The GazettE fanfic

Shirei, cewek yang super sabar nan periang, bertemu dengan orang yang sangat tidak terduga dan mengubah hidup dan prinsipnya 180 derajat. Akankah Ia senang dan menggapai mimpinya pada akhirnya?

Author: Shiro_Rukichii

Pairing: RukixOC

Disclaimer: fic gaje nan hawhaw ini punya saya, Gazet bukan punya saya, tapi punya diri mereka sendiri. Begitu pula Twitter punya yang buat.

Genre: Romance, Friendship,Family

Warn: the gaje-est of the gaje story had ever exist, don't like please read, paling muntaber siap baca ini *killed*

03.00 a.m

Semua member the GazettE, sudah tidur, karena kondisi Ruki yang kurang semangat mereka memutuskan untuk menyudahi latihan lebih awal.

-di kamar Ruki-

Ruki menatap PC nya, ia melihat profile Shirei, tidak ada satu tanda kalau dia sedang online sekarang, bahkan dari tadi. Dan itu membuat Ruki sedikti kecewa, ia menyesap kopi panasnya dengan perlahan. Lalu kembali bolak balek antara home dan profile Shirei, tak lama setelah itu ia di kagetkan dengan suara bell rumahnya.

"tamu? Jam segini?" Tanya Ruki bingung, ia tidak mau membukanya takut itu pencuri, tapi bell itu kembali berbunyi, Ruki mengabaikannya lagi, lalu bell itu berbunyi berkali-kali hingga kesabaran Ruki habis dan ia keluar kamar dengan perasaan kesal, kalau beneran pencuri bakalan dia hajar tuh pencuri. Tapi, masa' pencuri mau nyuri rumah orang pake acara nge bel segala? Ah bodo' dah.. kalo emang pencuri, sial sekali dia memakai cara ini karena begitu Ruki membuka pintu ia akan langsung mengahajar orang itu. Tapi niatnya di urungkannya, rasa kesalnya sekarang menjadi kaget. Melihat sesosok perempuan manis berdiri di depannya saat ia membuka pintu. Perempuan itu tersenyum ramah pada Ruki.

"maaf mengganggu" kata perempuan itu sedikit membungkuk

"S-s-s-shirei? Ke-kenapa?" Tanya Ruki bingung

"apa sih? Siapa yang datang jam segini? Ini masih jam 3 tau!" seru Kai yang marah karena tidurnya terganggu, ia menggosok kedua matanya, lalu melihat sosok Shirei berdiri di ambang pintu denga koper hitam di sebelahnya.

"maaf mengganggu" kata Shirei pada Kai, seketika Kai kembali menggosokkan kedua matanya lagi dan menatap Shirei agak lama.

"kau panggil dia ya?" Tanya Kai pada Ruki yang masih kaget.

"bu-bukan! Aku yang seenaknya datang!" seru Shirei dan Kai menatapnya sebentar. "masuklah dulu" kata Kai dan Shirei hanya mengangguk saja. Dan masuk ke dalam rumah The GazettE itu.

"aku kabur dari rumah" kata Shirei setelah meminum teh buatan Kai sedikit, mendengar itu, Kai dan Ruki semakin kaget

"aku sudah putuskan, aku ingin mengejar mimpiku, aku sudah tinggalkan pesan pada orang tua ku, aku harap mereka mau mengerti. Aku tidak tahu harus kemana tadi, harusnya aku menginap di tempat teman ku, tapi tiba-tiba kaki ku sudah melangkah ke sini" jelas Shirei

"kami teman mu juga,sejak kita berkenalan tadi. jadi tidak salah" kata Kai dan Shirei hanya menunjukkan senyum rasa terima kasih pada Kai.

"kami akan membicarakan hal ini pada direktur besok, kau jangan sekolah dan keluar rumah dulu … sampai kau di konfirmasi telah di terima di dalam band kami sebagai Hime, tapi sebelum itu, ada yang ingin aku Tanya kan pada mu." Kata Kai dengan serius

"silahkan" kata Shirei dan ia menatap Kai juga

"menyesalkah kau setelah ini?" Tanya Kai, lalu Shirei tersenyum "nasi sudah menjadi bubur, tidak ada yang bisa aku lakukan dan sesalkan, berani berbuat, berani bertanggung jawab" kata Shirei tegas yang membuat senyum Ruki dan Kai mengembang.

