Salam Kenal...

"Oda Sensei, mohon maaf izin pake tokoh one piecenya..." memohon izin sembari membungkukkan badan.

BRAAAKKK!

Suara pintu dibanting itu membuat seisi ruangan yang sedang hikmat menyantap makanan mereka menatap Luffy marah.

Yah, pelaku si tukang banting sembarangan itu siapa lagi kalo bukan 'SI BODOH LUFFY' batin semuanya.

"Luffy..." teriak Nami Kesal.

Luffy yang diteriaki tak menyahut dia Cuma memasang tampang BODOHNYA yang tak pernah berubah.

Namun seketika raut wajah Luffy yang kini sedang memandang Nami jadi berubah. Wajah Polosnya makin terlihat Lucu, Sedikit senyum tersungging. Tapi tatapannya serius.

Semua mata tertuju pada si Kapten.

"Nami..." ucap Luffy agak keras.

Makin serius Luffy menatap Nami.

"Aku Mau..." Lanjut Luffy, tapi dengan ucapan yang sedikit ragu. Dia memandang sekeliling. 'ngapain nih pada liatin aku seperti itu' batin Luffy.

Dasar Luffy yang tak tau apa yang ia lakukan tadi telah mengundang semua perhatian padanya apalagi saat dia mulai mengatakan sesuatu yang mungkin bikin semua yang ada disana jadi... curiga..

Nami menatap Luffy tajam. Hhhh. Desah Nami dalam hati. 'Jangan sampai dia mengatakan hal-hal yang makin membuat dia terlihat makin BODOH'.

"Hm..." Luffy menggantung ucapannya. Menggaruk dagunya yang tidak gatal. "kenapa kalian semua melihatku".

Semua terbelalak. Usop melihat tingkah Luffy sejak tadi sembari menggigit daging yang ada di piringnya jadi sewot.

"KAU SENDIRI YANG BIKIN KITA SEMUA MEMANDANG ANEH KEPADA ORANG YANG MEMANG ANEH SEPERTI DIRIMU ITU" teriak Usop kesal.

"Argh... Kalian menguping aja" keluh Luffy.

"KAMI TIDAK MENGUPING, BAKA. JELAS-JELAS KAULAH YANG BICARA KERAS DISINI" Teriak semua yang ada diruangan itu minus Nami dan Robin.

PLETAAAAKKK...

Sendok sayur mendarat dikepala Luffy. Cowok itu terkapar dengan suksesnya dilantai.

Nami sang pelaku melotot kearah Luffy dengan sendok sayur di tangan kanan dan tangan kirinya berada di pinggang.

Luffy berusaha berdiri. Di kepalanya kini telah nangkring mahkota bertingkat tiga akibat benturan keras sendok sayur yang nami gunakan tadi.

"Kenapa Kau memukulku?" tanya Luffy sedih dengan mulut manyun.

Nami sedikit merasa menyesal dengan perlakuan kasarnya pada sang Kapten itu.

"Habis kamunya kenapa tiba-tiba datang membuat kerusuhan dan teriak-teriak ga jelas gitu" ucap Nami agak melunak.

Nami menatap Luffy. Luffy yang diam mendengar ucapan Nami tersenyum kecil. DEG.. 'ya ampun, senyum itu' Nami terpana dengan senyuman Luffy yang polos. 'tak ada yang menandingi senyuman yang termanis itu di dunia ini' batin Nami. Seketika Nami merasakan hangat yang menjalar ditubuhnya.

Luffy masih diam. Semua yang tadi memperhatikan Navigator dan Kapten mereka itu melanjutkan kegiatan makan mereka. Tak menghiraukan lagi apa yang akan terjadi pada kedua orang itu. 'sudah biasa keadaan ini' batin mereka bersamaan.

Robin melirik sang Kapten. Ada yang menarik yang pasti mau di ucapkan oleh sang Kapten. Zoro yang melihat gelagat Robin mendekati cewek itu.

"sepertinya ada yang kau pikirkan, Robin" ucap zoro yang duduk disamping Robin dan mencomot roti yang ada dipiring Chopper.

