Chalice07 : Wuuuhuuuu! Upcate! Maaf jika update lama, karena pulsa modemku habis plus lagi uang jajan ku di potong gara-gara kakak saya yang ngilangin STNK! Dasar Baka Onii-chan *angry*

? : apa salahku? Itukan hanya kecelakaan.

Chalice07 : kecelakaan?! Sudah berapa banyak barang hilang gara-gara koko ikut Extra futsal?!

BlazingKnight : bener! Gara-gara koko, Blazing dipotong uang jajannya!

? VS CHALICE07 & BLAZINGKNIGHT!

Raven : abaikan tiga saudara yang gak pernah akur mirip tikus,kucing dan anjing (?)

Luna : hasil pollingnya adalah... Tetap sama dengan hasil polling 4!

Azusa :cih!

Akito : *sedang menyimpan sebuah bunga dibelakang badannya (?)*

Chalica : karena authornya sedang berantem dengan kakaknya, aku yang gantikan tugasnya.

Aoi : saya disclaimernya!

Aoki : kalau onee-chan jadi disclaimer, berati aoki Feedbacknya!

Death : Aku warning XD.

Aoki : FEED BACK

To Kaien Aeknard :

Mirip? Maaf chalice07 kaga tahu, plus lagi dia lupa... tapi intinya maaf ya. dan makasih atas reviewnya XD.

.

To TFP-IS-MY-NAME :

Hahahaha, bener. Para chasernya sedang dalam masa kritis alias masa pengurangan anggota, kazuna dan kazusanya lagi hibernasi makanya mereka pergi *aoki dihajar duo kazuna dan kazusa*, kata chalice07 yang penting makasih reviewnya.

.

To Perfect Maid Haruka :

Makasih atas reviewnya ru-chan, hmm... via mobile ya (?) berati sama seperti chalice07, chalice07 akhir-akhir ini juga gak muncul karena dia pakai via mobile juga XD #gaploked karena kaga nyambung, dan keadaan para chaser? Mereka baik-baik saja kok *aoki dihajar Ru*, plus lagi pulsa internet komputernya habis.

Aoi : Disclaimer : Grandchase bukan punya chalice07-sama, chalice07-sama hanya punya alur cerita yang gaje ini dan tambahan properti kaga jelas.

Death : Warning : GaJe ,Kaga nyambung, aneh bin ajaib , Supeeeeer GAJE, OOC menyebar dimana-mana, kesalahan TYPO ada dimana-mana, Kebanyakan OC yang menumpuk.

Chalice07 : sebenarnya sih soal modem bukan salahmu, onni-chan :P, ini gara-gara saya suka memakainya gila-gilaan (?)...

? : *ngegebuk author*

Blazing : dan lagi, soal uang jajan dipotong itu juga bukan salah kakak sih, ini gara-gara Blazing bandel...

? : *ngehajar Blazing* Kalau begitu kenapa salahin koko kalau begitu?! *ngeluarin big Sword*

Blazing dan Chalice : *kabur* gomenansaiii! Koko!

? : *ngejar chalice dan blazing* Berhentiiiiiii!

Ps : jangan anggap serius diatas, tapi ada juga yang harus dianggap serius yaitu modem dan soal STNK

~happy reading~


GRANDCHASE MANSION.

Terlihat semua chaser sedang berbicara di ruang tamu.

"Kazusa da Kazuna sudah pergi... anggota kita berkurang 2 deh..." ucap Amre sedih.

" plus lagi rufus gak kembali sejak di sirkus itu" ucap Lass.

"Geeez... kenapa sih mereka mengikuti bocah itu?!" ucap Sieghart frustasi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

"entahlah... kenapa nanya kekami?" ucap Ley masa bodo.

Azusa dan akito hanya diam seribu bahasa, flea dan Luna diam saja karena kaga tahu apa-apa.

"tapi kenapa bocah itu datang kesini? Apa maunya bocah itu kesini?" tanya Lire.

"entah lah..." ucap dio tidak peduli.


