DISCLAIMER: Masashi Kishimoto pastinya. Tapi FF ini tentu milik gue

Rated: T semi M :D

Pair: Miyabi & Naruto dkk. Dan juga MinaKushi & akatsuki.

Warning(S): GAJE, OOC, OC, AU, TYPO, DE EL EL

Met Reading Friends :D


Malam itu adalah malam yang sepi dan dingin. Lampu jalanan terang benderang menerangi kegelapan. Terkadang org ngeronda kesana kemari. Angin berhembus kencang. Bulan dan bintang sudah memudar. Disini,author galau...#ditampar readers.

Back to the story...

Ceritanya, seorang wanita berlari lari seperti dikejar seseorang. Emang dia lagi dikejar. Dikejar oleh sutradara sendiri. Kenapa? Karena dia kabur dari pekerjaannya sebagai model di website orang dewasa. Akhirnya setelah lama berlari, dia berhenti di sebuah rumah dengan dinding bewarna kuning. Di sebelah rumah itu ada gang. Gang itu tidak terlalu sempit. Tidak apalah. Yang penting dia bisa istirahat sekaligus bersembunyi. Akhirnya dia tidur di gang itu.

~000~

Pagi yang cerah membuat Naruto Namikaze bersemangat. Bahkan disuruh buang sampah di gang sebelah rumahnya pun dia mau. Cuma, katanya dia lagi hepi aja. Mimpi indah gitu. Dia bermimpi ada seorang wanita menginap di rumahnya.

Saat itu, kedua ortu Naruto pergi bentar. Ada urusan katanya. Kedua ortunya akan memberi oleh-oleh kalau dia membereskan rumah. Akhirnya dia membereskan juga rumahnya dimulai dari menyapu, mengepel, mencuci piring, de el el.

Akhirnya semua sudah di bereskan. Tinggal membuang sampah di tempat sampah yang berada di gang sebelah rumahnya. Diangkutnya sampah itu keluar. Saat ingin membuang sampah, dia melihat sosok yang tergeletak di samping tong sampah yang besar. Perlahan Naruto mendekatinya. Dan dia kaget. Ada seorang wanita cantik tertidur di sini. Naruto sangat senang sekali ada yang menemaninya di rumah. Diam-diam, Naruto membawa gadis itu ke rumahnya.

~000~

Gadis itu terbangun. Dia ada di dalam sebuah rumah yang rapi. Dia heran kenapa dia disini. Gadis itu membuka matanya perlahan. Yang benar saja, ada Naruto di sampingnya.

" AAHH! Siapa Kau?~"

" Tenang, aku tidak menyakitimu. Aku tadi membawamu kesini. Em, siapa namamu? Aku Naruto!"

" Aku..Miyabi alias Maria Ozawa."

" AAAAAAAAAAAAAAHHHHH!"

Naruto kaget. Baru pertama kali dia berjumpa langsung dengan artis sexy pujaannya.

" Mi...Mi...Miyabi?"

" Iya. Salam kenal, Naruto-san."

GLEK! Naruto menelan ludahnya. Yang benar saja. Cewek bohay seperti Miyabi datang ke rumahnya.

" Em, lebih baik kau mandi dan ganti baju dulu deh."

" Iya, tapi aku... lupa membawa uang dan pakaian."

" Tenang. Kau bisa pakai baju ibuku yang tak terpakai, tapi masih bagus. Akan kutunjukkan padamu."

Naruto akhirnya ngacir ke gudang. Mencari baju ibunya. Setelah itu, dia mendapat baju kaos warna putih dan celana jeans. Juga pakaian dalam. Lalu mengambil handuk miliknya. Akhirnya Naruto memberikan baju" dan handuk itu pada Miyabi.

" Nih, mandilah. Kamar mandinya ada di dekat dapur. Sebelah kulkas. Mengerti kan?"

" Iya, Naruto-san. Thanks."

" Doishitashimashite."

Miyabi akhirnya pergi ke kamar mandi yang ditunjuk Naruto. Setelah beberapa lama, Miyabi keluar dari kamar mandi dengan memakai baju yang diberi Naruto. Naruto melongo sendiri. Cantik, sexy, dan ntahlah. Entah apa lagi yang harus di bilang untuk wanita ini. Naruto terus melihatnya. Hingga Miyabi sadar kalau sudah dilihatin.

" Hem? Ada apa, Naruto-san?"

" Hah? Eh! Nggak. Gak ada apa2."

" Oh. Nih, handuknya."

" Erh, i...iya."

Miyabi tersenyum manis di hadapan Naruto. Uuuuh, mimpi apa Naruto semalam ya?

TIN! TIN! TIN!

Suara klakson mobil Minato Namikaze terdengar nyaring. Waduh! Naruto harus cepat2 sebelum ortunya mempergoki Miyabi. Tapi sayang, terlambat sudah. Minato dan Kushina sudah masuk ke rumah. Minato dan Kushina kaget setengah mati karna ada cewek di rumah mereka.

