R Plan Part 3

"We can't leave the stage yet" - Anonymous

"Jadi, apa yang kau inginkan dariku? Bukankah aku sudah bilang jika aku sudah keluar dari permainan ini?" kata J sambil memperhatikan pemandangan dari bangunan yang berlantai dua itu. Orang yang menemaninya memakan makanan yang dipesannya seraya membalasnya dengan wajah yang tidak terlalu kaget dengan perkataan J, "Kau sudah gagal dalam operasi sebelumnya. Aku tahu ini bukan waktunya untuk berdebat tentang hal seperti itu. Aku hanya menginginkan informasi tentang siapa yang memburu Fujimaru. Aku berhutang nyawa padanya."

"Bukankah Otou-sama yang tahu persis tentang itu?" kata J tanpa memperhatikan lawan bicaranya. Dia kelihatannya bosan. J memesan melon soda sekali lagi ke waitress yang kebetulan berada di dekatnya. "Kau adalah anaknya. Kau pasti mengetahui sesuatu tentang leader organisasi ini." J terdiam lalu melihat ke arah jam tangannya, kemudian dia membawa minumannya, "Aku tidak suka mengulangi perkataanku. Time's over. Ja na, ada urusan yang harus aku lakukan," katanya sambil keluar dari restaurant keluarga itu. Sedangkan lawan bicaranya hanya bisa memandang J yang berjalan menuju tangga.

J sebenarnya tidak ingin berurusan dengan organisasi teroris yang menyerang sekarang. Akan tetapi, dia ingin melihat situasi yang ada. J sebenarnya tidak perlu khawatir jika kepolisian mencari orang yang dia sayangi, Hotaru sekarang menjaga adiknya, Mako, di tempat persembunyian yang lebih aman. Tetapi, dia perlu melihat kekuatan 'Bridge' yang mengancam jiwanya dan adiknya. Sebagai mantan teroris, dia pasti dijadikan sebagai target oleh mereka. Tetapi, menurutnya, jika mereka memang menginginkan J untuk mati, seharusnya mereka menyerang pada waktu Spider beraksi.


J merasa aneh dengan situasi yang ada. Mengapa hanya Fujimaru dan Otoya yang diburu oleh mereka? Bukankah 'Bridge' hanya membunuh teroris yang gagal menjalankan aksinya? Ini memang bukan pertama kalinya mereka membunuh orang yang tidak berkaitan dengan kepolisian maupun organisasi teroris. Yang menjadi pertanyaan di dalam dirinya sendiri, mengapa mereka tidak memburu dirinya ketika dia berada di tempat publik, seperti di restaurant tadi? Mungkinkah mereka mau memaafkan orang seperti dirinya? 'Hm... Sepertinya situasinya akan menjadi lebih kacau dari apa yang aku perkirakan,' gumamnya.

J ditelpon oleh salah satu anggota dari 'Bridge' sebelumnya. Sebenarnya J mengetahui tentang struktur organisasi itu setelah ayahnya walaupun dia bukanlah pewaris dari organisasi religius yang dipimpin oleh Kamishima sebelumnya. K yang mentalnya sedang tidak stabil mana mungkin bisa mengingat tentang hal ini walaupun K sebenarnya mengetahui tentang segalanya yang berhubungan dengan 'Bridge'.

"Oh, tidak. Hm? Untuk apa aku melakukan hal seperti itu? ... Ok, aku akan segera ke sana, Queen," katanya sambil menutup HPnya yang berwarna hitam itu. Sepertinya mereka merencanakan sesuatu. J memegang revolvernya yang dia sembunyikan. Kemudian dia berjalan menuju kafe terbuka yang berada di sekitar tempat pengeboman sebelumnya.

J disambut oleh waiter yang mengantarkannya ke tempat duduk orang yang menelponnya tadi, Queen. J langsung memesan melon soda lagi. J tidak pernah bosan untuk meminum ini. Kemudian, Queen memulai pembicaraan di siang hari itu, "J, King memintaku untuk menyampaikan pesan ini kepadamu.

'Because you never have any intention to betray us, you are given freedom to move freely as long as you do not involve yourself in this game.'

Hal ini juga berlaku untuk kelompokmu yang telah gagal menjalankan tugasnya untuk menghancurkan divisi anti-teror itu." J tertawa kecil kemudian berkata, "Apa jaminannya jika kalian membebaskanku untuk bergerak? Bukankah kalian memata-mataiku selama ini?" lalu memalingkan wajahnya untuk melihat siapa saja yang berada di lokasi itu.

Queen menutup matanya perlahan kemudian membukanya dan menjawab pertanyaan J itu dengan mimik wajah yang tidak berubah, "J, kami melakukan hal ini karena kami harus memastikan kau berada di pihak yang mana. Kami tidak ingin melakukan kesalahan dalam eksekusi kali ini." J kemudian meminum melon soda yang diberikan oleh pelayan, "Aku bahkan harus menyamar sebagai seorang cosplayer yang sedang cross-dressing untuk bergerak menghindari kecurigaan dari pihak kepolisian. Setidaknya kalian beritahu alasan kalian untuk tidak menghukumku dan menghukum adikku." Wajah Queen tiba-tiba berubah, "Bukankah sudah aku katakan bahwa kau tidak ada hubungannya dengan game ini? Sama halnya dengan K yang -." J memotong kalimatnya dengan tawanya, "Yang aku maksud adik laki-lakiku, Otoya. Mengapa kalian memburunya?"