"jawaban yang bagus, kau di terima. Tidurlah di kamarku dulu, jangan di kamar Ruki, jorok! Aku akan tidur dengan Reita saja" kata Kai yang tanpa sungkan mengambil koper Shirei dan mengangkatnya ke kamarnya.

"terima kasih,…. Terima kasih banyak" kata Shirei

"berterima kasih lah setelah kau menunjukkan kehebatan mu" kata Kai sebelum ia melanjutkan perjalanannya ke kamarnya, dan Shirei hanya tersenyum saja.

"aku senang kau datang dan mengambil keputusan ini" kata Ruki pada Shirei

"hontou? Menampung ku dengan resiko tinggi begini?" Tanya Shirei

"ya… mari kita buktikan pada orang tua mu" kata Ruki menggenggam kedua tangan Shirei erat dan tiba-tiba. Semburat merah muncul di pipi Shirei.

"he! Jangan malah mesra-mesraan! Cepat tidur sana! Ruk! Besok lu ada kerjaan kan? Shirei juga! Lu pasti capek kan? Cepat tidur! Gak usah bangun pagi-pagi amat besok!" omel Kai yang membuat Ruki melepas tanga Shirei dengan cepat. Sedangkan Shirei sendiri langsung berdiri dan permisi buat tidur, Ruki yang di tinggalin malah mendengus kea rah Kai dan melenggang ke kamarnya balik.

"Rei-chaaann! Gue numpang ke tempat lu ya!" seru Kai yang nyelonong masuk ke dalam kamar Reita, pertama ada suara grasak grusuk sampe suara orang kebanting, tapi setelah itu keadaan mulai normal lagi.

-pagi nya-

"hooaahhmm…. Kaaaiii… makan" kata Ruki yang baru bangun dan menuju dapur.

"bentar lagi siap" jawab seorang cewek dari dapur. Membuat Ruki sedikit heran.

"Kai, aku tau kau suka masak, kadang lu juga kayak cewek cerewetnya, tapi suara jangan sampe mirip kali gitu donk!" seru Ruki yang membuat tawa suara cewek itu menggelegar.

"sorry kesiangan! Gak bisa tidur semalam, si Reita tidurnya kebangetan, masa' ngigo nya ampe meluk-meluk gue, kita sarapan di luar aja ya" kata Kai sambil curhat pada Ruki dari belakangnya.

"loh? Itu Kai? Terus? Yang di dapur?" Tanya Ruki yang kaget melihat Kai di belakangnya

"gueeee…." Kata Shirei menunjukkan mukanya ke depan muka Ruki, karena perbuatannya itu Ruki kaget sampe nimpa Kai.

"aduh! Ruk! Berat ne!" seru Kai yang keberatan karena badannya di timpa badan Ruki yang kecil tapi berat.

"apa sih pagi-pagi berisik gini… eh Kai? Lu gak masak? Laper nih" kata Uruha yang baru aja bangun, mukanya kusut kayak benang karena bête pagi-pagi udah berisik

"udah siap kok, kalian tinggal makan aja" kata Shirei tiba-tiba dan Uru yang lagi setengah sadar kini makin sadar karena terkejut melihat Shirei

"kau kok di sini?" Tanya Uruha to the point

"ntar gue jelasin.. yang penting makaaaaann!" kata Ruki yang langsung duduk ke mejea makan, dan menyantap nasi goreng pake telor dadar ala Shirei.

"dia gak makan ya semalam? Ampe kelaparan gitu" Tanya Shirei pada Kai, sedangkan Kai nya sendiri Cuma senyum aja, ampe lesung pipi nya keliatan gitu. Lalu melenggang ke meja makan bareng Uruha yang masih bingung kenapa Shirei di sini, tapi tetep aja senyum begitu ngedenger pertanyaan Shirei. Pasalnya si Ruki emang gak makan malam semalam, karena mikirin si Shirei ini. Ampe-ampe semalam si Aoi kena bentak ama dia . padahal niatnya baik buat hibur si Ruki -.-

"oh… gitu… jadi lu kabur dari rumah gitu?" Tanya Uruha yang sudah tahu permasalahannya, dan Shirei hanya ngangguk.

