TADAIMA *teriak pake toa masjid*

Ada yang rindu sama Ryu gak?, , oh ya, gomen atas terlambatnya chappy pertama, soalnya Ryu banyak tugas jadi gak sempat bikin..

Sekali lagi gomen..

Oh ya Ryu mau nanya, mungkin ini gak penting buat minna, hanya saja rasanya ini sangat penting buat Ryu

Menurut kalian, Ryu itu cocok bikin fict bergenre crime dan hurt/comfort apa gak?

Soalnya pas Ryu bikin fict yang bergenre seperti itu, entah kenapa dak ada yang suka... salahnya dimana ya? Please di jawab

oke, mari kita buka fict aneh bin gaje milik author yang masih newbie ini dengan kalimat "I love Ryu#plak YAOI". Happy reading minna..

Cinderella versi YAOI

Namikaze Ryu-sa is a fujoshi © Masashi Kishimoto

Genre : romance and humor

Pair : SasuNaru, NejiGaa, ShikaKiba, Itakyuu (main pair), NaruHina, slight SasoDei, ShinoSai, KakaIru, ItaSasu

Rated : T

Dont like

Dont read just press back

"Bagaimana?" tanya Naruto untuk kesekian kalinya, terlihat sangat gusar tampak dari sikapnya yang sedari tadi seperti cacing kepanasan. Bahkan sofa orange mahal milik Kyuubi yang terkenal sangat nyaman dan lembut tidak dapat membuat Naruto tenang.

"Belum" Kyuubi menghela napas menghadapi pertanyaan yang begitu menohok hati kecilnya. Bagaimana bisa seorang Namikaze Kyuubi yang terkenal dan diakui bahkan sudah mempunyai sertifikat rumah ehh sertifikat pengakuan dari 5 negara bagian yang menyatakan bahwa ia seorang king of devil yang selalu mempunyai ide yang super briliant (baca : gila).

Iris mata ruby miliknya memandang gelisah jam tangan paris mahalnya. Membuat Naruto yang sedari tadi ikut berpikir mengernyitkan dahinya bingung. "kenapa dengan Kyuu?, apa lagi PMS ya" batin Naruto.

Ceklek

Terdengar suara kenop pintu diputar diikuti dengan suara lengkingan khas cewek-cewek membahana di dalam kamar milik Kyuubi.

"Rubah tua" *Ino*

"Naru-chan" *Sakura*

"Permisi" *Hinata*

Teriak mereka dengan tidak berperi ke-telinga-an, membuat sang empu nama mendelik kesal kearah mereka.

"Kalian..." geram Kyuubi dengan nada direndahkan seoktaf, membuat bulu kuduk siapa saja yang tidak terbiasa dengan nada bicara yang terkesan mengintimidasi khas Kyuubi akan meremang seketika. Namun, itu hanya berlaku pada orang lain, bukan pada mereka. Apalagi ...

"Ayolah Kyuu-chan, apa salahnya kami melihat pertemuan kalian?" bujuk Sakura yang sudah mengobrak-abrik barang yang ada di kamar Kyuubi tanpa izin.

"Tentu sa-"

"Sudahlah, biarkan saja" potong Gaara cepat, mengindahkan tatapan protes Naruto yang memotong perkataannya tanpa izin terlebih darinya.

"Apa maksudmu Gaara, buat apa kau membawa mereka ke markas kita, atau jangan-jangan .." Naruto menutup mulutnya yang membuka dengan sempurnanya, begitu terkejut dengan pemikiran yang baru saja muncul di otak lemotnya itu *dirasengan shuriken Naruto*.

"Apa maksudmu jeruk?" tanya Kyuubi kesal tidak mengerti arah pembicaraan diantara NaruGaa itu. Entah perasaan atau memang benar kalau author yang satu ini memang sangat senang membuatnya seperti orang bodoh.

"Maksudnya kalau mereka itu Mmmmpphhhh"

"Maksudnya kami hanya ingin bersilaturahmi sesama Fujoshi dan Fudanshi, begitu kan .to" ucap Sakura tersenyum devil nan mematikan sambil membekap mulut Naruto dengan kekuatan supernya. Hampir membuat tulang Naruto retak *A: mau loe apain uke gue*. Sementara Naruto menganggukkan kepalanya lemah.

"Oh" Kyuubi ber-oh ria, tidak menyadari seringai lebar yang samar-samar tercetak di bibir merah cherry Ino. "Gotcha" batin Ino. Mungkin suatu saat ia akan berterimakasih kepada sang author yang sudah bersedia membuat Kyuubi Namikaze bersifat polos (baca : bodoh) dalam fict ini.

"Bagaimana dengan rencana itu, kalian sudah mendapatkannya bukan?" tanya Gaara yang langsung menancap tepat sasaran mengenai ulu hati Kyuubi, membuatnya semakin terpuruk dalam jurang yang bernama lost idea.