Queen kemudian mengambil tote bag kesayangannya kemudian berdiri, "Hanya itu yang bisa aku beritahu padamu. Selanjutnya, terserah padamu untuk memilih netral atau memilih salah satu pihak dalam permainan ini, J. Aku tidak memiliki wewenang untuk memberitahukan detailnya padamu yang telah gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang teroris. Aku hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh King." Queen pun melangkahkan kakinya ke mobil yang telah menunggunya di pinggir jalan. J hanya terdiam dengan melihat Queen yang berjalan menjauhinya. J pun akhirnya mengerti. Dia menarik kesimpulan bahwa mereka akan melenyapkan siapa pun yang mencoba untuk memasuki area 'Bridge', tanpa memandang siapa pun dia, termasuk pemerintahan. Dia pun memutuskan untuk mengambil langkah ekstrim atau orang-orang yang dia sayangi akan meninggalkannya. Yang lebih parah lagi, dia kehilangan seluruhnya. Tentunya itu akan menghancurkan perhitungannya yang sudah dibuat sebelumnya...


"Well, hanya ini yang bisa aku curi dari pemerintahan," kata J sambil menyentuh bom nuklir dan LX-14 sebagai pemicu hulu kendali yang dulunya digunakan untuk oleh teroris untuk melancarkan aksinya. Bom ini disembunyikan oleh pemerintah karena bom ini sangat berbahaya jika digunakan oleh pihak yang ingin menghancurkan kota. Lawan bicaranya tersenyum dengan hasil kerja J yang memuaskan. J melihatnya dengan wajah serius, "Aku memilih untuk memihakmu bukan karena alasan lain. Setidaknya kau menepati janjimu. Bukankah kita berteman sejak lama, King?" Pemuda itu menjawabnya dengan tersenyum, "J, aku selalu menepati janjiku. Kau tahu sendiri kan, aku tidak akan menggunakan senjata ini jika tidak dalam keadaan terdesak atau mereka mengadu domba organisasi teroris dengan kepolisian. Itu adalah janjiku padamu, sebagai seorang pemimpin organisasi ini dan sebagai teman lamamu. Kau pasti sudah menyadari tentang rencana pemerintah itu sendiri, mereka yang membuat senjata ini sementara mereka menyalahkan teroris sebagai penyebab semua kejadian yang terjadi."

J hanya terdiam. Dia hanya ingin menyembunyikan perasaannya di depan King ketika dia mengetahui bahwa ada organisasi khusus yang dibentuk oleh pemerintah yang berencana untuk menggunakan percobaan dengan bom itu dengan cara menghancurkan kota tempat kelahirannya dan melimpahkan kesalahan itu kepada K yang lolos dari perlindungan divisi anti-teror. J tetap berwajah cool dan tersenyum kemudian berkata, "Kalau begitu, kau akan menarik anak buahmu dari Otoya dan Falcon, kan? Setidaknya kita tidak perlu membunuh orang-orang yang hanya dimanfaatkan oleh musuh kita itu." King berpikir sejenak, "Kau benar. Prediksimu juga benar, J, Falcon memakan umpan kita dan Kirishima memerintahkan untuk menangkap anak buah pemerintah yang bobrok itu. Setidaknya organisasi kita tidak perlu untuk membereskan sampah-sampah itu."

J kemudian meminum melon sodanya, "Jadi?" King menjawabnya dengan tersenyum, "Baiklah, J. Kau menang. Aku akan menarik hit-manku sekarang. Tunggu sebentar." King mengeluarkan laptopnya dan memerintahkan seluruh pasukannya untuk kembali ke headquarter untuk menunggu instruksi selanjutnya dari King. Lalu King menggunakan HPnya untuk memerintahkan Queen untuk menjemputnya dengan mobil. King kemudian menelpon para Joker untuk membersihkan seluruh barang bukti yang ada yang mengarah kepada organisasi itu dan memberikan pengecoh yang membuat pihak kepolisian dan divisi anti-teror itu tidak mengira bahwa semua itu hanyalah permainan yang dilakukan oleh King dan J. Sehingga mereka tidak mengira bahwa organisasi ini, 'Bridge' tetap berjalan seperti biasanya tanpa ada kecurigaan dari pihak pemerintah sendiri.