Di lain tempat

Terlihat gadis berambut hijau dan bermata saphire, menggunakan ikatan rambut berbulu, sedang bersin-bersin.

"apa kau baik-baik saja ,karin?" tanya Sora khawatir.

"entahlah... aku merasa ada yang membicarakanku" ucap karin sambil memainkan bola dengan gravitasinya sehingga bola itu terbang (?) "kalau ketemu ada yang membicarakanku maka ku remukan tulangnya" lanjutnya lagi dan bola itu langsung jatuh ditanah dan hancur berkeping-keping.

"...kau menyeramkan sekali... karin..." ucap Sora sambil sweadropped.

"apa kau bilang ,onee-chan?" tanya karin dengan senyum tapi terdapat aura yang menyeramkan dan gravitasi disana berat (?).

"ti,tidak..." Sora berkeringat dingin.


BACK TO MANSION.

Terlihat keadaan disana kembali normal dan anehnya dalam hitungan detik tuh mansion udah kembali dengan sedia kala, entah kenapa bisa dan bagaimana, hanya god only knows.

Diruang tamu terlihat Luna dan Akito sedang berbicara (ehem... *di tebas*)

Di ruang tamu juga, terlihat Flea dan Azusa sedang saling mengejek.

Di training ground, Elesis dan Ronan sedang berlatih.

Halaman belakang mansion,Ryan dan Lire sedang menanam pohon

Di labotarium mari (?), terlihat sieghart mau di otopsi mari yang sedang memegang pisau bedah (?).

Di perpustakaan, Arme dan Lass yang sedang mencari buku sihir ( Author : Laassie~ jangan berbuat hal nakal ya~ / Lass : *blushing* Ba,BAKA! MANA MUNGKIN?! Dan namaku bukan lassie! / Arme : *bingung* hal nakal?)

Di ruang tamu , Zero yang sedang berbicara dengan Grandark dan Nina yang sedang melukis zero.

Di dapur, Ley dan Dio sedang memasak...

Aaah... semuanya kembali normal cuman terasa ganjal karena kazusa dan kazuna tidak ada disana, kalau ada disana pasti tuh mansion kembali ribut apalagi ditambah akito dan azusa pasti tuh mansion jadi abu arang (?)...


DI MANSION DEATH.

Di sebuah ruang tamu terlihat death yang entah ngapain tapi dia intinya megang topi beretnya dan logo topi beretnya (yang icon tengkorak itu), dan Lie yang sedang tidur di sofa.

"Deaaaath-samaaaa" Alice datang ke death yang sedang memegang topinya.

"lho? Alice?"

"alice, kau berisik banget!" ucap Lie marah karena tidurnya diganggu gara-gara teriakan Alice.

"hieeee?! Maaf, Lie-chan... Alice minta maaf" ucap alice sambil bersujud.

"... bawakan aku teh hijau..." perintah Lie.

"O-Oke" ucap Alice dan pergi kedapur.

"..."

"..."

"..."

"...oi, death. Kau ngapain megang logo tengkorak itu?" tanya Lie sambil tetap tiduran di sofa dan tengkurap.

"...hihihi... sangat menyebalkan..." balas death tidak jelas sambil ketawa mirip kuntilanak ketemu cowo ganteng *di tebas*.

"?"

"Lie... kau adalah pecobaan ku ke 3 yang berhasil bukan?"

"ya,death. Diantara hasil eksperimen mu , cuman ada 6 yang berhasilkan? (kasihan amat, selalu gagal *di tebas*) " seringai Lie.

"benar... dan yang sangat menyebalkan adalah 2 manusia buatanku yang sudah menghianatin ku... PEMBUATNYA! dan lagi mereka berpihak pada musuh... Cih, dasar hasil manusia buatan (mirip Zero , ingat bukan robot tapi manusia yang dibuat!) yang menyebalkan! Mentang-mentang aku membuat mereka bisa punya perasaan! Bisa seenaknya menghianati ku! "

"lalu?"