" AAAHHH! NARUTOO! JANGAN BILANG KALAU KAU...!" Kushina marah besar.

" Kaa-san~! Kaa-san salah paham! Bukan berarti aku..."

" Kalau tidak, siapa wanita itu, Naruto?Mana pake baju ibu segala lagi!"

" Ah, dia...dia..."

Naruto gelagapan. Tapi Miyabi dengan polosnya menjawab.

" Saya Maria Ozawa atau disebut Miyabi. Salam kenal. Orangtuanya Naruto, ya?"

" UUAAAPPPAAAA?" jerit MinaKushi.

MinaKushi sempat kaget. Minato kena serangan jantung, Kushina pingsan kena penyakit asma. Naruto jedutin kepalanya ke dinding karena kebodohan Miyabi. Memang, mereka tak menyangka kalau artis sexy seperti Miyabi datang kesini.

" Da...Darimana...kau...bisa bertemu...Miyabi? Hah?" tanya Kushina gelagapan ke Naruto. Takut kalau Minato bakal pindah ke sisi Miyabi.

" Di gang sebelah. Dekat tong sampah. Aku ketemu pas lagi buang sampah."

Lagi-lagi MinaKushi kaget. Hadeh, Naruto beruntung sekali hari ini.

" Erm, Miyabi-san. Silakan cerita lebih detail pada kami. Kenapa kau bisa kesini!" pinta Minato.

" Baik, aku ceritakan pada kalian kenapa aku bisa kesini."

~000~

FLASHBACK

" APA? KAU MAU MENGUNDURKAN DIRI?" seorang pria dengan gaya bos mafia berteriak pada Miyabi alias Maria Ozawa.

" Iya. Aku mau berhenti jadi model."

" Ke..kenapa?"

" Aku sadar. Hal seperti ini adalah hal yang tidak boleh kulakukan. Aku mau mengundurkan diri."

" TIDAK! TIDAK BISA! KAU SUDAH DISUKAI OLEH PENGGEMARMU!"

" Aku tidak mau!"

Miyabi yang melihat jendela lebar yang terbuka sepenuhnya, kabur dari situ. Sang bos kaget dan menyuruh bawahannya mengejar Miyabi.

" TANGKAP DIA! JANGAN SAMPAI LOLOS!"

Para bawahan lelaki itu mengejar Miyabi yang sudah lari. Sayang, saat Miyabi berlari, dia di tembak oleh salah satu anak buah pria itu. Meleset memang. Tapi tetap terkena di bagian bahunya. Sambil menahan rasa sakit, Miyabi tetap berlari kabur dari mereka.

FLASHBACK OFF

~000~

Minato, Kushina, dan Naruto mendengar cerita dari Miyabi dengan seksama. Rupanya Miyabi kabur dari pekerjaannya. Kasihan juga melihat Miyabi seperti itu.

" Jadi seperti itu ceritanya?" tanya Naruto.

" Iya."

" Gimana nih, Kaa-san? Tou-san? Apa Miyabi boleh tinggal disini?" tanya Naruto yang membuat ortunya kembali kaget.

" Em.. Bagaimana menurutmu, Kushina?"

" Ya, gak apa-apa kalau dia tinggal disini asal tak berbuat macam-macam."

" Tapi kita harus cari nama pengganti supaya Miyabi tidak ketahuan. Aku kasihan melihatnya."

Semua diam. Diam, Hening*sama aja* dan tak ada suara. Kushina tiba-tiba berkata. Seperti menemukan ide.

" Aku Tau!"

" Apa?"

" Bagaimana kalau Maria Uzumaki? Hm? Bagus kan?" usul Kushina.

Minato dan Naruto: Sweatdroped.

" Mungkin bagus. Tapi dilihat dari mata Miyabi saja sudah tau mereka kalau dia adalah Miyabi."

" Pakai softlens! Bagaimana?"

" Ide bagus, Naru-chan! Nah, lalu baju2nya sudah ada di kamar kita satu lagi. Gak repot kan?"

" Kamar siapa?"

" Kamarnya Karin, Naru-chan!"

" Oh, iya ya."

"Kalau kita sekolahkan di sekolahmu bagaimana, Naru-chan?"

" Boleh juga, Tou-san!"

" Ya sudah. Berarti semua sudah lengkap."

" Tunggu! Gimana dengan lukanya?"

Kembali lagi, trio Namikaze diam. Hadewh, kenapa gak dari tadi mikirinnya?

" Kalau sola itu, kita sembuhkan dulu. Masih apa perban kan di kotak P3K?" tanya Kushina.

" Ide bagus, Kaa-san!"

" Nah, Miyabi-san. Bagaimana dengan usul kami? Setujukah dikau?"