"ya udah, yang penting kau dengarkan aja kata si Kai, kalo ama dia pasti beres deh…" kata Uru melanjutkan acara makannya, dia makan lahap banget, kayak gak pernah makan nasi goreng aja.

"eh, tambah lagi donk" kata Ruki yang menyodorkan piringnya pada Shirei

"hah? Lagi? Udah 3 kali loh" kata Shirei yang kaget karena Ruki udah nambah 2 kali tadi

"aku juga" kata Kai

"aku!" seru Uruha yang menyodorkan piringnya juga. Sedangkan Shirei hanya menghela nafas aja dan menambah jatah 3 cowok rakus itu.

"nasib lu dah yang kesiangan bangun, kali ini ku maafkan karena aku udah dapat jatah lebih" gumam Kai yang senang karena Aoi dan Reita yang gak dapat bagian nasi goreng karena kesiangan, Ruki dan Uruha Cuma cengengesan saja, bersyukur karena bangun cepat, kalo enggak udah ludes nih makanan.

"kalian kok gak kenyang-kenyang sih? Tuh perut atau gentong?" Tanya Shirei yang terheran-heran melihat mereka bertiga

"habis enak sih! Mana mungkin kenyang!" kata Kai

"beneww! Besyok mashak hagi ya!" kata Ruki yang mulutnya penuh dengan nasi goreng.

"makan dulu baru ngomong.. iya deh.. karena udah di kasih numpang aku bikin deh" kata Shirei sambil tersenyum.

"ohayooouuu… kaaaaiiii maeemmm!" kata Reita yang baru bangun, dan masuk ke dapur, begitu ngeliat Kai,Uruha dan Ruki makan dengan lahap Reita pun duduk di meja makan dengan mata yang masih setengah terbuka, ia mengambil piring dan melihat kearah wadah besar yang menurutnya tempat sarapan. Dan saat ia hendak mengambil nasi goreng nya, betapa kagetnya ia ketika Ruki nyamber tuh wadah dan ngambil semua nasi gorengnya.

"eh! Kupret! Gila lu! Aku belum makan!" protes Reita. Lalu Shirei berdiri dan membawa sepiring full of nasgor yang tadi, dan meletakkannya di depan Reita. 'si Shirei licik juga, nyisain buat dia… jadi pengen ngamuk deh gue ama yang telat' pikir Kai begitu melihat jatah Reita yang lumayan banyak.

"ini bagian Reita" katanya dengan ramah, sedangkan Reita sendiri terheran-heran dengan kehadiran sesosok makhluk yang ia kenal dengan nama Shirei yang semalam buat si Ruki kayak orang linglung asli.

"kok lu di sini?" Tanya Reita, reaksinya sama seperti Uruha tadi

"makan aja dulu, entar aku jelasin" kata Shirei, lalu Reita melihat kea rah Uruha yang dari tadi ngelototin jatah Reita.

"gak mau? Untuk ku ya?" Tanya Uruha pada Reita, bukannya jelasin apa yang terjadi mala mau nambah.

"enak aja… makanan gue kok.." kata Reita yang mengangkat piringnya dan duduk di sebelah Shirei, dan menyatap sarapannya.

Suapan pertama. 'Enak juga nih masakkan si bocah, biasa makan masakkan buuatan si Kai agak eneg' pikir Reita yang makan dengan lahap dan semangat.

"ada lagi gak?" Tanya Ruki pada Shirei.

"ntar Aoi san gak dapat… kalian gak ada kerjaan hari ini?" Tanya Shirei yang membuat air yang di minum Kai muncrat ke muka Uruha.

"jorok lu!" omel Uruha yang ngelap mukanya pake tisu yang ada di dekat situ.

"oh iya! Keenakan makan! Ayo cepat! AOI! BANGUN LUUU!" omel Kai tanpa titik, dan Ruki serta Uruha langsung lari pontang panting ke dalam kamar masing-masing buat siap-siap

"kau gak ada kerjaan?" Tanya Shirei pada Reita

"kagak, hari ini yang kerja Cuma empat kupret itu, aku lagi kosong, Aoi ama Kai ada acara radio,yang 2 lagi pemotretan" jelas Reita yang selesai makan.

"eh, kau buatin lagi ya masakkan lain buat makan siang, terus sarapan Aoi suru dia bawa aja" kata Reita yang mengangkat piring bekas teman-temannya tadi dan membawa nya ke bak cuci piring.