"kau tidak bertanya kenapa setiap hasil eksperimenku yang selalu berhasil itu kukasih tato tengkorak dengan tulisan Death dibawah tato tersebut"

"iya,ya... kenapa kau kasih tato ini?" tanya Lie dan membuka lengan bajunya dan terlihat di lengan nya terdapat tato hitam bergambar tengkorak, bermata merah dan tulisan merah darah.

"hahahaha! Untuk menghalangin penghianat!" tawa death senang.

"hoo..."

"baiklah... waktunya telah tiba, saatnya mengaktifkan tato tersebut" seringai death dan memegang mata tengkorak di beretnya.

Dan terdapat cahaya hitam menyilaukan (?).


Back To Mansion.

Azusa dan Akito terjatuh dilantai dan mengerang kesakitan di bagian dada mereka, dan tangan mereka yang ditutupin sarung tangan, bersinar kehitaman.

"A,Azusa?! A,akito?! Kalian baik-baik saja?!" teriak khawatir Luna.

"UGHHH!" erang kesakitan azusa dan akito bersamaan, mereka memegang keras dada mereka.

'jangan... bilang... death... mengakftivkannya!' pikir Flea kaget.

Zero dan Nina kaget apa yang terjadi pada Azusa dan Akito.

"UGH... aku... kaga nyangka secepat... i...ni..." Erang kesakitan Azusa.

Zero,Nina dan Luna kebingungan apa maksudnya.

"T-Tidaaaaaaak! Aku gak mau kembali lagi!" teriak Akito dan Azusa. menolak kekuatan Death yang mengendalikan mereka.

...dalam sekejap cahaya di tangan mereka tidak bercahaya hitam lagi, dan azusa dan akito tidak kesakitan lagi.


DEAT MANSION -PRIMITIVE ISLAND-

"UGYAAAAAAA!" teriak Death dan terpental.

"Death-Sama!" teriak Alice dan segera menolong Death.

DUAK!

Death tertabrak tembok walau di belakangnya ada Alice yang melidunginnya.

"...Gagal?" tanya Lie dengan singkat.

"Cih! Aku kaga nyangka mereka bisa menolaknya..., tapi bagaimana bisa?" geram Death

"... mungkin karena tidak mau melukai teman-teman mereka..." ucap lie dengan logis.

"Teman? Heh! Di dunia ini teman itu tidak berguna... hmm... bener juga ya..." seringai Death.

"lalu, sekarang harus bagaimana?"

"fufufu... ayo ke mansion mereka dan aku akan mengaktifkan kekuatan ku lagi, mungkin sinyalnya lebih kuat (Reader : Sinyal?! Emang HP apa?! Dan lagi mana ada Sinyal di GC?!/ Author : ada-adain saja =3= / Reader : *ngebacok author*)" ajak Death ke dua manusia buatannya

"Menyerang mereka?" tanya Alice.

"... setelah kita berhasil mengembalikan si duo kembar itu ke sifatnya yang dari dulu ku buat. " seringai Death.

"jadi... siapkan senjata?" tanya Alice.

"... ngapain siapkan senjata? Bukannya senjatanya ada di tubuh mu itu?" ucap death sweadropped.

"iya,ya..."

"...ayo..." ucap Lie dan dia udah ada di dekat pintu.

'sejak kapan dia disana...' pikir Alice dan Death bersamaan sambil sweadropped.


Back To Mansion.

"apa kau baik-baik saja, Akito? Azusa?" tanya Luna khawatir.

"...iya..." ucap akito sambil tersenyum.

'apa waktunya sudah tiba?' pikir Akito dan Azusa khawatir.

"apa, kalian benar baik-baik saja?" tanya Luna lagi dengan khawatir.

"beneran baik-baik saja..." senyum Akito.

"waaaah, gak mau membuat semuanya khawatir ya... sudah berubah rupanya" tiba-tiba muncul death dibelakang akito dan memegang dahinya.

