Disclaimer: The Lying Game © Sara shepard (novel), ABC Family (tv show). I am made no profit from this fanfiction
Note(s): Drabble, plotless, timeline acak. Abaikan saja judulnya, saya lagi kecanduan Lana del Rey u_u.
Prompt: beberapa prompt diambil dari 100-prompts Livejournal

.


Blue Jeans

by Sapphire


.

#1 Chocolate

Emma menemukan sekotak cokelat tergeletak dengan manis di atas tempat tidurnya. Ada secarik kertas tertempel di pembungkus, menuliskan satu huruf: T.

Emma tidak perlu repot-repot menanyakan Thayer mengenai cokelat ini, ia langsung membuka bungkus cokelat sambil memakannya dengan lahap. Ah, Thayer tahu saja bahwa cokelat adalah obat penghilang stres bagi Emma.

.

#2 Smart

"Tidak semua gadis cantik itu bodoh, y'know?" Emma berkata puas setelah melihat Thayer yang terbengong-bengong melihatnya menyelesaikan soal Trigonometri dalam waktu singkat.

Pemuda Rybak itu menyeringai tipis, "Cantik, cerdas, dan seksi. Kombinasi yang jarang." Siulnya.

Emma terbahak, "Kau sedang merayuku?"

Thayer hanya memberikan senyuman karismatik sebagai balasan.

.

#3 Video Game

Thayer berprofesi sebagai pengembang teknologi video game, ia bahkan sudah merancang aplikasi game untuk beberapa perusahaan. Dan itu mengejutkannya sendiri ketika melihat Emma selalu bisa mengalahkannya jika mereka beradu PS3.

Ia hanya bisa membanting controller-nya dengan wajah cemberut sementara Emma tertawa lebar.

.

#4 Heartbeat

Emma tidak pernah mau mengakui hal ini. Bahwa tiap berada di dekat Thayer jantungnya selalu berdetak lebih cepat.

Saat bersama Ethan padahal tidak separah ini. Keluhnya.

.

#5 Stranger

Saat Thayer pertama kali bertemu dengan Emma, ia sama sekali tidak merasa asing. Wajah Emma adalah kopian dari Sutton—sesuatu yang sudah familiar. Tapi setelah menghabiskan waktu beberapa saat lebih banyak, Thayer menyadari bahwa Emma lebih dari sekedar itu. Bahwa kemiripan wajahnya dengan Sutton bukan berarti membuat Thayer mengenalnya.

Emma adalah Sutton versi seribu kali lebih baik.

Dan walau asing, Thayer ingin mengenalnya lebih jauh. Ingin melihat lebih dalam kepribadian gadis itu yang begitu murni.

.

#6 Lies

Hidup Emma penuh dengan kebohongan. Ia sampai merasa sulit untuk harus percaya pada siapa di saat seperti ini—di saat semua orang rasanya hanya melontarkan kebohongan dari mulut mereka.

Tapi ketika Thayer berkata bahwa ia akan selalu ada untuk Emma apapun yang terjadi, Emma percaya. Ia tidak tahu kenapa, tapi ia langsung percaya pada kata-kata itu.

Thayer tidak akan pernah berbohong padanya.

.

#7 Beautiful

"Kau cantik,"

Emma hanya menunduk malu, menyembunyikan rona wajahnya. "Ini milik Sutton," desisnya sambil memainkan ujung gaun itu dengan tidak nyaman.

Thayer tersenyum tipis, "Cocok untukmu,"

Emma selanjutnya memarahi Thayer, mengatakan agar tidak perlu repot-repot memujinya begitu. Thayer merasa kecewa karena tidak bisa membuat Emma mengerti bahwa ia benar-benar cantik. Dengan atau tanpa gaun milik Sutton terbungkus di tubuhnya.

:::

"Whatever happens, I'll be there for you." - Thayer Rybak (1x19)


e n d