"hoo.. okeh" kata Shirei yang melakukan pekerjaannya sesuai perintah Reita.

"lapeeerr! Mana sarapan ku!" Tanya Aoi yang udah rapi bersih kinclong pada orang yang entah siapa pun ada di dapur itu.

"nih, makan di sana aja" kata Shirei memberikan kotak bentou pada Aoi.

"are? Lu udah mutuskan?" Tanya Aoi pada Shirei dan ia hanya mengangguk saja.

"ortu lu?" Tanya nya lagi.

"aku kabur kok dari rumah" jawab Shirei santai yang menyebabkan semuanya kaget.

"gak apa-apa nih?" Tanya Reita

"entah… liat aja ke depannya" kata Shirei dan Aoi serta Reita saling berpandangan dan menghela nafas panjang.

"yah.. kalo udah Kai yang ngurus gak apa-apa nya tuh… lagian kasian si Ruki" kata Uruha yang tiba-tiba nimbrung aja.

"maksudnya?" Tanya Shirei yang kagak ngerti dengan ucapan Uruha.

"ehehehe.. ada deh… sa, ayo cepat! Entar si ketua genk ngamuk… dah Rei! Kami pergi ya!" kata Uruha yang menarik tangan Aoi dan Reita dan Shirei hanya mengangguk saja, dan melanjutkan pekerjaan masing-masing, Reita cuci piring, Shirei bersihin dapurnya.

"kok kau memutuskan buat menerima tawaran kami?" Tanya Reita di sela-sela pekerjaannya

"dorongan dari kalian? Keinginan untuk mengejarnya? Atau perubahan pikiran ku yang menganggap segala sesuatu itu takdir, termasuk aku yang tidak berusaha menggapai impian ku dan pasra gitu aja?" kata Shirei, dan Reita melihatnya saja. Lalu tersenyum kecil

"kau tidak takut kami apa-apain?" Tanya Reita lagi. Lalu Shirei menghentikan pekerjaannya.

"untuk Aoi san aku sangat takut, yang lain mah gak terlalu" kata Shirei polos yang menyebabkan Reita tertawa dengan lantang.

"ntu orang emank mukanya rada hentai. Tapi walaupun beneran hentai dia gak jahat kok… gak usah takut selama ada kami di sekitarnya" kata Reita lalu Shirei menghentikan pekerjaannya lagi.

"kalau di tinggal berdua?" Tanya Shirei dengan polos lagi

"paling si Ruki bakalan bawa kau ke tempat kerja" jawab Reita

"kok Ruki? Dari tadi Ruki mulu deh" ujar Shirei yang melanjutkan pekerjaannya

"diem lu… jangan sok munafik deh… kayak gak tau maksud kami semua aja" kata Reita yang sudah selesai cuci piring dan mengelap tangannya, ia melihat muka Shirei merah sekali, melihat itu ia hanya tersenyum geli saja. 'lucu juga kalo mereka jadian, ntar jadi pasangan chibi kali ya?' pikir Reita saat melhiat sosok kecil nya si Shirei.

"kalo ada apa-apa panggil aja aku, aku ada di kamar ku.." kata Reita pada Shirei dan ia hanya mengangguk saja, lalu Reita berjalan dengan santai ke kamarnya. Setelah beberes dapur Shirei memperhatikan sisi rumah yang lain, sangat berantakan. Baju kotor di mana-mana, punting rokok dan bekas minuman kaleng di mana-mana. Sambil menghela nafas ia mengambil seperangkat alat pembersih

"yosh! Waktunya bersih-bersih!" seru Shirei.

-Reita di kamarnya-

Reita sedang asyik memainkan bass nya, jarang-jarang dia santai begini. Jadi ia ingin memanfaatkannya dengan sangat baik, sambil bersenandung kecil ia memainkan bass nya terus hingga permainannya terhenti dengan suara ketukan pintu.

"masuk saja" kata Reita dan terbukalah pintu itu, lalu Shirei masuk ke dalam kamar dengan sapu dan pel.

"cleaning service?" Tanya nya pada Reita

"hah? Kau mau bersih-bersih kamar ku?" Reita nanya balik , dan Shirei hanya mengangguk saja.