Chopper langsung histeris. "MANA ROTIKU" celigak celinguk mencari sang roti yang sudah sukses berada di mulut zoro.

"ZO..RO... mengapa kau ambil rotiku" teriak Chopper. "Kembalikan...!" dengan emosi yang meledak Chopper menarik roti yang separuh berada di mulut Zoro dan separuh diluarnya itu. Terjadi saling tarik menarik antara zoro dan chopper.

Usop yang kasian melihat Chopper 'aku bantu kau Chopper karena kau terlalu kecil untuk melawan sang pendekar pedang yang berdarah dingin itu' batin Usop.

Terjadilah tarik menarik roti yang dilakoni oleh Chopper cs Usop VS Zoro. Yang lain Cuma cuek melihat kejadian kedua yang lebih biasa dari kejadian Nami dan Luffy.

Keadaan Ruang Makan makin semarak, akh... entahlah ini disebut semarak atau malah seperti kacau balau.

Sungguh suasana yang aneh yang ada disana.

Robin dan Franky yang dengan cueknya masih menikmati makanannya.

Sanji yang berada didapur sedang membuatkan teh untuk teman-temannya.

Usop yang sedang menarik kaki Chopper yang tangannya menarik roti yang ada di mulut Zoro, Zoro pun sedang berusaha tetap mempertahankan roti yang sudah setengah dimulutnya.

Luffy dan Nami yang entah sedang apa. Lho? Bukannya Nami dan Luffy sedang...

Nami memandang Luffy yang lagi-lagi diam. 'nih anak mau ngomong apa coba? Dari tadi ga ngomong lagi' batin Nami. Tiba-tiba timbul kekhawatiran dalam pikiran Nami. 'jangan-jangan?'

Nami teringat beberapa malam yang lalu. Dia dan Luffy. Seketika wajahnya sudah menjadi merah semerah buat tomat yang paling matang mengingat akan hal itu.

"Nami..." teriak Luffy lagi. Mengagetkan Nami yang sedang melamun menerawang jauh.

Nami melotot pada Luffy.

"APA YANG INGIN KAU KATAKAN, BAKA? DARI TADI KAU CUMA MEMANGGIL NAMAKU SAJA" Nami memekik ditelinga Luffy. Luffy langsung mengidap penyakit tiba-tiba-budek-gara-gara-suara-cemprengmu-nami.

Luffy hanya menatap Nami. 'lagi-lagi kau pasang tampang innocent gitu' batin Nami menyesali. Sungguh tak bisa menahan gejolak jantungnya yang berdegub kencang. 'plis, luffy! Jangan pasang tampang begitu. Aku makin ga kuat liatnya. Membuat aku jadi makin tak berdaya'

Nami yang berusaha menenangkan dirinya itu balas menatap Luffy.

"Aku mau itu lagi dari kamu...Aku suka kau melakukan itu padaku" ucap Luffy akhirnya. Wajahnya memerah. Luffy tertunduk.

"Eeehhh?" Nami kaget dengan ucapan Luffy. Walau pelan ia pasti tau bahwa semua diruangan ini pasti mendengar ucapan Luffy. Terbukti karena Robin dan Franky yang asyik makan serta Usop, Chopper dan Zoro yang sedang berebut roti tiba-tiba berhenti dan menoleh kearah Luffy juga Nami.

"apa kau bilang tadi?" tanya Nami seolah tak jelas mendengar ucapan Luffy barusan.

"Waktu itu kau melakukan itu padaku, aku mau lagi dong! Soalnya aku jadi ..."

Belum selesai Luffy bicara. Mulutnya sudah dibekap tangan Nami. Tubuhnya diseret Nami keluar dari ruang makan.

Memang Bukan Luffy namanya kalo tidak membuat semua orang curiga, khawatir dan was-was dengan semua tingkah dan ucapannya yang...

'sudah kuduga dia ini memang bodoh' batin Nami yang sedang berjalan melotot kesal, sambil menyeret tubuh Luffy menuju ke kamarnya. Ga peduli pada kaki Luffy yang berkali-kali menyenggol benda atau memanjang karena nyangkut.

~Lanjut Nanti Yach~

Mohon Reviewnya :D