"!" spontan saja semuanya kaget atas kemunculan death yang mirip jelangkung, datang tidak jemput pulang tidak diantar (?) *author di tebas*

"CIH! Death!" geram Akito.

"Lie, segel kekuatan Akito dan Azusa" perintah Death.

"..."

"..."

"..."

Tidak ada jawaban dari gadis yang diperintahkan.

"umm... nona Death... Lie... lagi..."

"lagi apa, Alice?"

"lagi tidur disofa..."

BRUK! (death jatuh ala anime)

"Bangunkan dia! Dengan cara menyerangnya" geram death sambil menahan Akito.

"O-oke..." Alice langsung ke sofa dimana Lie tidur.

Tangan Alice yang semula tangan manusia menjadi tangan robot dan tajam mirip senjata Claw dan Alice langsung menyerangnya.

Dengan cepatnya Lie langsung bangun dan menendang Alice yang siap menyerang dia sehingga terpental jauh.

"KYAAAAA" teriak Alice dan tertabrak tembok

"Lho? Rupanya kau ,Alice. Kupikir diserang monster GaJe, ternyata mimpi toh" ucap Lie datar.

"Lieeee! Cepat segel kekuatan Azusa dan Akito! ASAP!" perintah Death geram.

"*sigh* oke,oke" pasrah Lie karena dia mau tidur lagi...

"SEAL POWER! (Reader : emang ada? / Author : ada-adain saja skillnya, ini kan skill buatan saya =3= / Reader : dasar author GaJe...)" ucap Lie dan terdapat cahaya ungu menerangin tempat itu.

Spontan saja Akito dan Azusa jatuh dalam keadaan duduk.

"AZUSA! AKITO!" teriak nina,Flea dan Luna.

"Alice! barrier!" perintah Death.

"Oke, Yuna-sama" ucap Alice dan mengaktifkan barrier, alhasil Luna,Flea,Nina, dan Zero tidak bisa menuju tempat azusa,akito, dan Death.

"Azusa, Akito ayo ikut aku, bantu Kaze'aze untuk menghacurkan dunia ini dan Grandchase" ajak Death.

"HELL NO!" tolak azusa dan akito.

"hmm... kelihatannya kalian musti kuubah kembali ke diri kalian yang dulu" pikir Death.

"Cih!" decih Azusa kesal.

"tidak mau!"

"kalian adalah mahluk buatanku, dan buat apa aku membuat sifat kalian yang suka membunuh itu kalau bukan demi ambisi kami?" ucap Death sambil mengakat tangannya ke langit.

Yang ada disana yang mendengarnya (EXCEPT : ZERO(terlalu santai) ,Alice dan Lie dan Flea ) hanya kaget.

"tapi kami tidak akan! Mau kembali lagi, Death!" tegas Azusa kesal.

"hee... musti memakai paksaan kelihatannya" seringai Death dan memegang logo beretnya lagi.

Pas Death memegang beretnya muncul chaser karena khawatir dengan teriakan Azusa dan Akito (pas lagi kesakitan itu loh), dasar pahlawan kesiangan *di all-out attacker)

"ADA ap- *gasp* Azusa-Akito!" kaget Arme.

"hooo, pada ngumpul semua ya... ini menjadi pertunjukan menarik" seringai Death.

"Apa maumu sama Azusa dan Akito." Death glare jin.

"hehehe... lihat saja saat-saat kalian berpisah dengan Azusa dan Akito yang baik ini menjadi monster haus darah" seringai Death.

"ap—" sebelum menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba muncul cahaya hitam yang gelap sekali (?).

Dan saat cahaya itu hilang terlihat Azusa dan Akito yang berdiri dan Barrier itu menghilang.

"Azusa, Akito kalian baik-baik saja" Ucap Chaser dan Luna.

Tapi siapa sangka ini bakal terjadi... yaitu adalah...

ZRAAAAT!

Akito menyambet Luna sehingga berdarah banyak. (soalnya yang paling dekat itu Luna) dan terjatuh kelantai.

"APa—" kaget para chaser melihat tindakan Akito tiba-tiba.