"kamar kalian semua memang nggak ada yang beres kecuali kamar Kai-kun ya" gumam Shirei memperhatikan seluruh ruangan

"eh? Kau udah beresin kamar yang lain?" Tanya Reita agak kaget

"udah dari tadi" jawab Shirei dengan santai, ia membereskan tempat majalah dan meja Reita.

"baju juga udah, tinggal di bilas aja" sambung Shirei

"semua?" Tanya Reita dan Shirei mengangguk saja.

"semua!" jawabnya dengan semangat yang menyebabkan Reita terbelalak kaget, seingatnya semua baju kotor termasuk pakaian dalam ada di situ, apa si Shirei gak malu nyuci tuh semua?

"terserah kau sajalah…" kata Reita dan melanjutkan permainan bassnya, sedangkan Shirei membersihkan kamarnya, agak lama mereka terdiam seperti itu, hingga suara nyanyian Shirei menarik perhatian Reita yang sedang bermain bass

"I will walk together… the future not promised yeah.. it keeps walking together.. to the future in which you are~" Shirei menyanyikan lagu Cassis yang kebetulan sedang Reita mainkan. Sekarang ia mengerti kenapa Uruha,Aoi dan Ruki sangat mendukung ia menjadi Hime mereka semalam, suara indah bagaikan malaikat, sosok bagaikan putri kecil dari negri nun jauh, sikap yang sopan dan jujur, sangat masuk tipikal Hime yang mereka cari. Lalu Reita mengubah permainan bass nya, ia memainkan lagu Agony dari band mereka.

"do you really love me heartly? Do you really call that love? Answer! Answer! Answer! I don't want to die.. DA DON VIDIVI DA DON again DA DON VIDIVI DA DON. The scream of insomnia.. is the next of my turn yeah? Oh shit it was done to much! Oh shit! Oh pardon me! Oh shit it was done to much! Oh shit! Don't come near me! Oh shit! It was done to much! Oh Shit!" Shirei yang asyik membereskan kamar Reita menyanyikan lagu rap-rock itu dengan santai dan pas! Membuat Reita semakin terkagum.

"yak, selesai… ada 6 kantung sampah di luar, di tambah ini jadi 8. Mau bantu ngangkat?" Tanya Shirei dengan aura gelap di belakangnya, sepertinya ini bukan pertanyaan melainkan perintah bagi Reita , entah kenapa perintah Shirei itu tidak bisa di bantah, jadi dengan berat hati Reita mengangguk dan berdiri dari tempat tidurnya sambil mengangkat dua kantung sampah yang berasal dari kamarnya itu. Saat Reita keluar betapa kagetnya ia melihat ruangan yang tadinya ancur berantakan jadi rapi dan kinclong

'udah lama nggak liat nih ubin bersih' pikir Reita. Setelah buang sampah Shirei langsung memasakkan makan siang buat Reita sebagai rasa terima kasih.

-Ruki-

Hari sudah siang, Ruki duduk di kantin kantor PS company buat makan siang bareng Uruha. Mereka telah selesai pemotretan, setelah itu ada serentetan pekerjaan lagi buat dia yang sangat tidak ingin dia ingat. Tiba-tiba handphone Ruki bergetar tanda ada e mail baru masuk, ia membuka hapenya dan membaca e mail yang merupakan dari Kai itu. Setelah membaca semuanya dengan hati-hati dan bahkan ia mengejanya satu persatu, akhirnya senyumnya mengembang.

"si Shirei di suruh ke sana besooookkk!" seru Ruki yang menyebabkan Uruha yang lagi main GameBoy nya kaget, tapi karena mendengar berita gembira itu pun Uru ikutan senang.

"yokatta ne" katanya dan Ruki hanya mengangguk kuat saja, sambil ngutak-ngatik hape nya membalas E mail dari Kai.

-malem-

"aku pulaaaaaannggg~~" teriak Ruki dengan nada senang dari depan pintu.

"selamat datang" Reita yang menyambut Ruki, membuat Ruki langsung merengut

"mana Shirei?" Tanya Ruki pada Reita, dan Reita Cuma menunjuk dapur, dengan langkah cepat dia berjalan menuju dapur.