"Belum" desah Naruto pasrah, tidak berani menatap wajah Gaara yang kecewa.

"Jangan murung begitu Kyuu-ni, kalau ada masalah kita bisa mendiskusikannya kan" ucap Ino menenangkan kakak satu-satunya itu. Membuat semua orang kecuali Ino dan Kyuubi merasakan firasat buruk akan mendatangi mereka. "yeah, the evil fujo come into the darkness" *bener gak ya tulisannya*

"Terima kasih" balas Kyuubi yang entah sadar atau tidak sadar tersenyum manis kearah Ino yang notabene adalah musuhnya. Makin membuat orang di sekitar mereka kecuali Ino dan Kyuubi merasakan firasat buruk. Seakan-akan perkataan Kyuubi barusan adalah pertanda kiamat akan segera datang.

"Ne, Kyuu tadi ..."

"Tersenyum" gumam Gaara masih tidak percaya pada penglihatannya. "kalau besok pagi masih ada, aku berjanji tidak akan kabur memeriksa mataku" batin Gaara berdoa gaje.

"Memangnya kenapa?" tanya Kyuubi lengkap dengan tampang polosnya.

CROT

"Kyuubi !" teriak (Sakura, Hinata dan Ino, Kiba dan Gaara) sambil memencet hidung masing-masing mencoba mencegah aliran darah yang sudah siap meluncur kapan saja, meskipun tidak pernah dan tidak akan berhasil.

"Naik satu tingkat ya" gumam Naruto yang entah kapan authorpun tidak tahu telah selesai menuliskan sebuah diagram di papan besar dekat meja belajarnya, dengan foto Kyuubi terpampang di atasnya.

"Apa itu?" tanya Ino bingung, menatap rangkaian garis-garis diagram aneh yang ditulis Naruto.

"Ini adalah diagram dampak dari senyuman maut yang ditimbulkan Kyuu-ni, sepertinya jurus Kyuu-ni semakin hebat" puji Naruto tersenyum bangga kearah sang kakak, membuat darah yang sempat terhenti kembali mengalir deras. "Naruto dan Kyuubi sama saja" batin mereka serempak sambil memencet hidung mereka (lagi).

Skip time

"Bagaimana dengan ini?"

Naruto menggelengkan kepalanya, "Terlalu berlebihan" jawabnya.

"Ah, yang ini..."

"Tidak" potong Kyuubi cepat, tidak ingin mendengar ide tidak jelas Kiba.

"Aku kan belum mengatakannya" protes Kiba menggembungkan pipi chubbynya.

"Tanpa kau mengatakannya juga aku pasti akan tahu isi pikiranmu itu doggy" balas Kyuubi dengan seringai menghiasi wajah tannya itu, semakin membuat Kiba menggembungkan pipinya, sekilas tampak seperti ikan gembung didalam aquarium milik sang author.

"Jadi sekarang bagaimana?, sudah 5 jam kita disini dan tidak ada dari kalian semua yang mempunyai ide bagus" erang Naruto frustasi, menjambak rambut pirangnya yang sedari tadi memang sudah acak-acakan. Bagaimana tidak, kalau temannya sesama fudanshi dan fujoshi sedari tadi hanya bermain-main dan sekan-akan tidak serius berfikir.

"Kami juga tidak tahu Naruto" desah Gaara ikut-ikutan pasrah.

"Oh Kami-sama, aku akan melakukan apa saja asalkan kau memberiku ide" ucap Kyuubi berdoa ria. Diikuti dengan suara petir menggelegar di luar rumah, menambah kesan dramatis.

JDUAAAARRR

"Keren, lagi kak" pinta Naruto error yang langsung mendapat tatapan otak-loe-dimana? dari teman-temannya.

"Apaan tuh" gumam Kiba merinding. Firasatnya seakan menyuruhnya untuk menjauh dari sini.

"Itu pertanda bagus, kalau doa kita akan terkabul" jawab Kyuubi benar-benar error. "kebalik bodoh" batin Gaara sweetdrop.

"Tapi bukannya ..."

PRANG

"Ittai, apaan tuh?" keluh Naruto memegang dahinya yang baru saja berciuman dengan benda tidak diketahui nama, gender dan alamatnya itu.

"Wah, ini kan" pekik Kiba kaget. Iris coklatnya melebar dengan sempurna bahkan tangannya yang memegang benda asing itu bergetar hebat.

"Apaan tuh?" tanya mereka serempak.

"Cuma pesan botol kok" balas Kiba enteng yang mendapatkan jitakan gratis dari Sakura.

"Ittai Sakura" Kiba mengelus kepalanya yang tampak sedikit membenjol.

"Kau ini, aku ki..."