"Akito apa yang kau lakukan?!" tanya Sieghart kaget.

"...siapa kalian? Apa kita pernah bertemu?" tanya Akito dingin dan sinis

"hei... jangan bercanda..." ucap dio kaga yakin.

"Azusa, Akito... buat serang mereka, tapi jangan sampai mati, karena aku dan kakakku dan adikku mau memulai permainan dengan mereka" perintah Death.

Azusa dan Akito mengangguk dan langsung menyerang

Kecepatan lari mereka melebihi lass (?).

Yang pertama diserang Akito adalah Zero dan nina yang kebetulan dekat.

Dan Azusa menyerang Flea dahulu karena dekat.

"KYAAAA!" teriak Flea dan nina bersamaan.

"mau gak mau kita bertarung!" ucap sieghart dan mengeluarkan solunanya.

"benar!" setuju para chaser dan mengeluarkan senjata mereka.

"...Azusa,Akito akhirin saja, aku bosan dengan pertunjukan ini" perintah Death.

"oke..."

Secara bersamaan azusa dan akito mengeluarkan dark magic circel (?) diatas mereka semua.

"DARKNESS DOOM" ucap mereka bersamaan.

Dan muncul gelombang hitam yang besar dari atas dan menghatam Grandchase.

Keadaan Mansion kembali hancur tapi keadaan sekarang yang paling hancur adalah ruang tamu, untungnya para chaser hanya sekarat.

" pintar" puji Death dan dia menuju tempat luna yang lagi sekarat dan dalam keadaan masih sadar.

"SOUL~" panggil Death.

Tiba-tiba muncul soul dan memegang dahi luna.

"Keluarkan Envy,Reicy dan Raven dari tubuh Luna, dan jangan keluarkan 'dia' oke?" perintah Death.

'dia'? Siapa yang dimaksud?' pikir chaser saat mendengar kata 'dia'.

"OKE..." setuju soul.

Dalam sekejap Envy,Reicy dan Raven terpental jauh.

"KYAAA!"

"GYAAA!"

BRUK! Mereka tertabrak tembok walau mereka menjadi wujud roh.

"nah, Luna. Bisa kah kau melepaskan rantai 'dia' di alam bawah sadar mu?" tanya death dengan senyum penuh arti.

"tidak... akan... jika 'dia' muncul maka kalian bakal menjalakan ambisi kalian dengan mereka!" tolak Luna.

"heeee... berati kau ingin melihat jiwa mu yang lain dan teman-teman tersiksa karena kau menolak permintaanku?" seringai death dengan sinis.

Dalam sekejap atmosfer disana menjadi berat.

"UGHHHH..." para chaser memegang leher mereka karena atmosfer disana menyesakkan, begitu juga Envy,Reicy dan Raven.

Luna yang melihatnya kaga tega... dan dia menoleh ke death lagi.

"baiklah..." ucap Luna sambil menundukkan kepala.

"...KAU BAKA YA... LUNA!... jangan lepaskan rantai 'dia'!..." cegah Raven.

CRRRRING!

Terlihat di ruang tamu banyak rantai beterbangan (?)

Terlihat Luna berdiri walau versinya beda (?).

Rambut luna yang semula hijau tua, menjadi hitam pekat sama seperti death, matanya merah darah, dan bajunya terdapat lambang tengkorak dibagian kiri roknya dan dibagian kanan roknya terdapat lambang gambar bentuk bulat dan berwarna hitam.

"Fuwaaaah, capenya di rantai di alam bawah sadar Gadis lemah itu..." ucap 'luna' sambil meregangkan tangannya mirip orang bangun tidur.

"selamat pagi , Sync" salam Death sambil tersenyum.

"pagi, kak Yuna" balas 'luna' atau di panggil death ,Sync.

"sebelum itu bisakah kau melepaskan rantai mu itu, Sync?" tanya Soul.

"iya,ya. kalau pakai rantai bisa menghambat gerakan ku" ucap Sync sadar.