"Shireee~~ aku ada kabar bai~k" kata Ruki dengan lantang

"oh.. tadaima… aku sudah tahu.. besok kita berangkat sama ya?" Tanya Shirei pada Ruki dengan senyum hangat nya yang membuat Ruki seperti mrlayang.

"makanan udah siap?" Tanya Reita pada Shirei sambil duduk di bangku meja makan.

"hai.. ini dia.. sesuai permintaan" kata Shirei yang meletakkan menu makan malam yang di minta Reita tadi siang, karena sudah menyuruh Reita membantunya membersihkan rumah Reita menyicipi masakkannya Shirei sedikit, lalu tersenyum dan mengacungkan jempol pada Shirei.

"bagus deh" kata Shirei dan kembali ke kegiatannya yang sedang menyiapkan makanan yang lainnya, melihat hal itu entah kenapa Ruki penasaran dan agak marah

"tadi siang kalian ngapai aja?" Tanya Ruki yang ikutan duduk

"beresin rumah, gila bener dah… capek banget" kata Reita yang sedang makan makanannya dengan lahap, lalu Ruki memperhatikan seluruh dapur, bener juga.. rapi dan kinclong! Semua nya tertata rapi, biasanya seperti kapal pecah.

"cucian?" Tanya Ruki random, entah kenapa dia penasaran dengan hal itu.

"udah di cuci ama si Shirei juga… SEMUA" jawab Reita, dengan menekankan kata semua. Yang membuat Ruki kaget dan malu sendiri.

"yak, ini dia" kata Shirei meletakkan semua hidangan yang ia siapkan, setelah makan dan sedikit huru hara yang di sebabkan oleh Aoi dan Shirei yang berebut pengen cuci piring. Entah kenak angina apa si gurame itu pengen cuci piring.

-di balkon rumah-

Shirei sedang duduk di depan balkon memandangi langit, air mata sudah membasahi pipinya dari tadi semenjak ia memikirkan bagaimana nanti dan belakangnya dia. Ia takut kalau orang tuanya akan membencinya, ia takut akan mengecewakan The GazattE.

"nobody knows who I really am.. I never felt this empty before.." ia mulai menyanyikan lagu Life is Like a Boat dari Rie Fu dengan tenang dan indah, benar, tidak ada yang tahu bagaiman ia… apa yang ia rasakan apa yang ia inginkan, bagaimana perasaannya sekarang, apa makanan kesukaannya semua tentang dirinya hanya ia yang tahu, orangtua, sahabat dan yang lain tidak mengetahui, siapa Shirei yang selalu tersenyum di depan mereka.

"I know who you really are… I won't let you feel that emptiness" tiba-tiba suara seorang lelaki terdengar di belakang Shirei, dengan cepat Shirei menoleh dan melihat pandangan kecewa,sedih, dan prihatin Ruki, dengan cepat ia menghapus air matanya dan tersenyum ke Ruki

"kebawa lagu" Shirei memberi alasan yang menurutnya sangat masuk akal dan Ruki Cuma mendengus saja dan mendekati Shirei, ia berdiri di samping Shirei dengan tangannya menyandar pagar balkon.

"kau itu… tidak terlalu suka sayuran, kau suka minder,kau itu merasa dirimu tidak berguna dan jelek, kau ingin marah tapi tidak bisa, takut menyakiti orang dan di sakiti, sangat benci keramaian tapi ingin selalu di depan keramaian dan di perhatikan orang, sangat tidak suka berhutang budi, kau ingin sendiri agar tidak menyakiti orang lain dan di sakiti atau berada dalam posisi rumit. Kau suka bernyanyi terutama lagu yang membawa emosi seperti life is like a boat tadi, kau suka mangga, baju kesukaan mu adalah kaus dengan rok, kau sangat suka membaca,dan melihat seseorang bernyanyi" cerocos Ruki yang membuat Shirei kaget, kenapa dia bisa tau? Setahunya tidak ada yang mengetahui dia tentang hal-hal seperti itu..

"dan juga…" Ruki menggantungkan perkataannya sambil menatap langit dan menghela nafas panjang.

"jangan pikirkan bagaimana orang tua mu mencari mu, aku dan kau serta yang lain akan menyelesaikannya dengan baik… percayalah! Dan juga…. Jangan takut soal besok, kau pasti bisa! Aku yakin itu!" kata Ruki lagi, dan Shirei merasa lebih tenang, apalagi saat Ruki memegang bahunya dan membelai wajahnya.

