ini juga karena aku memainkannya dengan sahabat terbaikku.

.

To Be Continued

.


Catatan Author: Akhirnya chapter yang satu ini selesai juga... #sigh

Yang pasti, saya nggak mau komentar banyak tentang chapter yang satu ini. Kayaknya saya sudah memberikan banyak komentar tentang apa yang terjadi di chapter ini di 'Doremi's Life' chapter 2, jadi saya nggak mau lagi memberikan komentar ulang, hehehe... XP

Chapter berikutnya akan menceritakan tentang hari valentine Hazuki dan Masaru saat mereka bersekolah di TK Sonatine dan di SD Misora (kelas 1 dan 2). Pokoknya pantengin terus ya?

Well then, it's time for RnR! ^^