"biar kuhancurkan" ucap Death dan memegang rantai yang membelengu sync.

CRANG! Rantai itu hancur berkeping-keping.

Para chaser hanya membeku dengan sikap Luna yang berubah dan fisiknya.

"naaaah~ kan baru lega~ gak berat lagi deeeh~" ucap Sync senang dan menari sambil berputar-putar.

"nah, ayo kita mulai permainan, karena kita mendapatkan hadiah yang bagus buat mereka" tiba-tiba muncul Evil sambil menggunakan topeng joker (?).

"Benar jugaaa~" ucap Death senang.

"permainan?" tanya Sync.

Death langsung membisikkin sesuatu pada Sync.

"HOOO! Aku mengerti! Ini kelihatan asyik!" ucap Sync girang sambil loncat-loncat.

"grr... apa mau kalian sekarang?!" geram sieghart kesal.

"baiklah, permainan nya adalah lawan kami" ucap death sambil menunjuk kearah sieghart.

"itu mah bukan permainan tapi pertarungan" ucap ronan sweadropped.

"kalian musti mengalahkan ku jika ingin Luna kembali" ucap Sync dengan seringai kejam.

"... kalian harus menang melawanku jika ingin Akito dan Azusa kembali kesemula"

"...dan kalian harus menang melawanku jika teman kalian, Rufus kembali"

Spontan saja para chaser kaget.

"jadi... Rufus..." ucap Lass kaga percaya.

"yap, ada di tangannya, jiwanya. ini ambil tubuhnya" ucap death dan melempar tubuh rufus kearah lass.

"kau..." geram lass melihat kakaknya dalam keadaan tertidur tanpa jiwa.

"dan kalian harus mengalahkan ku jika ingin tahu dimana kazusa dan Kazuna berada" ucap Evil santai.

"!"

"dan peraturan permainan ini adalah... kalian karus mengalahkan Sync jika ingin tahu dimana lokasi kami." Ucap Death senang.

"hehehe... temui aku di Forsaken barrows, 'kay~" ucap Sync "kalian kuberi waktu 3 hari untuk latihan , dan setelah 3 hari, kalian harus menemuiku atau permainan ini hangus dan kalian tidak bisa mengembalikan teman-teman kalian~" lanjut Sync

"sampai ketemu nanti ya~" ucap Death dan mereka semua menghilang begitu pula Lie dan Alice.

DUAK!

"siaaaal! Baru kemarin kita kehilangan teman seperjuang kita (EAAA~ *ditebas*) sekarang kita kehilangan lagi!" ucap Elesis kesal sambil memukul lantai.

"sebelum itu kita harus latihan untuk mendapatkan kembali teman kita" usul sieghart dan dia segera bangun karena lukanya sudah sembuh karena dia immortal.

"YA..." setuju mereka.

~ TBC~


Death : aku merasa menjadi antagonis yang jahat deh...

Chalice07 : emang kamu antagonis kan?

Death : iya sih... cuman...

Akito : *Asal nyambar* apa?! Hei! Author sarap! Kenapa aku menyerang Luna hingga berdarah! Aku mana mau!

Chalice07 : hal berlalu sudahlah berlalu (GAJE MODE : ON) dan YEEEEIY, AKHIRNYA PULSA INTERNETNYA DIISI JUGA, AKHIRNYA BISA DIPUBLISH! BANZAAAAI! Dan akhirnya saya Revival lagi di Fanfiction! (?) *joget-joget bahagia*

All : dasar kelewatan strees *sweadroopped*

All : (inner) 'gak ada yang mengharapkan mu datang kok?'

Sync & Luna : siapa yang minta review?

Chalice07 : SYNC~

Sync : *sigh* Review ya... dan maafkan kesalahan author gila ini jika ada dosa dengan kalian dan kesalahan pada kalian.

Chalice07 : apa katamu , sync?!

Sync : aku gak bilang apa-apa kok *innocent face*

Chalice07 : hooo... begitu ya... *angguk-angguk kepala yang berati mengerti*

Mind to review?