"arigatou.." katanya dan Ruki Cuma tersenyum saja.

"ayo masuk.. ntar kau masuk angina" kata Ruki dan Shirei mengangguk saja, lalu Ruki masuk ke dalam di ikuti Shirei di belakangnya. Shirei senang ada orang yang mengetahui tentang dirinya dalam waktu singkat seperti ini, tapi… satu hal yang ia tidak ketahui, yang bisa Shirei tutup rapat-rapat hingga sang iblis pun tidak tahu. Kesedihan,dan kekhawatirannya akan dosa yang ia perbuat.. tidak mudah hilang.

-esoknya di kantor PSC-

Shirei sudah melalui berbagai tahap penilaian dan penilai sangat puas dengan kemampuannya, mendengar itu The GazettE sangat senang, tapi ada satu tes lagi. Yang sangat di perlukan oleh seorang Hime menurut para penilai, yaitu tentang konsep pv mereka. Shirei sudah mendengar lagu yang di ciptakan Ruki dan yang lain , walaupun belum sempurna karena ia belum ikut masuk dalam lagu itu.

"jadi.. Shirei, menurut mu bagaimana bagusnya konsep dan busana mu di dalam lagu ini?" tanyas si penilai pada Shirei, dan tanpa ragu Shirei menjawabnya.

"Tulip Doll" kata Shirei, yang membuat si penilai kaget.

"jadikan aku tulip doll lollita, benar-benar seperti baby doll lollita yang cantik dan imut, tapi tak bernyawa, kita tipu penonton dengan itu, dalam Pv, laki-laki ini terlalu terobsesi dengan sang perempuan kan? Jadi, karena tidak rela sang perempuan meninggal sang laki-laki membuat tulip doll yang sangat mirip dengan perempuan itu dan berjanji akan selalu bersamanya" jelas Shirei, semuanya terdiam sejenak, memikirkan apa yang di katakana Shirei tadi. Lalu dengan eye contact mereka mengangguk-ngangguk dan melihat Shirei dengan serius.

"idemu bagus… tapi… bagaimana kau bisa menirukan tulip doll?" Tanya si penilai dan tiba-tiba Shirei terdiam, tidak bergerak, kaku, non ekspresi, bahkan gerakkan pernapasannya seperti berhenti, tidak bernapas sama sekali.

"Shirei?" Tanya Ruki khawatir, ia menghampiri Shirei dan memegang tubuhnya, dan tiba-tiba Shirei menyanyikan lagu yang akan di nyanyikannya, membuat semuanya terkejut, gerakkan bibirnya tidak seperti gerakkan manusia biasa, tetapi seperti boneka, ia terus bernyanyi dengan pelan dan lembut membuat semua merinding, tak termasuk Ruki. Apalagi saat Shirei menoleh secara pelan kea rah Ruki dan memegang tangan Ruki dengan pelan.

-prok! Prok! Prok!- terdengar suara tepuk tangan dari semua orang yang melihatnya dan Shirei menghentikan aktingnya.

"hebat! Sangat hebat! Ruki san! Kau menemukan seorang bintang! Tidak pernah aku menemukan yang seperti ini!" seru nya dan Shirei hanya tersenyum manis saja.

"hebat.. baru kali ini aku merinding seperti tadi" komen Reita dan yang lainnya setuju saja.

"kau lulus" kata Kai menyalami Shirei dan Shirei hanya tersenyum dan berterima kasih pada semuanya, setelah itu kesibukkan Kai mulai, mulai dari rekaman,pembuatan video dan pemotretan, semua ia jalani dengan baik dan tanpa terasa sudah 2 bulan lebih dia menjalani kehidupan super sibuk, satu harian bersama Ruki dan yang lainnya, ia sudah akrab dengan semuanya terutama Ruki yang selalu memperhatikannya dengan baik, dan tanpa ia sadari perasaannya dengan Ruki semakin menguat, setiap Ruki mendekatinya jantungnya berdegup dengan kencang.