Setelah King menutup teleponnya dan laptopnya, J menanyakan tentang statusnya. King mengatakan bahwa tidak ada yang curiga dengan gerak-geriknya. Bahkan Kirishima tidak mengetahui bahwa J turut berperan dalam pencurian bom nuklir itu. "Setidaknya tidak ada yang mengetahui tentang keberadaan J dan K untuk saat ini," kata King. Kemudian King menambahkan, "Apa kau yakin dengan apa yang kau putuskan, J? Bergabunglah dengan kelompokku. Dengan dirimu sebagai pengisi kekosongan di posisi As karena keputusan pendahulu itu yang terlalu gegabah, yang mengakibatkan pemerintah itu sadar akan keberadaan 'Bridge', aku pikir kita bisa mengatur tempat ini lebih baik daripada pemerintahan yang sekarang. Aku bisa menjamin keamanan adikmu dan dirimu juga, J."

J hanya tersenyum. Dia menolak tawaran itu dengan halus. J sebenarnya ingin menebus dosanya. Akan tetapi, keadaan yang mendesaknya untuk kembali menjadi teroris. "Setidaknya dengan ini, kau berhutang padaku, King. My equation is flawless after all," kata J sambil melihat jam tangan favoritnya. "Sudah waktunya, aku pergi dulu. Sampai berjumpa lagi," kata J dengan menjabat tangan sahabat lamanya. King pun membalasnya dengan pelukan erat. Kemudian King masuk ke dalam mobil sementara J berjalan menuju tempat terjadinya bom terdahulu.


Fujimaru merasa senang karena dia berhasil memecahkan masalah yang dihadapinya. Selain itu, keadaan adiknya, Haruka-chan pun semakin membaik. Otoya yang walaupun sibuk dengan kuliahnya dan kegiatan klubnya, selalu menemani keluarga Takagi setiap hari. Fujimaru akhirnya tidak perlu untuk takut keluar dari rumahnya. Dia pun tidak perlu mendapatkan perlindungan dari Kano-san atau Minami-san. Fujimaru sangat menikmati kegiatannya sebagai pekerja full-time sebagai kasir di supermarket itu. Tetapi yang terpenting adalah keadaan adiknya yang dia sayangi. Pelaku pengeboman sudah tertangkap dan organisasi yang berusaha untuk menghabisi dirinya pun sudah dipenjara sehingga dia tidak perlu untuk menghack komputer manapun. Dia pun tidak perlu untuk memaksakan dirinya untuk bekerja ekstra.

*la la la* Mobile phone milik Fujimaru pun berbunyi ketika dia sedang mandi. Adiknya yang kebetulan berada di kamar Fujimaru mengangkatnya. Kemudian Fujimaru keluar dari kamar mandi dan melihat adiknya yang tertawa ketika menggunakan telepon miliknya. Fujimaru memandang adiknya dan menanyakan siapa yang menelponnya. Lalu Haruka-chan menjawab dengan tertawa, "Dari Kanzaki-san, Kak. Katanya ada hal yang ingin dibicarakan." Wajah Fujimaru mendadak pucat, kemudian meminta adiknya untuk membuatkannya makanan untuk makan malam. Haruka-chan lalu keluar dari kamar menuju ke dapur.

"Konnichiwa, Falcon. Sepertinya Haruka-chan baik-baik saja ya, yokatta," kata J dengan nada setengah mengejek. Fujimaru membalasnya dengan nada serius, "Apa yang kamu inginkan? Kamu sudah tidak memiliki anggota yang mau menuruti perintahmu." J langsung tertawa, "Ah, kamu pikir kamu sudah menangkap seluruh anggota yang berpihak padaku? Kamu itu lucu ya. Yah, setidaknya untuk sekarang, tidak ada ikatan yang membelengguku." Wajah Falcon berubah menjadi orang yang bersemangat, "Aku pasti akan menemukanmu." J membalas perkataan itu dengan wajah serius, "Lebih baik jangan bertindak bodoh untuk sementara, kau itu sungguh merepotkan, tahu? Tapi, jika tidak ada kau, perhitungan yang aku buat akan terlihat membosankan."

"Apa maksudmu?" tanya Fujimaru. "Entahlah, yang jelas, aku akan meninggalkan panggung ini untuk sementara waktu. Sampai ketemu lagi ya? Ja na," jawab J sambil menutup teleponnya. Lalu, dia meminum melon sodanya sambil berjalan menuju bandara.

"It doesn't matter what you choose, as long as you do not regret it in the future" - Anonymous

(Ends.)

**OOT**

Disclaimer: Seluruh kejadian yang ada di fic ini adalah TIDAK NYATA. Jadi mohon jangan diambil hati. Jika ada kejadian yang mirip, itu hanyalah kebetulan belaka. BUKAN FAKTA. Ini hanya FIKSI BELAKA. Sekali lagi, Saya nyatakan ini HANYA FIKSI. Seluruh characters dan property yang lain milik author dari Bloody Monday. Saya tidak berwenang pada seluruh kejadian atau karakter yang lain, Ok?

Thanks to:

Miss Aoi yang udah nyuruh-nyuruh update ni fic.

Author Bloody Monday

Pemerannya J di Bloody Monday versi drama, thanks to you, Narimiya Hiroki-san, I learn how to be evil, lol.

Readers yang sempet-sempetnya baca ni fic.

Arashi and AAA, I listen to their songs to make this fic.