"Sakura, baca ini!" teriak Ino memanggil sohibnya, wajah tannya tampak berseri-seri menandakan bahwa isi dari benda itu sangatlah menarik.

Baca

Baca

Baca

Naruto mengernyitkan dahinya ketika melihat dengan jelas seringai yang semakin lama terkembang dengan jelasnya di wajah manis kedua gadis itu. "Apa sebegitu bagusnya?" batin Naruto mulai bertanya-tanya.

"Ne Ino, apa pikiranmu sama denganku?" tanya Sakura menatap intens kearah Naruto yang menatap mereka balik dengan pandangan bingung dan risih.

"Well, I love yaoi" gumam Ino ikut menyeringai.

Skip time (lagi)

"Apa!" teriak Kyuubi dengan tidak elitnya.

"Bisakah kau diam sebentar dan mengecilkan volume suaramu itu, kau membuat telingaku budeg Gaara" protes Sakura mulai kesal dengan tingkah Gaara yang menurutnya terlalu berlebihan. Padahal ia baru saja mengatakan setengah dari rencana briliantnya, ia sudah di protes seperti itu.

"Bagaimana bisa aku tidak tinggal diam kalau rencana kalian berat sebelah" balas Gaara tidak mau kalah pada sepupunya itu.

"Tidak kok"

"Ya"

"Tidak"

"Ya"

"Bisakah kalian diam, kalian membuatku pusing" teriak Kyuubi emosi. Kalau fict ini bersetting ninja Konoha, bisa dipastikan kalau sekarang Kyuubi sudah memiliki 9 ekor yang bergerak liar.

"A..ano, daripada bertengkar bagaimana kalau kita undi saja" ucap Hinata yang sedari tadi menjadi penonton, mencoba melerai pertengkaran teman-temannya.

"Kau benar Hinata-chan, kau memang pacar yang pintar" puji Naruto sambil memeluk erat Hinata senang sehingga tidak sadar bahwa sang empu sudah pingsan sedari tadi karena pingsan atau terkejut author pun tidak tahu dan tidak mau tahu. *sweetdrop*

"Baiklah, Ino lawan mereka" teriak Sakura memberi dukungan penuh kearah Ino yang sekarang sedang mempersiapkan handgunnya. Tidak jauh berbeda dengan Kyuubi yang sekarang sedang menyiapkan pistol AK-47 yang ia curi dari Hiruma kemarin, kapten dari football Deimon. (?)

3 (Kyuubi dan Ino mempersiapkan diri)

2 (suasana hening, tidak ada yang berani melewatkan detik detik penentuan nasib mereka)

1 ( mereka menarik napas panjang, bahkan Hinata sudah pingsan untuk kedua kalinya)

"Kau siap pig" tanya Kyuubi meremehkan.

"Hn, aku tidak takut denganmu rubah tua" balas Ino dengan seringai menakutkan.

"Baiklah, gunting batu kertas"

Hening

"Huwa, aku menang" teriak Ino kegirangan langsung berpelukan ala teletubies dengan Sakura dan hinata *yang sudah bangun dari pingsannya.

"Tidak" teriak Kyuubi dengan lebaynya.

Di tempat lain

"Apa tidak apa-apa" tanya seorang lelaki misterius memandang partnernya yang sedang berchatting ria.

"Maksudmu?" tanyanya balik. Meskipun tatapan matanya masih kearah handphone buntutnya.

"Kau tau kan, kalau Kyuubi sama mengetahui kalau pesan botol itu kita yang mengirimnya, kita bisa dibunuh" jelasnya yang langsung mendapat helaan napas panjang dari sang partner.

"Tidak apa-apa, ayo kita pulang"

"Hn" jawabnya sebelum menghilang dalam kegelapan.

Tbc

Isi pesan botol...

PENGUMUMAN

kalian tahu gak tradisi di sekolah tercinta kita ini?

YAP..

PARTY

Dan sesuai dengan tradisi kita tahun lalu, kami selaku panitia Osis akan mengadakan pesta dansa. Dengan syarat sebagai berikut:

Harus membawa pasangan.

Memakai baju dansa ala Eropa lengkap dengan topeng pesta

Demikianlah beberapa syarat dari kami. Terima kasih.

N.B:

Diwajibkan hadir kalau kalian tidak mau dibunuh oleh ketua Osis, Sabaku no Sasori

Gimana dengan fict Ryu yang ini..

Hmm, berbeda dengan curhatan Uke, kali ini Ryu mau bikin Fujoshi yang menang *berhubung Ryu juga Fujoshi*, terus kalau Uke?, tentu saja mau bikin sedikit menderita..

Hahahaha *ketawa devil*

Review ya, soalnya Ryu sedikit bingung mau dikemanain nih alur cerita..

Akhirul kalam, jaa-ne