"otsukare~" kata Shirei pada yang lain, mereka baru saja melakukan launching dan sambutan nya sangat meriah dan hangat, mereka sangat terkejut begitu Shirei menunjukkan kalau dirinya adalah manusia asli apalagi saat ia berdansa waltz dengan Ruki, semuanya pada teriak, di panggung namanya adalah Hime, putri milik The GazettE. Setelah sampai rumah semuanya kelelahan, dan langsung masuk kamar masing-masing setelah mengucapkan selamat tidur. Shirei yang sama sekali belum ngantuk saat itu termenung di depan jendela, cuaca saat itu buruk sangat buruk, hujan turun dengan lebat dengan angin dan petir, memang saat mereka pulang hujan sudah sangat deras, ia melihati setitik demi setitik hujan jatuh di luar sana, dan saat mendengar rintikan hujan yang sayup-sayup ia merasa senang ia bisa bersama semuanya dan menggapai mimpinya, tapi… ia mengingat masa lalunya ia teringat dosanya kepada kedua orang angkatnya, dan begitu ia sadari dirinya sudah menangis terisak-isak, mengucapkan maaf berulang-ulang.

Ruki's Prov

Aku merasa tidak tenang di hujan ini, mataku tidak mau terpejam. Aku ingin menemui Shirei, padahal tadi baru ketemu, tapi sudah mau ketemu lagi, entah mengapa aku sangat ingin bertemu dengannya, melihat wajahnya tidur sebentar saja tidak apa-apa. Perasaanku dengan Shirei semakin kuat dari hari ke hari, aku tidak bisa menahannya lagi kalau aku tidak berhati-hati. Karena keinginanku tidak terbendung lagi akhirnya aku beranjak dari tempat tidur ku dan keluar kamar, saat sampai di depan kamar Shirie, aku melihat pintunnya sedikit terbuka, jadi aku membukanya pelan dan mengintip ke dalam, saat kulihat tempat tidur kosong aku mengalihkan pandanganku ke jendela, aku melihat seorang gadis kecil menangis terisak-isak, menggumamkan maaf berkali-kali, melihat itu hatiku merasa sangat sakit dan sedih, lukanya belum hilang, padahal berkali-kali padanya untuk tidak khawatir dan menjalani kehidupannya secara perlahan dan akan kembali pada orang tuanya. Tapi… sepertinya itu sia-sia, dia masih belum bisa melupakan ketakutannya itu, dengan perlahan aku menghampirinya dan memegang pundaknya dengan lembut, sesaat ia terkejut dan memberontak untuk aku lepaskan, tapi aku menekan bahunya dengan kuat dan menenangkannya, secara perlahan aku memeluknya dari belakang, memeluk tubuh kecil yang bergetar hebat karena menahan tangis, dia terus mengulangi kata maaf dengan pelan, membuat hati ku sangat sakit, aku tidak ingin melihatnya seperti ini, aku Cuma ingin melihatnya tertawa, oh kami sama., tidak adakah yang bisa aku lakukan untuk membuatnya tersenyum?

"tidak perlu minta maaf, tidak ada yang marah padamu. Tidak ada yang menyalahkan mu, kau tidak melakukan kesalahan… tenanglah…." Kata ku sambil mememluknya erat. Ia menghentikan kata-kata maafnya, ia hanya menangis saja, menangis di pelukkanku. Setelah agak tenang akhirnya aku menghadapnya, duduk di depannya sambil memegang kedua tangannya dengan erat. Dan ia hanya melihat ku dengan mata sembabnya itu.

"everything's gonna be alright…" kata ku dan ia Cuma diam saja, oh Hime… kenapa kau seperti ini? Apakah kau sangat takut membuat kesalahan?

"aku takut.." tiba-tiba ia berkata seperti itu membuat ku terdiam. Aku menarik kepalanya ke bahuku.

"jangan takut…" kataku dan ia hanya diam saja, aku melepaskan pelukanku dan mensejajarkan mataku dengan matanya. Dengan perlahan aku mendekatkan bibirku dengan bibirnya hingga kedua bibi kami saling bersentuhan, saat bibirku menyentuh bibirnya rasanya sangat menakjubkan lembut dan manis, aku tidak melihat ada perlawanan dari dirinya, yang kulihat ia hanya menutup matanya, tak lama setelah itu aku melepaskan ciuman kami dan menatapnya.

"aishiteru… aku akan bersama mu"

-TBC-

Nyaaa… ceritanya makin gaje… maafkan saya … hinaan dan cercaan di terima.. XD