Miyabi berpikir. Awalnya mereka tidak mengerti apa yang trio Namikaze gaje itu bicarakan. Tapi setelah berpikir lama-lama, dia menyetujuinya dengan anggukan pelan. Anggukan pelan itu disoraki dengan nada bahagia trio Namikaze. Akhirnya ada anggota baru di rumah ini.

" Nah, Naru-chan. Tunjukkan dimana kamar yang akan dia tempati. Kaa-san mau beli softlens dulu."

" Tou-san juga harus pergi untuk mendaftarkan Maria-san di sekolah."

" Oke, Kaa-san! Ayo, Maria-san. Sini kutunjukkan kamarmu!"

Naruto menarik tangan Miyabi menuju kamar Karin(ceritanya Karin udah nikah ma Suigetsu).

NOTE: Kali ini kita coret nama Miyabi dengan sebutan Maria. Oke?

~000~

Sesampai di kamar, Maria berterimakasih banyak sekali hingga Naruto harus gelagapan untuk menjawabnya.

" Aku sangat berterimakasih, Naruto-san. Aku sangat berterimakasih."

" I..iya. Nanti panggil saja mereka Tou-san dan Kaa-san. Tidak apa-apa kok."

" Baik. Terima kasih..."

" I..iya iya."

Naruto segera keluar dari kamar Kairn yang sekarang menjadi kamar Maria. Sementara Maria sendiri sangat bahagia karena telah ditolong oleh keluarga Namikaze ini. Berkali-kali dia ucapkan terima kasih di hatinya. Karena kebahagiannya sudah memuncak.

Malam harinya, Minato memberi buku pelajaran, buku tulis, tas sekolah dan baju sekolah untuk Maria. Kushina memberikan softlens warna coklat. Naruto gak ngasih apa-apa. Cuma sebuah mangkok ramen instan. Maria sangat senang. Bahagia karena baru pertama kali ini dia rasakan.

~000~

Hari pertama Maria sekolah. Dan juga hari pertama dia memulai hidup baru dengan nama Maria Uzumaki. Dia sudah mengganti bajunya dengan seragam sekolah yang Minato berikan semalam. Rambutnya digerai dan jepitan rambut bewarna biru sudah dia pakai. Matanya sudah dilengkapi dengan softlens warna coklat. Lukanya juga dia perban. Rok mini sudah. Tas dan buku-bukunya juga sudah siap. Tak hanya itu, sepatu milik Karin dia pakai. Minato dan Kushina katanya sudah izin ke Karin dengan cara menelpon. Karin memperbolehkan. Dan untung Minato seorang guru di sekolah KonohaGakuen itu. Sesekali dia mematut dirinya di cermin. Cantik. Itu yang dia pikirkan.

" MARIA! AYO SARAPAN! TOU-SAN DAN KAA-SAN SUDAH MENUNGGU!" suara cempreng Naruto mengagetkan Maria yang matut diri di cermin.

" Iya, Naruto-san! Aku kesana!"

Maria keluar dari kamarnya. Naruto melongo melihat Maria yang memakai seragam sekolahnya. Tubuhnya yang tetep "WOOWW!" itu dipandangi Naruto.

" Ergh, ayo turun! Kita makan dulu."

" Iya."

Maria turun dan mendekati Naruto. Saat sampai di meja makan, malah Minato yang melongo gaje. Ya iya, siapa yang gak kagum dengan seksinya tubuh Maria itu coba? Selama Minato terus melongo, Kushina yang sudah ber-deathglare menatap Minato kejam dan penuh kekesalan. Minato yang sadar langsung menutup mukanya dengan koran. Pura-pura baca. Kushina yang sudah marah semarah-marahnya layak Godzilla mengamuk karena gak di kasih permen(?) dilerai Naruto agar sabar. Ingat, bro. Yang sabar dapat pahala. XD

~000~

Setelah makan, Maria memakai sepatunya. Naruto sudah menunggu daritadi. Tapi tak apalah. Sabar, bro. Setelah Maria memakai sepatunya, Minato yang sudah di dalam mobil sejak awal memanggil 2 bocah itu*Apaan gue anak bocah, Heh? Author jelek!*.

" Naruto! Maria! Ayo masuk mobil! Nanti terlambat!"

" Iya, Tou-san! Kaa-san, aku ke sekolah dulu!"

" Aku juga, Kaa-san!"

" Iya, hati-hati ya!"

Naruto dan Maria segera masuk mobil. Setelah mobil itu melaju, Kushina berkata dalam hati.

" Awas,ya Minato! Kalau kau melakukan hal tak senonoh, akan kupancung kau!"

TBC

~000~


TRAILER TO CHAP 2:

Sasuke menjadi salting di depan Miyabi/Maria. Miyabi sendiri juga bingung, kenapa tiap kali dia menungging, Sasuke blushing gak karuan. Sebenarnya apa yang terjadi?


Wah, gaje abis brow. Maklum, ff pertama. Mohon RnR ya. :D